Mas, Aku Pergi. Baru Kau Tahu Aku Segalanya

Mas, Aku Pergi. Baru Kau Tahu Aku Segalanya

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-08-18
Oleh:  QurratiAini_Baru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel12goodnovel
Belum ada penilaian
9Bab
7Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Selama lima tahun, Nayla menjadi istri yang diremehkan, pengorbanannya dianggap kewajiban, sementara suami dan keluarga mertuanya sibuk mengagungkan cinta pertama yang baru kembali. Hingga akhirnya Nayla memilih berhenti melakukan semuanya dan pergi, saat itulah kehidupan keluarga Mahendra mulai runtuh satu per satu. Ketika pria paling berkuasa justru menghargai Nayla, suaminya baru sadar bahwa perempuan yang ia buang adalah alasan di balik semua kesuksesannya. Namun, apakah penyesalan masih berarti ketika hati yang dulu setia sudah memilih pergi?

Lihat lebih banyak

Bab 1

1. Cinta Pertama Suamiku Tinggal di Sini

“Nayla, siapkan kamar tamu. Mulai malam ini Dinda tinggal di sini.”

Tangan Nayla yang sedang merapikan bunga di meja ruang keluarga berhenti.

Ratih Mahendra, ibu mertuanya, mengucapkan kalimat itu sambil memeriksa layar ponsel seolah baru saja menyampaikan hal biasa. Padahal Nayla mengenal nama itu dengan sangat baik. Dinda Larasati baru kembali dari luar negeri, dan perempuan itu adalah cinta pertama Arga—suami Nayla.

“Dinda akan tinggal di sini, Bu?” Nayla memastikan.

“Iya. Tempat tinggalnya belum siap. Daripada dia sendirian di hotel, lebih baik di sini.”

Rumah Mahendra merupakan kediaman utama keluarga besar. Sejak suaminya meninggal beberapa tahun sebelum Nayla menikah dengan Arga, Ratih menjadi orang yang paling banyak mengatur urusan domestik di sana. Namun selama lima tahun menjadi istri Arga, Nayla tidak pernah membayangkan kewenangan itu akan sampai pada keputusan membawa mantan kekasih suaminya tinggal di bawah atap yang sama.

Apalagi beberapa minggu terakhir, Arga justru terasa sedikit berbeda. Lebih sering mencarinya untuk mengobrol, bertanya pendapat, atau sekadar duduk di dekatnya sepulang kerja. Perubahan-perubahan kecil itu membuat Nayla diam-diam berani berharap hubungan mereka sedang bergerak ke arah yang lebih baik.

“Mas Arga sudah tahu?”

Ratih akhirnya mengangkat wajah. “Tentu. Arga tidak keberatan.”

Dada Nayla mengencang.

Nayla baru hendak melanjutkan pertanyaannya. Suara mobil dari halaman membuatnya urung bicara. Tak lama kemudian, Arga masuk dengan jas tersampir di lengan dan ponsel di tangan. Meski baru pulang kerja, setelan yang membalut tubuh tingginya masih tampak rapi.

Nayla berdiri sebelum suaminya sempat naik ke lantai atas.

“Mas, aku mau bicara sebentar.”

Arga berhenti. “Sekarang?”

“Iya.”

Ratih melirik mereka, lalu memilih pergi ke arah belakang rumah. Nayla menunggu sampai langkah ibu mertuanya menjauh.

“Mas sudah tahu Dinda akan tinggal di sini?”

Arga tidak tampak terkejut. “Sudah.”

“Sejak kapan?”

“Beberapa hari lalu.”

Jawaban itu membuat Nayla perlu menarik napas lebih pelan. “Kenapa Mas tidak bilang kepadaku?”

Arga meletakkan ponselnya di meja. “Karena kupikir tidak ada yang perlu dibicarakan panjang. Dinda cuma tinggal sementara.”

“Bukan soal lamanya.”

“Lalu?”

Nayla menatap suaminya. “Dia pernah menjadi orang yang sangat Mas cintai.”

Arga diam sejenak. Ekspresinya lebih menyerupai kebingungan, seakan ia benar-benar tidak memahami mengapa fakta lama itu harus membuat keadaan sekarang rumit.

“Ibu sudah menganggap Dinda seperti keluarga sejak dulu. Tempat tinggalnya juga belum bisa ditempati. Ini rumah besar, Nayla. Dia akan ada di kamar tamu, bukan di kamar kita.”

Justru ketenangan itu yang terasa paling menusuk.

“Aku cuma ingin keputusan seperti ini dibicarakan denganku lebih dulu.”

“Kalau ini keputusan besar, pasti kubicarakan.”

Nayla terdiam.

Bagi Arga, rupanya cinta pertamanya tinggal serumah dengan istrinya bukan keputusan besar.

Suara mobil lain memasuki halaman sebelum Nayla sempat menjawab. Ratih muncul kembali dengan langkah cepat menuju pintu depan.

“Dinda sudah sampai.”

Percakapan mereka putus begitu saja.

Beberapa detik kemudian, seorang perempuan masuk bersama dua koper. Meski tampak lelah setelah perjalanan, Dinda tetap terlihat cantik dan terawat. Pembawaannya tenang saat memasuki rumah. Senyumnya langsung melebar begitu Ratih memeluknya.

“Akhirnya pulang juga kamu,” ujar Ratih hangat.

“Aku juga kangen, Tante.”

Arga maju satu langkah. “Perjalanannya lancar?”

“Lumayan. Cuma capek di bagian terakhir.”

Dinda kemudian menoleh kepada Nayla. “Bu Nayla, terima kasih sudah membolehkan aku tinggal sementara di sini.”

Nayla sempat menatap Arga sebelum menjawab, “Sama-sama.”

Ratih menyela, “Sudah, jangan sungkan begitu. Kamu baru sampai, pasti capek.”

Dinda tersenyum kecil. “Sebenarnya aku sudah mau ambil hotel atau serviced apartment dulu sampai unitku siap. Waktu Tante menawarkan di sini, aku juga sempat pikir-pikir.”

Ratih tertawa pelan. “Kamu ini, masih saja banyak sungkan.”

Dinda mengalihkan pandangan kepada Arga. “Aku sebenarnya masih ragu menerima tawaran Tante. Tapi Mas Arga bilang tinggal di sini lebih praktis karena dari dulu aku sudah dianggap keluarga, jadi akhirnya aku ikut sarannya.”

Nayla tidak langsung bereaksi.

Arga juga tidak menyangkal.

Ia hanya berkata, “Memang lebih praktis daripada pindah dua kali.”

Sesuatu di dalam dada Nayla jatuh lebih dalam.

Tadi ia masih bisa meyakinkan diri bahwa Ratih mengambil keputusan dan Arga sekadar tidak menolak. Sekarang alasan itu hilang. Dinda punya pilihan lain. Dan Arga sendiri yang ikut mengarahkannya ke rumah ini tanpa pernah merasa perlu berbicara kepada istrinya.

Ratih sudah menarik salah satu koper Dinda ke arah lorong. “Ayo, Tante tunjukkan kamarmu. Biar nanti kalau ada yang kurang bisa langsung disiapkan.”

Dinda mengikutinya.

Nayla tetap berdiri di ruang keluarga.

Di sampingnya, Arga mengambil kembali ponselnya dengan wajah setenang tadi, seolah persoalan mereka sudah selesai.

Malam pertama mereka tinggal di bawah atap yang sama baru saja dimulai.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
9 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status