Share

Bab 9

Author: Lani
Padahal baru saja saat polisi datang, mata Arya masih dipenuhi oleh sosok Saras, menunjukkan kemesraan yang luar biasa pada wanita itu.

Bahkan saat aku sudah mati pun, dia masih menganggap aku sedang berakting, menganggap semua orang ini hanyalah aktor yang kusewa.

Akan tetapi, kini, saat dia mengaku sebagai suamiku dengan ekspresi penuh duka yang mendalam, semua orang justru menatapnya dengan pandangan yang aneh.

Para tamu undangan yang hadir di pesta mulai berbisik-bisik, melontarkan komentar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik   Bab 11

    Tiba-tiba, Arya melepaskan tangannya dari wajahnya. Sorot matanya kembali berubah menjadi penuh kebencian dan kekejaman."Masih ada beberapa bajingan lagi yang belum mati.""Tunggu sebentar lagi. Setelah Arok dan para penculik itu mati, aku akan datang menemanimu."Aku hanya bisa memutar bola mataku dengan jengkel. Siapa juga yang mau ditemani olehmu!"Tunggu sebentar lagi. Setelah Arok dan para penculik itu mati, aku akan datang menemanimu," gumam Arya.Kedua orang tuaku mematung karena ketakutan. Mereka benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.Sementara itu, Arya sudah melangkah keluar dengan pisau di tangannya yang masih meneteskan darah.Tiba-tiba, aku merasa semua ini sudah tidak ada artinya lagi. Saat aku masih hidup, mereka menyiksaku, menyakitiku, dan tidak memercayaiku. Demi membuat Saras senang, mereka sekuat tenaga menghinaku.Lalu, sekarang setelah aku mati, mereka baru bilang mencintaiku? Ini benar-benar lelucon yang konyol.Suara yang kudengar saat aku tenggelam di laut

  • Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik   Bab 10

    Baru setelah Arya dan yang lainnya melihat jenazahku yang sudah tak lagi berbentuk, mereka benar-benar percaya bahwa aku telah tiada.Arya masih belum bisa menerima kenyataan bahwa aku sudah mati. Terlebih lagi saat dia mendengar dari Wendy dan Tyas bahwa aku telah menyerahkan seluruh urusan pemakamanku kepada mereka dan tidak meninggalkan apa pun untuknya.Sementara itu, kecelakaan mobilku pun penuh dengan kejanggalan.Sopir truk dan aku sama-sama tewas di tempat, tetapi jalan tersebut sama sekali bukan rute yang seharusnya dilewati oleh sopir truk itu.Seolah otaknya baru saja kembali berfungsi, Arya dengan ekspresi muramsegera menelepon anak buahnya untuk menyelidiki hal ini hingga tuntas.Di saat yang sama, Arya seolah melupakan keberadaan polisi dan detektif di sana. Dia benar-benar menunjukkan sikap khas CEO arogan yang buta hukum dengan sesumbar, "Aku akan membuat semua orang ikut terkubur bersama Yuwita!"Ternyata saat seseorang merasa kehabisan kata-kata, orang itu benar-benar

  • Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik   Bab 9

    Padahal baru saja saat polisi datang, mata Arya masih dipenuhi oleh sosok Saras, menunjukkan kemesraan yang luar biasa pada wanita itu.Bahkan saat aku sudah mati pun, dia masih menganggap aku sedang berakting, menganggap semua orang ini hanyalah aktor yang kusewa.Akan tetapi, kini, saat dia mengaku sebagai suamiku dengan ekspresi penuh duka yang mendalam, semua orang justru menatapnya dengan pandangan yang aneh.Para tamu undangan yang hadir di pesta mulai berbisik-bisik, melontarkan komentar miring yang ditujukan kepada orang tuaku dan juga Arya.Sementara itu, saat Saras mencoba mengendap-endap menuju pintu belakang, tatapan tajam polisi langsung tertuju padanya.Seorang polisi wanita yang tampak cekatan segera melangkah maju dan meringkusnya."Maaf, Bu, kamu belum boleh pergi.""Kamu diduga terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan berencana. Mohon kooperatif dan ikut dengan kami untuk pemeriksaan."Wajah Saras seketika pucat pasi. Dia terus meronta."Aku nggak melakukannya!

  • Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik   Bab 8

    Arya mencengkeram kepalanya dengan ekspresi kesakitan, dia bergumam sendiri, "Apa yang kalian bicarakan? Yuwita benar-benar mati? Dia mati?""Kasus penculikan apa? Bukannya itu semua cuma kebohongannya saja?"Detektif itu melirik ke arah Saras yang mencoba menyelinap pergi di saat semua orang tidak memperhatikan, lalu dia membuka ponselnya dan menunjukkan sebuah video kepada Arya.Di dalamnya terlihat rekaman video.Saras, dengan ekspresi yang tampak mengerikan dan penuh kebencian, berkata kepada Arok, "Hanya kalau dia mati, Arya baru akan menjadi milikku sepenuhnya!""Aku membencinya! Kenapa dia harus muncul? Selama dia masih ada, dia akan terus mengingatkanku kalau aku ini palsu. Dia akan merebut segalanya dariku dan aku nggak akan pernah bisa hidup tenang!"Sementara itu, Arok dengan penuh rasa iba menangkup wajah Saras dan membujuknya dengan lembut, "Jangan khawatir, selama ada aku di sini, semuanya akan beres.""Siapa pun orang yang nggak ingin kamu lihat, aku akan melenyapkannya

  • Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik   Bab 7

    Arya adalah orang pertama yang tertawa."Jadi, sekarang Yuwita sampai menyewa orang untuk berpura-pura jadi polisi cuma demi menarik perhatianku?""Kenapa? Kalau kemarin dia bilang mati dibunuh penculik, sekarang dia bilang mati tertabrak mobil, begitu?""Aku benar-benar penasaran, sebenarnya dia punya berapa nyawa?"Ekspresi polisi itu makin tegang dan serius. "Tuan, apa kamu keluarganya?"Di saat yang sama, Wendy dan Tyas dari jasa pemakaman menatap Arya dengan tatapan penuh amarah dan rasa tidak percaya."Kami adalah petugas yang bertanggung jawab mengurus jenazah Kak Yuwita. Beliau sudah menyerahkan semua urusan pemakamannya kepada kami.""Setelah kalian pihak keluarga mengonfirmasi identitasnya, kami akan langsung memproses pemakamannya!""Kasihan sekali Kak Yuwita. Dia begitu baik dan lembut, tapi sekarang setelah dia meninggal, nggak ada satu pun anggota keluarga atau suaminya yang sudi melihatnya!"Sambil berbicara, Wendy mengeluarkan ponselnya dan menyodorkannya ke depan Arya.

  • Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik   Bab 6

    Malam itu, Arya tetap tidak kunjung pulang. Tak ada satu pun pesan atau kabar darinya untukku.Tepat tengah malam, aku menyalakan lilin ulang tahunku sendiri dan merapalkan doa, "Aku ingin pergi dengan tenang, bersih tanpa noda, dan nggak ingin punya hubungan apa pun lagi dengan mereka."Hari ketujuh, hari terakhir. Aku sudah tidak memiliki penyesalan lagi. Aku hanya ingin pergi ke tepi laut sendirian, duduk tenang di sana, lalu menunggu orang-orang yang telah kusewa datang untuk menjemput jenazahku.Sayangnya, ketenangan sekecil itu pun tidak sudi mereka berikan padaku.Teleponku berdering tanpa henti. Aku tidak mengangkatnya, jadi mereka mulai mengirimkan pesan singkat.Ibu: [Hari ini hari ulang tahun Saras, apa maksudmu nggak hadir? Kamu mau orang-orang mengira kami pilih kasih terhadap Saras?].Ayah: [Cepat seret kakimu ke sini! Semua orang sedang menunggumu!].Saras: [Kak, keinginan terbesarku adalah bisa rukun dengan Kakak. Apa Kakak bisa datang ke pesta ulang tahunku?].Arya: [K

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status