Short
Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik

Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik

Oleh:  LaniTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Bab
171Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Semua bermula ketika aku dibawa kembali ke Keluarga Andaru. Di saat yang sama, putri palsu di keluarga itu memilih untuk terjun ke laut dan memalsukan kematiannya. Seketika, dunia berbalik menyerangku. Semua orang menudingku sebagai penyebab kematiannya. Hanya suamiku, Arya Baskara, yang tetap berdiri kokoh di sisiku. Aku sempat terbuai, mengira dia benar-benar mencintaiku. Hingga suatu malam, aku tak sengaja mendengar percakapannya dengan temannya. "Saras akan segera kembali. Apa rencanamu terhadap istrimu di rumah?" Suara Arya terdengar begitu dingin saat menjawab, tanpa sedikit pun kehangatan. "Bagaimana mungkin aku jatuh cinta padanya? Dia sudah menyiksa Saras sampai mati. Aku mendekatinya cuma buat balas dendam dan menghancurkan hidupnya." Tak lama kemudian, aku diculik. Saat para penculik menelepon Arya untuk meminta tebusan dan mengancam akan membunuhku, dia sedang sibuk menggelar pesta penyambutan yang mewah untuk kepulangan kekasih hatinya. Dia bahkan tidak sudi membuang waktu untukku. "Kalau mau bunuh, lakukan saja sekarang! Setelah mati, buang saja mayatnya ke laut untuk jadi makanan hiu!" cetusnya ketus. Akhirnya, keinginannya terkabul. Jantungku ditikam dan tubuhku dilempar ke laut dalam untuk dimangsa ikan. Akan tetapi, rambut pria itu justru mendadak memutih dalam semalam karena penyesalan yang tak berujung.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

"Yuwita, berani-beraninya kamu menampakkan wajahmu di sini!"

"Saras sudah pernah hampir mati karena ulahmu dan dia baru saja kembali. Apa kamu masih berniat mencelakainya lagi?"

Cengkeraman kuat di leherku membangkitkan kembali rasa takut yang luar biasa saat aku tenggelam waktu itu. Tubuhku gemetar hebat. Aku menatap Arya dengan tatapan yang penuh kesedihan sekaligus ketakutan.

Beberapa hari yang lalu, aku dibunuh oleh penculik dan jasadku dibuang ke laut.

Di tengah sesak dan kesadaran yang mulai memudar saat itu, tiba-tiba sebuah suara bergema di benakku.

"Obsesimu terlalu dalam, kamu nggak bisa beristirahat dengan tenang. Tapi, karena kebaikan hatimu, aku mengizinkanmu kembali ke dunia manusia selama tujuh hari. Selesaikanlah segala urusan yang belum usai sebelum kamu kembali masuk ke siklus reinkarnasi."

Aku sudah mati, tapi kenapa bisa kembali ke dunia manusia?

Awalnya, aku mengira itu semua hanya halusinasi. Namun, secara ajaib rasa sakit di tubuhku menghilang dengan cepat.

Saat aku membuka mata kembali, aku sudah berada di dalam vila mewah milik Arya.

Di depan pintu vila, sebuah spanduk besar yang mencolok langsung menyambut pandanganku.

[Selamat Datang Kembali, Saras! Semoga Cintamu dan Arya Bersemi Kembali!]

Suara gelak tawa tak henti-hentinya terdengar dari dalam vila, berbanding terbalik dengan keheningan mencekam saat aku dibuang ke dasar laut.

Tak pernah terlintas di benakku bahwa di saat aku disiksa habis-habisan oleh penculik hingga mati mengenaskan, suamiku, Arya, malah sedang menggelar pesta penyambutan besar-besaran untuk si putri palsu, Saras Andaru!

Sekarang, saat menatapku, matanya hanya menyiratkan kebencian yang mendalam.

Orang-orang di sekitar yang melihat kejadian itu bukannya menolong, malah ikut mencemooh.

"Yuwita, bukannya kamu bilang sendiri kalau kamu diculik dan sudah dibunuh? Kenapa sekarang belum mati?"

"Saras berhasil lolos dari maut dan sekarang kamu mau ikut-ikutan juga? Sengaja akting pura-pura hidup lagi, ya?"

Melihat mata Arya yang makin merah penuh amarah, aku berusaha membela diri secara insting.

"Aku nggak ... Ugh!"

Arya makin memperkuat cengkeramannya di leherku, hingga tak ada lagi suara yang sanggup keluar.

Tepat saat aku mengira akan mati dicekik oleh Arya, sebuah suara lembut dan manja terdengar.

"Arya, jangan seperti itu."

Arya akhirnya melepaskan cengkeramannya. Sambil terengah-engah menghirup udara, aku menoleh ke arah sumber suara itu.

Benar saja, dia adalah Saras, si putri palsu yang telah dijaga dan dimanja bagaikan permata oleh keluarga Andaru selama dua puluh tahun.

Dia juga merupakan kekasih pujaan hati Arya.

"Saras dan Arya itu teman masa kecil yang saling mencintai. Begitu Yuwita datang, dia langsung mengincar Arya dan tega memisahkan pasangan serasi itu!"

"Dia bahkan berniat jahat ingin mencelakai Saras. Sekarang, setelah Saras akhirnya kembali, dia malah membuat skenario penculikan cuma karena ingin cari perhatian. Benar-benar licik dan murahan!"

Aku hanya mendengarkan cacian itu dengan ekspresi datar, sementara Arya dengan tatapan penuh kasih sayang menggenggam tangan Saras sambil membisikkan sesuatu padanya.

Saras tersenyum malu-malu, memukul pelan bahu Arya, lalu tiba-tiba dia menatapku dengan raut wajah cemas dan segera menarik tangannya dari genggaman Arya.

Seketika itu juga, raut wajah Arya berubah drastis. Dia melotot tajam ke arahku seolah-olah aku adalah monster yang sangat mengerikan.

Jika itu dulu, aku pasti akan merasa sangat sakit hati dan ketakutan. Aku akan merendahkan diriku sedemikian rupa, berusaha mengambil hati Arya sampai dia mau kembali tersenyum padaku.

Akan tetapi, sekarang, yang tersisa di lubuk hatiku hanyalah ketenangan yang hampa.

Aku adalah putri kandung yang tertukar. Karena sejak kecil aku tumbuh dalam siksaan dan penganiayaan, kepribadianku terbentuk menjadi sosok yang haus kasih sayang, rendah diri, dan sangat sensitif.

Saat akhirnya dijemput kembali ke Keluarga Andaru, aku mengira aku akan memiliki keluarga yang sesungguhnya dan bisa merasakan kehangatan kasih sayang.

Aku berusaha mati-matian untuk menyenangkan semua orang agar bisa diterima di sini. Aku sangat berhati-hati dalam bersikap, hanya karena takut orang-orang akan membenciku.

Aku juga tidak pernah memaksa Saras untuk pergi. Saat dia terjun ke laut untuk bunuh diri, aku pun merasa sangat sedih. Namun, semua orang terlanjur menganggap akulah pelakunya, tak peduli seberapa keras aku mencoba menjelaskan.

Hanya Arya yang saat itu berkata bahwa sejak awal, tunangannya adalah putri dari Keluarga Andaru.

Karena itulah, dia menikahiku.

Dia adalah orang pertama yang menunjukkan kebaikan kepadaku, setidaknya pada bulan-bulan awal pernikahan kami.

Dia begitu lembut dan penuh perhatian, hingga aku jatuh cinta kepadanya tanpa bisa tertahan lagi.

Belakangan aku baru menyadari bahwa itu semua hanyalah kepalsuan. Dia sengaja membuatku jatuh cinta setengah mati, hanya untuk menghancurkanku sedalam-dalamnya.

Tiga tahun pernikahan kami, aku diculik. Namun, ternyata, keluargaku sendiri dan bahkan suamiku, tak ada satu pun yang peduli apakah aku hidup atau mati!

Aku menelepon mereka semua untuk meminta pertolongan, tetapi tak ada satu pun yang percaya.

Ayah menerima teleponku dengan nada jijik.

"Yuwita, kamu memang putri kandungku, tapi Saras juga putri yang kusayangi selama 20 tahun lebih. Begitu dia kembali, kamu langsung membuat ulah. Apa kamu masih ingin memaksanya mati?"

Lalu, aku menelepon Ibu, tetapi suaranya tak kalah dingin.

"Yuwita, aku lebih baik nggak pernah melahirkan putri sepertimu. Kamu ini pembohong besar! Kalau kamu memang ingin mati, mati saja sana!"

Terakhir, aku menelepon Arya. Begitu mendengar ancaman pembunuhan dari penculik, dia hanya berucap ketus agar mereka segera membunuhku dan membuang mayatku ke laut untuk jadi makanan hiu.

Saat aku mencoba meneleponnya lagi, dia langsung mematikan ponselnya.

Si penculik menatapku dengan tatapan kasihan sekaligus mengejek, lalu berkata dengan suara dingin.

"Katanya putri Keluarga Andaru, nyonya besar Keluarga Arya, tapi ternyata nyawamu semurah ini. Nggak ada harganya sama sekali!"

Kalimat dingin itu menjadi hal terakhir yang kudengar sebelum jantungku ditikam dan tubuhku dihempaskan ke laut.

Tiba-tiba, di tengah vila itu, Saras berjalan menghampiriku dengan raut wajah yang tampak sangat khawatir.

"Kak, karena Kakak sudah nggak apa-apa, ayo pulang. Lain kali jangan bercanda seperti ini lagi pada Ayah dan Ibu. Mereka bisa ketakutan tahu."

Aku malas meladeni kemunafikan Saras. Aku menepis tangannya dan hendak melangkah pergi.

Akan tetapi, tatapanku mendadak terpaku pada pergelangan tangannya. Di sana melingkar seuntai tasbih Buddha, tasbih yang kudapatkan setelah mendaki sembilan ribu anak tangga di Kuil Agung demi kesembuhan Arya yang saat itu terluka parah akibat kecelakaan, tepat setengah tahun setelah pernikahan kami!

Aku harus berlutut melewati 9.000 anak tangga demi mendapatkan tasbih itu, tapi sekarang dia malah memberikannya begitu saja kepada Saras?
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
11 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status