MasukSemua bermula ketika aku dibawa kembali ke Keluarga Andaru. Di saat yang sama, putri palsu di keluarga itu memilih untuk terjun ke laut dan memalsukan kematiannya. Seketika, dunia berbalik menyerangku. Semua orang menudingku sebagai penyebab kematiannya. Hanya suamiku, Arya Baskara, yang tetap berdiri kokoh di sisiku. Aku sempat terbuai, mengira dia benar-benar mencintaiku. Hingga suatu malam, aku tak sengaja mendengar percakapannya dengan temannya. "Saras akan segera kembali. Apa rencanamu terhadap istrimu di rumah?" Suara Arya terdengar begitu dingin saat menjawab, tanpa sedikit pun kehangatan. "Bagaimana mungkin aku jatuh cinta padanya? Dia sudah menyiksa Saras sampai mati. Aku mendekatinya cuma buat balas dendam dan menghancurkan hidupnya." Tak lama kemudian, aku diculik. Saat para penculik menelepon Arya untuk meminta tebusan dan mengancam akan membunuhku, dia sedang sibuk menggelar pesta penyambutan yang mewah untuk kepulangan kekasih hatinya. Dia bahkan tidak sudi membuang waktu untukku. "Kalau mau bunuh, lakukan saja sekarang! Setelah mati, buang saja mayatnya ke laut untuk jadi makanan hiu!" cetusnya ketus. Akhirnya, keinginannya terkabul. Jantungku ditikam dan tubuhku dilempar ke laut dalam untuk dimangsa ikan. Akan tetapi, rambut pria itu justru mendadak memutih dalam semalam karena penyesalan yang tak berujung.
Lihat lebih banyakTiba-tiba, Arya melepaskan tangannya dari wajahnya. Sorot matanya kembali berubah menjadi penuh kebencian dan kekejaman."Masih ada beberapa bajingan lagi yang belum mati.""Tunggu sebentar lagi. Setelah Arok dan para penculik itu mati, aku akan datang menemanimu."Aku hanya bisa memutar bola mataku dengan jengkel. Siapa juga yang mau ditemani olehmu!"Tunggu sebentar lagi. Setelah Arok dan para penculik itu mati, aku akan datang menemanimu," gumam Arya.Kedua orang tuaku mematung karena ketakutan. Mereka benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.Sementara itu, Arya sudah melangkah keluar dengan pisau di tangannya yang masih meneteskan darah.Tiba-tiba, aku merasa semua ini sudah tidak ada artinya lagi. Saat aku masih hidup, mereka menyiksaku, menyakitiku, dan tidak memercayaiku. Demi membuat Saras senang, mereka sekuat tenaga menghinaku.Lalu, sekarang setelah aku mati, mereka baru bilang mencintaiku? Ini benar-benar lelucon yang konyol.Suara yang kudengar saat aku tenggelam di laut
Baru setelah Arya dan yang lainnya melihat jenazahku yang sudah tak lagi berbentuk, mereka benar-benar percaya bahwa aku telah tiada.Arya masih belum bisa menerima kenyataan bahwa aku sudah mati. Terlebih lagi saat dia mendengar dari Wendy dan Tyas bahwa aku telah menyerahkan seluruh urusan pemakamanku kepada mereka dan tidak meninggalkan apa pun untuknya.Sementara itu, kecelakaan mobilku pun penuh dengan kejanggalan.Sopir truk dan aku sama-sama tewas di tempat, tetapi jalan tersebut sama sekali bukan rute yang seharusnya dilewati oleh sopir truk itu.Seolah otaknya baru saja kembali berfungsi, Arya dengan ekspresi muramsegera menelepon anak buahnya untuk menyelidiki hal ini hingga tuntas.Di saat yang sama, Arya seolah melupakan keberadaan polisi dan detektif di sana. Dia benar-benar menunjukkan sikap khas CEO arogan yang buta hukum dengan sesumbar, "Aku akan membuat semua orang ikut terkubur bersama Yuwita!"Ternyata saat seseorang merasa kehabisan kata-kata, orang itu benar-benar
Padahal baru saja saat polisi datang, mata Arya masih dipenuhi oleh sosok Saras, menunjukkan kemesraan yang luar biasa pada wanita itu.Bahkan saat aku sudah mati pun, dia masih menganggap aku sedang berakting, menganggap semua orang ini hanyalah aktor yang kusewa.Akan tetapi, kini, saat dia mengaku sebagai suamiku dengan ekspresi penuh duka yang mendalam, semua orang justru menatapnya dengan pandangan yang aneh.Para tamu undangan yang hadir di pesta mulai berbisik-bisik, melontarkan komentar miring yang ditujukan kepada orang tuaku dan juga Arya.Sementara itu, saat Saras mencoba mengendap-endap menuju pintu belakang, tatapan tajam polisi langsung tertuju padanya.Seorang polisi wanita yang tampak cekatan segera melangkah maju dan meringkusnya."Maaf, Bu, kamu belum boleh pergi.""Kamu diduga terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan berencana. Mohon kooperatif dan ikut dengan kami untuk pemeriksaan."Wajah Saras seketika pucat pasi. Dia terus meronta."Aku nggak melakukannya!
Arya mencengkeram kepalanya dengan ekspresi kesakitan, dia bergumam sendiri, "Apa yang kalian bicarakan? Yuwita benar-benar mati? Dia mati?""Kasus penculikan apa? Bukannya itu semua cuma kebohongannya saja?"Detektif itu melirik ke arah Saras yang mencoba menyelinap pergi di saat semua orang tidak memperhatikan, lalu dia membuka ponselnya dan menunjukkan sebuah video kepada Arya.Di dalamnya terlihat rekaman video.Saras, dengan ekspresi yang tampak mengerikan dan penuh kebencian, berkata kepada Arok, "Hanya kalau dia mati, Arya baru akan menjadi milikku sepenuhnya!""Aku membencinya! Kenapa dia harus muncul? Selama dia masih ada, dia akan terus mengingatkanku kalau aku ini palsu. Dia akan merebut segalanya dariku dan aku nggak akan pernah bisa hidup tenang!"Sementara itu, Arok dengan penuh rasa iba menangkup wajah Saras dan membujuknya dengan lembut, "Jangan khawatir, selama ada aku di sini, semuanya akan beres.""Siapa pun orang yang nggak ingin kamu lihat, aku akan melenyapkannya












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.