LOGINSemua bermula ketika aku dibawa kembali ke Keluarga Andaru. Di saat yang sama, putri palsu di keluarga itu memilih untuk terjun ke laut dan memalsukan kematiannya. Seketika, dunia berbalik menyerangku. Semua orang menudingku sebagai penyebab kematiannya. Hanya suamiku, Arya Baskara, yang tetap berdiri kokoh di sisiku. Aku sempat terbuai, mengira dia benar-benar mencintaiku. Hingga suatu malam, aku tak sengaja mendengar percakapannya dengan temannya. "Saras akan segera kembali. Apa rencanamu terhadap istrimu di rumah?" Suara Arya terdengar begitu dingin saat menjawab, tanpa sedikit pun kehangatan. "Bagaimana mungkin aku jatuh cinta padanya? Dia sudah menyiksa Saras sampai mati. Aku mendekatinya cuma buat balas dendam dan menghancurkan hidupnya." Tak lama kemudian, aku diculik. Saat para penculik menelepon Arya untuk meminta tebusan dan mengancam akan membunuhku, dia sedang sibuk menggelar pesta penyambutan yang mewah untuk kepulangan kekasih hatinya. Dia bahkan tidak sudi membuang waktu untukku. "Kalau mau bunuh, lakukan saja sekarang! Setelah mati, buang saja mayatnya ke laut untuk jadi makanan hiu!" cetusnya ketus. Akhirnya, keinginannya terkabul. Jantungku ditikam dan tubuhku dilempar ke laut dalam untuk dimangsa ikan. Akan tetapi, rambut pria itu justru mendadak memutih dalam semalam karena penyesalan yang tak berujung.
View More결혼식을 열흘 앞두고 약혼자가 살해당했다.
그의 시신 옆에는 처음 보는 남자가 있었다. “제가 죽인 게 아닙니다.” 나는 그 말을 믿지 않았다. 그날 이후 내 시간은 결혼식 열흘 전, 그 밤에 멈춰 있었다. ◇ “설주야, 나 오늘 늦어.” 오후 9시 17분. 이태광의 목소리는 평소와 달리 낮았다. “또 야근이야? 내일 웨딩홀 같이 가기로 했잖아.” “알아. 오늘 중요한 사람만 만나고 갈게.” “누군데?” “만나고 나서 설명할게.” 수화기 너머로 발소리가 들렸다. 이어 낯선 남자가 말했다. “이태광 씨, 준비됐습니다.” 태광은 급히 전화를 끊었다. 그것이 우리의 마지막 통화였다. 오후 11시 42분, 경찰에게서 연락이 왔다. 태광이 도시 외곽의 폐관한 미술관에서 숨진 채 발견됐다는 것이었다. 미술관 앞에는 경찰차가 줄지어 서 있었다. 나는 출입 통제선을 붙잡고 외쳤다. “이태광 약혼녀예요! 어디 있어요?” 형사는 태광이 2층 비공개 전시실에서 발견됐다고 했다. 얼굴만이라도 보여 달라고 매달리던 순간, 전시실 문이 열렸다. 경찰관 사이로 키 큰 남자가 걸어 나왔다. 하늘색 셔츠에 검은 슬랙스. 걷어 올린 오른쪽 소매에는 피가 묻어 있었다. “저 사람 누구예요?” “현장에 함께 있던 분입니다. 조사 중이고요.” 나는 남자의 앞을 가로막았다. “당신이 태광이 죽였어요?” 남자는 피 묻은 팔을 내려다보더니 나와 눈을 맞췄다. “죽이지 않았습니다.” “그럼 그 피는 뭔데요?” “살리려고 했습니다.” “그런데 왜 죽었는데!” 경찰이 나를 말렸다. 남자는 끝내 변명하지 않았다. “이름이 뭐예요?” “강무겸입니다.” 나는 그 이름을 마음속에 새겼다. 다시는 볼 일이 없기를 바라면서도, 언젠가 반드시 다시 찾아내겠다고 다짐했다. 수사 과정에서 미술관의 CCTV가 20분간 꺼졌고, 전시실의 그림 한 점이 사라졌다는 사실이 밝혀졌다. 하지만 무겸을 범인으로 단정할 증거는 없었다. 그는 풀려났고 사건은 미제로 남았다. ◇ 정확히 1년 뒤, 발신인 없는 봉투가 내 사무실로 도착했다. 안에는 사진과 전화번호가 들어 있었다. 사진에는 쓰러진 태광과 그 옆에 무릎을 꿇은 강무겸이 찍혀 있었다. 그런데 두 사람 뒤에 걸린 그림이 이상했다. 붉은 원피스를 입은 여자. 거울 앞에 선 여자의 옆얼굴이 어딘가 익숙했다. 사진 뒷면에는 한 문장이 적혀 있었다. ‘사라진 그림을 찾으세요.’ 나는 적힌 번호로 전화를 걸었다. “강무겸 씨죠?” “누구십니까?” “채설주예요. 이태광 약혼녀.” 침묵 끝에 그가 물었다. “그 번호를 어디서 받았습니까?” 나는 대답 대신 만나자고 했다. 그는 장소와 시간을 짧게 알려줬다. ◇ 한 시간 뒤, 우리는 조용한 북카페에서 마주 앉았다. “이 사진 설명해요.” 무겸은 사진을 보자 얼굴이 굳었다. “이걸 누가 보냈습니까?” “그건 내가 묻고 싶은 말이에요. 그날 그림도 당신이 가져갔어요?” 그는 사진 속 액자를 유심히 살폈다. “제가 현장에 도착했을 땐 저 자리가 비어 있었습니다.” “그런데 사진에는 걸려 있잖아요.” “그래서 이상한 겁니다. 제가 찍힌 장면과 그림이 있던 장면은 같은 순간일 수 없어요.” 나는 다시 사진을 들여다봤다. 누군가 사건 사진을 조작했다는 뜻일까. 바로 그때 휴대전화가 울렸다. 발신인 ‘이태광’. 죽은 약혼자의 번호였다. ‘설주야. 그 남자를 믿지 마.’ 이어 두 번째 문자가 도착했다. ‘그 남자를 사랑하면 너도 죽어.’ 손이 떨렸다. 무겸에게 화면을 보이자 그가 곧바로 창밖을 살폈다. “누군가 우리를 보고 있습니다.” 다시 메시지가 왔다. 우리가 앉아 있는 모습을 창밖에서 찍은 사진이었다. 그 아래 짧은 문장. ‘그림 속 여자가 누구인지 물어봐.’ 나는 고개를 들었다. “강무겸 씨. 저 그림 속 여자 누구예요?” 무겸의 시선이 사진에 고정됐다. “정말 모르겠습니까?” “말해요.” 그가 낮게 대답했다. “채설주 씨예요.” 숨이 멎었다. “그 그림에 그려진 사람, 당신입니다.”Tiba-tiba, Arya melepaskan tangannya dari wajahnya. Sorot matanya kembali berubah menjadi penuh kebencian dan kekejaman."Masih ada beberapa bajingan lagi yang belum mati.""Tunggu sebentar lagi. Setelah Arok dan para penculik itu mati, aku akan datang menemanimu."Aku hanya bisa memutar bola mataku dengan jengkel. Siapa juga yang mau ditemani olehmu!"Tunggu sebentar lagi. Setelah Arok dan para penculik itu mati, aku akan datang menemanimu," gumam Arya.Kedua orang tuaku mematung karena ketakutan. Mereka benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.Sementara itu, Arya sudah melangkah keluar dengan pisau di tangannya yang masih meneteskan darah.Tiba-tiba, aku merasa semua ini sudah tidak ada artinya lagi. Saat aku masih hidup, mereka menyiksaku, menyakitiku, dan tidak memercayaiku. Demi membuat Saras senang, mereka sekuat tenaga menghinaku.Lalu, sekarang setelah aku mati, mereka baru bilang mencintaiku? Ini benar-benar lelucon yang konyol.Suara yang kudengar saat aku tenggelam di laut
Baru setelah Arya dan yang lainnya melihat jenazahku yang sudah tak lagi berbentuk, mereka benar-benar percaya bahwa aku telah tiada.Arya masih belum bisa menerima kenyataan bahwa aku sudah mati. Terlebih lagi saat dia mendengar dari Wendy dan Tyas bahwa aku telah menyerahkan seluruh urusan pemakamanku kepada mereka dan tidak meninggalkan apa pun untuknya.Sementara itu, kecelakaan mobilku pun penuh dengan kejanggalan.Sopir truk dan aku sama-sama tewas di tempat, tetapi jalan tersebut sama sekali bukan rute yang seharusnya dilewati oleh sopir truk itu.Seolah otaknya baru saja kembali berfungsi, Arya dengan ekspresi muramsegera menelepon anak buahnya untuk menyelidiki hal ini hingga tuntas.Di saat yang sama, Arya seolah melupakan keberadaan polisi dan detektif di sana. Dia benar-benar menunjukkan sikap khas CEO arogan yang buta hukum dengan sesumbar, "Aku akan membuat semua orang ikut terkubur bersama Yuwita!"Ternyata saat seseorang merasa kehabisan kata-kata, orang itu benar-benar
Padahal baru saja saat polisi datang, mata Arya masih dipenuhi oleh sosok Saras, menunjukkan kemesraan yang luar biasa pada wanita itu.Bahkan saat aku sudah mati pun, dia masih menganggap aku sedang berakting, menganggap semua orang ini hanyalah aktor yang kusewa.Akan tetapi, kini, saat dia mengaku sebagai suamiku dengan ekspresi penuh duka yang mendalam, semua orang justru menatapnya dengan pandangan yang aneh.Para tamu undangan yang hadir di pesta mulai berbisik-bisik, melontarkan komentar miring yang ditujukan kepada orang tuaku dan juga Arya.Sementara itu, saat Saras mencoba mengendap-endap menuju pintu belakang, tatapan tajam polisi langsung tertuju padanya.Seorang polisi wanita yang tampak cekatan segera melangkah maju dan meringkusnya."Maaf, Bu, kamu belum boleh pergi.""Kamu diduga terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan berencana. Mohon kooperatif dan ikut dengan kami untuk pemeriksaan."Wajah Saras seketika pucat pasi. Dia terus meronta."Aku nggak melakukannya!
Arya mencengkeram kepalanya dengan ekspresi kesakitan, dia bergumam sendiri, "Apa yang kalian bicarakan? Yuwita benar-benar mati? Dia mati?""Kasus penculikan apa? Bukannya itu semua cuma kebohongannya saja?"Detektif itu melirik ke arah Saras yang mencoba menyelinap pergi di saat semua orang tidak memperhatikan, lalu dia membuka ponselnya dan menunjukkan sebuah video kepada Arya.Di dalamnya terlihat rekaman video.Saras, dengan ekspresi yang tampak mengerikan dan penuh kebencian, berkata kepada Arok, "Hanya kalau dia mati, Arya baru akan menjadi milikku sepenuhnya!""Aku membencinya! Kenapa dia harus muncul? Selama dia masih ada, dia akan terus mengingatkanku kalau aku ini palsu. Dia akan merebut segalanya dariku dan aku nggak akan pernah bisa hidup tenang!"Sementara itu, Arok dengan penuh rasa iba menangkup wajah Saras dan membujuknya dengan lembut, "Jangan khawatir, selama ada aku di sini, semuanya akan beres.""Siapa pun orang yang nggak ingin kamu lihat, aku akan melenyapkannya
Alis Arya bertaut rapat dan kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah, "Sedang menguping apa lagi kamu di sana?"Di mata Ibu, terpancar rasa jijik yang tak lagi ditutup-tutupi. "Karena kamu sudah mendengarnya, aku nggak akan menyembunyikannya lagi darimu.""Jantung Saras lemah. Dia nggak bole
Pria itu menoleh ke arahku, lalu menyunggingkan senyum yang tampak sangat licik dan nakal.Arya mengernyitkan dahi dan membentak dengan nada dingin, "Mau berulah apalagi kamu? Dia ini teman Saras. Jangan cari gara-gara!""Dia pelakunya! Dia yang menculikku!"Dengan penuh emosi, aku mengeluarkan pons
Tanpa pikir panjang, aku menyentak kuat pergelangan tangannya. Tali tasbih itu putus, butirannya tercerai-berai dan menggelinding di lantai.Arya tertegun sejenak, lalu dengan ekspresi dingin dia segera mencengkeram lenganku. "Saras berniat baik padamu! Kalau kamu nggak mau berterima kasih, nggak pe
"Yuwita, berani-beraninya kamu menampakkan wajahmu di sini!""Saras sudah pernah hampir mati karena ulahmu dan dia baru saja kembali. Apa kamu masih berniat mencelakainya lagi?"Cengkeraman kuat di leherku membangkitkan kembali rasa takut yang luar biasa saat aku tenggelam waktu itu. Tubuhku gemetar












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews