Share

Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik
Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik
Penulis: Lani

Bab 1

Penulis: Lani
"Yuwita, berani-beraninya kamu menampakkan wajahmu di sini!"

"Saras sudah pernah hampir mati karena ulahmu dan dia baru saja kembali. Apa kamu masih berniat mencelakainya lagi?"

Cengkeraman kuat di leherku membangkitkan kembali rasa takut yang luar biasa saat aku tenggelam waktu itu. Tubuhku gemetar hebat. Aku menatap Arya dengan tatapan yang penuh kesedihan sekaligus ketakutan.

Beberapa hari yang lalu, aku dibunuh oleh penculik dan jasadku dibuang ke laut.

Di tengah sesak dan kesadaran yang mulai memudar saat itu, tiba-tiba sebuah suara bergema di benakku.

"Obsesimu terlalu dalam, kamu nggak bisa beristirahat dengan tenang. Tapi, karena kebaikan hatimu, aku mengizinkanmu kembali ke dunia manusia selama tujuh hari. Selesaikanlah segala urusan yang belum usai sebelum kamu kembali masuk ke siklus reinkarnasi."

Aku sudah mati, tapi kenapa bisa kembali ke dunia manusia?

Awalnya, aku mengira itu semua hanya halusinasi. Namun, secara ajaib rasa sakit di tubuhku menghilang dengan cepat.

Saat aku membuka mata kembali, aku sudah berada di dalam vila mewah milik Arya.

Di depan pintu vila, sebuah spanduk besar yang mencolok langsung menyambut pandanganku.

[Selamat Datang Kembali, Saras! Semoga Cintamu dan Arya Bersemi Kembali!]

Suara gelak tawa tak henti-hentinya terdengar dari dalam vila, berbanding terbalik dengan keheningan mencekam saat aku dibuang ke dasar laut.

Tak pernah terlintas di benakku bahwa di saat aku disiksa habis-habisan oleh penculik hingga mati mengenaskan, suamiku, Arya, malah sedang menggelar pesta penyambutan besar-besaran untuk si putri palsu, Saras Andaru!

Sekarang, saat menatapku, matanya hanya menyiratkan kebencian yang mendalam.

Orang-orang di sekitar yang melihat kejadian itu bukannya menolong, malah ikut mencemooh.

"Yuwita, bukannya kamu bilang sendiri kalau kamu diculik dan sudah dibunuh? Kenapa sekarang belum mati?"

"Saras berhasil lolos dari maut dan sekarang kamu mau ikut-ikutan juga? Sengaja akting pura-pura hidup lagi, ya?"

Melihat mata Arya yang makin merah penuh amarah, aku berusaha membela diri secara insting.

"Aku nggak ... Ugh!"

Arya makin memperkuat cengkeramannya di leherku, hingga tak ada lagi suara yang sanggup keluar.

Tepat saat aku mengira akan mati dicekik oleh Arya, sebuah suara lembut dan manja terdengar.

"Arya, jangan seperti itu."

Arya akhirnya melepaskan cengkeramannya. Sambil terengah-engah menghirup udara, aku menoleh ke arah sumber suara itu.

Benar saja, dia adalah Saras, si putri palsu yang telah dijaga dan dimanja bagaikan permata oleh keluarga Andaru selama dua puluh tahun.

Dia juga merupakan kekasih pujaan hati Arya.

"Saras dan Arya itu teman masa kecil yang saling mencintai. Begitu Yuwita datang, dia langsung mengincar Arya dan tega memisahkan pasangan serasi itu!"

"Dia bahkan berniat jahat ingin mencelakai Saras. Sekarang, setelah Saras akhirnya kembali, dia malah membuat skenario penculikan cuma karena ingin cari perhatian. Benar-benar licik dan murahan!"

Aku hanya mendengarkan cacian itu dengan ekspresi datar, sementara Arya dengan tatapan penuh kasih sayang menggenggam tangan Saras sambil membisikkan sesuatu padanya.

Saras tersenyum malu-malu, memukul pelan bahu Arya, lalu tiba-tiba dia menatapku dengan raut wajah cemas dan segera menarik tangannya dari genggaman Arya.

Seketika itu juga, raut wajah Arya berubah drastis. Dia melotot tajam ke arahku seolah-olah aku adalah monster yang sangat mengerikan.

Jika itu dulu, aku pasti akan merasa sangat sakit hati dan ketakutan. Aku akan merendahkan diriku sedemikian rupa, berusaha mengambil hati Arya sampai dia mau kembali tersenyum padaku.

Akan tetapi, sekarang, yang tersisa di lubuk hatiku hanyalah ketenangan yang hampa.

Aku adalah putri kandung yang tertukar. Karena sejak kecil aku tumbuh dalam siksaan dan penganiayaan, kepribadianku terbentuk menjadi sosok yang haus kasih sayang, rendah diri, dan sangat sensitif.

Saat akhirnya dijemput kembali ke Keluarga Andaru, aku mengira aku akan memiliki keluarga yang sesungguhnya dan bisa merasakan kehangatan kasih sayang.

Aku berusaha mati-matian untuk menyenangkan semua orang agar bisa diterima di sini. Aku sangat berhati-hati dalam bersikap, hanya karena takut orang-orang akan membenciku.

Aku juga tidak pernah memaksa Saras untuk pergi. Saat dia terjun ke laut untuk bunuh diri, aku pun merasa sangat sedih. Namun, semua orang terlanjur menganggap akulah pelakunya, tak peduli seberapa keras aku mencoba menjelaskan.

Hanya Arya yang saat itu berkata bahwa sejak awal, tunangannya adalah putri dari Keluarga Andaru.

Karena itulah, dia menikahiku.

Dia adalah orang pertama yang menunjukkan kebaikan kepadaku, setidaknya pada bulan-bulan awal pernikahan kami.

Dia begitu lembut dan penuh perhatian, hingga aku jatuh cinta kepadanya tanpa bisa tertahan lagi.

Belakangan aku baru menyadari bahwa itu semua hanyalah kepalsuan. Dia sengaja membuatku jatuh cinta setengah mati, hanya untuk menghancurkanku sedalam-dalamnya.

Tiga tahun pernikahan kami, aku diculik. Namun, ternyata, keluargaku sendiri dan bahkan suamiku, tak ada satu pun yang peduli apakah aku hidup atau mati!

Aku menelepon mereka semua untuk meminta pertolongan, tetapi tak ada satu pun yang percaya.

Ayah menerima teleponku dengan nada jijik.

"Yuwita, kamu memang putri kandungku, tapi Saras juga putri yang kusayangi selama 20 tahun lebih. Begitu dia kembali, kamu langsung membuat ulah. Apa kamu masih ingin memaksanya mati?"

Lalu, aku menelepon Ibu, tetapi suaranya tak kalah dingin.

"Yuwita, aku lebih baik nggak pernah melahirkan putri sepertimu. Kamu ini pembohong besar! Kalau kamu memang ingin mati, mati saja sana!"

Terakhir, aku menelepon Arya. Begitu mendengar ancaman pembunuhan dari penculik, dia hanya berucap ketus agar mereka segera membunuhku dan membuang mayatku ke laut untuk jadi makanan hiu.

Saat aku mencoba meneleponnya lagi, dia langsung mematikan ponselnya.

Si penculik menatapku dengan tatapan kasihan sekaligus mengejek, lalu berkata dengan suara dingin.

"Katanya putri Keluarga Andaru, nyonya besar Keluarga Arya, tapi ternyata nyawamu semurah ini. Nggak ada harganya sama sekali!"

Kalimat dingin itu menjadi hal terakhir yang kudengar sebelum jantungku ditikam dan tubuhku dihempaskan ke laut.

Tiba-tiba, di tengah vila itu, Saras berjalan menghampiriku dengan raut wajah yang tampak sangat khawatir.

"Kak, karena Kakak sudah nggak apa-apa, ayo pulang. Lain kali jangan bercanda seperti ini lagi pada Ayah dan Ibu. Mereka bisa ketakutan tahu."

Aku malas meladeni kemunafikan Saras. Aku menepis tangannya dan hendak melangkah pergi.

Akan tetapi, tatapanku mendadak terpaku pada pergelangan tangannya. Di sana melingkar seuntai tasbih Buddha, tasbih yang kudapatkan setelah mendaki sembilan ribu anak tangga di Kuil Agung demi kesembuhan Arya yang saat itu terluka parah akibat kecelakaan, tepat setengah tahun setelah pernikahan kami!

Aku harus berlutut melewati 9.000 anak tangga demi mendapatkan tasbih itu, tapi sekarang dia malah memberikannya begitu saja kepada Saras?

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik   Bab 11

    Tiba-tiba, Arya melepaskan tangannya dari wajahnya. Sorot matanya kembali berubah menjadi penuh kebencian dan kekejaman."Masih ada beberapa bajingan lagi yang belum mati.""Tunggu sebentar lagi. Setelah Arok dan para penculik itu mati, aku akan datang menemanimu."Aku hanya bisa memutar bola mataku dengan jengkel. Siapa juga yang mau ditemani olehmu!"Tunggu sebentar lagi. Setelah Arok dan para penculik itu mati, aku akan datang menemanimu," gumam Arya.Kedua orang tuaku mematung karena ketakutan. Mereka benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.Sementara itu, Arya sudah melangkah keluar dengan pisau di tangannya yang masih meneteskan darah.Tiba-tiba, aku merasa semua ini sudah tidak ada artinya lagi. Saat aku masih hidup, mereka menyiksaku, menyakitiku, dan tidak memercayaiku. Demi membuat Saras senang, mereka sekuat tenaga menghinaku.Lalu, sekarang setelah aku mati, mereka baru bilang mencintaiku? Ini benar-benar lelucon yang konyol.Suara yang kudengar saat aku tenggelam di laut

  • Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik   Bab 10

    Baru setelah Arya dan yang lainnya melihat jenazahku yang sudah tak lagi berbentuk, mereka benar-benar percaya bahwa aku telah tiada.Arya masih belum bisa menerima kenyataan bahwa aku sudah mati. Terlebih lagi saat dia mendengar dari Wendy dan Tyas bahwa aku telah menyerahkan seluruh urusan pemakamanku kepada mereka dan tidak meninggalkan apa pun untuknya.Sementara itu, kecelakaan mobilku pun penuh dengan kejanggalan.Sopir truk dan aku sama-sama tewas di tempat, tetapi jalan tersebut sama sekali bukan rute yang seharusnya dilewati oleh sopir truk itu.Seolah otaknya baru saja kembali berfungsi, Arya dengan ekspresi muramsegera menelepon anak buahnya untuk menyelidiki hal ini hingga tuntas.Di saat yang sama, Arya seolah melupakan keberadaan polisi dan detektif di sana. Dia benar-benar menunjukkan sikap khas CEO arogan yang buta hukum dengan sesumbar, "Aku akan membuat semua orang ikut terkubur bersama Yuwita!"Ternyata saat seseorang merasa kehabisan kata-kata, orang itu benar-benar

  • Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik   Bab 9

    Padahal baru saja saat polisi datang, mata Arya masih dipenuhi oleh sosok Saras, menunjukkan kemesraan yang luar biasa pada wanita itu.Bahkan saat aku sudah mati pun, dia masih menganggap aku sedang berakting, menganggap semua orang ini hanyalah aktor yang kusewa.Akan tetapi, kini, saat dia mengaku sebagai suamiku dengan ekspresi penuh duka yang mendalam, semua orang justru menatapnya dengan pandangan yang aneh.Para tamu undangan yang hadir di pesta mulai berbisik-bisik, melontarkan komentar miring yang ditujukan kepada orang tuaku dan juga Arya.Sementara itu, saat Saras mencoba mengendap-endap menuju pintu belakang, tatapan tajam polisi langsung tertuju padanya.Seorang polisi wanita yang tampak cekatan segera melangkah maju dan meringkusnya."Maaf, Bu, kamu belum boleh pergi.""Kamu diduga terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan berencana. Mohon kooperatif dan ikut dengan kami untuk pemeriksaan."Wajah Saras seketika pucat pasi. Dia terus meronta."Aku nggak melakukannya!

  • Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik   Bab 8

    Arya mencengkeram kepalanya dengan ekspresi kesakitan, dia bergumam sendiri, "Apa yang kalian bicarakan? Yuwita benar-benar mati? Dia mati?""Kasus penculikan apa? Bukannya itu semua cuma kebohongannya saja?"Detektif itu melirik ke arah Saras yang mencoba menyelinap pergi di saat semua orang tidak memperhatikan, lalu dia membuka ponselnya dan menunjukkan sebuah video kepada Arya.Di dalamnya terlihat rekaman video.Saras, dengan ekspresi yang tampak mengerikan dan penuh kebencian, berkata kepada Arok, "Hanya kalau dia mati, Arya baru akan menjadi milikku sepenuhnya!""Aku membencinya! Kenapa dia harus muncul? Selama dia masih ada, dia akan terus mengingatkanku kalau aku ini palsu. Dia akan merebut segalanya dariku dan aku nggak akan pernah bisa hidup tenang!"Sementara itu, Arok dengan penuh rasa iba menangkup wajah Saras dan membujuknya dengan lembut, "Jangan khawatir, selama ada aku di sini, semuanya akan beres.""Siapa pun orang yang nggak ingin kamu lihat, aku akan melenyapkannya

  • Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik   Bab 7

    Arya adalah orang pertama yang tertawa."Jadi, sekarang Yuwita sampai menyewa orang untuk berpura-pura jadi polisi cuma demi menarik perhatianku?""Kenapa? Kalau kemarin dia bilang mati dibunuh penculik, sekarang dia bilang mati tertabrak mobil, begitu?""Aku benar-benar penasaran, sebenarnya dia punya berapa nyawa?"Ekspresi polisi itu makin tegang dan serius. "Tuan, apa kamu keluarganya?"Di saat yang sama, Wendy dan Tyas dari jasa pemakaman menatap Arya dengan tatapan penuh amarah dan rasa tidak percaya."Kami adalah petugas yang bertanggung jawab mengurus jenazah Kak Yuwita. Beliau sudah menyerahkan semua urusan pemakamannya kepada kami.""Setelah kalian pihak keluarga mengonfirmasi identitasnya, kami akan langsung memproses pemakamannya!""Kasihan sekali Kak Yuwita. Dia begitu baik dan lembut, tapi sekarang setelah dia meninggal, nggak ada satu pun anggota keluarga atau suaminya yang sudi melihatnya!"Sambil berbicara, Wendy mengeluarkan ponselnya dan menyodorkannya ke depan Arya.

  • Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik   Bab 6

    Malam itu, Arya tetap tidak kunjung pulang. Tak ada satu pun pesan atau kabar darinya untukku.Tepat tengah malam, aku menyalakan lilin ulang tahunku sendiri dan merapalkan doa, "Aku ingin pergi dengan tenang, bersih tanpa noda, dan nggak ingin punya hubungan apa pun lagi dengan mereka."Hari ketujuh, hari terakhir. Aku sudah tidak memiliki penyesalan lagi. Aku hanya ingin pergi ke tepi laut sendirian, duduk tenang di sana, lalu menunggu orang-orang yang telah kusewa datang untuk menjemput jenazahku.Sayangnya, ketenangan sekecil itu pun tidak sudi mereka berikan padaku.Teleponku berdering tanpa henti. Aku tidak mengangkatnya, jadi mereka mulai mengirimkan pesan singkat.Ibu: [Hari ini hari ulang tahun Saras, apa maksudmu nggak hadir? Kamu mau orang-orang mengira kami pilih kasih terhadap Saras?].Ayah: [Cepat seret kakimu ke sini! Semua orang sedang menunggumu!].Saras: [Kak, keinginan terbesarku adalah bisa rukun dengan Kakak. Apa Kakak bisa datang ke pesta ulang tahunku?].Arya: [K

  • Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik   Bab 5

    Aku pindah ke markas rahasiaku, sebuah apartemen bekas berukuran kecil yang kubeli dari hasil menjual gim yang kurancang bersama teman-temanku saat kuliah dulu.Ini adalah aset yang sepenuhnya milikku sendiri, tidak ada satu orang pun yang tahu.Latar belakangku yang sulit dan pengalaman hidupku mem

  • Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik   Bab 4

    Alis Arya bertaut rapat dan kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah, "Sedang menguping apa lagi kamu di sana?"Di mata Ibu, terpancar rasa jijik yang tak lagi ditutup-tutupi. "Karena kamu sudah mendengarnya, aku nggak akan menyembunyikannya lagi darimu.""Jantung Saras lemah. Dia nggak bole

  • Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik   Bab 3

    Pria itu menoleh ke arahku, lalu menyunggingkan senyum yang tampak sangat licik dan nakal.Arya mengernyitkan dahi dan membentak dengan nada dingin, "Mau berulah apalagi kamu? Dia ini teman Saras. Jangan cari gara-gara!""Dia pelakunya! Dia yang menculikku!"Dengan penuh emosi, aku mengeluarkan pons

  • Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik   Bab 2

    Tanpa pikir panjang, aku menyentak kuat pergelangan tangannya. Tali tasbih itu putus, butirannya tercerai-berai dan menggelinding di lantai.Arya tertegun sejenak, lalu dengan ekspresi dingin dia segera mencengkeram lenganku. "Saras berniat baik padamu! Kalau kamu nggak mau berterima kasih, nggak pe

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status