Share

20-

Author: Suheri
last update Last Updated: 2023-09-11 23:22:05
"Kau sudah tidak waras ya, Teng Fei?!"

Shen Xiao cukup terkesima sesaat sebelum matanya menatap ke bawah tak ingin melihatnya. Seorang laki-laki yang memiliki penampilan begitu rapi dan cukup menawan dengan pakaian biru muda bercorak bunga plum, Chan Fan. Ia salah seorang murid suatu Perguruan atau Sekte besar yang di kenal di suatu kota besar yang hampir setara dengan Ibu Kota Kekaisaran. Chan Fan seorang murid dalam yang dikenal teladan dan beretika baik saat di dalam Sekte, tapi ketika di lua
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Abigail Briel
xin xin cemburu...
goodnovel comment avatar
Viala La
Xinxin pasrah dari pada dikurung lg
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Shen Xiao   35–

    "Nasib... nasib. Kulitku yang sehalus sutra ini pasti sudah berubah jadi kertas amplas," keluh Shen Xiao sambil menyeka pasir dari bulu matanya. Ia menyentakkan tongkat bambunya ke pasir dengan gusar. "Long Long, kau lihat? Bahkan matahari di sini pun sepertinya ingin mencuri ketampananku." "Tuan, simpan keluhanmu. Ada rombongan besar di depan," bisik Shen Long dari balik kerah baju. Iring-iringan mewah itu berhenti tepat di depan Shen Xiao. Saat tandu diturunkan dan sosok wanita berkulit eksotis itu keluar, Shen Xiao langsung memutar tubuhnya membelakangi mereka. "Wah, siapa ini? Sepertinya aku sedang bermimpi. Mana mungkin pria yang katanya tak akan pernah menginjak tanah ini lagi sekarang berada di sini?" suara wanita itu mengalun rendah, penuh godaan. "Aku tidak kenal dia, Long Long. Ayo jalan," gumam Shen Xiao ketus. "Kau mau jalan ke mana, Shen Xiao? Tidak ada gunanya membuang muka. Punggungmu saja aku

  • Shen Xiao   34–

    Setelah mendengar tentang "Sumpah Kematian", Kepala Suku Zarand tidak punya pilihan. Ia tidak ingin Ellie mati sia-sia hanya karena kutukan cinta yang mustahil. Shen Xiao akhirnya dibebaskan, sementara Teng Fei dan Tan Wei resmi menjadi "jaminan" untuk membantu suku Zarand bertahan hidup di tengah hutan rimbun yang penuh binatang buas. "Shen Xiao! Kau benar-benar bajingan tidak punya hati!" teriak Teng Fei dari kejauhan. Wajahnya merah padam saat dua prajurit raksasa suku Zarand memegang pundaknya, memaksanya memegang kapak kayu yang besar. "Tuan tampan apanya?! Kau itu iblis licik! Beraninya kau menukar kami dengan kebebasanmu!" Tan Wei ikut memaki, suaranya melengking menembus rimbunnya pepohonan. Shen Xiao berhenti di ambang gerbang kayu suku Zarand. Ia menoleh perlahan, memasang senyum paling manis yang ia miliki. "Kenapa kalian berisik sekali? Bukankah ini bagus? Kalian bisa melatih otot di hutan yang asri ini. Anggap saja ini balas budi karena kalian sudah menjadikanku 'adi

  • Shen Xiao   33–

    "Bagaimana ini? Shen Xiao, ayolah teman, rendah hati sedikitlah demi kita semua. Kita bisa celaka kalau kau tidak berhubungan baik .... ah ya maksudnya bertunangan dengan Nona Ellie." Teng Fei gelisah berjalan mondar-mandir sendiri menggigit jari telunjuknya sesekali melihat ke arah Shen Xiao sambil memikirkan bagaimana keadaan mereka jika Shen Xiao memilih tidak peduli seperti ini. Pemuda itu malah tiduran santai-santai kelihatan tidak mikir sama sekali. "Itu aku yang rugi kalian yang untung. Kalau membuat keputusan itu pikirkan dulu matang-matang dan tanya dulu kepada orangnya yang bersangkutan sebelum asal memutuskannya. Kau pikir aku akan peduli. Cih! Tentu tidak." Shen Xiao memiringkan tubuhnya melanjutkan tidurnya setelah menjawab Teng Fei bicara. Merasa enggan melihat wajah Teng Fei yang penuh permohonan padanya. "Nona Ellie cantik apa ruginya? Kalau wajahku tampan saja sudah kugunakan dengan baik. " "Itu kenapa wajahmu jelek. Kau pria serakah bila mendapatkan kesempurnaan

  • Shen Xiao   32-

    Itu suatu hal yang gila. Shen Xiao menelisik pandang ke arah gadis yang berdiri di depan pintu masuk yang terus memasang ekspresi ramah dan hangatnya begitu menghayutkan siapapun yang akan melihatnya. Satu hal yang pasti, ia sangat cantik. Mengalihkan tatap ke arah Teng Fei, lantas Shen Xiao berbisik, "Kau yang benar saja Teng Fei. Aku tidak bisa menikah dengannya." "Kenapa? Kau tidak rugi juga, dia cantik dan kriteria istri idaman yang sempurna untuk dinikahi." "Bukan begitu masalahnya." Shen Xiao memijit pangkal hidungnya. "Ada sesuatu yang membuatku tidak bisa menikahi gadis ataupun wanita lain." "Jadi kau sudah pernah menikah sebelumnya?" Teng Fei menanggapinya terperanjat kaget. "Bukan, hais~ aku belum pernah menikah. Tapi aku sudah memiliki sumpah dan perjanjian menikah dengan seorang gadis lain. Jika aku mengingkarinya, bukan hanya nyawaku yang terenggut, nyawa gadis atau wanita lain yang kunikahi akan terancam bahaya juga." "Kau membuatku takut." Membahas soal kematian,

  • Shen Xiao   31-

    Pembicaraan mereka terhenti tatkala terdengar suara pusaran air dari sungai di dekat mereka."Sepertinya ada sesuatu." Teng Fei mencoba mendekati untuk memeriksanya.Belum sempat melangkah lebih jauh Shen Xiao mengatakan perintah penuh peringatan tegas, "Jangan mendekatinya jika tidak ingin mati." Tan Wei menoleh, mencoba bertanya, "Itu sebenarnya apa yang terjadi?"Shen Xiao juga penasaran. Ia hanya memperkirakan, "Sungai ini tidak biasa, di dalamnya pasti ada sesuatu. Bisa jadi ada Demon Best di dalamnya.""Tuan, sepertinya kau benar," timpal Shen Long."Shen Long apa kamu sudah memeriksanya?" tanya Shen Xiao pada Hewan bersisik itu."Belum," geleng Shen Long. "Aku hanya percaya dengan perkataanmu Tuan."Shen Xiao menunjukkan pandangan datarnya. "Bukan itu jawaban yang seharusnya kudengar darimu.""Tuan! Shen Long akan memeriksanya!" ucapnya seketika saat melihat ketidaksenangan Shen Xiao padanya, Shen Long langsung saja mengepakkan sayap kecilnya, terbang ke arah sungai beraliran l

  • Shen Xiao   30-Identitas Tak Terduga

    Sesuatu meluncur dari atas dalam waktu tak dapat diperkirakan hampir tepat mengenai Shen Xiao dan Teng Fei yang berada di bawahnya. BLAAAARR! Atas suara memekik Tan Wei yang menyuruh mereka menyingkir, keduanya dapat berhasil selamat dari sesuatu yang jatuh dari atas langit tersebut hingga menimbulkan suara hantaman yang sangat keras mengenai tanah. Shen Xiao hampir merasakan jantungnya terlepas setelah dua kali dikejutkan. Pemuda itu berada dalam posisi berdiri saling berdekatan dengan Teng Fei, karena di saat tadi, ia ditarik Teng Fei cepat menjauh bersama. "Itu apa?" Terdengar gumaman pelan Teng Fei penuh rasa penasaran terhadap sesuatu yang jatuh itu dari atas begitu sangat cepat hampir saja tak disadarinya. Karena rasa penasarannya yang terlalu besar. Teng Fei memutuskan mendekati tempat itu. Perlahan ia berjalan untuk melihat sesuatu yang masih tertutup kepulan debu. Ada kilatan cahaya biru terang yang mulai terlihat dari balik debu yang menutupi. Itu seperti petir. Dan ben

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status