首頁 / Male Adult / Sisi Liar Mas Nanang / Bab 79 - Godaan Tante Risa

分享

Bab 79 - Godaan Tante Risa

作者: MassAzfa
last update publish date: 2026-05-17 10:00:08

Risa masih mematung, matanya membelalak kaget. Ia tak sengaja menatap sekilas Permen Ponakan’nya yang kini menjulang bebas.

Nanang menoleh, tidak menyadari kebisuan Risa. "Iya, Tan, mau tanya apa?"

Risa cepat-cepat mengendalikan ekspresinya.

"Gak jadi, Nang. Boleh Tante duduk di ranjang kamu?"

"Tan, maaf, kan Nanang belum beres ganti baju," jawab Nanang Canggung.

"Gak apa-apa, Nang, cuek aja. Tante gak akan lihat, kok. Lagian Tante mau beresin tempat tidur k

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (2)
goodnovel comment avatar
Agus R
gila juga si risa
goodnovel comment avatar
Rika Dwi A
nanang skrg ama tantenya
查看全部評論

最新章節

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 145 - Hal Yang Tidak Di Duga

    Sementara itu, Ningsih yang sudah sedikit pulih mulai bangkit.Ia memeluk Nanang dari belakang, menempelkan Gunung kembarnya yang basah oleh keringat ke punggung Nanang.Jari-jari lentik Ningsih mulai memllin kelereng Nanang dengan Nakal, membuat pemuda itu kelo jotan.Adrenalin Nanang memuncak, ia menghentakkan pinggulnya semakin cepat dan dalam.“Aahhh... mentok, Nanang! ahhh!” teriak Risa saat merasakan ujung Permen Nanang menghantam Lembahnya.Nanang sudah berada di titik na dir pertahanannya.Permennya berkedut hebat, urat-uratnya meno njol tegang, menandakan bendungan cairan di dalamnya siap untuk meledak Kapan saja.“Tan..Tan... arghhh!” Nanang mengerang keras, suaranya parau menahan kenikmatan yang luar biasa.Seolah sudah paham, Nanang menarik keluar Permennya dengan gerakann refleks. Ningsih yang sigap langsung berlu tut di samping Risa yang masih dalam posisi menungging.Keduanya berebut posisi, menengadahkan

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 144 - Permainan Bertiga

    Risa menghela napas panjang, lalu tersenyum penuh arti.“Sudah, sudah! Gini saja biar adil. Hari ini, kamu harus layani kami berdua!”Nanang menyeringai lebar,Matanya berkilat nakal.“Serius??”“Ya kenapa enggak?” jawab Risa menantang. Tanpa basa-basi, ia langsung menanggalkan pakaiannya.Sisa keringat bekas olahraga masih menetes di tubuhnya yang polos, membuatnya terlihat semakin menggoda.Ningsih tak mau tinggal diam.Seolah tak ingin kalah saing, ia segera melepaskan g-string-nya.Dengan gerakan gesit, ia mulai melu cuti baju Nanang,Membiarkan hasrat mereka bertiga pecah di dalam ruangan itu.Nanang yang hasratnya sudah meledak-ledak digiring masuk ke dalam kamar.Risa dengan agresif mendo rong tubuh Nanang sampai ia terlentang di atas kasur yang empuk.Risa memberikan kedipan mata pada Ningsih, sebuah kode maut:Sikat!Tanpa aba-aba, Nin

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 143 - Ketahuan Tante Risa

    Ia lalu bangkit dari duduknya untuk menjalankan skenario yang sudah ia siapkan.“Ning, kamu mau minum apa?” tanya Risa basa-basi.“Aku sih biasa, kopi saja, Ris,” jawab Ningsih dengan suara yang sengaja dibuat manja.“Duh, di dapur kopi sepertinya habis. Ya sudah, kamu tunggu dulu ya di sini, aku ke warung depan sebentar,” ucap Risa yang langsung bergegas keluar tanpa menunggu jawaban,Meninggalkan Nanang dan Ningsih dalam keheningan yang menyesakkan.Begitu pintu tertutup, efek Sirup tahan banting itu meledak dalam tubuh Nanang.Darahnya terasa mendi dih, dan fokusnya benar-benar hilang.“Nang... kamu kenapa? Kok menatap Kakak seperti itu?” tanya Ningsih, berpura-pura polos meski matanya berkilat nakal.“Kak Ningsih... makin cantik saja,” desis Nanang dengan napas yang mulai memburu.“Ah, masa sih, Nang?” Ningsih memancing lagi.“Serius

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 142 - Jebakan Tante Risa

    Nanang baru saja membanting tubuhnya ke sofa. Peluh membasahi keningnya setelah seharian berkeliling mencari kosan, namun hasilnya nihil.Tidak ada yang cocok sama sekali."Sial, masa iya gue harus terus tinggal di sini bareng Tante yang hipernya minta ampun itu?"gumam Nanang kesal sambil menatap langit-langit rumah.TOK!... TOK!... TOK..."Nang, buka pintunya. Ini Tante!"Nanang mendengus."Baru aja diomongin, sudah muncul orangnya," gumamnya malas sambil bangkit membukakan pintu.Begitu pintu terbuka, sosok Risa berdiri di sana. Namun, ia tidak sendirian. Di sampingnya berdiri seorang wanita yang sangat Nanang kenal yaitu Ningsih.Sebagai instruktur senam, Ningsih memiliki bentuk tubuh yang atletis dan wajah yang menawan, selalu berhasil membuat pria di lingkungan itu menoleh dua kali.“Om kamu sudah berangkat, Nang?” tanya Risa sambil melongok ke dalam.“Sudah, Tan. T

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 141 - Rasa Penasaran Ningsih

    Tepat saat itu, pintu depan terbuka. Risa melangkah keluar dengan penampilan yang cukup mencolok.Ia sudah mengenakan setelan baju senam yang sangat ketat, memperlihatkan lekuk tubuh matangnya yang masih berbekal sisa - sisa kehangatan semalam.Mendengar percakapan mereka, Risa langsung menyambar dengan nada suara yang sengaja dibuat semanis mungkin.“Iya Nang... mending kamu tinggal di sini saja. Rumah ini sepi banget loh kalau nggak ada kamu,” ucap Risa.Kalimatnya terdengar seperti perhatian seorang Tante, namun bagi Nanang, itu adalah undangan terbuka menuju bahaya.“Tuh, dengerin kata Tante kamu,” timpal Om Iwan, memberikan dukungan penuh tanpa rasa curiga sedikit pun.Nanang hanya bisa tersenyum kaku sambil menggaruk tengkuknya.“Ya... gimana nanti saja lah, Om.”Di balik wajah tenangnya, pikiran Nanang justru berkecamuk.Maaf ya Tan, bukannya Nanang nggak mau hemat, tapi k

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 140 - Permainan Irama Tante Risa

    Sensasi hangat, licin, dan jepitan dinding belakang Risa membuat Nanang merasa seperti sedang terbang ke langit ke tujuh.“Enak, Tan?” bisik Nanang dengan napas memburu di telinga Risa.“Enak banget, Nanang... terusss, jangan berhenti!” balas Risa dengan suara serak yang penuh gairah.PLOK... PLOK... PLOK...Hentakan kulit bertemu kulit memenuhi keheningan kamar malam itu.Mereka seolah lupa atau mungkin malah sengaja menantang bahaya, karena di kamar sebelah, Om Iwan sedang tertidur lelap.Setiap hujaman Nanang membuat ranjang berderit halus, menambah sensasi ngeri sekaligus nikmat dalam perselingkuhan yang semakin gila ini.Nanang bener-bener menghajar Risa tanpa ampun! Om Iwan kalau sampai terbangun sedikit saja pasti bakal tamat riwayat mereka.Saat Permen Nanang sudah berada di titik di dih dan siap meledak, Nanang berniat mencabutnya.Namun dengan refleks kilat, Risa bangkit dan menahannya.“Stop! Jangan dulu keluar, Nanang!”Risa langsung merunduk, mengulum habis Permen raksasa

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 5 - Dipanggil Ibu Rektor Kampus

    Nanang berjalan pulang. Daleman yang tadi dipermainkan Lina sengaja ia sembunyikan dengan baik di dalam tasnya.“Dasar gila tuh anak,” gumamnya, masih kesal tapi juga malu sendiri.Rumahnya nggak jauh dari kampus. Rumah petak kecil dengan dinding setengah papan, setengah tembok.Lampu bohlam lima wa

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 4 - Kejadian Di Dalam Gudang

    Setelah beberapa saat…Nanang akhirnya memberanikan dirinya masuk ke UKM."Duh, tuh bocah pake pingsan segala." Gumannya.Disana, Lina sudah berbaring di ranjang kecil, pipinya masih pucat, tapi senyumnya nakal sama sekali belum hilang."Dek... astaga, bikin Mas panik aja,” Nanang duduk di kursi samp

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 3 - Hampir Ketahuan Pak Dosen

    Nanang menahan napas. Kata- kata Lina tadi seperti panah beracun yang menancap dalam. "Aku serius, Mas. Aku mau liat sekarang..." Tubuh Nanang langsung tegang."Dek... tolong jangan bercanda gini...” suara Nanang parau, penuh dengan kegugupan. Lina malah tersenyum lebar, matanya berkilat penuh ke

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 2 - Ruangan Kosong Saksi Bisu

    ‘’Jadi Mas harus menuruti semua permintaan aku ya dan kalo nolak kesepakatan kita batal.’’ Lina sambil tersenyum. Nanang menghela nafasnya.''Ya udah, Dek...Mas nurut, Asal bantu yakinin polisi kalau bukan Mas pelakunya,'' Lina menyeringai puas, lalu menepuk pipinya pelan.''Pinter, jangan coba-co

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status