Home / Pendekar / Sistem Aura (Infinity) / Episode 243: Hiperrealitas.

Share

Episode 243: Hiperrealitas.

Author: Radif
last update publish date: 2023-05-14 00:55:11

Episode 243: Hiperrealitas.

3468 / 26 / Taurus (Musim Gugur).

Sejauh mata memandang bangunan-bangunan rumah panggung di kota Nirvena yang artistik diputihkan oleh gugusan salju yang rontok, para orang tua mengawasi anak-anaknya supaya bermain sesuai usianya, para remaja bermain sembunyi-sembunyi di luar pengawasan orang tuanya supaya bisa menikmati kebebasan melanggar norma.

“HAHAHA ....”

“Ayo kenai aku!”

Tawa anak-anak mengiringi permainan kejar-kejaran. Diantara mereka kebanyakan berperan s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 429: Karena Bangsa Kami Aturan Mainnya Sesuai Imajinasi Kami (Part 2).

    15:06.”Woaah ... terima kasih Ketua Oshi! Terima kasih!“Toko kelontong menjual permen lolipop. Meskipun pasokannya terbatas, Sury dan dua temannya masih bisa bersyukur mendapatkannya.”... aku ingin banyak banget punya permen. Aku ingin dunia merasakan manisnya!“ Seorang Pewaris-Energi (Ertan De Antares) bocah laki-laki bermantel tebal, penyandang autisme yang selalu punya cara terbaik membahagiakan diri duduk tepat di samping Sury menikmati permen lolipop.”Eh, Sur, gimana kalau nanti kita cari lagi penguin!“ kata Yulia Citra. Anak perempuan berambut pirang bermantel bulu beruang. Non-Auranias yang sama-sama punya permen dan lebih sering memberikan permen atau jajanannya ke hewan-hewan yang biasanya dijumpai. Kepribadiannya yang ekspresif dan selalu banyak bercerita agak merepotkan Sury sebetulnya. ”Aku bawa alat masak-masakan juga deh, biar kita bisa masak lagi ... eh, atau ... nanti aja deh.“”Ya!“ Dan, Sury, anak perempuan yang memeluk boneka penguinnya dengan senang hati mau me

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 429: Karena Bangsa Kami, Aturan Mainnya Sesuai Imajinasi Kami (Part 1).

    “... ini semua tidak pernah sepadan. Tidak pernah terlintas sebagai harapanku. Tidak peduli kita bicara soal persatuan dan kehormatan.” Dua tentara. Dua perbedaan. Terlalu banyak keresahan yang bisa diekspresikan, tapi satu persamaan menciptakan kolusi bagi keduanya. “Benar.” Cewek bondol berseragam militer lengkap ini pun mengungkapkan keberatan yang sama. “Kita justru dikerdilkan untuk urusan ini.” Lalu kabut yang pucat menebal, memburamkan panorama pesisir pantai. Menyekat ruang pandang. Awan-awan di langit kelihatan memadat tanpa celah, warna perak, salju juga terjun lebih deras. Sementara perasaan getir yang tidak terobati itu terus merongrong di kedua insan. Terjebak oleh kenyataan yang tidak pernah mereka impikan. Tugas pokok mereka terus menekan, menghantui mereka bagai bom waktu yang siap meletus. Perselisihan desa Aswad dan pemerintah pusat membawa kedua anggota militer (militer desa Aswad dan militer nasional) ke dalam ketidakberdayaan dan dilema besar. Seorang kopra

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 428: Semakin Canggih Ajarannya, Semakin Picik Penjahatnya.

    Ada alasan krusial mengapa Eriel beserta rombongannya dapat atau justru diperkenankan masuk secara legal ke dalam bangsa yang dilegitimasi sangat berbahaya, yang bukan tanpa syarat. Khususnya, bagi para petinggi Timur-Laut, keberadaan Eriel adalah upaya menunjukkan atau membuktikan pada dunia kalau bangsa Timur-Laut ramah bagi siapapun selagi tidak ada niatan merusak, sekaligus merupakan pernyataan implisit betapa segala persoalan global tidak lebih dari perbedaan gaya politik, maka kepada bangsa-bangsa dunia Aura yang merasa terancam sangat tidak dapat dibenarkan. Eriel De Atria bukanlah ancaman. Orang yang berjuang demi perdamaian dan persatuan dunia Aura jelas harus didukung, bukan dikecam maupun dimusuhi.Kehadiran elite dunia yang satu ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh bangsa Timur-Laut. Sangat baik, karena Eriel adalah Pewaris-Aura Cahaya yang diyakini sangat penting dalam kestabilan dunia Aura. Dengan demikian, tawar menawar sudah pasti tidak terelakkan. Kepada sejumlah kel

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 427: Kita Bangsa Yang Besar, Yang Bosan Hidup Berjaya Bahagia.

    Merasakannya. Mengalaminya. Membayangkannya. Harapan-harapan itu melambung melampaui jangkauan tangan ....Sekarang dan untuk waktu yang akan datang ....Kembang api dan konser musik dan pertunjukan seni di malam hari ini rupa-rupanya berlaku sebagai seremonial penyambutan tahun yang baru ....Sury De Canopus, salah satu anak dari miliaran penduduk bumi yang juga terikat akan harapannya. Sementara dunia Aura yang kurang ramah buat bocah sepertinya adalah kenyataan terbaik yang bisa disyukurinya. Tumbuh dewasa, sehat bugar, punya rumah impian, keluarga yang harmonis, negara yang sportif dan hidup bahagia ... sesuatu yang dia sendiri pun ingin tahu sejauh mana dia bisa memilikinya, sebagaimana perasaan kesepiannya yang mengakar.Di atas bukit. Di dalam dangau yang menghadap rumah-rumah penduduk desa Aswad, dia menikmati pergantian tahun seraya memainkan kembang api, menikmati pemandangan, menikmati dinginnya cuaca ....Dia ditemani Lora Zepamin, seorang pria berkumis tipis (ilmuan dari

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 426: Ampunilah Kami Hanya Rakyat Jelata Yang Lemah Tidak Bisa Apa-Apa.

    Arsitektur yang penggah. Kemewahan intan dan berlian melapisi hampir di setiap inci ruangan. 12 pilar yang dihiasi relief bernilai historis. Tirai-tirai emas yang berjuntaian menyekat ruang. Lantai yang menyajikan visual akar-akar listrik. Kilatan petir yang mendekor langit-langit istana sekaligus sebagai penjaga alami. Tidak sekadar monumental, tapi juga bernilai artistik. Bahkan tidak cukup kata untuk melukiskan bagaimana sungguh menakjubkannya istana raja Utara-Daya ini.Di ujung istana tampak awan-awan mendung tebal yang berbungkus kelap-kelip listrik menyaput sebagian lantai seakan mengilustrasikan badai petir dan tidak lain merupakan singgasana raja Utara-Daya. Semerbaknya wangi khas yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Tempat yang memadukan ilmu Aura dan teknologi paling mutakhir di zaman Alara ini.Dan, di depan singgasana telah berdiri seorang pria bersetelan jas biru panjang berparas kaku nan tampan sebagai Putra Mahkota Nein Al-Manamah. Atas dasar merayu sekalian komp

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 425: Hemat Anggaran, Belikan Alat Perang, Untuk Perdamaian, Korbankan Kemanusiaan.

    Berita diangkat: '... Ouran Cahaya tiba di bangsa Timur-Laut dan langsung mendapatkan pengamanan yang ketat ....' '... Ouran Cahaya telah dijadwalkan akan melakukan pertemuan-pertemuan penting dengan para petinggi Timur-Laut dan sejumlah Party-Aura Timur-Laut ....' '... masyarakat Timur-Laut tampaknya menyambut baik kedatangan sang Pewaris Aura Cahaya yang digadang-gadang hendak menjadi penyambung lidah masyarakat Timur-Laut dengan bangsa-bangsa dunia Aura ....' ... begitulah akhirnya rombongan Eriel berhasil membuktikan sendiri keberadaannya di sini yang baik-baik saja. Adapun tiga Party-Aura dan dua Energias tidak dikenal sempat menyerangnya keadaan masih teratasi serapi mungkin, yang tidak jauh berbeda dengan negeri-negeri yang telah dikunjunginya. Meskipun peringatan-peringatan mara bahaya tetap tidak Eriel abaikan. Kunjungan rombongan Eriel yang pertama kali itu bahkan dibuka dengan acara makan-makan bersama sejumlah petinggi negara Timur-Laut di Kota Deisim. Semuanya be

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 389: Komitmen Datang Bersama Tanggung Jawab.

    Bangsa yang tidak kalah kuatnya dengan bangsa Utara-Daya ialah bangsa Timur-Utama. Kaum Ouran mereka sama berpengaruhnya dengan kaum Pewaris-Aura di seluruh bangsa. Mereka dinarasikan sebagai bangsa penyeimbang dunia Aura baru. Dikatakan sebagai pesaing utama bangsa Barat-Daya. Dikenal sebagai bang

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 401: Suara Rakyat Sepadan Dengan Suara Perut, Kenyang Atau Perang.

    Maka siapa sangka apa yang terjadi berikutnya adalah kenyataan yang tidak Eriel prediksi sebelumnya. Bersama dengan kehebohan penonton yang rasa penasarannya makin bergolak karena segmentasi kali ini menjauh dari ekspektasi.“Oh, eci{+ era huxer popzecek anhar poquteh rezah riji';! (Oh, ayolah aku

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 403: Haruskah Kebenaran Divalidasi Lewat Perang?

    Lalu, apalagi yang disenangi anak-anak selain sesuatu yang manis di mulut kalau bukan bermain sebebas mungkin?Di sanalah anak-anak bermain perang bola salju dan bersama hewan-hewan ajaib mengekspresikan beragam kesenangannya. Diiringi suasana desa Aswad yang masih mencekam lantaran tekanan sosial

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 386: Kadangkala Kami Butuh Hiburan Buat Meringankan Mental.

    Jadi, selama Eriel De Atria bekerja keras keliling dunia Renaus De Atria sang ketua kelompok Deinity sibuk mengumpulkan kekuatan massa untuk mencelakakannya. Banyak penyerangan terhadap keluarga Eriel De Atria sebenarnya terafiliasi dengannya—tapi, bukan berarti semuanya. Persona Auranias yang pal

    last updateLast Updated : 2026-04-04
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status