LOGINHanya dalam waktu 1 jam pekerjaan membuat bubu akhirnya selesai. Shen Yu mengambil keranjang dan mengajak Su Yan pergi bersama ke sungai belakang.
Shen Yu menemukan lokasi yang bagus dan memasang dua jebakannya, "Akhirnya selesai juga tinggal tunggu ikan masuk saja." "Tapi apakah mungkin hanya menunggu ikan masuk begitu saja ?" Su Yan sedikit ragu. "Ikan sangat suka dengan lokasi seperti ini dan terbiasa membuat sarang mereka ditumpukan ranting pohon yang jatuh. Juga aku sudah memasang umpan cacing dan mereka hanya akan bergerak sesuai insting mereka. Ketika masuk tidak akan bisa keluar lagi." Shen Yu menjelaskan secara perlahan. *Ding.* (Sistem membantu Host memindai area sekitar.) Shen Yu merasa ada yang aneh dan matanya terasa panas, ada banyak panel yang muncul dan semuanya adalah pengenalan jenis identifikasi tanaman obat. Shen Yu berlari kesamping dan menemukan sebuah jamur langka berusia 40 tahun, "Jamur Cendana ini bahan obat yang bagus, jika aku menjualnya dipasar maka bisa dijadikan perak." "Suamiku kau benar-benar beruntung setidaknya usianya lebih dari 20 tahun dan jika dijual itu senilai 800 tael perak." Ucap Su Yan yang menghitung. "Mungkin." Shen Yu memasukkannya kedalam keranjang terlebih dahulu. Dua orang Pria tidak sengaja datang ke lokasi mereka dan membawa arak, "Eh... Shen Yu ? Kebetulan sekali apakah ini Istrimu itu ?" "Benar Kakak Hui." Shen Yu mengangguk dan Su Yan merasa gelisah. Hui melirik badan Su Yan dan menyukainya, "Hehehe... Pinjamkan sebentar biarkan aku bersenang-senang dengannya." "Sayang sekali tidak bisa Istriku bukan barang yang bisa kau gunakan sesuka hatimu. Berani menyentuhnya kalian mati." Shen Yu membentak dengan nada yang tegas. "Kurang ajar belum kapok dipukul rupanya." Mereka berdua menyerang Shen Yu secara bersamaan. Shen Yu merasa gerakan mereka begitu lambat dimatanya dan dia bisa menghindari pukulannya, mungkin karena indranya sudah ditingkatkan layaknya binatang buas dan pedangnya berayun dengan sangat cepat. Leher mereka ditebas oleh Shen Yu dan lukanya cukup dalam. Hui mengutuk Shen Yu dan tubuhnya tumbang ke tanah, darah mengalir keluar dari lukanya dan mereka berdua mati begitu saja tergeletak ditanah. *Ding.* (Selamat Host melakukan pembunuhan pertamanya dan naik le level 2.) Shen Yu merasakan aliran energi hangat yang menunpuk didalam tubuhnya, bahkan rasa lelah dalam sekejap menghilang dan dia merasa fisiknya semakin kuat. "Suamiku bagaimana ini ?" Tanya Su Yan yang memegang lengan Shen Yu dengan panik dan takut. "Tidak perlu khawatir mereka pantas mati dan aku yang akan mengurusnya." Shen Yu mengangkat tubuh mereka dan mengambil beberapa perak lalu membuangnya ke sungai. Su Yan merasa lebih tenang dan sejujurnya walaupun takut dia merasa senang karena Shen Yu marah untuknya. Mereka mati karena kesalahan sendiri dan Suaminya sangat hebat sampai mampu membunuh kedua penjahat ini. "Kau pulang saja sisanya biarkan aku yang mengurusnya, aku akan menjual jamur ini di pasar dan membawa makanan enak." Shen Yu pamit pergi dan Su Yan mematuhi perintahnya. Shen Yu pergi keluar desa dan menuju ke pasar Kota, dia sudah sangat hafal dengan jalan dan adapun membunuh orang tidak akan membuatnya goyah sama sekali. Setelah beberapa waktu Shen Yu sampai di klinik tabib dan menghampiri tabib, "Permisi aku ingin menjual tanaman obat Jamur Cendana ?" Tabib itu memeriksanya dan kagum, "Barang bagus saat ini obat seperti ini sangat diperlukan mengingat banyak orang yang terluka. Umur obat ini setidaknya 40 tahun dan aku paling banyak hanya bisa menawar 750 tael perak bagaimana ?" "Tidak apa." Shen Yu tidak merasa rugi hanya dengan perbedaan 50 tael perak dan menerimanya. Shen Yu melihat sekitarnya dan melihat sebuah karung yang berisi sesuatu yang dia kenali, "Tabib ini ?" "Oh itu seseorang menjualnya aku tidak paham jenis apa ini dan menelitinya. Sayangnya itu bukan obat ataupun buah, aku rugi 5 tael perak karena sudah membelinya." Ucap Tabib itu dengan kesal. Shen Yu tidak menyangka jika dunia ini tidak mengenal kentang. Menurutnya itu adalah wajar kentang merupakan umbi tanaman yang berasal dari akar, fungsinya sama seperti beras namun penanamannya jauh lebih mudah tidak peduli musim yang ekstrem sekalipun. "Jika Tabib tidak menginginkannya bagaimana jika aku membelinya 5 tael perak. Jujur saja aku juga penasaran dengan ini." Ucap Shen Yu yang menawar. "Tidak usah ambil saja tapi jika kau memiliki bahan obat lain maka pastikan jual di klinikku." Tabib itu memberikannya secara cuma-cuma. "Baik." Shen Yu tidak akan menolak rejeki yang datang kepadanya. Setelah mendapatkan bayarannya dia membawa karung kentang itu bersamanya. Tabib itu terkejut dengan betapa kuatnya Shen Yu dan dia bahkan bisa mengangkat satu karung dengan tangan satu begitu saja. Sisanya Shen Yu berkeliling membeli pakaian dan beras bagus. 1 kg beras hanya butuh 3 tael perak dan itu sama sekali tidak memberatkannya, Shen Yu merasa dunia ini kurang dalam pengetahuan yang mana ini akan membuatnya unggul dimanapun. "Hm... Sistem jika aku membunuh hewan apakah itu bisa jadi poin pengalaman untuk meningkatkan levelku ?" Tanya Shen Yu sambil berjalan pulang. (Tidak bisa hewan tidak memiliki akal budi yang mana tidak mengenali musuh. Sedangkan yang terhitung hanyalah musuh Host.) "Hah... Sepertinya aku memang harus ke medan perang karena mereka adalah musuhku." Shen Yu menyerah dalam hal ini. Sampainya dirumah Shen Yu melihat banyak orang tua yang ada dihalaman. Shen Yu memutuskan lewat jalan memutar dan lewat halaman belakang sambil menyembunyikan barang bawaannya. Su Yan melihat dari jendela dan Shen Yu mengejutkannya, "Ada apa ?" "Ah... Sudah pulang itu banyak Penduduk Desa yang datang meminta bantuan. Ayah mertua kesulitan karena tidak bisa membantu mereka dan bahkan mereka berusaha memaksa masuk." Jawab Su Yan dengan jujur. "Kurang ajar tidak punya sopan santun." Shen Yu berniat untuk keluar. "Tunggu sebentar." Su Yan menarik lengannya dan menghentikan Shen Yu, "Jangan marah dulu dan terbawa emosi, mereka melakukan ini semua karena keadaan. Pertanian tidak berhasil dan panen gagal, keadaan ini memaksa mereka seperti ini jadi jangan terlalu dibawa ke hati." "Iya aku tahu... Juga aku tidak sejahat itu asal membunuh orang." Shen Yu menghargai pertimbangan Su Yan dan pergi keluar menemui mereka semua. Shen Hao melihat Putranya, "Apa yang kau lakukan disini cepat masuk kedalam biarkan Ayah yang mengurus masalah ini." "Kepala Desa Shen Hao bagaimana ini ? Kami hanya meminta sedikit bantuan apakah tidak bisa memberikan kami beras. Jika Anda terus menyembunyikan dan enggan untuk membantu maka kami akan menerobos masuk kedalam." Teriak 15 orang tua dengan keras.Lu Shang merasa ini bukan situasi yang menguntungkan untuk mereka, jika pertarungan pecah di Ibukota maka akan ada banyak korban yang berjatuhan.Hao Chen tersenyum, "Gadis Lu Shang... Kami tidak akan meminta terlalu banyak, Tungku Naga dan Harimau sudah kalian rebut dari Raja Racun. Jika kau memberikannya kepadaku maka aku jamin ini akan berakhir tanpa adanya pertempuran." Xuan Yuan merasa ada yang aneh dan energi langit dan bumi seolah sedang bergerak, "Kalian berdua awas." Rantai ilusi menembus keluar dari dalam penghalang dan Tao Being akhirnya bertindak, dia sudah lama tidak bertemu dengan Xuan Yuan dan semangat bertarungnya yang dulu pernah hilang sekarang bangkit.Rantai itu bukan hanya mengikat mereka tapi juga menjebak dalam ilusi. Formasi sihir Tao Being sudah meningkat sejak terakhir kali mereka bertarung dan Xuan Yuan membebaskan dirinya dalam ilusi."Tao Being... Begitu ya kau jadi anjing Kaisar Shen Yu sekarang ini tidak s
Jiu Lao memasang kuda-kudanya dan tebasannya menyemburkan Aura, lonjakan energi internalnya membentuk seekor Ular yang berniat menerkam Shen Yu. Melihat serangan ini Shen Yu menghindarinya diudara dan menarik kembali Pedangnya, tebasan pedangnya memecahkan gelombang suara pedang yang membuat serangan Jiu Lao meledak.Shen Yu berpijak ketanah dan Jie Lao menyerangnya secara beruntun, tebasan yang begitu cepat sampai merobek tanah dan wajah Shen Yu tersayat oleh tebasan Pedang. Darah mengalir dari luka di pipinya dan ini membuatnya bersemangat.Ayunan Pedangnya ditangkis keatas dan Jie Lao kehilangan momentum, tangan kirinya mengepal dan tinju mendarat telak di rahang Jie Lao hingga membuatnya terlempar kesamping."Sudah mati masih saja merepotkan tapi sayangnya aku lebih kuat." Shen Yu tersenyum dan mencibir dengan nada yang sombong.Namun sebelum dia ingin mengakhirinya tiba-tiba saja Shen Yu merasa mati langkah, ada gumpalan energi berw
Beberapa bulan berlalu dengan sangat cepat dan akhirnya tiba waktunya Lei Ting melahirkan, Shen Yu sudah mengalaminya sekali namun tetap saja sulit mengatakan jika dia tidak bisa berhenti khawatir.Suara tangisan bayi terdengar dan tabib wanita keluar dari kamar Lei Ting, "Selamat Yang Mulia kondisi Nyonya baik-baik saja dan anaknya perempuan." Shen Yu masuk kedalam dan melihat Putri kecilnya yang baru lahir, "Terimakasih sudah bekerja keras." "Suamiku berikan dia nama ?" Lei Ting menunggu nama dari Ayahnya."Marga Shen... Namanya adalah Shen Lei." Shen Yu mencium keningnya dan membiarkannya istirahat digendongannya.Sisanya yang lain memberikan selamat dan keluarga ini bertambah lebih ramai. Shen Yu akhirnya merasa sedikit lebih lega dan perayaan kelahiran Putrinya akan dimulai setelah masa nifas Lei Ting berakhir.Kekaisaran akhirnya tidak memiliki seorang Pangeran saja tapi sekarang seorang Putri, Shen Yu bersumpah akan memb
Disisi lain Aliansi Beladiri Xuan Yuan datang ke tempat Yin Mo dan berkata, "Persiapan sudah hampir selesai.""Apa ada kabar lain ?" Tanya Yin Mo yang duduk disinggasana sambil menopang kepala dengan tangan."Kultus Iblis sengaja membocorkan informasi yang tidak aku pahami. Apakah Anda tahu siapa itu Pedang Abadi ?" Tanya Xuan Yuan dengan serius.Yin Mo membuka matanya dan terkejut, "Jangan bilang kalau ini berhubungan dengan Kaisar Shen Yu ?" "Benar... Aku mengira jika Yang Kai sengaja membingungkan kita tapi melihat Anda begitu tertarik sepertinya tidak juga. Informasi yang sengaja dia sebarkan adalah Prajurit terkuat Kekaisaran Shen adalah pewaris Pedang Abadi." Xuan Yuan berkata dengan jujur.Yin Mo tersenyum lebar dan tertawa dengan keras, "Hahaha... Sekarang semuanya masuk akal awalnya aku bingung menggambarkan kekuatan bocah itu. Pantas saja diumurnya yang masih muda bahkan belum kepala tiga dia sudah menjadi Guru Beladiri."
Setelah melalui pertarungan yang cukup melelahkan semua Prajuritnya segera mendapatkan perawatan. Shen Yu menyelamatkan mereka yang terkena racun dan butuh banyak usaha untuk menyerapnya.Setelah dua hari malamnya dia bisa beristirahat didalam tenda bersama Lu Shang. Zilong melakukan penjagaan dengan ketat dan kali ini dia mendapatkan banyak untung.Tungku naga dan harimau harus disembunyikan dengan rapat. Shen Yu penasaran jika Pusaka ini digunakan oleh Lei Ting nantinya manfaat apa saja yang bisa dia peroleh."Sistem aku ingin menukar poin dengan panduan obat lengkap. Simpan semuanya didalam ruang sistem." Shen Yu melakukan pembelian.Poin yang dia dapatkan dari membunuh mereka berdua sangatlah banyak. Juga Seni Racun dari Yan Song sudah cukup untuk ditingkatkan lagi menjadi kemampuan hebat.Lu Shang melepaskan zirahnya dan membuat teh, "Suamiku terimkasih banyak... Jika bukan karenamu balas dendam Keluargaku tidak akan pernah selesai.
Bei Zhuan mendengar teriakan Shen Yu dan wajahnya menjadi sangat pucat, Pedang Lu Shang hampir menggorok lehernya dan Bei Zhuan mengayunkan tombaknya kesamping. Lu Shang melompat menghindari serangannya dan pohon-pohon dibelakang terpotong oleh energi Bei Zhuan. Shen Yu menyimpan tungku naga dan harimau lalu menyimpannya kedalam ruang sistem. Perasaan saat mengendalikan pedang dosa kesombongan memang sangat luar biasa dan darahnya mendidih karena energinya."Sialan kau Yan Song.... Kalian semua aku akan membunuh kalian." Bei Zhuan terlihat sangat marah dan tanda kutukan terbentuk.Tubuhnya membesar dan kulitnya menjadi hitam pekat sekeras baja. Energi internalnya terus meluap sampai ke level 98 dan Shen Yu tidak bergeming sama sekali dengan badai energi internal yang dia buat.Kemampuan pemulihan Bei Zhuan menjadi sangat cepat Lu Shang maju dan bersiap menebas, "Pedang Bunga Pulm."Kecepatan Pedangnya menebas leher Bei Zhuan dan itu sama
Empat hari berlalu dengan sangat cepat dan Shen Yu sudah mengemasi semua barang bawaannya, ada beberapa pemuda Desa yang juga harus pergi bersamanya ke militer."Suamiku besok akan pergi jadi jangan lupakan kami berdua yang menunggumu dirumah, setidaknya kirim surat agar kami tidak mence
Shen Yu berteriak, "Berhenti kalian semua !" "Apa maksudmu menghentikan kami Bocah ?" Teriak orang tua Desa yang terlihat lemas."Dengarkan dulu aku tahu kalian semua sangat kesusahan sekarang. Menang benar bukan hanya perang berkepanjangan tapi juga kemarau membuat kalian kesu
Siang harinya Kereta Kuda datang membawa 20 orang wanita muda. Raja sudah memberikan titah jika dalam masa perang krisis kematian menjadi ancaman, karena itulah tahanan perang akan diberikan sebagai imbalan sumber daya dan sekaligus meneruskan garis keturunan.Shen Hao berbicara dengan P
Seorang Pria muda berumur 20 tahun bernama Shen Yu berbaring ditempat tidur jerami. Keringat mengucur deras dan kondisinya terlihat tidak baik-baik saja dan dia tiba-tiba terbangun dengan nafas yang tersendat-sendat."Aku... ini aku ?" Shen Yu memeriksa keadaan tubuhnya dan merasa ada ya







