Share

Bab.5

Author: Paradista
last update publish date: 2021-11-15 22:39:35

Camellia berbaring dipangkuan Ibunya, sedangkan Ayahnya memijati kaki Anak gadisnya itu, perlakuan mereka terlihat begitu memanjakan Anak gadisnya itu.

"Tidurlah sayang, Kamu butuh istirahat" ucap Ibunya Milla sambil mengelus-elus rambut putrinya itu.

"Musikalitas kamu dalam memainkan Biola semakin bagus dan tak tertandingi, Papah sampai terhipnotis tadi dikonser Kamu" sahut Ayahnya Milla sambil memijat lembut jari-jari tangan putrinya itu.

Camellia memanglah Violinist termuda berbakat, Dia mengusai semua teknik seperti teknik bowing yang benar, fingering dan musikalitas yang sangat terasah, ini semua Dia dapat karena berlatih konsisten setiap hari tanpa henti, hingga jiwanya dengan Biola menyatu menjadi satu.

"Yah Dia terlahir dari Ibu seorang cellis dan Bapak seorang Pianis, bibit unggul yang Kita buat hingga menghasilkan berlian seperti Dia, dulu lho Pah, Mamah ingin memberi Dia nama Alice Cellis tetapi Kakeknya maksa harus Camellia Zahra" ucap Ibunya Milla pada Suaminya itu.

"Gak, apa-apa Mah, Papahmu memang selalu senang memberi nama cucu-cucunya dan terbukti Dia begitu berbakat" jawab Ayah Milla.

Sementara kedua pasangan suami istri itu terus berbincang memuji Milla, terlihat yang dipujinya sudah terlelap tidur dipangkuan Ibunya, seperti bayi dan tak berkutik meskipun orangtuanya berbicara keras dan tertawa karena saking senangnya.

Camellia dari kecil tak pernah mengecewakan orangtuanya, Dia penurut dan tak pernah sekalipun membangkang mereka sehingga jalan hidupnya sudah diatur oleh pasangan itu.

☆     ☆     ☆ 

Keesokan paginya Camellia bangun seperti biasa yaitu pukul tujuh pagi, Ibunya sudah menyiapkan baju yang harus Dia pakai, Camellia pergi membersihkan diri, lalu memakai baju dan perhiasan lain yang sudah ibunya siapkan itu lalu bergegas keluar untuk sarapan.

"Oh, My Princess ayo duduk sayang, gimana tidurnya nyenyak?" Ibunya bertanya dengan penuh semangat.

"Nyenyak Mah, terimakasih" jawab Camellia.

"Hem, pagi My Bos" sapa Carol pada Camellia, Dia masih malas-malasan dan belum membersihkan diri.

"Pagi kak" jawab Camellia lembut.

"Kamu gak ngantuk yah tidur hampir jam tiga, jam tujuh udah bangun?" Tanya Carol.

"Tidak kak, Aku bisa lanjut tidur siang nanti, Mamah udah nyiapin jadwalku ke Hotel semalam untuk acara kolaborasi dengan Danish dan persiapan konser season dua sabtu minggu depan" jawab Camellia.

"Oh iya, tapi Mitakan berangkat pukul sembilan, masih ada dua jam kurang" tanya Carol lagi.

Ibunya yang mendengar ucapan Carol begitu tidak suka, kemudian berkata dengan kesal "Carol, jangan jadi manager gak baik, mengajarkan Adikmu tidak berdisiplin, jangan samakan Dia dan Kamu, Mamah sudah bilang berkali-kali dua jam sebelum bepergian kalian sudah harus siap, prinsip itu yang selalu Mamah ajarkan hingga Adikmu tidak pernah telat, Dia selalu on time, gak kaya kamu, manager macam apa kamu" 

Carol yang mendengar ucapan kesal ibunya segera menunduk, Dia merasa sudah melakukan kesalahan lagi yang membuat Ibunya marah besar.

Sedangkan Camellia, dengan santai menyantap sarapan paginya tak menghiraukan suara Ibunya yang begitu keras sampai akhirnya Dia meminum dan menghabiskan susunya lalu menaruh gelas dengan sedikit bersuara, membuat Ibunya langsung terdiam.

"Oh, My Princess, maafin Mamah, aduh pagi-pagi sudah membuatmu stress, maafin Mamah yah sayang" ucap ibunya terlihat menyesal.

Carol yang dimarahi tetapi Ibunya meminta maaf pada Adiknya, sungguh Ibu yang aneh, Carol hanya terdiam, selera nafsu makanya hilang, kemudian ikut pergi saat Camellia juga pergi dari meja makan itu.

"Ada apa mah?" Tanya papah Milla saat mendekati istrinya.

"Aduh pah, tadi si Carol berulah, Mamah kesel jadi Mamah bersuara keras, tapi My Princess sepertinya terganggu" jawab istrinya itu dan terlihat begitu khawatir.

"Waduh, tahan emosi Mah, yoga Mah biar bisa kontrol emosi, jangan sampai si princess merasa terganggu, ingat Dia harus bahagia selalu" ucap suaminya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab. 76

    Setelah selesai membasuh wajahnya dan ia merasa kembali segar, Aurora pun mengelap wajahnya menggunakan tisu yang tersedia di toilet tersebut. Setelah wajahnya kering, barulah Aurora mengambil make up di tasnya dan membubuhi bedak ke permukaan wajahnya karena riasan wajahnya tadi sudah menghilang. Aurora tidak peduli lagi jika riasan pada wajahnya menghilang, karena saat ini Aurora benar-benar tidak tahan untuk membasuh wajahnya yang telah lengket akibat keringat selama Aurora memakai masker tadi. Setelah selesai membasuh wajahnya dan ia merasa kembali segar, Aurora pun mengelap wajahnya menggunakan tisu yang tersedia di toilet tersebut. Setelah wajahnya kering, barulah Aurora mengambil make up di tasnya dan membubuhi bedak ke permukaan wajahnya karena riasan wajahnya tadi sudah menghilang. "Tujuanku ke sini memang hanya untuk meminta maaf kepada Justin, tapi jika diberi kesempatan untuk bisa lebih dari itu, aku sangat bersyukur. Tapi tidak begini juga dong, teman Justin sanga

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab. 75

    Justin memalingkan wajahnya lebih dulu. Kali ini dia yang tertangkap basah sedang salah tingkah oleh Aurora. Dan lekas saja rona merah pun menjalar hingga seluruh pipinya yang buru-buru Justin sembunyikan dengan cara menundukkan kepala. Lalu kepala Justin itu mendongak saat mendengar derit kursi dari arah Aurora. Tak hanya Justin yang terinterupsi oleh derit kursi itu, tapi juga dengan Samuel, Alice dan Richie juga. Sementara Aurora yang sebagai oknum yang membuat empat kepala di sana menoleh padanya jadi tersenyum kikuk. Namun, senyuman kikuk itu tersembunyi di balik masker yang Aurora pakai. "Ah, maaf. Aku pergi ke toilet sebentar," ucap Aurora berpamitan. "Justin, aku ke toilet sebentar." Aurora pun beralih pada Justin. Seolah dia harus berpamitan secara khusus dengan laki-laki itu. "Tapi kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Justin, ia khawatir terjadi sesuatu terhadap Aurora dan Aurora tidak mau mengatakannya padanya. Aurora menggeleng-gelengkan kepalanya, dengan penuh p

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab. 74

    Justin terkekeh menanggapinya. "Jangan bicara seperti itu karena bisa saja Richie berubah pikiran dan kembali mengoceh." Setelah mengatakan itu, Justin menoleh pada Aurora. Sebenarnya dia khawatir karena mengira Aurora sudah tidak betah berlama-lama di sana, atau ada sesuatu yang mengganggunya sehingga Aurora tidak baik-baik saja. Sebab sejak tadi Aurora tidak banyak bereaksi apa lagi berbicara, meskipun Justin tahu jika bukan karena kedatangan Richie dan Alice, kini Aurora dan dirinya sudah berada di luar. "Kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Justin. Melihat Aurora kebingungan mengenai pertanyaannya, Justin pun mencoba untuk mengoreksi pertanyaannya tadi. "Kamu baik-baik saja, kan, tidak ada sesuatu yang membuatmu sakit atau apa?" tanya Justin lagi. Aurora menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak ada kok." "Oh syukurlah kalau tidak ada. Sejak tadi kamu diam saja, aku pikir terjadi sesuatu denganmu, jadi hanya murni karena sikap Richie ya?" Dengan ragu dan tidak enak, Au

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab. 73

    Masih di situasi yang sama, yaitu Aurora yang terjebak dengan teman Justin. Si Richie yang tak henti-hentinya menggoda Aurora. Dan Aurora hanya mampu terdiam sampai akhirnya ia menanggapi dengan kalimat penolakan ajakan kencan Richie tadi. Jujur saja Aurora tidak betah berlama-lama disana, tapi pengecualian jika hanya ada dirinya dan Justin saja, maka Aurora akan lebih dari betah. Aurora hanya merasa gerah saja dengan teman Justin itu. Dan ia sudah lelah serta sangat ingin bebas untuk berekspresi juga bergerak. Dia juga ingin mengobrol dengan Justin tanpa khawatir hal buruk akan terjadi, sebab Aurora takut akan ada yang mengenali suaranya dan itu tentu saja berbahaya. Sementara itu Richie terus saja menggodanya, dan Aurora melirik Justin yang sudah tampak lelah memperingati Richie. Sedangkan Alice, wanita itu sedang duduk bersandar di kursi dengan gaya malas, serta lelah seakan dia sudah pasrah dengan kelakuan Richie. "Maaf ya, Richie memang usil orangnya. Dia tidak bermaksud

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab. 72

    Alice masih memberengut kesal. Lalu dia pun mendelik ke arah Richie. "Kalau mau menggoda orang cantik minimal wajah seperti Justin yang tampan!" seru Alice. Justin yang mendengar itu terbatuk. Meski ia dan Alice berteman, tapi mendengar penilaian Alice bahwa dia tampan sangatlah mengejutkan bagi Justin. Dia juga jadi salah tingkah sebab ada yang menyadari bahwa dirinya tampan. Reaksi Justin itu tak luput dari perhatian Aurora. Dia terus memperhatikan Justin yang sedang salah tingkah dengan perasaan sebal sebab hal itu terlihat seperti Justin suka atas pujian dari Alice. Memang tidak ada yang salah, tapi Alice perempuan, normalnya orang tidak akan mengakui seseorang tampan atau cantik secara terang-terangan jika tidak ada maksud lain. Jadi Aurora merasa cemburu, ya walau pemikirannya itu tidak disertakan dengan bukti yang konkret, tapi Aurora hanya mencoba untuk menduga. Sementara Richie berdecak kesal karena kini Alice juga membanding-bandingkan dirinya dengan Justin. "Sud

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab. 71

    "Kamu membuatnya tidak nyaman Rich," ucap Justin kepada Richie. "Kenapa memangnya?" Richie justru bertanya, pura-pura tidak paham dan tidak mau menyadari kesalahannya. "Kenapa?" Justin bertanya dengan nada tak percaya. "Aku tidak yakin kamu sebodoh itu untuk tidak bisa memahami kalimatku tadi." "Membuat seseorang tidak nyaman tentu saja itu merupakan sebuah pelanggaran!" ucap Justin menambahi kalimatnya tadi. Richie yang mendengar ucapan Justin itu mengangguk-anggukan kepalanya seraya menggumamkan kata 'o' dengan nada yang cukup panjang. Namun, netranya lagi-lagi melirik ke arah Aurora yang sejak tadi hanya diam saja. Lekas Richie kembali menelisik Aurora, dari penampilan yang amat tertutup itu dengan netra yang menghunus, seakan Richie bisa saja menikam Aurora sewaktu-waktu, terlebih lagi Aurora tidak pernah memberitahukan namanya meskipun sudah Richie tanya berkali-kali. Sementara Aurora yang mendapat sikap itu dari Richie pun menjadi risi dan kian semakin tak nyaman.

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab.6

    Camellia dan Carol keluar dari rumahnya untuk kembali melakukan pertemuan di Hotel semalam. Terlihat para bodiguard dan staf lain sudah berbaris rapih menunggu kehadiran Camellia. Pagi ini Camellia memakai gaun berwarna softblue yang ngepas dibadan, t

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab.4

    Di tempat berbeda Camellia duduk diam sambil menutup matanya, Carol yang melihat Adiknya seperti orang yang sedang bersemedi itu, kemudian perlahan memegang tangan Adiknya."Dingin?" Tanya Carol."Tidak kak" jawab Camellia pelan dengan mata masih tertutup

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab.3

    "Hei siapa disitu?" Tiba-tiba seseorang memergoki keberadaan Gio digedung tersebut.Gio terdiam, berlaripun tak mungkin lagi tiba-tiba lampu gedung tersebut menyala, sehingga jika dia kabur akan fatal akibatnya karena camera CCTV terletak diberbagai sudut disana. 

  • Skandal Cinta Sang Artis   Bab.1

    "Sttttttt!"Seorang gadis tiba-tiba masuk, menyelinap dan menyuruh Gio berhenti memainkan pianonya dengan menempelkan jari dibibirnya.Si gadis terlihat memakai gaun malam berwarna emas yang menjuntai begitu elegant, wajahnya tak begitu terlihat jelas karena bersembunyi dibali

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status