/ Romansa / Skandal Panas Tuan Aktor / Bab 8 Pernikahan Resmi

공유

Bab 8 Pernikahan Resmi

작가: Secret juju
last update 게시일: 2025-12-18 15:29:43

Langkah keduanya berhenti tepat di depan pintu keluar gedung catatan sipil. Tanda tangan sudah dibubuhkan, stempel sudah ditekan, dan buku nikah resmi ada di tangan Winter, buku kecil itu terasa lebih berat dari yang seharusnya.

Udara luar lebih dingin dari perkiraannya. Winter masih mencoba menata napas ketika Greyson merapikan lengan jasnya, tak terlihat terpengaruh sedikit pun oleh fakta bahwa mereka baru saja menikah.

Greyson menoleh singkat. “Aku ada urusan hari ini.”

Nada suaranya datar, profesional, hampir seperti ia baru saja menyelesaikan transaksi bisnis, bukan pernikahan.

Winter mengangguk pelan, meski tenggorokannya terasa kering. “Baik.”

Greyson memasukkan ponselnya ke saku celana. “Pindahlah ke apartemenku malam ini.”

Winter terkejut, tapi Greyson tidak memberi ruang untuk bertanya. Ia sudah berbalik, melangkah menuju mobil hitam yang menunggu di tepi jalan.

Tanpa ucapan selamat, tanpa obrolan ringan, tanpa jeda. Hanya instruksi.

Winter menatap punggung Greyson yang menjauh dengan langkah tenang, tegap, dan sulit ditebak. Mobil itu pergi beberapa detik kemudian, meninggalkan Winter sendirian di tangga gedung. Angin bertiup lembut, tapi tubuh Winter terasa kaku.

Baru beberapa menit menikah, ia bahkan belum sempat memahami apa artinya itu. Dia menunduk, menatap buku nikah yang digenggamnya.

Hidupnya berubah hari ini. Tapi ia menjalaninya seorang diri di trotoar, tanpa ada yang menuntun tangannya. Bukan pernikahan seperti ini yang dia inginkan namun keuntungan yang Greyson tawarkan adalah hal yang paling Winter butuhkan saat ini.

Winter menarik napas panjang, berusaha menguatkan diri. “Baik, Greyson,” gumamnya pelan, lebih kepada dirinya sendiri. “Aku akan datang.”

***

Winter berdiri di depan pintu unit apartemen Greyson dengan satu koper besar di sampingnya. Topi yang menutupi sebagian wajah membuatnya tampak seperti seseorang yang berusaha tidak menarik perhatian siapa pun. Memang, barang-barangnya tidak banyak, sebagian besar pakaian dan perhiasannya selama ini berasal dari endorse, bukan milik pribadi.

Ia menatap keypad pintu cukup lama sebelum akhirnya menekan kode sandi yang diberikan Greyson. Pintu terbuka dengan bunyi klik lembut. Sekali lagi Winter terpaku, pria itu benar-benar membiarkannya keluar masuk apartemen ini bahkan sebelum mereka resmi menikah, dan sekarang dia sudah menjadi istrinya secara hukum.

Masuk ke ruang milik seseorang yang bahkan tidak berada di dalamnya terasa aneh, canggung, dan sedikit membuat jantungnya berdebar karena mereka belum membicarakan apapun soal tempat tinggal, apalagi tentang kamar tidur.

Winter mendorong kopernya masuk dan menutup pintu di belakangnya. Ia duduk di sofa, koper tetap berada di samping, seolah ia belum yakin harus menaruh barang itu di mana. Setelah beberapa menit, Winter bangkit dan mulai melihat sekeliling.

Apartemen Greyson jauh lebih besar dan mewah dibanding unit sederhana yang sebelumnya ia tempati. Perbedaannya sangat mencolok mulai dari interior, kualitas furnitur, sampai luas ruangannya. Semuanya terlihat rapi, modern, dan tidak menyisakan tanda-tanda bahwa seseorang benar-benar tinggal di sini setiap hari.

Di sisi kanan, terdapat dapur terbuka dengan meja marmer yang menyatu dengan ruang makan kecil. Rak-rak dapurnya rapi, hampir seperti belum pernah digunakan. Di sisi kiri, terdapat ruang kerja dengan dinding kaca dan meja hitam yang tampak selalu tertata.

Lorong kecil di dekat ruang kerja mengarah ke kamar tamu dan kamar mandi tamu. Keduanya bersih, netral, dan terkesan jarang disentuh.

Winter melangkah lebih jauh ke area dalam apartemen hingga berhenti di depan satu pintu yang berbeda dari yang lain. Pintu itu tertutup rapat, dan ketika ia mencoba memutar gagangnya, pintu tidak bergerak. Terkunci. Ia tidak perlu menebak dua kali, itu pasti kamar Greyson.

Winter mundur selangkah. Tidak ingin terlihat terlalu ingin tahu, meski di dalam dadanya ada rasa penasaran yang sulit diabaikan.

Ia kembali ke ruang tengah, menatap koper yang masih tergeletak di lantai. Apartemen ini kini menjadi tempat tinggalnya. Tapi di bagian tertentu dari ruangan, ia masih merasa seperti tamu yang tidak tahu harus duduk di mana.

Winter mengusap pelan pipinya yang mulai panas oleh kecanggungan pikirannya sendiri. Ia menarik napas panjang. Malam ini mungkin akan panjang.

Dan Greyson belum memberi tahu apa pun. Bahkan tentang apakah ia seharusnya tidur di kamar tamu atau …

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 104 Yang Datang Bersamamu

    Greyson menoleh ke Winter. Ada jeda singkat. Tarikan napas yang tidak terlalu dalam, tapi cukup memberi tahu Winter bahwa kalimat berikutnya bukan kalimat ringan.“Istriku,” kata Greyson.Sandra membeku satu detik, lalu wajahnya berubah cerah. Senyumnya melebar, tulus, tanpa beban. “Istrimu?” ulangnya. “Oh… pantas saja.”Ia mendekat ke Winter, menatapnya dari ujung kepala sampai kaki, seperti seorang ibu yang menilai menantunya untuk pertama kali. Tidak menghakimi, hanya ingin mengenal.“Kau cantik,” ucap Sandra. “Kenapa Gaffin tidak mengenalkanmu lebih awal?”Greyson menunduk sedikit. Tidak menjawab.Winter tersenyum kecil, canggung. Ia tidak tahu harus merespons dengan cara apa yang benar.“Saya… Winter,” katanya akhirnya. Nada suaranya pelan. “Senang bertemu dengan Mama.”Sandra tampak senang mendengarnya. Ia mengangguk-angguk kecil, lalu mengulurkan boneka capybara yang sedari tadi dipeluknya.“Pegang ini sebentar,” katanya. “Tanganku pegal.”Winter ragu sejenak sebelum menerima

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 103 Yang Perlahan Terungkap

    Hari itu apartemen Greyson terasa lebih terang dari biasanya, meski suasananya justru hening. Winter berdiri di dekat meja makan, menata beberapa wadah makanan yang baru saja datang. Bukan masakannya karena ia tahu batas kemampuannya, tapi ia memastikan semuanya makanan sehat, sesuai anjuran dokter.Greyson duduk di kursinya, tubuhnya masih belum sepenuhnya pulih. Ia memperhatikan Winter sekilas. Perempuan itu bergerak tenang, efisien, tanpa banyak bicara. Kepedulian yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Bukan karena perasaan, melainkan karena rasa kemanusiaan. Greyson tahu itu, yang membuatnya tidak ingin berharap terlalu jauh.Greyson mengambil sendok, menyuap sup pelan. Winter akhirnya duduk di kursi seberang.Beberapa suapan berlalu dalam diam. Greyson meletakkan sendoknya. Gerakan kecil itu cukup membuat Winter berhenti makan dan menoleh. “Apa makanannya tidak enak?” tanyanya spontan. “Tidak sesuai seleramu?”Greyson tidak langsung menjawab. Ia menegakkan tubuhnya sedikit, men

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 102 Dugaan yang Salah

    Greyson tidak langsung menjawab. Untuk sepersekian detik raut wajahnya berubah. Bukan panik, bukan takut. Lebih seperti seseorang yang tersentuh tepat di titik yang jarang disentuh orang lain.Stella melihatnya. Dan ia yakin itu pukulan telak.Ruangan terasa menyempit.Greyson menarik napas pelan. “Kau tahu,” katanya akhirnya, tenang tapi padat, “banyak orang di industri ini menyamakan privasi dengan kebohongan.”Ia menatap Stella lurus-lurus. Tatapan yang tidak meminta pengertian, tidak juga pembelaan.“Aku tidak takut jika publik tahu,” lanjutnya. “Tapi tentu saja kau cukup cerdas untuk memahami perbedaannya.”Greyson mengangkat ponsel rusak itu sedikit lebih tinggi, lalu menurunkannya kembali ke samping tubuhnya. Gestur kecil, tapi penuh kendali. “Menyembunyikan,” katanya, “dan melindungi itu dua hal yang berbeda.”Stella tidak tersenyum kali ini.“Aku ada di industri ini bukan untuk menjual luka keluargaku,” ucap Greyson. Suaranya tetap datar, namun ada sesuatu yang mengeras di sa

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 101 Kendali yang berpindah Tangan

    Diamnya Greyson justru membuat senyum Stella mengembang perlahan. Ia berhasil. Reaksi itu terlalu jelas untuk disangkal. Stella kini semakin yakin Greyson dan Winter bukan sekadar saling mengenal. Ada kedekatan yang lebih dalam, lebih personal.“Masuklah,” ucap Greyson akhirnya. Nada suaranya datar, tapi keputusan itu terasa berat.Stella melangkah masuk ketika Greyson menggeser tubuhnya ke samping. Begitu pintu tertutup, Stella sempat menoleh, mengamati punggung Greyson yang bergerak tertatih menuju ruang tengah, satu kruk menopang langkahnya. Dugaan di kepalanya semakin menguat.“Apa yang ingin kau bicarakan tentang Winter?” tanya Greyson.“Hm.” Stella bergumam pelan, lalu melangkah santai ke sofa dan duduk seolah ini apartemennya sendiri. “Apa yang ingin kau tahu?” katanya ringan. “Keluarganya? Kekasihnya?” Ia berhenti sejenak, lalu tersenyum tipis. “Atau skandal-skandalnya?”Greyson menatapnya tajam. Ada sesuatu yang terasa keliru sejak awal. “Keluar,” ucapnya dingin. “Jika kau ti

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 100 Tamu tak di Undang

    “Tubuhmu panas. Apa kau demam?” ucap Winter.Ucapannya nyaris refleks, diikuti gerakan yang tak disengaja. Jemarinya menyentuh kulit Greyson, lalu punggung tangannya menempel di kening pria itu, mengukur suhu dengan kebiasaan sederhana yang lahir dari kepedulian.Greyson menegang seketika.“Aku baik-baik saja,” katanya cepat. Tangannya terangkat, menjauhkan tangan Winter dari keningnya, mungkin sedikit lebih keras dari yang ia maksudkan.Winter terdiam sesaat, tapi kerut di dahinya tak menghilang. “Aku yakin tubuhmu panas…” gumamnya. Kekhawatiran itu nyata. Pikirannya langsung melompat ke kemungkinan terburuk, luka bekas operasi, air yang mungkin tak sengaja mengenai perban, infeksi yang terlambat disadari.Ia menatap Greyson lebih lama, seolah mencoba membaca sesuatu di balik sikap defensifnya. “Jangan bohong. Kau sering begitu kalau tak mau merepotkan orang lain.”Greyson menarik napas dalam-dalam. Ini justru alasan kenapa ia harus menghentikan semua ini sekarang.“Aku tidak demam,”

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 99 Panas

    Napas mereka sama-sama memburu, antara ketegangan yang tiba-tiba dan kelegaan yang menyusul.Greyson menoleh ke arah Winter. Wajah mereka kini begitu dekat, jarak di antara bibir mereka nyaris tak ada. Greyson seharusnya segera melepaskan. Tapi untuk sepersekian detik yang terlalu lama, Greyson hanya diam.Winter akhirnya bergerak lebih dulu. Ia menarik tubuhnya pelan, berhati-hati agar tidak membuat Greyson kehilangan keseimbangan. Telapak tangannya masih menyentuh bahu Greyson saat ia berdiri kembali, wajahnya sedikit memerah, entah karena uap air panas, entah karena sesuatu yang lain.“Maaf,” katanya. “Lantainya licin.”Greyson mengangguk. “Aku tidak apa-apa.” Dengan suara rendah dan sedikit serak, Greyson berucap, “Kau harus hati-hati.”Winter mengangguk singkat, terlalu sibuk menata napasnya sendiri untuk menjawab dengan lebih dari itu.Kenapa rasanya jadi secanggung ini?Padahal ini bukan pertama kalinya mereka bersentuhan. Mereka pernah lebih dekat dari sekadar pegangan di ping

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 89 Tetangga Baru

    Pagi itu, Stella berdiri di depan unit apartemen Greyson dengan membawa sekotak tteok, kue beras yang biasa dibagikan orang Korea kepada tetangga saat baru pindah. Ia sengaja bersikap seolah tidak tahu apa pun, mengenakan senyum ramah dengan ekspresi polos yang tampak tulus.Greyson membuka pintu.

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 88 Orang Terdekat

    Selama beberapa hari Greyson berada di luar negeri untuk urusan pekerjaan, Winter memilih tinggal di rumah orang tuanya. Sebelum menetap di apartemen Greyson, ia terbiasa hidup sendiri di unit sederhana yang ia sewa. Apartemen itu tidak kecil, cukup nyaman untuk satu orang. Namun jelas tak bisa dib

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 86 Kejutan di Pagi Hari

    Greyson menghela napas pelan, nyaris tak terdengar di antara sisa riuh meja. Tatapannya yang sempat mengunci Winter dilepaskan. Rahangnya mengendur sedikit, seolah sebuah keputusan akhirnya diambil. Bukan yang paling berani, tapi yang paling terkendali.Ia menoleh ke samping. “Mike,” ucapnya pelan

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 85 Apa yang akan ia lakukan?

    Greyson mengangkat tubuh Winter ke dalam gendongannya. Kaki Winter refleks melingkar di pinggangnya. Di ruang sempit itu, tubuh mereka saling menempel. Greyson menurunkan wajahnya ke sisi leher Winter, menciumnya singkat namun meninggalkan jejak, lalu mengubur napasnya di sana. Sentuhan itu tidak m

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status