INICIAR SESIÓNAubrey mulai pulih. Dia mendapatkan pelayanan yang bagus selama dua hari ini.Meski begitu berat tubuhnya tidak kembali seperti dulu.Aubrey tidak berselera makan seperti dulu lagi.Ia makan sedikit hanya sekadar mengisi perut. Tak ada selera makan karena hatinya kini merasakan kerinduan yang sangat besar terhadap Edgar.Sore itu sehabis berjalan-jalan di taman bersama Amy, Aubrey mendengar bisik-bisik para pelayan.“Aku dengar Pangeran Edgar akan kembali besok. Huffft ternyata dia kembali juga. Aku sempat berpikir persiapan pernikahan Pangeran yang kita dengan susah payah kerjakan akan berakhir sia-sia.”“Aku juga berpikir seperti itu. Siapa mengira Pangeran kembali di detik-detik terakhir.”“Tapi kira-kira apa yang membuat Pangeran kembali sangat lama, ya?”“Aku juga tidak tahu. Semoga saja tidak terjadi apapun yang buruk pada Pangeran sepanjang perjalanannya ini.”“Aku juga berharap seperti itu.”Aubrey mendengarkan secara diam-diam. Tapi saat ia melewati para pelayan itu, ia biasa
“Bagaimana keadaannya?”Ratu Helena mendatangi kastil menara, tapi tidak masuk untuk melihat kondisi Aubrey. Ia hanya memastikan bahwa penjaga berjaga dengan ketat.“Sudah tidak pernah ribut lagi, Yang Mulia.”“Bagus. Tetap berjaga. Kecuali aku yang membebaskannya, dia tak boleh keluar!”“Baik, Yang Mulia Ratu.”Setelah itu, Ratu Helena berjalan-jalan di taman dekat kastil menara.Dari sana, ia sempat melihat sosok Aubrey melamun di tembok balkon. Tak lama kemudian, Aubrey masuk ke dalam.Ratu Helena pun berlalu dari taman itu.Ia menemui Raja yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur.Kebetulan ada Pangeran Hamlet di sana. Pangeran duduk di pinggir tempat tidur memandangi ayahnya.“Sudah lama kamu di sini, Pangeran?” sapa Ratu Helena seraya menghampiri. Ia duduk di kursi di samping Pangeran Hamlet.“Belum, Bu. Baru sepuluh menit. Apakah Ayah akan bisa kembali sehat?”Ratu Helena menghela napasnya dalam-dalam. Apa yang sudah ia rancang pada Pangeran Edgar sedang dalam proses pen
“Berikan lencana itu! Kau mencurinya maka kau layak dihukum gantung!”Penjaga pintu kastil menara merebut lencana dari tangan Amy. Gadis itu terperangah.“Kembalikan! Aku tidak mencurinya! Kau perlu bertanya pada Putri Charlotte. Aku tidak mencurinya!”“Aku tidak percaya! Kau hanya pelayan pribadi, bukan pelayan istana. Bagaimana bisa Putri Charlotte mengenalmu!”“Aku meminta padanya. Aku memohon pada Putri Charlotte. Kembalikan padaku!”Amy berusaha mengambil lencana tapi penjaga langsung menyembunyikannya. Ini membuat Amy menangis tersedu-sedu. Ia masih sangat muda, baru berusia 15 tahun. Amy tak bisa melawan penjaga yang membawa tombak tajam.Lalu penjaga junior diperintahkan untuk menangkap Amy.“Bawa dia ke penjara! Biar Yang Mulia Ratu yang menanganinya!” perintah penjaga senior. Dan penjaga junior pun membawa Amy dari sana.Tapi Amy terus berteriak dan menendang-nendang.“Kurung aku bersama Duchess-ku! Kurung aku di kastil menara! Aku mau mengurus Duchess-ku! Aku mau bersamanya
Di kerajaan Nixxos ...Kekacauan sedang terjadi.Semua karena Edgar.Saat Raja Achiles memintanya menikahi Putri Amber, Edgar langsung bangkit dan berseru marah.“Yang Mulia ... apa yang Anda minta tidaklah sepadan!”“Tidak sepadan?” Raja Achiles menatapnya garang. “Bagaimana kau masih berani hitung menghitung sepadan tidak sepadan?Obat ini akan menyelamatkan ayahmu dari kematian. Lalu adikku ini adalah hartaku paling berharga. Aku memberimu dua harta paling berharga dari Kerajaan Nixxos, dan kau masih mengatakan tidak sepadan?”“Maksudku, pernikahan tidak seharusnya dilakukan berdasarkan kesepakatan transaksional.”Raja Achiles mendengus kesal lalu. “Itu alasanmu saja.”Lalu ia berseru dengan suara menggelegar, “Pengawal! Tangkap Pangeran Edgar!”Deru langkah kaki pengawal menghampiri ruang perjamuan, begitu pun dengan pengawal pribadi Edgar
“Ja- jangan lakukan itu! Aku tidak berbohong! Aku tidak menipu! Yang Mulia Ratu, mohon dengarkan aku! aku tidak menipu. Janinku benih Pangeran Edgar! Duke Oliver tidak pernah menghampiriku! Tolong, Ratu, beri aku kesempatan. Tanyakan pada Pangeran Edgar, dia akan menjelaskannya!”“Diam! Kau sudah melakukan kesalahan besar! Kau berniat menipuku! Bawa dia sekarang! Jangan dengarkan apapun yang keluar dari mulutnya!”Aubrey merontak tapi semua tenaganya tak membuahkan hasil apapun.Ia bahkan takut terjatuh dari tangan para penjaga. Jika ia terjatuh, kandungannya yang akan beresiko.Terpaksa, Aubrey diam dan ketika tiba di pintu kastil menara, Aubrey baru diturunkan.Pintu kastil menara dibuka dengan suara gerendel pintu yang berat.“Jangan kurung aku di sini! Aku benar-benar mengandung benih Pangeran Edgar! Lepaskan aku!” Aubrey memohon belas kasihan, tapi tidak ada yang berani melawan titah Ratu.“Masuk! Kau tidak berhak mengatakan apapun!” Pengawal paling besar mendorongnya hingga ia n
Pagi itu, Aubrey berjalan-jalan di taman rumah. Rasa hatinya berbeda sekalipun hari-harinya sebenarnya sama saja.Kepergian Edgar ke kerajaan Nixxos membuat Aubrey merindukannya lebih lagi. Padahal biasanya juga Edgar jarang mengunjunginya, tapi ia tidak merindukannya seperti ini.Bunga daisy yang indah mencuri perhatiannya. Aubrey memetik setangkai dan mengirupnya perlahan. Bunga yang cantik. Apakah anaknya nanti perempuan ataukah laki-laki?Aubrey bertanya-tanya dalam hatinya. Sedikit banyak ia tak sabar ingin cepat menggendong bayinya.Tepat saat itu, Amy mendatanginya dengan tergopoh-gopoh.“Nyonya, ada utusan dari Istana ingin bicara dengan Anda.”Aubrey mengangkat gaunnya untuk menuju ke dalam rumah. Hatinya bertanya-tanya, siapa dan ada hal apa.“Selamat pagi,” sapa Aubrey begitu memasuki ruang duduk, tempat utusan istana menunggu.Wanita itu berdiri dan memberi hormat.“Selamat pagi, Duchess. Aku membawa pesan dari Yang Mulia Ratu.”Aubrey pun memberi hormat dan mempersilakan







