Share

Skandal Semalam Dengan Dosenku
Skandal Semalam Dengan Dosenku
Author: shart96

BAB - 01

Author: shart96
last update Last Updated: 2025-11-04 17:59:59

“Uhh … tolong pelan-pelan …”

Kanaya menggeliat ketika pria itu menjamah tubuhnya. Rasa geli sekaligus nikmat menyerang seluruh indera di tubuh Kanaya.

Beberapa menit yang lalu, gadis–tidak, wanita itu masih dalam keadaan sadar di pesta ulang tahun temannya. Namun, entah apa yang terjadi, tiba-tiba dia telah berada di kamar hotel ini dalam keadaan tanpa baju.

Terlebih, pria itu terus menghujani Kanaya dengan sentuhan-sentuhan yang memabukkan.

Kanaya ingin menolak karena dia tahu ini tidak benar. Namun, tubuhnya berkhianat dan justru menikmati semua itu.

“Ahh … sakit …” rintih Kanaya lagi ketika sesuatu yang asing menerobos tubuhnya.

“Sakit atau enak?” tanya pria itu dengan suara rendah. “Tubuhmu bilang sebaliknya.”

Kanaya menggelengkan kepalanya dengan mata setengah terpejam. Sementara pria itu mulai bergerak perlahan, tapi sangat pasti seolah ingin menikmati tiap inci dari tubuh Kanaya.

“Mhhh …” pria itu menggeram rendah, seperti merasa puas dengan apa yang diberikan Kanaya.

Rasa sakit dan perih yang semula menjalar di bagian bawah Kanaya, kini mulai hilang dan berganti dengan rasa nikmat yang candu.

Gerakan mereka semakin intim, semakin membuat lupa daratan.

Napas Kanaya memburu, dadanya berdetak tak karuan karena permainan gila itu. Sampai akhirnya—

“Naya, hey kok malah ngelamun!”

Suara itu langsung menyadarkan Kanaya. Dia mengedarkan pandangannya, menatap sekeliling.

Meja dan kursi, papan tulis putih, teman-teman kampus dan … pria itu.

“Dosen pengganti baru masuk, kenapa kamu malah ngelamun? Sampai keringatan gitu lagi,” gerutu Naira, teman sekelas Kanaya yang saat ini duduk di samping Kanaya.

Namun, Kanaya masih diam, berusaha mencerna apa yang terjadi. Pandangannya tertuju pada sang dosen pengganti yang masih berdiri di depan kelas dengan tatapan dingin. Wajahnya tampak tegas, auranya cukup dingin.

Namun, bukan itu masalahnya.

Dosen pengganti itu, jelas adalah pria yang tidur dengan Kanaya beberapa hari lalu!

Ya, Kanaya ingat betul!

Pantas saja saat pertama kali melihat pria itu masuk ke kelasnya, pikiran Kanaya langsung  memutar kembali adegan panas mereka malam itu.

Tapi, kenapa bisa sekarang pria itu malah menjadi dosen penggantinya?

“Ra, serius dia dosen pengganti Pak Toni?” bisik Kanaya pelan, tapi pandangannya masih tertuju pada sang dosen.

“Iya, katanya dosen ini tuh dokter muda berbakat di Bardine Hospital. Ganteng banget gak sih? Tapi kata orang-orang dia dingin banget, jadi agak serem juga,” jawab Naira panjang lebar, seolah telah banyak tahu soal dosen pengganti itu.

Kanaya menganggukkan kepalanya pelan, lalu menelan ludahnya perlahan.

“Selamat pagi semua, saya Liam Wicaksana, dosen yang akan menggantikan Pak Toni untuk sementara,” sapa Liam, sang dosen, dengan nada tegas. Pandangannya menyapu seluruh penjuru kelas, hingga akhirnya berhenti pada satu titik, yaitu Kanaya.

Menyadari tatapan itu, Kanaya buru-buru menundukkan kepalanya. Tubuhnya seketika menegang. Dalam hati dia berharap sang dosen tidak menyadarinya dan tidak mengingat kejadian malam itu. 

Ketika Liam akhirnya mulai mengabsen mahasiswa yang hadir satu per satu, Kanaya mengalihkan pandangannya kembali fokus kepada buku di tangannya. Hingga akhirnya perkuliahan dimulai.

Kanaya sangat tidak fokus kali ini saat Liam menjelaskan materi di depan, suaranya malah membuatnya kembali mengingat setiap moment yang mereka lakukan di hotel. Meskipun tampaknya Liam sama sekali tak menyadari itu, tapi bagi Kanaya ini seperti siksaan.

“Kanaya, coba jelaskan kembali secara singkat apa saja yang saya jelaskan dari tadi,” pinta Liam tiba-tiba.

“Hah ada apa?” tanya Kanaya celingukan.

“Itu kamu diminta sama pak Liam untuk jelaskan materi secara singkat yang tadi dijelaskan,” bisik Naira.

“Eh?” mata membulat refleks menatap ke arah Liam, lalu menundukkan kepalanya untuk menghindari tatapan itu. ”Maaf pak.” 

“Sepertinya kamu bosan atau tidak tertarik dengan cara saya mengajar, ya?” Liam memperhatikan Kanaya dengan tatapan tajam.

“Tidak…tidak.” Buru-buru Kanaya menyanggahnya dengan menyilangkan kedua tangannya. “Bapak menerangkannya dengan baik, hanya saja saya tidak fokus, saya minta maaf.” 

Kanaya kembali menundukkan kepalanya.

Liam tersenyum tipis, matanya tetap dingin.

“Lain kali, kalau tidak cocok dengan cara saya mengajar, bilang saja langsung. Atau tidak usah datang ke kelas saya.”

“Baik Pak,” seru semua orang yang berada di dalam ruangan.

“Dan kamu Kanaya, setelah selesai kelas temui saya di ruang dosen!” ucap Liam masih dengan tatapan tajamnya.

“Baik Pak.” Kanaya hanya bisa meringis dan menunduk pasrah.

“Baru pertama bertemu di kelas saja sudah seperti ini, apalagi kedepannya tamatlah riwayatku,” keluh Kanaya dalam hati. Sepertinya, pria itu memang menyadari siapa dirinya.

***

Kanaya saat ini sudah berada di depan ruangan dosen, sebelum mengetuk pintu dia menarik nafas dalam-dalam terlebih dahulu.

“Permisi Pak.”

“Iya silahkan masuk!” Liam memperhatikan Kanaya dari kursinya.

Kanaya bergegas menghampiri meja Liam dengan sedikit gugup.”Maaf pak saya Kanaya, yang sebelumnya diminta untuk menghadap bapak.”

Kanaya merasa, jika sang dosen benar-benar menyadari bahwa dia adalah wanita yang menghabiskan malam panas itu, mungkin ini adalah akhir masa perkuliahannya.

“Silahkan duduk.” Liam mempersilahkan Kanaya duduk di kursi yang sudah disediakan di depannya.

Liam bangkit dari tempat duduknya, lalu meraih air mineral botol dan memberikannya kepada Kanaya membuka tutup botolnya terlebih dahulu.”Minumlah dulu!”

“Tidak perlu pak saya tidak haus terima kasih,” ucap Kanaya menolak dengan halus.

“Minumlah, sepertinya kamu kekurangan minum,” sahut Liam tetap memberikan air mineral botol tersebut kepada Kanaya.

Mau tidak mau, dengan terpaksa Kanaya menerimanya dan mulai minum air mineral tersebut perlahan. “Terima kasih pak.”

Liam mendekat ke arah Kanaya, membuat wanita yang sedang minum tersebut terkejut.

“Kamu orangnya, kan?” tanya Liam dengan nada dingin dan tatapan menelisik.

Kanaya membulatkan kedua matanya, dan akhirnya tersedak mendengar apa yang diucapkan Liam. Dia berusaha bersikap biasa saja meski sebenarnya tahu arah pembicaraan Liam.

“M–Maksudnya, Pak?”

Liam semakin mendekat ke arah Kanaya, yang kini hanya menyisakan jarak beberapa senti saja diantara mereka berdua. “Jelas-jelas kamu yang bersama saya malam itu di hotel.”

Kanaya menelan ludahnya susah payah. Tamat sudah riwayat perkuliahannya!

Kanaya hanya bisa menunduk, tidak tahu harus menjawab apa. Sudah seperti maling yang tertangkap basah.

“Saya minta kamu tutup mulut soal kejadian itu,” kata Liam tiba-tiba, tatapannya lebih tajam, suaranya lebih tegas. “Kalau sampai ada yang tahu, itu berarti salah kamu. Dan saya tidak akan melepaskan kamu begitu saja.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sherly Monicamey
Nay, begitu tergodanya dirimu ya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Skandal Semalam Dengan Dosenku   BAB - 26

    “Kakak yakin?” Kanaya menatap sedikit khawatir.Namun beberapa detik kemudian Kanaya terdiam sejenak. “Oh tidak, tatapan itu.” Kanaya menatap Liam penuh selidik. “Tatapan yang sama saat kita berada di hotel waktu itu.” ucap Kanaya dalam hati saat menyadari sesuatu.Ia tidak melupakan tatapan itu, tatapan saat Liam berada diatas kendali pria tersebut, meski dalam keadaan setengah sadar ia masih dapat melihat cukup jelas tatapan yang awalnya membuatnya takut namun perlahan menenangkan.****“Kak tadi aku minta untuk turun di dekat rumah sakit saja, kenapa malah jadi dibawa ke parkiran basement sih.” keluh Kanaya.“Memangnya kenapa sih? Ini bukan di area kampus juga, apa di rumah sakit juga harus dirahasiakan?”“Bukan gitu, kan ada beberapa teman mahasiswa juga yang ikut magang disini. Kalau mereka tahu gimana?”“Tinggal bilang saja kalau memang kita sudah menikah dan meminta mereka untuk tutup mulut sementara waktu sampai kamu siap.” sahut Liam yang sudah selesai memarkirkan mobilnya d

  • Skandal Semalam Dengan Dosenku   BAB - 25

    “Karena sepertinya yang kemarin gagal total, jadi kali ini aku harus pastikan harus bisa berhasil. Aku sudah tidak sabar untuk menimang keponakanku yang imut nanti,” gumam Aksa tersenyum penuh makna lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil memainkan ponselnya.Tanpa Kanaya sadari, saat dirinya mandi. Aksa sudah menaruh sesuatu kepada sup ayam buatannya yang sudah dipisahkan khusus untuk Liam sebelumnyaKanaya baru saja selesai mencuci piring, dia bersiap untuk pergi ke kamar mengerjakan tugas kuliahnya. Langkahnya perlahan namun pasti meninggalkan dapur setelah memastikan semua dalam keadaan bersih dan rapi, saat sampai di depan pintu kamar Kanaya mendengar suara orang menekan pin smart door rumah.“Kakak sudah pulang, aku kira akan pulang lebih malam seperti kemarin.” tanya Kanaya menghampiri Liam yang baru saja masuk dan melepas kedua sepatunya di depan pintu.“Apa Kanaya masih belum tahu tentang aku dan keluarga Wicaksana? Sudahlah memang lebih baik jangan tahu dulu sepertin

  • Skandal Semalam Dengan Dosenku   BAB - 24

    Kanaya tiba-tiba tersedak begitu melihat Liam begitu saja duduk di sampingnya lalu fokus dengan makanan dinampannya.“Sebagai tenaga medis kita jangan banyak mengeluh, apalagi membicarakan hal tidak baik tentang pasien kepada orang lain sekalipun teman sendiri.” ucap Liam dengan santainya.“Maaf pak, saya tidak akan mengulangi hal tersebut.” Kanaya bergegas meminum airnya karena masih dalam kondisi tersedak.“Lain kali tolong dijaga bicaranya, bagaimana kalau apa yang kalian bicarakan nanti tidak sengaja terdengar oleh keluarga pasien? Jangan sampai nanti kalian dituntut karena hal tersebut,”“Baik Pak.” ucap Kanaya dan yang lainnya secara bersamaan.Kanaya berusaha untuk segera menghabiskan makanannya, namun rasanya sangat sulit sekali ditelan. pandangannya tidak begitu fokus begitu pun tidak begitu mendengarkan apa yang Naira dan temannya yang lain berbicara, fokusnya teralihkan karena beberapa orang yang ada di kantin tidak sedikit yang melirik ke arah mejanya.Sedangkan Naira dan

  • Skandal Semalam Dengan Dosenku   BAB - 23

    “Halo semuanya perkenalkan saya Kiara larasati, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik selama kalian disini serta mendapatkan pengalaman terbaik yang tidak terlupakan selama kalian semua magang disini mohon kerjasamanya ya.” ucap Kiara tersenyum menatap mahasiswa satu per satu.Semua bertepuk tangan dan satu persatu para mahasiswa memperkenalkan diri mereka masing-masing.Tugas pertama mereka adalah merawat pasien, masing-masing akan merawat satu pasien untuk beberapa kedepan, para pasien merupakan pasien observasi yang dalam beberapa hari lagi akan pulang.Satu per satu Kaira menunjukan ruang pasien yang akan dirawat oleh masing-masing mahasiswa, terakhir kini giliran Kanaya. Kaira dan Kanaya masuk ke salah satu ruangan pasien, disana terdapat empat pasien di ruangan tersebut.Kanaya merasa sedikit gugup namun dia berusaha tetap tenang, untuk pertama kali menjaga dan melayani pasien secara langsung. Terlebih dia belum mengetahui pasiennya seperti apa, mulai sakitnya karena apa se

  • Skandal Semalam Dengan Dosenku   BAB - 22

    Aksa meletakan ponselnya di lemari kecil di samping tempat tidur. “Maaf ya kak Liam, kakak ipar. Aku hanya mengikuti keinginan nenek, aku juga ingin segera ada yang memanggilku paman tampan soalnya.” gumamnya menatap langit-langit kamar sang kakak.Aksa terkekeh sendiri membayangkan kelak sang keponakan memanggilnya “Paman tampan.” apalagi jika keponakannya perempuan, akan dia pastikan membuat keponakannya selalu menempel padanya.Kanaya dan Liam baru saja tiba di kamar, Liam bersiap untuk membersihkan diri duluan.“Kamu kenapa?” tanya Liam melihat Kanaya duduk di tepi tempat tidur dengan gelisah.“Nggak tahu gerah banget kak, perasaan tadi sudah aku hidupin acnya.” sahut Kanaya mengusap-usap leher dan mencoba mengibas-ngibaskan pakaiannya.Liam mendekat setelah dirasa ada yang aneh dengan Kanaya, dia memegang leher dan dahi wanita tersebut untuk mengecheck kondisinya. Namun dia terkejut saat tiba-tiba Kanaya memeluk tubuhnya.“Kak, sepertinya ada yang tidak beres dengan tubuhku,” uca

  • Skandal Semalam Dengan Dosenku   BAB - 21

    “Celaka! Kenapa bisa aku lupa membawa pakaian ganti, kak Liam sekarang ada di kamar nggak ya?” gumam Kanaya menggigit bibir bawahnya seraya mengeratkan handuk yang melilit tubuhnya dengan panik.Kanaya menepuk jidatnya beberapa kali karena kecerobohannya kali ini, padahal saat awal dia sudah menyiapkan pakaian ganti setelah tahu Liam akan satu kamar mulai malam ini sampai beberapa hari kedepan. Namun dia lupa membawanya karena terburu-buru pergi ke kamar mandi, dan kini dia kelimpungan bagaimana cara dia keluar dari kamar mandi dengan hanya selembar handuk yang melilit sebagian tubuhnya.Kanaya menarik nafas dalam-dalam mencoba tetap tenang keluar dari kamar mandi, dia berjalan mengendap-endap dengan pandangan waspada memantau sekitar apa ada Liam di kamarnya atau tidak.Kanaya menghela nafas lega setelah sudah memastikan tidak ada keberadaan Liam di kamar, dengan langkah cepat dia mengambil pakaian ganti yang sudah disiapkan tadi di kursi meja rias.****“Aksa lima menit lagi bel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status