Share

Bab 149: Menebar Racun 

Auteur: NACL
last update Dernière mise à jour: 2025-10-19 17:41:20

Lutut Dirga terasa goyah di ambang pintu. Suara adik-adiknya membuat darahnya bergejolak. Ia memejamkan mata sejenak. Ini sulit: satu sisi naluri sebagai dokter dan anak menuntutnya untuk kembali, tetapi harga diri sebagai pria dewasa mendorongnya tetap melangkah.

​Seketika ia melepaskan tangan Laras. Janda muda itu menoleh dan memperhatikan bahasa tubuh Dirga. Tangannya mengepal dan rahangnya mengeras.

Tidak ingin egois, hanya karena atas nama cinta, Laras meraih dan mencium punggung tangan Dirga. Alih-alih dilepaskan, Dirga justru mencengkeram tangan Laras lebih kuat.

​"Jangan bujuk saya, Sayang," potong Dirga cepat, mengabaikan air mata Laras.

​“Beliau ibunya Dokter. Biar bagaimana pun itu yang paling penting. Sekarang—”

​Dirga menyela cepat, “Sekarang kita pergi.”

​Laras tercengang, sebab menurut kata hati … harusnya pria itu tetap tinggal di sini—mendampingi sang ibu, bukan malah pergi dengannya.

​“Tapi ‘kan ibunya Dokter—”

​“Papa sudah usir saya. Buat apa saya tetap tinggal di
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (2)
goodnovel comment avatar
NACL
betul Kak harus dimusnahkan
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
mantan selalu menjadi racun
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 256: Kejutan Manis dari Dirga

    Sore itu, Dirga membawa sang istri ke sebuah salon kecantikan mewah, yang tentunya langganan Dewi dan juga Diana.​Laras yang penasaran terus mendesak, "Mas, kita mau ke mana sih sebenarnya? Kok rahasia terus dari tadi? Kenapa juga harus ke sini?" cicitnya di akhir kalimat.​Sedangkan Dirga tersenyum misterius, sambil mengelus bahu mulus sang istri. "Rahasia. Nggak seru kalau dikasih tahu.”​“Kenapa Mas Dokter jadi main rahasia sama istri sendiri? Tolong jangan bikin saya takut, ya, Mas!” Laras mendengkus dan menepis tangan suaminya dari bahu sebagai aksi protes. Ia berharap pria itu bercerita padanya.​“Kenapa, kamu marah?" tanya Dirga setengah tertawa.​Laras mengangguk tegas, ia pura-pura cemberut, tetapi tawanya terdengar saat Dirga malah menggodanya, "Kalau kamu marah malah makin cantik, dan saya nggak kuat menahan hasrat."​Cepat Laras membungkam mulut suaminya yang tanpa filter itu. “Mas!” geramnya.​Dirga terkekeh tanpa suara, menikmati wajah menggemaskan sang istri.​Satu jam

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   255: Keangkuhan Raymond

    Satu hari setelah penangkapan Raina, Raymond, yang sedang bersantai di ruang kerja, lebih tepatnya dalam masa pemulihan pasca kerusuhan di rumah Reza, terkejut bukan karena pintu mendadak terbuka lebar.​“Bisa nggak kalau masuk ketuk pintu dulu?” Nadanya tegas dan dingin, matanya menatap sengit pada sang istri.​“Kita ini hidup bersama sudah 20 tahun. Nggak usah berlebihan, kamu Ray!” Sang istri mendekat dengan langkah mantap menggunakan heels.​“Mau ke mana kamu? Sudah tahu suami lagi sakit. Mau keluar rumah?” Raymond menatap perubahan istrinya. Meskipun masih memiliki bobot tubuh besar, wanita itu tampak lebih anggun dan manis secara penampilan. Tidak membawa toples ataupun minuman manis di tangan.​“Memangnya kenapa? Selama ini juga kamu suka keluar kalau aku lagi sakit. Nggak peduli!” Wanita itu fokus pada ponsel miliknya, lalu kembali bicara tanpa kontak mata, “Aku ke sini bukan meminta izin kamu. Tapi lihat, nih, berita tentang WC kesayangan kamu.”​Raymond mengerutkan kening da

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 254: Rencana Pelarian Raina

    Sekalipun terlihat pingsan, dalam hatinya Raina tersenyum pongah. Kesempatan ini sudah ia nantikan berhari-hari. Batinnya pun mengejek, ‘Ternyata kamu masih saja bodoh kayak dulu. Kamu nggak akan bisa gantiin posisi aku. Ingat itu, Mas!’​Andai saja bisa berteriak, Raina sudah pasti menyerukan kebebasannya saat ini.​Mobil Pak Lurah itu pun mulai bergerak dan perlahan meninggalkan massa di balai desa.​Telinganya yang masih normal bisa mendengar gedoran pada kaca dan pintu mobil.​“Jangan sampai dia dibebaskan, Pak Lurah!”​“Dasar kamu wanita sundal! Kamu harus dapat hukuman yang setimpal!”​“Iblis seperti kamu pantasnya langsung ke neraka!”​Ucapan-ucapan itu masih terdengar. Namun, Raina menahan kekesalannya. Ia mengepal tangannya kuat dan memejamkan mata rapat-rapat. Ia tidak mau rencananya untuk melarikan diri hancur begitu saja.​‘Dasar orang kampung nggak tahu aturan. Mereka juga pasti ngelakuin hal yang sama kayak aku. Kalau mau uang, ya, usaha, cara apa pun dilakukan! Nggak us

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 253: Balas Dendam yang Terbayar

    ​“Dari mana sih mereka tahu sekarang aku ada di sini?” Raina menggumam, suaranya benar-benar kecil ditelan keriuhan massa. Langkahnya pun makin berat, meskipun ia berusaha menyeret kakinya sekuat tenaga.​“Jangan asal bicara kamu. Aku nggak pernah membunuh seseorang! Beraninya mulut kotormu itu menuduhku!” bentak Raina. Ia melotot pada Dinda yang masih menunjuk ke arahnya.​Sambil memperpendek jarak, Dinda bicara dengan suara lantangnya, “Bu Raina yang terhormat, saya tidak sembarangan bicara. Apa Ibu lupa pertemuan kita di ruang ICU? Bukankah saat itu juga Ibu berusaha melenyapkan adik saya? Saya punya rekamannya! Anda menyamar jadi dokter padahal memiliki niat yang lain?” Suaranya bergetar karena teringat kepedihan dan penantian panjang agar Regina siuman dari koma.​“Video palsu! Zaman sekarang, apa pun bisa dibeli dan dibuat. Kamu anak kecil pasti mengada-ngada!” Raina terus mengelak. Ia merasa harus membela dirinya mati-matian, karena kalau bukan diri sendiri, siapa lagi yang mau

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 252: Amarah Mengerikan

    “Buka pintunya! Kamu ada di dalam ‘kan dasar penyihir!” “Cepat buka jangan sembunyi!” Lolongan itu membuat Raina mengeratkan pegangan pada bungkus mie instan. Ia menelan ludah mengapa tiba-tiba orang-orang mendatangi rumahnya? Kemudian ia teringat dengan mimpinya semalam. Sambil tertawa getir Rana menggeleng. “Nggak mungkin mimpi sialan itu jadi nyata. Lagian siapa mereka? Ganggu aja orang mau makan,” gumam wanita itu tak sadar mie dalam genggamannya itu sudah remuk.“Dobrak saja pintunya! Bawa perempuan itu keluar!” seruan perintah itu membuat mata Raina membulat dan hampir melompat keluar.Tubuhnya langsung lemas dengan lututnya gemetar hebat. Ia mundur beberapa langkah, terdesak ke sudut ruangan. Kepalanya sungguh berputar-putar berusaha mencari celah, dan matanya tertuju pada pintu reot di belakang. Ketakutan mencekiknya lebih dalam, ia harus kabur dari sini sekarang juga! Suara gebrakan yang makin keras membuat Raina menjerit tertahan, “Akh?!”Ia buru-buru membuang mie insta

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 251: Suamiku Kejam Banget 

    Laras membaca setiap kata di layar ponsel suami. Bukannya tenang, tetapi merasa merinding sampai menggosok tengkuknya pelan. Tatapannya kembali pada Dirga. “Sebanyak ini? Kalau … Mas dituduh pencemaran nama baik, gimana? Saya nggak mau, ya, Mas kenapa-napa.” Laras menelan liurnya sendiri. Terlalu seram membayangkan apa yang akan terjadi menimpa mantan ibu mertua.“Nggak akan dituduh pencemaran nama baik, percayalah. Kamu mau dia berlama-lama di desa atau cepat ditindak, hm?” Dirga membelai pipi Laras, lembut— seringai bulu. Suaranya yang pelan, justru membuat tubuh wanita itu bergidik ngeri.“Umm … kalau saya bilang supaya Bu Raina dipenjara aja, jahat nggak? Beliau udah mencelakai Regina, menukar obat-obatan demi keuntungan. Itu jahat banget, Mas. Nama rumah sakit juga bisa ikut bersih, karena selama ini semua orang anggap nakes RS yang lalai, padahal ‘kan nggak gitu,” beber Laras, teringat bagaimana awal-awal Dirga menjabat Direktur selalu pulang dengan wajah garangnya dan lembur d

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status