Share

Bab 68: Demi Laras-ku

Author: NACL
last update Last Updated: 2025-09-22 19:52:10
“Pak Aryatama Dirgantara silakan ke ruang interogasi.” Seorang penyidik menghampiri.

Tak membuang waktu Dirga melangkah bersama seorang petugas polisi itu. Tangannya mengepal kuat di samping tubuh. Pembuluh darahnya tampak mengencang di balik lapisan kulit yang putih. Mata karamelnya tak hanya fokus menatap satu titik, meskipun arah pandangan lurus. Ada kilat amarah membara di dalamnya.

Pintu ruang interogasi terbuka.

“Mohon jangan menggunakan kekerasan, Pak. Silakan masuk.” Petugas itu memberi peringatan pada Dirga. Bagaimanapun bahasa tubuh sang dokter terlalu jelas menunjukkan kalau ia seakan siap menelan Amanda.

Dirga hanya mengangguk. Baginya menjawab dengan kata-kata pun percuma. Kakinya mulai melangkah perlahan dan tegas.

Amanda yang melihat sosok pria dicintainya bergegas bangkit. Namun, saat melihat ekspresi garang seorang Dirgantara membuat wanita itu menciut dan menunduk dalam.

“Aku minta maaf. Aku … cuma mau termakan emosi aja, aku cemburu. Nggak ada niat lain,” cicit
NACL

klik jempol ini untuk jewer kuping Rama ><

| 46
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
NACL
duh ide bagus makasih kak
goodnovel comment avatar
NACL
ashiap cari rotan duluuu
goodnovel comment avatar
Marlien Cute
Dasar suami Lucknut, Semoga Rama kena penyakit kelamin...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 382 Tekad Raymond

    Bu Rima masih mematung di lorong menuju toilet, di balai desa. Matanya berkaca-kaca, terasa panas oleh desakan penyesalan yang membuncah. Ucapan pemilik katering tadi terus berdenging di telinganya. Ia teringat betapa sering ia membanggakan Riska, hanya karena gadis itu rajin.Padahal, Riska tidak perlu sampai berbohong sejauh itu. Jika memang tidak bisa memasak, Bu Rima pun tidak akan pernah memaksanya."Pilihan Randy memang benar," gumam Bu Rima. Setetes air mata akhirnya jatuh, membasahi punggung tangannya. "Maafkan Ibu, Randy ... maafkan Ibu, Dinda."**Siang harinya, Bu Rima duduk di teras rumahnya yang teduh. Ia mengeluarkan ponsel jadul miliknya dari saku. Ia mencari secarik kertas kecil di dalam dompet, kertas yang diberikan Dinda.Jemarinya yang keriput menekan satu demi satu angka di layar ponsel dengan gemetaran. Ada rasa malu yang hebat, bercampur kerinduan akan suara ceria gadis itu tiba-tiba menyeruak begitu kuat di dalam hati.Telepon tersambung setelah nada tunggu yang

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 381

    Meskipun Dirga memberi Randy jatah satu hari libur lagi, tetapi pemuda itu ingin sekali masuk kantor. Alasannya, Randy tahu, sudah tentu pekerjaan yang menumpuk. Meskipun selama ia cuti ada penggantinya, Laras. Mana mungkin seorang Dirgantara membiarkan istrinya terlalu keras bekerja?“Semua proyek klinik gratis sudah dikunjungi, Pak?” tanya Randy yang memeriksa jobdesk-nya di tablet.Ternyata … Laras bisa diandalkan. Lumayan membantu Randy karena satu pekerjaannya selesai. ‘Terima Dokter Laras,’ batin Randy.“Ya, itu sudah selesai. Atur kunjunag dua minggu lagi!” titah Dirga dari kursi kebesarannya.“Baik, Pak.” Randy langsung mengotak-atik tabletnya.“Kapan kamu menikah? Sudah dapat restu bukan? Sebaiknya segera!!!” Perintah Dirga lagi, terdengar memaksa malah.Randy sedikit menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Sedang saya urus administrasinya, Pak. Kalau tidak ada halangan, mungkin bulan depan kami akad. Saya ingin semua beres dulu supaya Dinda juga tenang."Dirga menghentikan g

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 380 Dinda Pamer

    Setelah melalui perjalanan panjang dan memakan waktu berjam-jam, akhirnya pukul delapan malam, mereka tiba di ibu kota. Tujuan pertama bukanlah hunian masing-masing, melainkan apartemen Dirga yang tidak jauh dari kontrakan Dinda.Bel ditekan.Sungguh Dinda tidak sabar bertemu keluarganya, selain membagi oleh-oleh, tentu ingin cerita pada Laras.Pintu terbukaBi Ratih menyembulkan kepala dengan senyum ramah dan mata mengedip genit, lantaran sebelumnya melihat ekspresi malu-malu pasangan ini melalui lubang intip di pintu.“Bi Ratih!” seru Dinda. Ingin rasanya menghambur memeluk wanita yang sudah ia anggap ibu. Namun, mengingat tangannya yang penuh dengan bungkusan oleh-oleh, ia pun mengurungkan niat.“Duh, calon penganten. Ayo, masuk, Pak Randy, Nak Dinda.” Ratih melebarkan pintu.Dinda melangkah ke ruang tengah. Pemandangan pertama yang menyambutnya adalah Laras yang tengah menimang salah satu bayi kembar. Namun, ia tertegun sejenak, mengingat-ingat apakah yang digendong itu Laksa atau

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 379 Dinda Randy – Sebuah Penantian

    Randy beranjak dari duduknya, dan bibir Bu Rima sudah terbuka, tetapi lidahnya terlalu kebas untuk berkata-kata, seperti ada yang menahannya. Wanita paruh baya itu pun hanya bisa memandangi tubuh putra sulung yang menuju kamar belakang. Namun, Bu Rima terus saja menatap ke sana.“Ibu kenapa? Ada yang ganggu pikiran?” tanya Randy, sebab tidak biasanya wanita paruh baya itu tampak berpikir keras, seperti tengah menimbang-nimbang hal berat.Bu Rima mendekat, telapak tangannya mengelap keringat pada pinggiran daster. "Kamu serius mau nikahi anak kota itu?"Randy menarik napas panjang, menatap ibunya tanpa keraguan sedikit pun. "Iya, Bu. Serius. Hanya Dinda yang Randy mau jadi pendamping hidup."Keheningan seketika menyelimuti mereka, sebelum Bu Rima kembali bersuara. "Apa nggak bisa kamu buka hati untuk perempuan lain? Seperti anak Pak Lurah yang sudah jelas asal-usulnya?"Senyum tipis tersungging di bibir Randy. Ia menggeleng tegas, karena memang pilihan lain tidak pernah ada dalam kamus

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 378 Kegigihan Seorang Pria

    “Leksa sayangnya Mami, tunggu sebentar. Mami mandi dulu, Nak.” Laras berlari kecil ke kamarnya. Tatapan jernih Leksa pun tidak lepas dari sang ibu yang dirindukan. Tubuh mungilnya terus menggeliat dalam gendongan pengasuh.Sama halnya seperti Dirga yang tidak bisa menenangkan bayi kecilnya. Ia mengikuti jejak Laras ke kamar. Mereka sama-sama mandi, berbagi shower, tetapi tidak ada sentuhan nakal apa pun. Meskipun mata caramel Dirga yang selalu menatap ke arah payudara penuh Laras.Tidak sampai sepuluh menit kemudian, Laras sudah keluar dari kamar mandi. Ia hanya mengenakan jubah mandi ungu gelap yang kontras dengan kulit kuning langsatnya. Rambut yang masih basah dililit dengan handuk kecil.Tanpa membuang waktu, ia gegas menghampiri Bi Ratih dan pengasuh, mengambil alih Leksa ke dalam dekapannya."Sini sayang, sama Mami," bisik Laras lembut.Begitu berpindah tangan, tangis Leksa yang tadinya melengking perlahan berubah menjadi isakan kecil yang tenang.Laras membawa bayi kecil itu ma

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 377 Laras Dinda

    Merasa diperhatikan dan entah dadanya mendadak berdebar, Dinda menelan ludahnya yang terasa kelat.“Umm … Bu? Kenapa, ya, lihatin saya sampai segitunya?” Dinda menyengir. Tentunya ia berusaha rileks, agar tidak ketahuan jantungnya saat ini berkonser ria.Bu Rima mengerjapkan mata, lamunannya buyar sudah. Ia berdeham pelan, sekadar mengembalikan wibawanya agartetap terlihat di mata gadis ini."Terima kasih, Dinda," ucap Bu Rima.Meskipun diucapkan tanpa senyum, Dinda hampir saja melonjak kegirangan. Kali ini suara Bu Rima tidak ada nada ketus, tidak ada sindiran tajam.Wah … ini kemajuan besar!"Sama-sama, Bu. Kalau begitu, saya permisi balik ke dapur lagi, ya, Bu. Mau bantuin Bibi," pamit Dinda terlalu sopan. Sepertinya ia mulai tahu cara mengambil hati calon mertua."Ngapain ke dapur lagi?" potong Bu Rima cepat. "Mending kamu makan siang sekarang. Sudah makan belum?"Dinda menggeleng pelan sambil menyengir kuda. "Belum, Bu. Saya nunggu Mas Randy saja, rasanya lebih enak kalau makan b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status