Inicio / Romansa / Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan / Bab 390 Sidang Kode Etik

Compartir

Bab 390 Sidang Kode Etik

last update Fecha de publicación: 2026-09-07 12:55:29

Gara-gara gosip tadi, Arlan harus menghadapi sidang kode etik, ia terancam dicabut dari jabatannya sebagai Direktur Rumah Sakit karena sikapnya yang tidak terpuji. Berpacaran dengan keponakan sendiri bahkan melakukannya di rumah sakit.

Arlan membela dirinya, foto yang menyebar, tidak membuktikan ia dan Karin tidur bersama. Banyak koas yang keluar masuk ke ruang Konsulen.

Apa itu termasuk melakukan hubungan tidak terpuji?

"Brak!"

Pintu ruangan itu tertutup dengan bantingan pelan namun tegas.

Ka
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 394 Dibawah Tubuh Rion

    “Silvi kemana sih? Seharian aku gak tau dia pergi kemana?” gerutu Karin kesal,Karin sedang duduk gelisah di tepi tempat tidurnya, meremas ponsel dengan kedua tangan yang dingin.Malam ini terasa begitu berat, dan dia sangat membutuhkan seseorang untuk mendengarkan keluh kesahnya.Pikiran pertama yang terlintas di kepalanya adalah Silvi, sahabat terdekatnya yang selalu punya waktu untuk mendengarnya.Tanpa berpikir panjang, Karin menekan tombol panggilan suara di aplikasi pesannya.Di tempat lain, di dalam sebuah kamar tidur yang mewah dan temaram terkunci rapat, suasananya sangat kontras. Silvi sama sekali tidak sedang sibuk dengan urusan pekerjaan atau tugas kuliah.“Ahhhh, sabar Sayang.” Dari tadi, Rion terus memburu tubuhnya tanpa ampun, menekannya dengan kuat hingga, kakinya bahkan sudah gemetar saat ini. Rion memang sangat hebat kalau diranjang. Silvi sedang terengah-engah menahan napas di atas ranjang. Di atas tubuhnya ada Rion, sedang bergerak dalam keintiman yang terlarang

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 393 Aku Menunggumu Di Ranjang

    Suara langkah kaki terburu-buru terdengar mendekati pintu. Pintu terbuka, menampilkan Silvi yang tampak cemas. Ia datang memenuhi panggilan Rion dengan pakaian seksi namun elegan yang biasa disukai Rion untuk acara malam.Rion berdiri di dekat jendela kaca besar yang menampilkan lampu kota. Ia menoleh, matanya menatap Silvi tajam sebelum melangkah mendekat dengan langkah tegas.“Kamu terlambat dan ke mana saja kamu selama ini? Aku sudah siapkan apartemen untukmu, tapi tempat ini selalu kosong. Jangan lupa Silvi, kamu sudah menandatangani kontrak kita. Kasus korupsi ayahmu sudah aku bereskan seluruhnya. Jadi, jalankan kewajibanmu sesuai kesepakatan tanpa bantahan.” Rion bicara dengan tegas dan penuh tuntutan.Silvi tertunduk, suasana di dalam ruangan terasa begitu menekan akibat ketegangan di antara mereka. Rion berjalan mondar-mandir sebelum akhirnya berhenti tepat di depan Silvi dengan tatapan dingin dan menyelidik.“Sekarang, bicara. Tentang Karin dan dr. Arlan!”Silvi terkejut, mat

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 392 Hanya Kurang Kamu

    Sudut bibir Dimas terangkat, memancarkan kepuasan dingin yang kontras dengan gemuruh amarah di seberang telepon. Ia menempelkan ponselnya ke telinga, mendengarkan napas memburu Arlan yang dipenuhi dendam."Kau puas sekarang? Ini yang kau mau, dr. Dimas? Akhirnya kau bisa menghancurkan kami berdua!"Suara Arlan meninggi, bergetar menahan amarah yang nyaris meledak di dalam ruang sempit mobilnya.Buku-buku jarinya mengepal kemudi hingga memutih.Dimas terkekeh rendah, suara tawa yang sengaja dibuat untuk memancing emosi rivalnya."Menghancurkan kalian? Jangan memutarbalikkan fakta, Arlan. Aku tidak pernah berencana melakukan ini kalau kekasihmu itu tahu diri.""Jangan sebut namanya dengan mulut busukmu itu!" bentak Arlan, memukul setir mobil dengan keras."Kenapa? Tersinggung?" Dimas mengubah posisinya, bersandar santai di kursi kerjanya sambil memutar-mutar pena."Karin yang memprovokasiku. Dia yang memulai semua ini! Selama ini aku selalu membantunya, memberikan nilai sempurna sebagai

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 391 Hanya Itu, Kita Menikah!

    PLAK!Tamparan keras itu menggema di ruang tengah kediaman utama Keluarga Wijaya.Sudut bibir dr. Arlan berdarah, namun tatapannya tetap lurus mendongak menatap pria paruh baya di depannyaNapas Kakek Billy memburu, tangannya yang baru saja mendarat di wajah Arlan masih gemetar karena amarah yang memuncak."Berani-beraninya kamu menatap Papa seperti itu, Arlan! Kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan? Laporan DNA sialan itu sudah tersebar! Saham Wijaya Group anjlok sore ini!"Arlan menyeka darah di bibirnya dengan tenang."Kenyataannya memang begitu, Pa. Arlan bukan anak kandung Papa. Arlan bukan darah daging Keluarga Wijaya."“DIAM!” Billy berteriak murka."Tapi seluruh dunia tau kamu adalah anakku! Nama baik keluarga ini hancur karena kelakuan bejatmu! Tidak pernah ada aturan di dunia ini yang memperbolehkan paman dan keponakan bersama! Mau ditaruh dimana muka Papa, Arlan?!"Di sofa seberang, Rion, duduk dengan wajah pucat pasi. Kepalanya dicengkeram kedua tangan, napasnya terasa sesa

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 390 Sidang Kode Etik

    Gara-gara gosip tadi, Arlan harus menghadapi sidang kode etik, ia terancam dicabut dari jabatannya sebagai Direktur Rumah Sakit karena sikapnya yang tidak terpuji. Berpacaran dengan keponakan sendiri bahkan melakukannya di rumah sakit. Arlan membela dirinya, foto yang menyebar, tidak membuktikan ia dan Karin tidur bersama. Banyak koas yang keluar masuk ke ruang Konsulen.Apa itu termasuk melakukan hubungan tidak terpuji?"Brak!"Pintu ruangan itu tertutup dengan bantingan pelan namun tegas.Karin berdiri di dekat daun pintu dengan napas memburu dan dada yang kembang kempis.Sepasang matanya menatap tajam ke arah Arlan, yang saat ini duduk lemas di balik meja kerja besarnya sembari memijat pelipisnya yang berdenyut pening.Di kepala Arlan, nama Dimas berdenging layaknya kutukan. Pria itu selalu mencari gara-gara.Ternyata hukuman dinas ke luar negeri yang pernah ia jatuhkan belum cukup membuat Dimas jera.Pria itu menyimpan dendam kesumat yang pekat, bergerak dalam senyap untuk mengha

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 389 Kamu Jahat, Dok!

    Sejak pagi, Karin belum juga melihat Silvi. Padahal mereka berada di satu stase yang sama. Silvi memang ada di rumah sakit, tetapi ia sama sekali tidak mencari Karin.Saat jam istirahat pun, Karin gagal menemukan sahabatnya itu. Padahal, ia sangat ingin tahu perkembangan kasus ayah Silvi.Apakah Silvi sudah menemukan pengacara yang bisa membersihkan nama ayahnya dari tuduhan korupsi?“Ke mana sih, Silvi? Pesan juga gak dibalas,” gerutu Karin sambil mengedarkan pandangan ke arah kantin.Ponsel Silvi aktif, tetapi semua pesan Karin hanya berujung centang dua tanpa dibaca.Karin menghembuskan napas pelan, mencoba memaklumi. Mungkin Silvi sedang sibuk ikut operasi, menemui dosen di kampus, atau sedang bimbingan laporan kasus dengan dokter konsulen.Enggan larut dalam kebingungan, Karin memutuskan membatalkan pencariannya. Ia memilih berjalan kaki menuju kafe di seberang jalan depan rumah sakit untuk makan siang sendirian.Gemerincing lonceng menyambut kedatangan Karin saat ia mendorong pi

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 7 Godaan Kecil

    “Makasih dokter,” jawab Karin dengan senyum yang dibuat-buat. Karin tidak tertarik sama sekali untuk ikut mandi dengan dr. Arlan meskipun sepertinya tubuh dr. Arlan atletis seperti yang Karin mau. “Aku pikir kita bisa mencobanya,” jawab Arlan dengan tawanya yang mengejek. Tidak lucu! Sungguh! K

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 6 Rasanya Enak

    Bodohnya, gumam Karin dalam hati. Ia tidak bisa memasak dan Karin juga tidak bisa menolak permintaan aneh Arlan untuk menjadi pembantu gratisnya hari ini. Di dalam mobil, Karin hanya diam terpaku menatap jalan yang sedikit lenggang. Arlan yang duduk di sampingnya juga tidak menyapanya atau bert

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 5 Pelajaran Di Apartemen

    “Sentuh denyut nadimu sendiri. Rasakan dan catat ritme jantungmu setiap kali pikiranmu mengingat wajahku.”Efek psikologis dari "PR" Arlan mulai meracuni pikiran Karin. Saat morning report, Karin kehilangan fokus.Seperti biasa, Karin mengumpulkan laporan visit-nya sebelum pulang. Ada dr. Dimas di

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 4 Lepaskan Pakaianmu

    “Ta-tapi, Dok?”Karin enggan melepaskan snelli yang digunakannya. Di balik jas itu ia memakai long tube, pakaian jenis kemben yang menggantung sedikit panjang. Karin suka pakaian seperti itu. Namun ia sadar, tidak mungkin melepaskan snelli miliknya saat berjaga.“Kenapa?” Arlan merasa tidak perlu a

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status