共有

Bab 149

作者: Citra Sari
Tatapan Shanaya menyapu setelan jas di tangannya dengan sedikit gelisah, lalu berbisik, "Baiklah."

Mereka semua sudah minum alkohol. Davin yang rumahnya lebih dekat langsung naik taksi pulang, sementara Shanaya memesan jasa sopir pengganti.

Tidur siangnya terlalu lelap, sehingga kini Shanaya justru segar bugar. Berbeda dengan Lucien yang baru saja menemani gurunya minum beberapa gelas alkohol. Begitu masuk mobil, dia langsung menyandarkan kepala di kursi, memejamkan mata seolah tertidur. Helaan
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (5)
goodnovel comment avatar
fikriah fikriah
modus tak terelakan Lucien patut di acungi jempol. cuek tapi memikat...hahahaaa I ...️ u authurr sehat terus yaaa biar bisa lanjut karyanya......
goodnovel comment avatar
Dzia Bella
dari awal baca sdh curiga, pak lucien emang cinta shanaya
goodnovel comment avatar
karmila 82
kelamaan bgt Lucien bikin pengakuan
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 807

    Di dalam kantor Reynald, suasananya terasa begitu mencekam.Ponsel yang tergeletak di atas meja kerja tiba-tiba berdering.Namun, dia seolah tidak mendengarnya. Dia hanya menoleh ke arah jendela besar dari lantai hingga langit-langit, memandang ke luar yang diselimuti awan mendung.Alan mengangkat ponsel dan melirik layar untuk melihat siapa yang menelepon, lalu mengingatkan, "Pak Reynald, ayah Anda."Reynald mengernyitkan alisnya. Dia sangat memahami temperamen ayahnya. Jika ayahnya menelepon pada saat seperti ini, sudah pasti bukan kabar baik.Dia mengambil ponselnya dan dengan ragu menggeser tombol untuk menjawab panggilan. Baru saja menempelkan ponsel ke telinga, suara Bagas yang meraung penuh amarah langsung terdengar dari seberang. "Sekarang juga kamu pulang! Cepat!"Suaranya begitu keras hingga, meski pengeras suara tidak dinyalakan, Reynald refleks menjauhkan ponsel dari telinganya beberapa sentimeter."Ayah, aku masih belum selesai mengurus pekerjaanku .…""Proyeknya sudah dih

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 806

    Mobil itu bahkan belum memasuki wilayah Kota Panaraya ketika ponsel Aurelia bergetar.Dia menggeser jarinya dan menjawab panggilan. "Elvano?""Kak Aurelia, proses pengambilan akta cerainya tidak lancar?"Suara Elvano terdengar dari seberang telepon, tenang dan tidak tergesa-gesa, dengan ketenangan khasnya.Aurelia terkekeh pelan. "Kamu memang cepat dapat informasi.""Bagian hukum memberitahuku kalau kamu menghentikan semua kerja sama dengan Grup Anandita, jadi aku sudah menduga urusan pengambilan akta cerai hari ini mungkin tidak berjalan lancar.""Bukan tidak berjalan lancar."Aurelia mencibir. "Memang sama sekali belum mendapatkannya.""Reynald mencari alasan untuk menunda?""Ya, katanya pihak yang bekerja sama tiba-tiba mengalami masalah, jadi hari ini tidak bisa pulang ke Kota Selatanaya.""Tidak bisa pulang, atau memang sejak awal tidak berniat pergi?"Nada suara Elvano mengandung sedikit rasa dingin yang jarang terlihat. "Kemarin sore dia bahkan kembali ke Kota Selatanaya untuk m

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 805

    Meski Aurelia tidak bekerja di Grup Wirantara, siapa di jajaran petinggi Grup Wirantara, bahkan di seluruh Kota Selatanaya, yang tidak tahu bahwa dialah pemegang kekuasaan yang sebenarnya?Orang di ujung telepon tentu tidak berani ragu sedikit pun. Tanpa menanyakan alasannya, dia langsung menyanggupi."Baik, akan segera aku atur.""Hmm." Aurelia menjawab singkat, lalu langsung menutup telepon.Neira tahu diri dan tidak berkata apa-apa. Dia hanya menjaga kecepatan mobil tetap stabil, mempertahankan suasana tenang di dalam mobil.Beberapa saat kemudian, Aurelia tiba-tiba berkata, "Neira.""Nona Aurelia.""Berapa banyak proyek pengembangan bersama yang sedang dijalankan oleh perusahaan kita dan Grup Anandita?"Hubungan kedua keluarga sudah terbilang baik sejak bertahun-tahun lalu. Setelah Aurelia dan Reynald menikah, kerja sama mereka pun semakin erat.Awalnya, selama Keluarga Anandita bersikap cukup bijaksana, Aurelia tidak berniat membiarkan perceraian mereka terlalu memengaruhi hubunga

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 804

    Hati Nadira yang baru saja tenang kembali menegang."Memangnya ini hanya soal mengambil surat cerai? Tidak, tetap lebih baik ada seseorang yang menemanimu ...."Elvano memperhatikan ekspresi Kak Aurelia, dan tahu bahwa dia sudah mengambil keputusan.Sejak kecil, Aurelia memang seperti itu. Begitu sudah memutuskan sesuatu, tidak mudah untuk mengubah pikirannya.Dia dan Rivaldi hanya perlu mengikuti dari belakang dan mematuhi perintahnya.Sebelum Aurelia sempat berbicara lagi, Elvano menatap ibunya. "Bu, perkataan Kak Aurelia ada benarnya. Lagi pula, Keluarga Anandita juga tidak berani mempersulit Kak Aurelia."Mendengar itu, Nadira mengernyitkan kening. Dia menatap Aurelia cukup lama hingga matanya mulai berkaca-kaca. "Kamu ini .…"Dulu, memiliki putri seperti ini membuat Nadira merasa tidak perlu khawatir.Namun sekarang, dia justru semakin merasa iba melihat semua perjuangan putrinya.…Keesokan harinya.Cuaca di Kota Panaraya sedang kurang bersahabat, langit tampak berkabut, dan prak

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 803

    Neira tidak bertanya lebih lanjut dan langsung keluar setelah menjawab.Setelah menyelesaikan dokumen yang ada di tangannya, Aurelia meletakkan pena di atas meja lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi.Sebulan ini ternyata berlalu lebih cepat dari yang dia kira.Menjelang petang, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dia pulang lebih awal ke Vila Brisa Alam.Nadira sedang duduk di ruang tamu sambil memegang sebuah buku catatan tulisan tangan. Mendengar suara, dia mengangkat kepala dan menoleh. "Hari ini kamu pulang lebih cepat.""Pekerjaanku hari ini tidak terlalu banyak."Sambil mengganti sepatu dengan sandal rumah, Aurelia menyerahkan mantel dan tas tangannya kepada pelayan, lalu berjalan perlahan dan duduk di samping Nadira.Dia menunduk dan melirik buku catatan di tangan Nadira. Di dalamnya tertulis berbagai takaran dan catatan dengan tulisan tangan kecil yang rapi. Beberapa bagian tampak berulang kali dicoret lalu ditulis ulang, menunjukkan bahwa Nadira benar-benar telah memikir

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 802

    Keesokan paginya, Delara mematikan alarm dengan linglung, ketika sebuah pesan kembali masuk.Dia meraih ponselnya dan menyipitkan mata untuk melihat layar.Pesan dari Rivaldi hanya berisi dua kata.[Sudah bangun?]Delara membalik ponselnya dan meletakkannya menghadap ke bawah di atas bantal, lalu kembali memejamkan mata.Namun, rasa kantuknya sudah lenyap sepenuhnya. Pikiran yang semula kacau perlahan mulai jernih.Tentang ciuman di basement semalam, setelah pulang ke rumah, dia berdiri cukup lama di depan cermin kamar mandi sambil menatap sudut bibirnya yang memerah.Setiap kata yang diucapkan Rivaldi seolah tepat menghantam bagian yang paling dia pedulikan.Bahkan dia tidak ingin mengakui bahwa pada saat itu, pertahanan dalam hatinya nyaris runtuh.Dia sebenarnya ingin berhenti memikirkan semuanya dan menjalani saja apa yang ada, mumpung masih bisa bersenang-senang.Delara membalikkan badan, lalu kembali mengambil ponselnya untuk melihat waktu. Pukul tujuh lewat tiga puluh tiga menit

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status