공유

Bab 149

작가: Citra Sari
Tatapan Shanaya menyapu setelan jas di tangannya dengan sedikit gelisah, lalu berbisik, "Baiklah."

Mereka semua sudah minum alkohol. Davin yang rumahnya lebih dekat langsung naik taksi pulang, sementara Shanaya memesan jasa sopir pengganti.

Tidur siangnya terlalu lelap, sehingga kini Shanaya justru segar bugar. Berbeda dengan Lucien yang baru saja menemani gurunya minum beberapa gelas alkohol. Begitu masuk mobil, dia langsung menyandarkan kepala di kursi, memejamkan mata seolah tertidur. Helaan
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (5)
goodnovel comment avatar
fikriah fikriah
modus tak terelakan Lucien patut di acungi jempol. cuek tapi memikat...hahahaaa I ...️ u authurr sehat terus yaaa biar bisa lanjut karyanya......
goodnovel comment avatar
Dzia Bella
dari awal baca sdh curiga, pak lucien emang cinta shanaya
goodnovel comment avatar
karmila 82
kelamaan bgt Lucien bikin pengakuan
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 802

    Keesokan paginya, Delara mematikan alarm dengan linglung, ketika sebuah pesan kembali masuk.Dia meraih ponselnya dan menyipitkan mata untuk melihat layar.Pesan dari Rivaldi hanya berisi dua kata.[Sudah bangun?]Delara membalik ponselnya dan meletakkannya menghadap ke bawah di atas bantal, lalu kembali memejamkan mata.Namun, rasa kantuknya sudah lenyap sepenuhnya. Pikiran yang semula kacau perlahan mulai jernih.Tentang ciuman di basement semalam, setelah pulang ke rumah, dia berdiri cukup lama di depan cermin kamar mandi sambil menatap sudut bibirnya yang memerah.Setiap kata yang diucapkan Rivaldi seolah tepat menghantam bagian yang paling dia pedulikan.Bahkan dia tidak ingin mengakui bahwa pada saat itu, pertahanan dalam hatinya nyaris runtuh.Dia sebenarnya ingin berhenti memikirkan semuanya dan menjalani saja apa yang ada, mumpung masih bisa bersenang-senang.Delara membalikkan badan, lalu kembali mengambil ponselnya untuk melihat waktu. Pukul tujuh lewat tiga puluh tiga menit

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 801

    Parkiran basement itu begitu sunyi, hingga yang terdengar hanya detak jantung mereka berdua yang berpacu semakin cepat dan saling bersahutan.Ciuman itu mengandung sikap keras kepala yang nyaris kasar.Rivaldi mencengkeram dagunya, tidak terlalu kuat, tetapi cukup untuk membuatnya tak bisa memalingkan kepala untuk menghindar.Saat akhirnya Rivaldi sendiri yang menarik diri, bibir Delara sudah terasa sedikit panas, seolah-olah baru saja terbakar sesuatu.Delara mengangkat tangan dan mengusap sudut bibirnya dengan punggung tangan, lalu menatap tajam ke arah Rivaldi dengan suara yang sedikit bergetar."Kamu gila, ya?""Tidak."Napas Rivaldi masih berbau alkohol, tetapi nada bicaranya terdengar serius. "Sudah kubilang, aku memang minum terlalu banyak, tapi aku masih cukup sadar."Delara ingin memakinya. Ingin seperti dulu, berbalik dan pergi begitu saja tanpa ragu.Namun, kedua kakinya seolah terpaku di tempat, tak mampu melangkah sedikit pun."Rivaldi."Dia menyebut namanya dengan suara y

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 800

    Pertanyaan ini datang begitu tiba-tiba, hingga membuatnya tak sempat bersiap.Namun, entah kenapa, rasanya juga seperti sesuatu yang sudah dia duga.Jari-jari Delara sedikit menegang.Bulu matanya terkulai, sementara dia berdiri di luar pintu mobil, menatap pria di dalam mobil itu dalam diam.Ada satu momen ketika di benaknya muncul bersamaan kenangan saat mereka dulu sedang dimabuk cinta dan saat mereka berpisah.Di antara keduanya, hampir tidak ada masa peralihan.Pada masa mereka paling mesra, apartemen Rivaldi di dekat Universitas Panaraya dipenuhi jejak cinta mereka di setiap sudut.Dia rendah diri dan sensitif, sementara Rivaldi begitu terbuka dan penuh gairah.Menghadapi pria seperti itu, dia hanya bisa terus tenggelam semakin dalam.Di saat dia jatuh cinta paling dalam, cek yang diberikan Keluarga Wirantara dengan jelas menjadi batas pemisah di antara mereka.Dia tahu betul, sekeras apa pun dia berusaha, dia tidak akan pernah bisa berlari hingga mencapai titik awal Rivaldi.Bel

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 799

    Setelah naik ke atas dan selesai mandi, Lucien menarik Shanaya yang masih belum mengantuk untuk berbaring."Masih belum mengantuk?""Hmm."Shanaya berbaring menyamping menghadapnya. Kedua matanya masih diselimuti uap air dari kamar mandi. "Aku bahagia, sekaligus merasa tenang. Rasanya benar-benar bahagia, sangat bahagia."Saking bahagianya, dia sampai merasa sedikit enggan untuk tidur.Dulu, dia selalu merasa bahwa dirinya tidak memiliki apa-apa.Dan malam ini, untuk pertama kalinya, dia benar-benar merasakan betapa banyak hal yang telah dimilikinya.Lucien mengusap lembut kepalanya, tatapan matanya dipenuhi kelembutan yang seolah hampir meluap. "Aku juga bahagia."Selama Shanaya ada di sisinya, Lucien merasa bahagia.Perasaan bahagia itu adalah sesuatu yang tak akan pernah bisa digantikan oleh apa pun maupun siapa pun.Shanaya tiba-tiba mendekat dan menyusup ke dalam pelukannya. "Kamu masih ingat nggak, saat pertama kali aku menemanimu merayakan ulang tahun? Aku memberimu hadiah apa?"

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 798

    Arsanta Residence.Karlina sudah tidak muda lagi, jadi tenaganya tentu jauh tidak sebanding dengan orang-orang muda. Setelah mengantar para tamu pergi dan berpesan beberapa patah kata kepada Shanaya, dia pun kembali ke kamar untuk beristirahat.Lucien merangkul pinggang Shanaya dan membawanya masuk ke kamar. Begitu masuk, mereka melihat Rivaldi sedang bersandar di samping sekat ruangan, diam-diam memperhatikan Delara yang duduk di sofa sambil bermain ponsel.Entah apa yang sedang dipikirkannya.Shanaya tidak bisa mengambil keputusan untuk sementara, jadi dia hanya menatap Delara terlebih dahulu. "Delara, bagaimana kalau malam ini kamu menginap dan beristirahat di kamar tamu?""Tidak usah."Mendengar itu, Delara mengangkat kepalanya. Sambil membawa tasnya, dia berdiri dan berjalan menghampiri Shanaya. "Aku sudah memesan kendaraan. Aku memang berniat menunggumu selesai mengantar tamu, lalu berpamitan sebelum pergi.""Baiklah."Shanaya tak bisa berbuat apa-apa lagi. "Kalau begitu, hati-ha

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 797

    Aurelia tak kuasa menahan tawa kecil. Sambil mengobrol dengan Shanaya, dia menunggu Elvano datang.Besok Elvano akan pergi ke luar negeri untuk melakukan peninjauan proyek, jadi urusan grup perusahaan perlu lebih dulu disampaikan dan dipercayakan kepada Rivaldi.Shanaya juga menoleh ke arah kedua bersaudara itu. Dari sudut matanya, dia tiba-tiba melihat sosok seseorang berdiri di bawah selasar.Nayla sedang bersandar di tiang selasar, satu tangannya samar-samar menekan bagian perutnya. Di bawah cahaya lampu selasar, wajahnya tampak sedikit pucat.Setelah berpamitan sebentar kepada Aurelia, Shanaya segera berjalan menghampirinya. "Tidak enak badan?"Nayla tersadar kembali setelah mendengar suara Shanaya. Saat mengangkat wajah, dia sudah cepat-cepat menyembunyikan sedikit rasa tidak nyaman di wajahnya, lalu tersenyum kepadanya."Tidak."Nayla mengalihkan pembicaraan. "Aku juga sudah waktunya pulang. Kalian istirahatlah lebih awal."Namun, Shanaya sudah memperhatikan jemari Nayla yang sed

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status