Share

Bab 149

Penulis: Citra Sari
Tatapan Shanaya menyapu setelan jas di tangannya dengan sedikit gelisah, lalu berbisik, "Baiklah."

Mereka semua sudah minum alkohol. Davin yang rumahnya lebih dekat langsung naik taksi pulang, sementara Shanaya memesan jasa sopir pengganti.

Tidur siangnya terlalu lelap, sehingga kini Shanaya justru segar bugar. Berbeda dengan Lucien yang baru saja menemani gurunya minum beberapa gelas alkohol. Begitu masuk mobil, dia langsung menyandarkan kepala di kursi, memejamkan mata seolah tertidur. Helaan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
fikriah fikriah
modus tak terelakan Lucien patut di acungi jempol. cuek tapi memikat...hahahaaa I ...️ u authurr sehat terus yaaa biar bisa lanjut karyanya......
goodnovel comment avatar
Dzia Bella
dari awal baca sdh curiga, pak lucien emang cinta shanaya
goodnovel comment avatar
karmila 82
kelamaan bgt Lucien bikin pengakuan
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 823

    Lucien langsung menyetujuinya. "Kalau begitu, besok aku akan meminta Nayla mengantarkan dokumennya ke sana.""Baik."Aurelia mengangkat cangkir tehnya dan menyesapnya. Ekspresinya tidak berubah sedikit pun, seolah mereka baru saja menyepakati kerja sama yang sangat biasa.Rivaldi yang duduk di samping mengamati keduanya secara bergantian, lalu tidak bisa menahan tawa. "Kalian berdua membicarakan masalah penting bahkan lebih cepat daripada aku memesan makanan.""Kamu yang terlalu banyak maunya saat memesan makanan," balas Lucien datar.Rivaldi seketika terdiam. Tepat saat dia hendak membalas, pintu ruang kerja tiba-tiba diketuk.Suara Shanaya terdengar dari balik pintu. "Lucien, apa kalian belum selesai mengobrol? Nenek bilang sepuluh menit lagi kita bisa makan."Mendengar itu, Lucien berdiri dan berjalan menuju pintu. "Kebetulan baru saja selesai."Dia membuka pintu. Shanaya berdiri di luar sambil membawa sepiring buah yang sudah dipotong.Shanaya menjulurkan kepalanya ke dalam ruang k

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 822

    Keesokan paginya, langit akhirnya kembali cerah.Rivaldi tiba tepat waktu di Vila Brisa Alam. Dia sedang memijat kaki Nadira, tetapi segera bangkit saat melihat Aurelia turun dari lantai atas. "Kak Aurelia, ayo berangkat. Aku sudah menghubungi Lucien.""Ya."Rambut Aurelia tetap disanggul rapi ke belakang. Penampilannya tampak dingin dan tenang seperti biasa."Pergilah."Nadira tahu mereka hendak mengurus hal penting. "Ingatkan Winona agar menjaga dirinya baik-baik. Saat sudah waktunya melahirkan, jangan lupa meneleponku.""Tenang saja. Meski Ibu tidak berpesan, Kak Aurelia dan aku tetap akan menyampaikannya pada Shanaya."Rivaldi tersenyum, lalu keluar dari rumah bersama Aurelia.Setibanya di samping mobil, Aurelia menatap Rivaldi. "Apa yang kamu katakan pada Lucien?""Aku cuma bilang kamu ingin membicarakan sesuatu dengannya."Rivaldi berjalan mengitari bagian depan mobil, lalu membukakan pintu kursi penumpang. "Tenang saja, aku tidak memberitahunya secara terperinci. Tapi dia sangat

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 821

    Aurelia menggenggam ponselnya erat dan terdiam cukup lama.Di ujung telepon, Tuan Haryo tidak kunjung mendengar jawabannya. Nada bicaranya pun semakin berat. "Aurelia, kamu mengerti maksudku atau tidak?""Aku mengerti."Aurelia berkata dengan tenang, "Karena menurut Anda sekarang bukan waktu yang tepat, kita tunggu saja."Tuan Haryo tampaknya tidak menyangka Aurelia akan menyetujuinya begitu cepat. Dia justru terdiam sejenak, seolah sedang menilai seberapa jujur ucapan Aurelia.Setelah beberapa saat, barulah dia berkata perlahan, "Baguslah kalau kamu bisa memahaminya. Sebenarnya, bukan Kakek tidak mengizinkanmu bercerai. Tapi kalau kalian bercerai sekarang, itu tidak akan menguntungkanmu ataupun Keluarga Wirantara. Setelah opini publik benar-benar mereda, Kakek tidak akan menghalangi apa pun keputusanmu.""Ya."Aurelia tidak berkata apa-apa lagi dan langsung mengakhiri panggilan itu.Saat hendak meletakkan ponselnya di meja kerja, dia baru menyadari ada satu panggilan tidak terjawab da

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 820

    Reynald bahkan tidak memberi Arabella kesempatan untuk membalas dan langsung menutup telepon.Meski agak impulsif, Arabella termasuk orang yang hanya berani menindas pihak yang lemah, tetapi takut menghadapi pihak yang kuat.Setelah diberi sedikit peringatan, dia pasti akan menutup mulut dan tidak berani membuat keributan lagi.Begitu telepon ditutup, Arabella mengembuskan napas lega seolah beban berat telah terangkat dari pundaknya.Dia mempelajari trik memancing pengakuan ini dari Caleb, dan ternyata cara tersebut cukup efektif.Tanpa membuang waktu, dia langsung mengirimkan rekaman percakapan telepon itu.Setelah itu, hatinya yang sempat sedikit tenang kembali diliputi kegelisahan.Dia tidak tahu apakah rekaman tersebut akan membuat Caleb puas.Bagaimanapun, Reynald tetap tidak mengakui secara langsung bahwa dialah dalang di balik semua ini.Namun, berdasarkan pengalamannya berurusan dengan Reynald, pria itu terlalu licik. Ini sudah menjadi batas kemampuan Arabella.Untungnya, dia t

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 819

    Sementara itu, Reynald juga terus memperhatikan arah opini publik setelah pernyataannya dirilis.[Aku sudah menduganya. Putri sulung Keluarga Wirantara dan Pak Reynald terlihat begitu serasi. Mana mungkin mereka benar-benar bercerai?][Pak Reynald sampai turun tangan langsung untuk memberikan klarifikasi. Terlihat jelas bahwa cintanya kepada Nona Aurelia begitu tulus dan mendalam.][Benar. Semoga Nona Aurelia bisa menghargainya! Jangan mentang-mentang punya kedudukan tinggi, lalu ....]Reynald menggulirkan tetikusnya, sementara senyum tipis di sudut bibirnya tak kunjung menghilang.Tok, tok.Alan membuka pintu dan masuk. "Pak Reynald, pernyataan itu memberikan hasil yang cukup baik. Opini publik di internet berkembang sesuai perkiraan kita. Dalam waktu dekat, sepertinya Nyonya tidak akan leluasa mengungkit masalah perceraian lagi. Selain itu, perusahaan yang kemarin lusa menyatakan akan menangguhkan kerja sama baru saja mengirimkan kontrak untuk ditandatangani."Reynald meletakkan cang

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 818

    Sementara itu, di Kota Panaraya.Jarang sekali Aurelia tidak masuk kerja pada hari kerja. Hari itu, dia menemani Nadira bermain catur di ruang tamu.Matahari perlahan terbenam di balik jendela besar. Jika kemarin tidak muncul berita itu, suasana di sana pasti terasa begitu damai dan tenteram.Dia memegang sebuah bidak hitam dan baru hendak meletakkannya ketika ponsel yang diletakkan di samping tiba-tiba berbunyi.Begitu melihat pesan itu berasal dari Neira, barulah dia mengambil ponselnya.[Nona Aurelia, Pak Reynald sudah mengeluarkan pernyataan. Apa Anda ingin memberikan tanggapan?]Setelah itu, Neira meneruskan sebuah berita kepadanya. Aurelia pun membukanya.Dalam video tersebut, pria itu duduk di ruang konferensi dengan mengenakan setelan jas rapi. Sikapnya tampak serius dan tulus, sementara nada bicaranya terdengar begitu tepat dan meyakinkan."Mengenai informasi tidak benar yang beredar di internet, melalui kesempatan ini aku ingin memberikan tanggapan resmi.""Hubunganku dan ist

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status