แชร์

Bab 148

ผู้เขียน: Citra Sari
Shanaya terdiam.

Ujung telinga Shanaya memerah. Dengan gugup dia buru-buru berkata, "Aku ke kamar mandi saja."

"Tunggu sebentar."

Lucien menangkap pergelangan tangannya, menariknya mendekat, lalu dengan hati-hati mengikatkan jasnya di pinggangnya, menutupi noda darah di gaunnya.

"Terima kasih."

Guru dan lainnya bisa kembali kapan saja, dan cara ini memang lebih aman.

Shanaya merasakan pipinya memerah tak wajar. Alih-alih langsung menuju kamar mandi, dia memilih berjalan ke mobil terlebih dahulu.
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (3)
goodnovel comment avatar
PatNoz Aja
Lucien sudah melunak lho Na... kamu kayaknya juga harus tetap baik2 biar semua aman n baik2 saja... bianca sudah mulai kebakaran jenggot deh hehehe
goodnovel comment avatar
Eka Mirawanti
iyaa... penasaran
goodnovel comment avatar
Dhin Vyo Kar
penasaran dgnn cerita selanjutnya
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 837

    Davin berpikir serius sejenak. "Sepertinya tidak pernah benar-benar putus kontak. Paling hanya pernah ada satu masa ketika kesehatannya kurang baik, jadi dia tidak menelepon selama satu atau dua bulan.""Kalau begitu, setelah masa itu, apa ada perubahan pada dirinya?"Shanaya berusaha membuat nada suaranya terdengar seolah hanya bertanya sambil lalu."Perubahan?"Davin berpikir sejenak. "Ayah dan ibuku pernah menyinggungnya. Katanya setelah sakit, kepribadiannya banyak berubah. Dulu dia termasuk orang yang banyak bicara, tapi setelah itu jadi lebih pendiam. Ibuku bahkan bilang, mungkin setelah jatuh sakit, pandangannya terhadap hidup jadi berubah."Shanaya menundukkan pandangan. Kegelisahan di hatinya semakin kuat.Perubahan kepribadian masih masuk akal jika memang disebabkan oleh perubahan pola pikir setelah sakit.Tapi kalau..."Oh, ya."Seolah baru teringat sesuatu, nada suara Davin kembali terdengar santai. "Kenapa tiba-tiba kamu menanyakan hal ini?""Tidak apa-apa."Shanaya tersen

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 836

    Lucien tidak langsung menjawab. Dia menggenggam tangan Shanaya, lalu menekan lembut punggung tangannya dengan ujung jari. Setelah memastikan tangan Shanaya hangat, barulah dia berkata pelan, "Kita bicara di atas."Melihat sikap Lucien, Shanaya justru semakin merasa tidak tenang.Dia terlalu mengenal Lucien. Kalau tidak terjadi sesuatu, pria itu tidak akan bersikap seperti ini.Shanaya tidak bertanya lagi dan mengikuti Lucien ke ruang kerja di lantai dua.Begitu pintu tertutup, Lucien merangkul Shanaya dan mengajaknya duduk di sofa. Setelah ikut duduk di sampingnya, barulah dia berkata, "Ada kabar dari Mario."Napas Shanaya tercekat. "Tentang Herman?""Ya."Lucien membuka sebuah dokumen terenkripsi di ponselnya, lalu menyodorkannya kepada Shanaya. "Latar belakangnya di Negara Meridia memang sangat bersih. Begitu bersih sampai hampir semua jejaknya tertutup sempurna. Tapi Mario merasa ada yang janggal, jadi dia mencari cara untuk menyelidiki catatan rawat inap Herman saat masih tinggal d

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 835

    "Selina."Shanaya tersenyum kecil. "Lucien bilang, yang penting dia tumbuh bahagia."Aurelia tertegun sejenak, lalu tertawa. "Dia ternyata sederhana juga.""Benar, 'kan? Aku juga merasa dia terlalu asal memilih nama."Shanaya terus mengomel, "Aku sudah memikirkannya lama dan memilih beberapa nama, tapi tidak ada satu pun yang dia suka."Dalam urusan memberi nama bayi, selera mereka memang tidak pernah sejalan.Aurelia jadi tidak berdaya. "Jadi, sudah ada nama yang akhirnya dipilih?""Belum."Shanaya menghela napas, tetapi sama sekali tidak terdengar terburu-buru. "Tunggu sampai anaknya lahir baru diputuskan juga belum terlambat."Mereka berdua terus mengobrol santai tentang berbagai hal.Di tengah obrolan, Shanaya menanyakan bagaimana pemulihan kaki Nadira, apakah perjalanan bisnis Elvano belakangan ini berjalan lancar, dan apakah Rivaldi masih mengejar Delara.Terlihat jelas bahwa Shanaya sangat peduli pada semua itu.Aurelia menjawab satu per satu. Sesekali dia juga menanyakan kondis

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 834

    Saat Shanaya terbangun dari tidur siangnya, cahaya matahari di luar jendela sudah mulai temaram.Baru saja kesadarannya pulih sepenuhnya, dia mendengar suara mesin mobil dari lantai bawah.Dia mengenakan kardigan rajut lalu turun. Aurelia sudah masuk ke foyer, membawa kotak kue yang cantik di satu tangan dan sekantong buah di tangan lainnya."Kak Aurelia!"Shanaya menyambutnya dengan senyum cerah. Pandangannya langsung tertuju pada kotak kue itu. "Cheesecake?"Melihat ekspresi Shanaya yang begitu tergiur, Aurelia tak kuasa menahan senyum. "Iya. Tapi makan dulu. Setelah makan malam baru boleh makan kue.""Baik."Shanaya langsung mengiyakan. Dia menerima kotak kue dari tangan Aurelia dan menyerahkannya kepada pelayan, lalu menggandeng lengan Aurelia menuju ruang tamu. "Kamu sudah makan belum?""Begitu rapat selesai, aku langsung ke sini. Belum sempat makan."Baru saja Aurelia selesai bicara, Karlina menjulurkan kepala dari arah dapur. "Pas sekali. Tadi aku sudah menyuruh Bi Rina memasak

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 833

    Reynald mengatupkan bibir tipisnya. "Sudah.""Apa katanya?" Ekspresi Tuan Abimana tidak berubah.Reynald duduk di hadapannya. Setelah terdiam selama beberapa detik, barulah dia berkata pelan, "Dia tidak mau turun tangan."Tuan Abimana menatapnya cukup lama, lalu tiba-tiba mencibir dingin."Dia yang tidak mau turun tangan, atau kamu yang sebenarnya tidak sungguh-sungguh memohon padanya?"Reynald mengangkat pandangan. "Kakek, aku benar-benar sudah memohon padanya.""Memohon?"Sang kakek mengulang kata itu dengan nada berat. "Kamu bilang pergi memohon. Apa yang kamu bawa saat memohon padanya? Ketulusan, atau segala tipu muslihat dan perhitunganmu itu?"Reynald terdiam."Reynald, kamu pikir aku tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan di luar sana?"Sang kakek tiba-tiba menggebrak meja. "Bagaimana foto-foto itu bisa tersebar di internet, memangnya kamu sendiri tidak tahu?"Jari Reynald sedikit menegang."Hari ini aku bertemu seorang teman lama. Putranya punya hubungan cukup dekat dengan Kelu

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 832

    Reynald duduk cukup lama di ruang tamu, sampai Neira selesai membereskan buku catatannya dan mematikan alat perekam.Neira bahkan sudah berdiri di depan pintu menunggunya selama hampir lima menit."Pak Reynald, Bu Aurelia masih ada rapat sore ini."Nada suara Neira sopan, tetapi dingin. "Anda mau pergi sendiri atau perlu aku minta seseorang mengantar Anda?"Barulah Reynald mengangkat pandangan. Dia memaksakan sedikit senyum di sudut bibirnya. "Tidak perlu diantar."Dia berdiri dan merapikan jasnya. Tanpa berkata apa-apa lagi, dia melangkah pergi.Begitu keluar dari gedung pemerintahan, Alan sudah menunggu di samping mobil. Melihat Reynald keluar, dia segera menghampirinya. "Pak Reynald, bagaimana hasilnya?"Reynald membungkuk masuk ke kursi belakang. Setelah pintu mobil tertutup, barulah dia berkata dengan lelah, "Kembali ke kantor."Alan mengamati ekspresinya melalui kaca spion dan tidak berani bertanya lebih jauh.Saat mobil melaju keluar dari gerbang, Reynald tiba-tiba bertanya, "Ba

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status