Share

Bab 28

Author: Citra Sari
Dia hanya berjanji pada Susana untuk tidak membicarakan soal perceraian dengan Adrian, tetapi tidak pernah berjanji akan tetap tinggal di bawah satu atap.

Dalam perjalanan kembali ke Kompleks Savana Lestari.

Adrian duduk di bangku belakang dengan ekspresi datar, tatapannya entah mengarah ke mana, terlihat sedikit melamun.

Bianca mengulurkan tangan dan menggoyang lengannya. "Adrian, melamun apa?"

Sejak naik mobil tadi, dia memang terlihat tidak fokus.

Entah Shanaya berkata apa padanya lagi.

"Tida
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Cahya Margi Rahayu
RIBET BGT JIR
goodnovel comment avatar
Lisbeth butar butar Butar butar
saya sudah berlangganan tapi tdk bisa di buka
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 804

    Hati Nadira yang baru saja tenang kembali menegang."Memangnya ini hanya soal mengambil surat cerai? Tidak, tetap lebih baik ada seseorang yang menemanimu ...."Elvano memperhatikan ekspresi Kak Aurelia, dan tahu bahwa dia sudah mengambil keputusan.Sejak kecil, Aurelia memang seperti itu. Begitu sudah memutuskan sesuatu, tidak mudah untuk mengubah pikirannya.Dia dan Rivaldi hanya perlu mengikuti dari belakang dan mematuhi perintahnya.Sebelum Aurelia sempat berbicara lagi, Elvano menatap ibunya. "Bu, perkataan Kak Aurelia ada benarnya. Lagi pula, Keluarga Anandita juga tidak berani mempersulit Kak Aurelia."Mendengar itu, Nadira mengernyitkan kening. Dia menatap Aurelia cukup lama hingga matanya mulai berkaca-kaca. "Kamu ini .…"Dulu, memiliki putri seperti ini membuat Nadira merasa tidak perlu khawatir.Namun sekarang, dia justru semakin merasa iba melihat semua perjuangan putrinya.…Keesokan harinya.Cuaca di Kota Panaraya sedang kurang bersahabat, langit tampak berkabut, dan prak

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 803

    Neira tidak bertanya lebih lanjut dan langsung keluar setelah menjawab.Setelah menyelesaikan dokumen yang ada di tangannya, Aurelia meletakkan pena di atas meja lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi.Sebulan ini ternyata berlalu lebih cepat dari yang dia kira.Menjelang petang, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dia pulang lebih awal ke Vila Brisa Alam.Nadira sedang duduk di ruang tamu sambil memegang sebuah buku catatan tulisan tangan. Mendengar suara, dia mengangkat kepala dan menoleh. "Hari ini kamu pulang lebih cepat.""Pekerjaanku hari ini tidak terlalu banyak."Sambil mengganti sepatu dengan sandal rumah, Aurelia menyerahkan mantel dan tas tangannya kepada pelayan, lalu berjalan perlahan dan duduk di samping Nadira.Dia menunduk dan melirik buku catatan di tangan Nadira. Di dalamnya tertulis berbagai takaran dan catatan dengan tulisan tangan kecil yang rapi. Beberapa bagian tampak berulang kali dicoret lalu ditulis ulang, menunjukkan bahwa Nadira benar-benar telah memikir

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 802

    Keesokan paginya, Delara mematikan alarm dengan linglung, ketika sebuah pesan kembali masuk.Dia meraih ponselnya dan menyipitkan mata untuk melihat layar.Pesan dari Rivaldi hanya berisi dua kata.[Sudah bangun?]Delara membalik ponselnya dan meletakkannya menghadap ke bawah di atas bantal, lalu kembali memejamkan mata.Namun, rasa kantuknya sudah lenyap sepenuhnya. Pikiran yang semula kacau perlahan mulai jernih.Tentang ciuman di basement semalam, setelah pulang ke rumah, dia berdiri cukup lama di depan cermin kamar mandi sambil menatap sudut bibirnya yang memerah.Setiap kata yang diucapkan Rivaldi seolah tepat menghantam bagian yang paling dia pedulikan.Bahkan dia tidak ingin mengakui bahwa pada saat itu, pertahanan dalam hatinya nyaris runtuh.Dia sebenarnya ingin berhenti memikirkan semuanya dan menjalani saja apa yang ada, mumpung masih bisa bersenang-senang.Delara membalikkan badan, lalu kembali mengambil ponselnya untuk melihat waktu. Pukul tujuh lewat tiga puluh tiga menit

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 801

    Parkiran basement itu begitu sunyi, hingga yang terdengar hanya detak jantung mereka berdua yang berpacu semakin cepat dan saling bersahutan.Ciuman itu mengandung sikap keras kepala yang nyaris kasar.Rivaldi mencengkeram dagunya, tidak terlalu kuat, tetapi cukup untuk membuatnya tak bisa memalingkan kepala untuk menghindar.Saat akhirnya Rivaldi sendiri yang menarik diri, bibir Delara sudah terasa sedikit panas, seolah-olah baru saja terbakar sesuatu.Delara mengangkat tangan dan mengusap sudut bibirnya dengan punggung tangan, lalu menatap tajam ke arah Rivaldi dengan suara yang sedikit bergetar."Kamu gila, ya?""Tidak."Napas Rivaldi masih berbau alkohol, tetapi nada bicaranya terdengar serius. "Sudah kubilang, aku memang minum terlalu banyak, tapi aku masih cukup sadar."Delara ingin memakinya. Ingin seperti dulu, berbalik dan pergi begitu saja tanpa ragu.Namun, kedua kakinya seolah terpaku di tempat, tak mampu melangkah sedikit pun."Rivaldi."Dia menyebut namanya dengan suara y

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 800

    Pertanyaan ini datang begitu tiba-tiba, hingga membuatnya tak sempat bersiap.Namun, entah kenapa, rasanya juga seperti sesuatu yang sudah dia duga.Jari-jari Delara sedikit menegang.Bulu matanya terkulai, sementara dia berdiri di luar pintu mobil, menatap pria di dalam mobil itu dalam diam.Ada satu momen ketika di benaknya muncul bersamaan kenangan saat mereka dulu sedang dimabuk cinta dan saat mereka berpisah.Di antara keduanya, hampir tidak ada masa peralihan.Pada masa mereka paling mesra, apartemen Rivaldi di dekat Universitas Panaraya dipenuhi jejak cinta mereka di setiap sudut.Dia rendah diri dan sensitif, sementara Rivaldi begitu terbuka dan penuh gairah.Menghadapi pria seperti itu, dia hanya bisa terus tenggelam semakin dalam.Di saat dia jatuh cinta paling dalam, cek yang diberikan Keluarga Wirantara dengan jelas menjadi batas pemisah di antara mereka.Dia tahu betul, sekeras apa pun dia berusaha, dia tidak akan pernah bisa berlari hingga mencapai titik awal Rivaldi.Bel

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 799

    Setelah naik ke atas dan selesai mandi, Lucien menarik Shanaya yang masih belum mengantuk untuk berbaring."Masih belum mengantuk?""Hmm."Shanaya berbaring menyamping menghadapnya. Kedua matanya masih diselimuti uap air dari kamar mandi. "Aku bahagia, sekaligus merasa tenang. Rasanya benar-benar bahagia, sangat bahagia."Saking bahagianya, dia sampai merasa sedikit enggan untuk tidur.Dulu, dia selalu merasa bahwa dirinya tidak memiliki apa-apa.Dan malam ini, untuk pertama kalinya, dia benar-benar merasakan betapa banyak hal yang telah dimilikinya.Lucien mengusap lembut kepalanya, tatapan matanya dipenuhi kelembutan yang seolah hampir meluap. "Aku juga bahagia."Selama Shanaya ada di sisinya, Lucien merasa bahagia.Perasaan bahagia itu adalah sesuatu yang tak akan pernah bisa digantikan oleh apa pun maupun siapa pun.Shanaya tiba-tiba mendekat dan menyusup ke dalam pelukannya. "Kamu masih ingat nggak, saat pertama kali aku menemanimu merayakan ulang tahun? Aku memberimu hadiah apa?"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status