مشاركة

Bab 29

مؤلف: Citra Sari
Guru itu duduk di kursi di seberang meja kerja.

Tapi Shanaya merasa tertekan, bahkan menulis resep pun harus dilihat dulu oleh Arman.

Pasien itu datang atas rekomendasi seorang teman, lalu bercanda. "Dokter Shanaya, kalau begini aku jadi curiga apakah penyakitku ini benar-benar parah."

Para pasien di klinik sudah tahu, Arman adalah guru dia dan Davin.

Arman pun tersenyum dan berkata, "Tenang saja. Dia memang khusus menangani penyakit yang sulit disembuhkan. Penyakitmu ini, bagi dia hanya makanan
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (5)
goodnovel comment avatar
hennylestary17
tonton iklan 2x baru bisa buka..eeh gak taunya berkali² nyampe 20x mungkn... kakuu
goodnovel comment avatar
Santi Dosantos
ceritanya smpe bab ke brpa??
goodnovel comment avatar
Alula Nathania Putri Nurjaman
ini nyampe bab berapa sih
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 844

    Neira tidak menanggapi.Mungkin karena sudah terlalu lama mendampingi Aurelia, dia tidak perlu bertanya untuk mengetahui apa yang sedang dipikirkan majikannya saat ini.Selama bertahun-tahun berkecimpung di dunia politik, Aurelia sudah menghadapi banyak hal. Berbagai cara licik dan kotor pernah dia hadapi, tetapi tidak satu pun benar-benar membuatnya marah.Namun, Reynald cukup bodoh hingga berani mendatangi Shanaya. Itu sudah menjadi perkara yang sama sekali berbeda.Shanaya sedang hamil dan usia kandungannya sudah begitu besar. Keluarga Wiraatmadja dan Wirantara sama-sama menjaganya dengan sangat hati-hati, takut dia terlalu banyak memikirkan sesuatu atau emosinya terganggu sedikit saja.Namun, demi kepentingannya sendiri, Reynald malah langsung mendatangi Shanaya di ruang praktiknya.Dan sampai sekarang, belum ada yang tahu apa saja yang dia katakan kepada Shanaya."Dia sudah menyelidiki hubungan Shanaya dengan Keluarga Wirantara?" Aurelia tiba-tiba bertanya."Sudah, tapi dia tidak

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 843

    Setelah telepon diputus oleh Lucien, Reynald tetap duduk di dalam mobil tanpa bergerak untuk waktu yang lama. Wajahnya pun semakin suram.Belum pernah ada orang yang menutup teleponnya begitu saja.Sebagai putra sulung Keluarga Anandita, menantu Keluarga Wirantara, sekaligus pewaris Grup Anandita, gabungan semua status itu membuatnya selalu diperlakukan dengan penuh hormat ke mana pun dia pergi.Namun, nada bicara Lucien barusan tidak ada ubahnya seperti sedang mengusir seekor anjing yang menghalangi jalan.Yang lebih penting, dia khawatir akan semakin sulit menjelaskan semua ini kepada sang kakek."Kembali ke kantor cabang Kota Panaraya."Reynald akhirnya buka suara. Suaranya terdengar sedikit serak.Alan mengiyakan lalu menyalakan mobil.Dari kaca spion, dia melihat Reynald bersandar di kursi dengan mata terpejam. Kerutan dalam terbentuk di antara kedua alisnya."Pak Reynald, lalu selanjutnya kita ....""Kembali dulu."Apa yang harus dilakukan selanjutnya, Reynald sendiri belum menem

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 842

    Lucien menyunggingkan senyum tipis. "Memangnya siapa lagi?"Orang-orang Keluarga Anandita sudah menyelidiki hubungannya dengan Shanaya secara besar-besaran, dan Lucien sama sekali tidak berniat menyembunyikannya.Dia hanya berpikir, setelah Reynald mengetahui hubungan mereka, pria itu tidak akan berani mengganggu Shanaya.Tidak disangka, selera Keluarga Anandita dalam memilih pewaris ternyata seburuk ini.Bisa-bisanya dia sebodoh ini.Reynald menelan ludah dan dengan cepat merangkai kata-katanya. "Pak Lucien, kali ini aku memang bertindak gegabah. Aku hanya ingin mengetahui sikap Keluarga Wirantara melalui Dokter Shanaya dan sama sekali tidak bermaksud menyinggungnya. Kalau aku tahu dia adalah ...."Sampai di sana, ucapannya terhenti sesaat.Saat Alan memberitahunya bahwa Lucien berniat menikahi seorang dokter tanpa kekuasaan maupun latar belakang keluarga terpandang, Reynald masih setengah percaya.Namun sekarang, Lucien sendiri yang mengatakan kepadanya Shanaya adalah Nyonya Wiraatma

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 841

    Saat Lucien kembali ke Arsanta Residence, Shanaya sedang meringkuk di sofa ruang tamu sambil memegang secangkir teh kurma merah hangat.Karlina duduk di sampingnya, menatap perut Shanaya dengan wajah tegang."Ada apa?"Lucien segera menghampiri, pandangannya lebih dulu tertuju pada wajah Shanaya."Tidak apa-apa. Tadi bayinya bergerak lebih aktif dari biasanya, jadi Nenek langsung panik."Shanaya tersenyum tipis dan menepuk tempat kosong di sampingnya, menyuruh Lucien duduk. "Lihat dirimu, kamu juga ikut-ikutan Nenek jadi panik."Lucien duduk di sampingnya, lalu meletakkan telapak tangan di atas perut Shanaya yang membesar. Setelah merasakan gerakan kecil yang teratur dari dalam, barulah kerutan di keningnya sedikit mengendur.Karlina masih terus mengomel, "Sudah hampir waktunya melahirkan, masih saja pergi praktik ke klinik. Menurut Nenek, selama beberapa waktu ini kamu seharusnya diam di rumah dan banyak istirahat."Shanaya menatap Lucien tanpa daya.Lucien langsung memahami maksudnya

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 840

    "Anda adalah suami Kak Aurelia."Nada suara Shanaya tidak banyak berubah, tetapi dia sudah yakin dengan identitas pria itu."Benar."Reynald mengangguk. "Jadi, kalau Dokter Shanaya berkenan ....""Tuan Reynald."Shanaya berdiri dan menutup buku rekam medisnya. Nada suaranya tetap sopan, tetapi tegas dan tidak memberi ruang untuk bernegosiasi. "Aku hanya seorang dokter dan tidak ikut campur dalam urusan keluarga pasien. Kalau ada kesalahpahaman antara Anda dan Kak Aurelia, sebaiknya Anda bicara langsung dengannya, bukan mencari jalan lain melalui orang lain."Senyum di wajah Reynald akhirnya membeku sesaat.Dia menatap Shanaya selama beberapa detik, seolah sedang menilai kembali wanita di hadapannya yang tampak lembut dan kalem itu.Shanaya tidak memberinya kesempatan untuk terus mendesak. Dia menatap Reynald dan berkata dingin, jelas mengusirnya, "Silakan, Tuan Reynald."Shanaya sama sekali tidak menyukai sikap pria di hadapannya itu.Entah perselingkuhannya dalam pernikahan maupun car

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 839

    Sejak Shanaya mendekati hari perkiraan lahir, Davin tanpa banyak bicara langsung mengurangi jumlah pasien yang bisa mendaftar hampir sepertiganya.Belum pukul sebelas, seorang perawat masuk dan memberi tahu bahwa hanya tersisa dua pasien di luar.Shanaya mengangguk. Baru saja hendak bicara, perawat itu kembali berkata, "Oh, ya. Ada pasien baru yang ingin meminta tambahan nomor antrean ...."Sebenarnya Davin sudah berpesan kepada mereka agar tidak menambahkan pasien untuk Shanaya kecuali dalam keadaan khusus.Namun, pria yang menunggu di meja perawat itu langsung memesankan makan siang untuk mereka.Mereka bahkan tidak sempat menolaknya, sementara membuang makanan juga terasa mubazir.Bagaimanapun, setelah menerima kebaikan orang, rasanya jadi sulit untuk menolak.Shanaya sendiri tidak mempermasalahkannya. "Tambahkan saja dia ke antrean."Lagi pula, hari masih cukup pagi.Setelah memeriksa tiga pasien lagi, dia masih bisa selesai sebelum pukul dua belas dan pulang untuk makan siang.Per

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status