공유

Bab 29

작가: Citra Sari
Guru itu duduk di kursi di seberang meja kerja.

Tapi Shanaya merasa tertekan, bahkan menulis resep pun harus dilihat dulu oleh Arman.

Pasien itu datang atas rekomendasi seorang teman, lalu bercanda. "Dokter Shanaya, kalau begini aku jadi curiga apakah penyakitku ini benar-benar parah."

Para pasien di klinik sudah tahu, Arman adalah guru dia dan Davin.

Arman pun tersenyum dan berkata, "Tenang saja. Dia memang khusus menangani penyakit yang sulit disembuhkan. Penyakitmu ini, bagi dia hanya makanan
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (5)
goodnovel comment avatar
hennylestary17
tonton iklan 2x baru bisa buka..eeh gak taunya berkali² nyampe 20x mungkn... kakuu
goodnovel comment avatar
Santi Dosantos
ceritanya smpe bab ke brpa??
goodnovel comment avatar
Alula Nathania Putri Nurjaman
ini nyampe bab berapa sih
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 803

    Neira tidak bertanya lebih lanjut dan langsung keluar setelah menjawab.Setelah menyelesaikan dokumen yang ada di tangannya, Aurelia meletakkan pena di atas meja lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi.Sebulan ini ternyata berlalu lebih cepat dari yang dia kira.Menjelang petang, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dia pulang lebih awal ke Vila Brisa Alam.Nadira sedang duduk di ruang tamu sambil memegang sebuah buku catatan tulisan tangan. Mendengar suara, dia mengangkat kepala dan menoleh. "Hari ini kamu pulang lebih cepat.""Pekerjaanku hari ini tidak terlalu banyak."Sambil mengganti sepatu dengan sandal rumah, Aurelia menyerahkan mantel dan tas tangannya kepada pelayan, lalu berjalan perlahan dan duduk di samping Nadira.Dia menunduk dan melirik buku catatan di tangan Nadira. Di dalamnya tertulis berbagai takaran dan catatan dengan tulisan tangan kecil yang rapi. Beberapa bagian tampak berulang kali dicoret lalu ditulis ulang, menunjukkan bahwa Nadira benar-benar telah memikir

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 802

    Keesokan paginya, Delara mematikan alarm dengan linglung, ketika sebuah pesan kembali masuk.Dia meraih ponselnya dan menyipitkan mata untuk melihat layar.Pesan dari Rivaldi hanya berisi dua kata.[Sudah bangun?]Delara membalik ponselnya dan meletakkannya menghadap ke bawah di atas bantal, lalu kembali memejamkan mata.Namun, rasa kantuknya sudah lenyap sepenuhnya. Pikiran yang semula kacau perlahan mulai jernih.Tentang ciuman di basement semalam, setelah pulang ke rumah, dia berdiri cukup lama di depan cermin kamar mandi sambil menatap sudut bibirnya yang memerah.Setiap kata yang diucapkan Rivaldi seolah tepat menghantam bagian yang paling dia pedulikan.Bahkan dia tidak ingin mengakui bahwa pada saat itu, pertahanan dalam hatinya nyaris runtuh.Dia sebenarnya ingin berhenti memikirkan semuanya dan menjalani saja apa yang ada, mumpung masih bisa bersenang-senang.Delara membalikkan badan, lalu kembali mengambil ponselnya untuk melihat waktu. Pukul tujuh lewat tiga puluh tiga menit

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 801

    Parkiran basement itu begitu sunyi, hingga yang terdengar hanya detak jantung mereka berdua yang berpacu semakin cepat dan saling bersahutan.Ciuman itu mengandung sikap keras kepala yang nyaris kasar.Rivaldi mencengkeram dagunya, tidak terlalu kuat, tetapi cukup untuk membuatnya tak bisa memalingkan kepala untuk menghindar.Saat akhirnya Rivaldi sendiri yang menarik diri, bibir Delara sudah terasa sedikit panas, seolah-olah baru saja terbakar sesuatu.Delara mengangkat tangan dan mengusap sudut bibirnya dengan punggung tangan, lalu menatap tajam ke arah Rivaldi dengan suara yang sedikit bergetar."Kamu gila, ya?""Tidak."Napas Rivaldi masih berbau alkohol, tetapi nada bicaranya terdengar serius. "Sudah kubilang, aku memang minum terlalu banyak, tapi aku masih cukup sadar."Delara ingin memakinya. Ingin seperti dulu, berbalik dan pergi begitu saja tanpa ragu.Namun, kedua kakinya seolah terpaku di tempat, tak mampu melangkah sedikit pun."Rivaldi."Dia menyebut namanya dengan suara y

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 800

    Pertanyaan ini datang begitu tiba-tiba, hingga membuatnya tak sempat bersiap.Namun, entah kenapa, rasanya juga seperti sesuatu yang sudah dia duga.Jari-jari Delara sedikit menegang.Bulu matanya terkulai, sementara dia berdiri di luar pintu mobil, menatap pria di dalam mobil itu dalam diam.Ada satu momen ketika di benaknya muncul bersamaan kenangan saat mereka dulu sedang dimabuk cinta dan saat mereka berpisah.Di antara keduanya, hampir tidak ada masa peralihan.Pada masa mereka paling mesra, apartemen Rivaldi di dekat Universitas Panaraya dipenuhi jejak cinta mereka di setiap sudut.Dia rendah diri dan sensitif, sementara Rivaldi begitu terbuka dan penuh gairah.Menghadapi pria seperti itu, dia hanya bisa terus tenggelam semakin dalam.Di saat dia jatuh cinta paling dalam, cek yang diberikan Keluarga Wirantara dengan jelas menjadi batas pemisah di antara mereka.Dia tahu betul, sekeras apa pun dia berusaha, dia tidak akan pernah bisa berlari hingga mencapai titik awal Rivaldi.Bel

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 799

    Setelah naik ke atas dan selesai mandi, Lucien menarik Shanaya yang masih belum mengantuk untuk berbaring."Masih belum mengantuk?""Hmm."Shanaya berbaring menyamping menghadapnya. Kedua matanya masih diselimuti uap air dari kamar mandi. "Aku bahagia, sekaligus merasa tenang. Rasanya benar-benar bahagia, sangat bahagia."Saking bahagianya, dia sampai merasa sedikit enggan untuk tidur.Dulu, dia selalu merasa bahwa dirinya tidak memiliki apa-apa.Dan malam ini, untuk pertama kalinya, dia benar-benar merasakan betapa banyak hal yang telah dimilikinya.Lucien mengusap lembut kepalanya, tatapan matanya dipenuhi kelembutan yang seolah hampir meluap. "Aku juga bahagia."Selama Shanaya ada di sisinya, Lucien merasa bahagia.Perasaan bahagia itu adalah sesuatu yang tak akan pernah bisa digantikan oleh apa pun maupun siapa pun.Shanaya tiba-tiba mendekat dan menyusup ke dalam pelukannya. "Kamu masih ingat nggak, saat pertama kali aku menemanimu merayakan ulang tahun? Aku memberimu hadiah apa?"

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 798

    Arsanta Residence.Karlina sudah tidak muda lagi, jadi tenaganya tentu jauh tidak sebanding dengan orang-orang muda. Setelah mengantar para tamu pergi dan berpesan beberapa patah kata kepada Shanaya, dia pun kembali ke kamar untuk beristirahat.Lucien merangkul pinggang Shanaya dan membawanya masuk ke kamar. Begitu masuk, mereka melihat Rivaldi sedang bersandar di samping sekat ruangan, diam-diam memperhatikan Delara yang duduk di sofa sambil bermain ponsel.Entah apa yang sedang dipikirkannya.Shanaya tidak bisa mengambil keputusan untuk sementara, jadi dia hanya menatap Delara terlebih dahulu. "Delara, bagaimana kalau malam ini kamu menginap dan beristirahat di kamar tamu?""Tidak usah."Mendengar itu, Delara mengangkat kepalanya. Sambil membawa tasnya, dia berdiri dan berjalan menghampiri Shanaya. "Aku sudah memesan kendaraan. Aku memang berniat menunggumu selesai mengantar tamu, lalu berpamitan sebelum pergi.""Baiklah."Shanaya tak bisa berbuat apa-apa lagi. "Kalau begitu, hati-ha

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status