Share

Bab 49

Author: Citra Sari
Shanaya sedikit tertegun.

Dia menekan semua keraguan di dalam hatinya, menatap Lucien, lalu berkata dengan suara jernih tetapi dingin. "Kalau begitu, aku pamit dulu. Barusan… terima kasih, Tuan Lucien."

"Nona..."

Saat Mario hendak bicara, tapi suara dingin penuh sindiran dari atasannya terdengar lebih dulu. "Sudahlah, jangan mempermalukan diri sendiri."

Jari-jari Shanaya tanpa sadar mengusap ujung jarinya, tetapi langkahnya tak terhenti.

Melihat mobil hitam itu menghilang ditelan gelapnya malam, Mario menggeleng pelan sambil bergumam, "Benar-benar seperti pendatang baru yang tiba-tiba muncul dan buat semua rencana kacau..."

"Apa yang kamu bisikkan?"

Setelah berbicara dengan tenang, Lucien mematikan rokoknya, lalu membungkuk dan naik ke dalam mobil. Di tengah angin musim hujan yang menusuk, sosoknya tampak menyiratkan kesepian.

Mario duduk di kursi penumpang depan dan berkata, "Bukan mau mengeluh, cuma merasa Nona terlalu memaklumi Adrian."

"Setiap kali bertemu Nona, dia jelas masih mar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Netty Tya
Astaqfirullahalazim Thor Shanaya terLaLu...terLaLu o'on Sudah di sakiti tetap ajja memakLumi Hahahahaha aku tahu Karna ShanaYa perlu Duit...DeMi Duit buat YaYasan malah merusak Hati dan PerasaanNya sendiri....tapi tidak begitu juga kali Thor
goodnovel comment avatar
Sera ofArmyBTS
Harusnya Shanaya basah kuyub sehabis berlutut kan, tidak terlihat dia mengganti bajunya, dan langsung tertidur, apakah dalam keadaan basah kah? hmm..
goodnovel comment avatar
Khizib Nashor
esmosi saya sama karakter ceweknya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 596

    Di telepon, suara operator langsung memberi tahu bahwa pihak yang dihubungi telah dimatikan.Davin mulai merasa gelisah. "Kamu menelepon Pak Adrian?""Iya."Jantung Lucien terasa tercekik, wajahnya begitu muram sampai seolah bisa meneteskan air. Dia pun mematikan ponselnya, lalu menoleh ke arah Arman."Shanaya mungkin mengalami sesuatu. Aku harus segera mencarinya. Aku akan meninggalkan beberapa pengawal di sini. Kalau ada apa-apa, Anda langsung ....""Sudah, sudah."Arman juga panik dan langsung memotong ucapan. "Kamu tidak perlu mencemaskanku. Cepat pergi cari Shanaya!"Gadis itu masih sedang mengandung, tidak boleh terjadi apa pun padanya.Arman bahkan sudah mulai menyesal. Seharusnya tadi dia menahan Shanaya dan tidak membiarkannya pergi.Davin menatap Lucien. "Aku ikut denganmu. Makin banyak orang, makin besar tenaganya.""Aku tidak kekurangan orang."Lucien menolak dengan cepat. "Kamu tetap di sini bersama Pak Arman untuk memastikan apakah penawarnya bermasalah atau tidak."Setel

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 595

    Nyonya Ratna tampak muram, suaranya menjadi lebih tegas. "Kalau kamu? Memaksa dia sampai mati, apa itu benar-benar membuatmu puas?"Memaksa dia sampai mati?Bagaimana mungkin Adrian berpikir untuk memaksa Shanaya sampai mati.Adrian terdiam sejenak. "Aku tidak pernah berpikir .…"Dia akan memperlakukan Shanaya dengan baik.Dia hanya ingin Shanaya memberinya satu kesempatan saja.Bahkan jika Shanaya meminta bulan di langit, dia pun bersedia mencobanya demi Shanaya."Kalau begitu, apa yang kamu pikirkan?"Nyonya Ratna menatapnya dengan kecewa dan kesal. "Kalau kakekmu masih hidup sekarang, mungkin dia sudah memukulmu memakai tongkatnya!""Kalau kamu memang tidak ingin mengerti, pergilah berlutut di aula leluhur! Kamu baru boleh keluar kalau sudah mengerti!"Selama bertahun-tahun, dibandingkan dengan Darren, cucu sulung yang sudah meninggal, sebenarnya Nyonya Ratna lebih sedikit memanjakan Adrian.Namun, siapa sangka, Adrian yang biasanya cerdas dan bijaksana, dalam urusan perasaan ternya

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 594

    Grup Pranadipa berada di bawah kendali Adrian, tetapi begitu melangkah keluar dari Grup Pranadipa, segalanya harus disesuaikan dengan kehendak Keluarga Wiraatmadja.Adrian adalah orang yang cerdas, tentu dia memahami bahwa itu adalah maksud Lucien.Hanya saja, hal tersebut disampaikan melalui mulut orang-orang bawahannya.Di hanya berhenti sejenak selama beberapa detik, lalu berjalan ke brankas, mengambil penawar dari dalamnya dan melemparkannya ke arah Lucien, sambil menyindir, "Apa Shanaya tahu kakaknya yang baik, yang tampak begitu mulia dan terhormat di matanya, ternyata tak ragu bertindak kejam bahkan terhadap orang tua, orang sakit, dan orang lemah?"Lucien menangkap botol obat itu dengan satu tangan. Raut wajahnya tetap dingin dan datar. "Kamu juga tidak kalah kejam."Setelah itu, tanpa banyak bicara lagi, dia membawa orang-orangnya pergi dengan langkah lebar.Yang paling mendesak saat ini adalah membawa kembali penawar itu ke rumah sakit.Dengan begitu, Shanaya barulah bisa ben

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 593

    Setibanya di perusahaan, Adrian langsung menuju kantor di lantai teratas.Saat dia masuk, Lucien sedang berdiri di dekat jendela, menatap pemandangan jalan di luar.Adrian hanya melangkah sampai ke sofa lalu berhenti. "Ada perlu apa mencariku?"Mendengar itu, barulah Lucien berbalik perlahan. Di balik mata hitamnya yang pekat, emosinya sulit terbaca.Dia menatap Adrian cukup lama, barulah kemudian membuka mulut dan berkata, "Apa kamu masih ingat bagaimana suasana saat pertama kali bertemu Shanaya?"Dalam perjalanan pulang, Adrian banyak memikirkan berbagai percakapan atau adegan setelah bertemu Lucien.Hanya satu hal yang tidak pernah terpikir olehnya, pertanyaan itu.Dia pun tertegun sesaat.Saat pertama kali bertemu Shanaya ....Terlepas dari kecelakaan mobil saat itu, Adrian memang benar-benar sudah agak tidak mengingatnya lagi.Pada waktu itu, dia hanya menganggap Shanaya sebagai adik perempuan dari keluarga seorang teman.Tidak ada hal yang sengaja dia ingat.Adrian hanya ingat, s

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 592

    Bagi Nadira, ini adalah masalah yang sangat besar.Namun, di mata Zafran, ternyata itu hanyalah kesalahan kecil yang tidak berdampak apa-apa, sesuatu yang bisa dibiarkan begitu saja.Nadira menatapnya lama sekali, sampai matanya terasa perih dan lelah, tetapi tetap tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.Yang ada hanyalah kekecewaan.Saat Rivaldi hendak mengatakan sesuatu, Aurelia menahannya.Aurelia pun tersenyum samar. Bukan benar-benar tersenyum, lalu berkata, "Kalau Ayah sudah berkata seperti itu, apa lagi yang bisa kami katakan."Percuma berbicara lebih banyak.Sejak awal dia sudah tahu, mustahil mengharapkan Zafran memberi penjelasan apa pun.Untungnya, sejak semula dia juga tidak sepenuhnya menggantungkan harapan pada ayahnya ini.Helsa mengira kali ini akan sama saja seperti setiap sebelumnya. Tiga kakak beradik Keluarga Wirantara sudah tak bisa berbuat apa-apa padanya. Dia pun memanfaatkan kesempatan itu untuk berbicara kepada Zafran, "Oh, ya, Ayah, aku boleh pergi ke acara

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 591

    Namun, detik berikutnya, sebuah tamparan langsung mendarat di wajah Rivaldi!Di pipinya yang bersih dan tampan, tampak bekas merah yang jelas.Rivaldi mengernyit sedikit karena pukulan itu, ujung lidahnya menjilat darah yang merembes di sudut bibir, lalu dia menatap datar pria paruh baya di hadapannya.Dibanding melihat ayahnya sendiri, rasanya seperti sedang menatap seorang asing.Aurelia tertegun. Detik berikutnya, dia langsung menarik lengan Rivaldi. Saat melihat luka di wajahnya, mata Aurelia yang biasanya dingin itu sedikit bergetar. Dia menoleh ke arah Zafran dan memperingatkan dengan suara tegas, "Kakek bahkan tidak pernah memukul Rivaldi!"Sejak kecil, siapa di antara mereka yang tidak pernah menerima hukuman dari Tuan Haryo?Namun, meski sang kakek sering menganggap Rivaldi terlalu bandel, selain Winona, orang yang paling dia sayangi justru adalah Rivaldi."Sejak kapan kamu belajar memakai kakekmu untuk menekanku?"Zafran langsung naik pitam. "Kamu tidak dengar omongan kasar y

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status