Home / All / Suami Flash Sale / Bab 53. Sakha Memprovokasi

Share

Bab 53. Sakha Memprovokasi

last update publish date: 2022-01-07 21:55:16

 Sakha kemudian berkata dengan suara yang sangat lantang. “ Lisa, perempuan, 26 tahun, lulusan Universitas di kota B ternama.”

“Selama tahun pertama, menurut investigasi, tidak kurang dari seratus catatan tindakan yang tidak mengenakkan, dan ada delapan pria berbeda yang sering jalan bersama dengan berakhir di kamar hotel.”

 Lisa tercengang, wajahnya pucat dan Lisa berseru dengan kencang. “Apa yang kamu bicarakan! Hati-hati, aku akan m

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami Flash Sale   Bab 76: Badai Sebelum Perjamuan

    Pagi harinya, suasana di Mansion Munthe terasa sangat tenang namun fungsional. Sakha sudah bangun lebih awal, duduk di balkon kamarnya yang menghadap ke laut dengan laptop militer di pangkuannya. Meski kakinya masih dibalut perban, ketajaman matanya menunjukkan bahwa ia sudah siap untuk berperang. Di sampingnya, Meera berdiri dengan tatapan cemas, menggenggam cangkir teh yang sudah mulai dingin. Ia tidak bisa berhenti memikirkan rekaman suara Tante Rosa. Bayangan tentang bagaimana tantenya itu sering memamerkan perhiasan mahal dan meremehkan Sakha di setiap acara makan malam keluarga, menyebut suaminya sebagai pria miskin, kini berubah menjadi kebencian yang mendalam. "Minumlah tehmu, Meera. Kamu butuh energi untuk besok," ujar Sakha tanpa mengalihkan pandangan dari layar. "Aku masih tidak habis pikir, Sakha," gumam Meera. "Ibu mertuamu, maksudku ibuku, yang selalu memuja Tante Rosa karena kepintarannya mengelola uang perusahaan. Ternyata, uang itu berasal dari penghianatan terhad

  • Suami Flash Sale   Bab 72: Bertaruh dengan Waktu

    Udara di dalam gudang logistik Mahesa semakin menyesakkan. Bau gas metana yang menyengat kini bercampur dengan aroma hangus dari kabel-kabel yang terbakar akibat peretasan sistem oleh wanita misterius itu. Suasana kacau balau; tim taktis Munthe Group berusaha menahan serangan dari penembak runduk di langit-langit, sementara getaran dari bawah tanah semakin hebat, seolah-olah ada monster yang berusaha mendobrak keluar dari perut bumi. Meera ditarik paksa oleh dua anggota tim keamanan elit menuju pintu keluar yang telah hancur. Langkahnya tertatih, matanya terus menoleh ke belakang, menatap sosok Sakha yang kian menjauh dan menghilang di balik kepulan asap tebal. "Sakha! Kembali!" teriak Meera. Suaranya serak, tenggelam di antara dentuman tembakan. Namun, Sakha tidak menoleh. Bagi Sakha, ini bukan sekadar tentang menyelamatkan aset atau menghentikan Armand. Ini adalah tentang menebus tahun-tahun di mana ia harus diam melihat keluarga Mahesa disusupi dari dalam. Jika gudang ini mel

  • Suami Flash Sale    Bab 75: Di Balik Gerbang Emas

    Mansion megah keluarga Munthe berdiri kokoh di atas perbukitan yang menghadap langsung ke arah pelabuhan. Arsitekturnya yang bergaya klasik modern dengan pilar-pilar tinggi dan pencahayaan temaram memberikan kesan misterius sekaligus berkuasa. Meera melangkah turun dari mobil, matanya tak henti memandangi barisan pelayan dan pengawal yang membungkuk hormat saat ia dan Sakha lewat. "Selamat datang kembali, Tuan Muda. Selamat datang, Nona Muda," sapa seorang pria tua dengan setelan kepala pelayan yang sangat rapi. Meera merasa canggung. Panggilan "Nona Muda" terasa begitu asing di telinganya, padahal di keluarga Mahesa, ia sering dipanggil dengan nada merendahkan jika pekerjaannya di kantor dianggap tidak becus oleh saudara-saudaranya. Meera memperhatikan Sakha yang kini duduk di kursi roda elektrik, wajah suaminya masih pucat namun tatapannya tetap tajam, memerintah setiap pergerakan di rumah itu tanpa perlu banyak kata. Setelah tim medis pribadi Sakha selesai menjahit luka di pa

  • Suami Flash Sale   Bab 74: Harga Sebuah Kesetiaan

    Guncangan di area pelabuhan berangsur mereda, menyisakan debu-debu yang menari di bawah sorot lampu taktis. Meera masih berlutut di atas aspal yang kasar, napasnya tersengal seolah separuh paru-parunya baru saja dikembalikan setelah mendengar suara Sakha di radio. Tanpa memedulikan rasa sakit di lututnya yang lecet, ia bangkit dan berlari mengikuti tim taktis yang bergerak cepat menuju arah drainase timur. "Sakha! Sakha!" Meera memanggil berkali-kali, suaranya parau tertiup angin laut yang dingin. Di ujung dermaga tua yang sudah lapuk, sebuah penutup beton drainase raksasa terbuka dengan dentuman keras. Tak lama kemudian, sebuah tangan yang bersimbah darah dan kotoran muncul, mencengkeram tepian semen. Tim taktis segera merapat, menarik tubuh pria yang keluar dari sana. Itu Sakha. Namun, pemandangan di depan mata Meera membuatnya hampir pingsan. Kemeja putih yang tadi dipakai Sakha kini telah berubah menjadi abu-abu kecokelatan, robek di bagian bahu, dan yang paling mengerikan ada

  • Suami Flash Sale   Bab 73: Di Ambang Runtuh

    Suara gemuruh dari runtuhnya lift servis menciptakan getaran hebat yang merambat hingga ke permukaan. Debu semen dan serpihan beton menghujani ruang kontrol bawah tanah, menciptakan kabut putih yang menyesakkan. Sakha terlempar dari kursi kontrol, bahunya menghantam sudut meja besi dengan keras hingga ia meringis menahan sakit yang menusuk. "Tuan Muda! Tuan Muda Sakha! Jawab saya!" Suara komandan taktis di earpiece Sakha terdengar pecah dan terganggu oleh interferensi frekuensi. Sakha terbatuk, mencoba menghirup udara yang kini terasa seperti menelan pasir. Ia meraba lantai, mencari senjata dan alat komunikasinya yang sempat terlepas. "Aku... aku masih hidup," jawab Sakha serak. Ia mencoba bangkit, namun kaki kirinya tertindih sebuah panel besi yang jatuh. "Jalur keluar utama runtuh. Armand atau wanita itu... mereka memasang jebakan cadangan." "Kami akan mengirim tim evakuasi masuk kembali!" "Jangan!" perintah Sakha tegas, meski suaranya bergetar menahan nyeri di kakinya. "Strukt

  • Suami Flash Sale   Bab 71: Sisa-Sisa Pengkhianatan

    Debu dari ledakan pintu utama mulai mengendap, namun ketegangan di dalam gudang itu justru semakin memuncak. Tim taktis Munthe Group telah mengamankan area bawah, memaksa anak buah Armand berlutut dengan tangan di atas kepala. Cahaya laser hijau kini terfokus pada sosok Armand yang masih berdiri kaku di atas balkon. Meera menatap punggung tegap Sakha. Meskipun identitas suaminya sebagai pewaris tunggal Munthe Group sudah terungkap, melihat kekuatan nyata yang digerakkan Sakha dalam sekejap mata tetap membuatnya merinding. Pria yang selama ini sabar menghadapi hinaan ibunya di meja makan, kini berdiri sebagai panglima yang siap menghancurkan musuhnya. "Armand," suara Sakha memecah keheningan, bergema dingin di antara dinding beton. "Kesalahan terbesarmu bukan berkhianat pada ayahku. Tapi berpikir bahwa kamu bisa menyentuh milikku." Armand mencengkeram pagar balkon. Wajahnya yang pucat kini mulai memerah karena amarah yang tertahan. "Milikmu? Kamu bicara soal Meera? Dia adalah Ma

  • Suami Flash Sale   Bab 15. Kekalahan Jay

    Lebih dari sepuluh menit kemudian, keduanya akhirnya sampai ke Mahesa Group. Di ruang pertemuan, semua orang di keluarga Mahesa tampak aneh. Mereka semua tahu bahwa Meera pergi ke Emgrand Group pagi-pagi sekali, tetapi semua orang tidak percaya di

  • Suami Flash Sale   Bab 13. Kontrak Eksklusif

    Asisten wanita membawa Avella langsung ke kantor Lori.Melihat Meera yang datang bersama asistennya, Anita segera bangkit dari kursi dan menyapanya dengan hormat."Halo, Nyonya Meera. Saya Anita, Wakil Ketua Munthe Group. Senang bisa kenal dan bertemu dengan A

  • Suami Flash Sale   Bab 12. Kontrak Eksklusif

    Ke esokan paginya, Meera membawa rencana kerja sama yang telah dia persiapkan semalaman untuk datang ke Munthe Group bersama Sakha, suaminya sendiri.Melihat Gedung Munthe Group yang memiliki seratus dua puluh tiga lantai, membuat Meera terkejut sekaligus takjub sama sekali tid

  • Suami Flash Sale   Bab 11. Kesombongan Sigit

    Sigit mengangguk sambil tersenyum manis, lalu Sigit menyipitkan mata ke arah Sakha yang berdiri di sampingnya di hadapannya seolah-olah sedang memandangi semut di pinggir jalan. Sigit langsung menghampiri Meera dan melemparkan senyumannya.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status