Beranda / Romansa / Suami Perkasa / Aku Atau Naomi

Share

Aku Atau Naomi

Penulis: Meri Nakashima
last update Tanggal publikasi: 2025-08-14 13:30:33

Sukma baru saja sampai di apartemennya ketika pintu diketuk keras. Ketukan itu berulang, semakin mendesak. Ia tahu siapa yang berdiri di baliknya. Dengan napas yang ditahan, ia membuka pintu.

Farel berdiri di sana, wajahnya merah, napasnya memburu. “Kita perlu bicara,” katanya singkat, nada suaranya menahan marah.

Sukma menyandarkan tubuh di kusen pintu, menyilangkan tangan di dada. “Bicara soal apa? Soal video yang kau buat dengan Naomi? Atau soal bagaimana aku memanfaatkannya?”

Farel
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Suami Perkasa   Hilang Begitu Saja

    Beberapa bulan berlalu. Rumah itu kini benar-benar terasa berbeda. Dari luar, semuanya tampak utuh—bahkan lebih hangat dari sebelumnya. Tidak ada lagi ketegangan yang dulu sempat menggantung di setiap sudut ruangan. Mariana sudah tidak pernah lagi terlihat sibuk dengan ponselnya hingga larut malam. Tidak ada lagi alasan pergi tiba-tiba, tidak ada lagi nama asing yang terselip dalam kesehariannya. Nama Edward… seperti hilang begitu saja. Tidak ada yang benar-benar tahu apakah ia kembali ke negaranya, atau memang Mariana yang memilih mengakhiri semuanya. Tidak pernah ada penjelasan. Tidak pernah ada pembicaraan terbuka tentang itu. Seolah-olah… pria itu memang tidak pernah pernah ada selama ini. Dan Mariana tidak pernah membahasnya. Kini, ia kembali menjadi sosok yang sepenuhnya hadir di rumah. Pagi hari diisi dengan rutinitas sederhana berangkat kerja..pulang menemani Lucy bermain, sesekali bercanda ringan dengan Edgar. Tidak berlebihan.Tapi cukup untuk membuat suas

  • Suami Perkasa   Rahasia

    Pagi itu terasa lebih berat dari biasanya.Carlos datang tanpa pemberitahuan, langkahnya cepat dan wajahnya sudah menyimpan emosi yang tidak perlu ditebak lagi. Edgar yang sedang berdiri di dapur hanya sempat melirik sekilas sebelum kembali menunduk, seolah sudah tahu percakapan seperti apa yang akan terjadi.“Kamu lagi senggang?” tanya Carlos, suaranya datar tapi tegang.Edgar mengangguk pelan. “Iya. Ada apa?”Carlos tertawa singkat, tapi sama sekali tidak terdengar ringan.“Aku cuma mau tanya satu hal… kamu ngasih uang 500 juta ke Nadia?”Tangan Edgar berhenti sesaat di atas meja, lalu ia mengangkat wajahnya.“Iya.”---Jawaban itu langsung memicu ledakan.“Kamu serius ngasih uang sebanyak itu?” suara Carlos naik tanpa ditahan. “Kamu pikir itu wajar? ngasih uang ke babysitter, untuk apa?”Edgar tetap diam.Tidak membela.Tidak juga menjelaskan.Dan sikap itu justru membuat Carlos semakin emosi.“Pantas saja Mariana marah!” lanjutnya tajam. “Selama ini aku kira dia yang salah—dia selin

  • Suami Perkasa   Bener Bener

    Satu hari kemudian. ketika Edgar akhirnya diperbolehkan pulang. Langkahnya masih sedikit pincang saat keluar dari rumah sakit. Carlos berjalan di sampingnya, sesekali menahan siku Edgar agar tidak kehilangan keseimbangan. “Bisa jalan kamu?” tanya Carlos singkat saat mereka sampai di mobil. Edgar mengangguk. “Bisa.” Sepanjang perjalanan pulang, suasana hening. Hanya suara mesin mobil dan sesekali helaan napas berat yang terdengar. Sesampainya di rumah, lampu ruang tengah masih menyala. Pintu terbuka bahkan sebelum mereka sempat mengetuk. Nadia berdiri di sana. Sebagai baby sitter Lucy, ia memang sudah terbiasa tidur malam.Tapi malam ini, ekspresinya jauh lebih dari sekadar profesional. Wajahnya langsung berubah khawatir begitu melihat Edgar terluka. “Pak Edgar…” suaranya pelan, penuh kekhawatiran. “Ya Tuhan… ini kenapa?” Ia segera mendekat, matanya menelusuri tangan yang diperban dan kaki yang masih kaku—terlalu detail, terlalu cemas untuk ukuran sekadar pengasuh.

  • Suami Perkasa   Futsal

    Malam itu jalanan tampak lebih lengang dari biasanya. Lampu-lampu kota memantul di kaca mobil, menciptakan bayangan samar yang terus bergerak seiring laju kendaraan.Carlos menggenggam setir dengan kuat. Rahangnya mengeras, napasnya berat, tapi ia berusaha tetap fokus. Di kursi sebelahnya, Edgar duduk bersandar, tubuhnya sedikit miring. Telapak tangannya luka. sementara kaki kirinya tampak kaku.“Gar… tahan sedikit lagi,” ucap Carlos pelan, meski suaranya terdengar tertahan emosi.Edgar hanya mengangguk tipis. Keringat dingin membasahi pelipisnya, tapi ia tetap berusaha terlihat tenang.“Ini cuma luka biasa,” gumamnya pelan.Carlos langsung melirik tajam. “Biasa, kamu bilang?” Ia menghela napas kasar. “Kamu dipukulin sampai kayak gitu, itu bukan biasa.”Edgar tidak menjawab.Mobil melaju lebih cepat saat Carlos menekan pedal gas. Beberapa menit kemudian, mereka akhirnya tiba di rumah sakit. Tanpa menunggu lama, Carlos turun lebih dulu, lalu membuka pintu untuk Edgar.“Pelan,” katanya,

  • Suami Perkasa   Adik Ipar

    Udara di ruangan itu terasa berat, seolah setiap napas harus dipaksakan keluar masuk paru-paru. Lampu gantung menyala redup, memantulkan kilau dingin di atas meja kaca yang penuh dengan sisa minuman. Bau alkohol bercampur dengan ketegangan yang nyaris bisa disentuh. Di tengah ruangan, Edgar berdiri dengan napas tertahan, rahangnya mengeras, matanya tidak pernah lepas dari sosok di depannya. Edward. Pria itu berdiri santai, satu tangan memegang gelas, seolah ini hanya pertemuan biasa. Padahal tidak ada yang biasa dari cara dia menatap Edgar—tajam, merendahkan, penuh kendali. “Akhirnya dateng juga chiken loser,” ucap Edward pelan, bibirnya melengkung tipis. “Gue kira lo bakal terus sembunyi di balik alasan-alasan lo.” Edgar tidak menjawab. Tangannya mengepal di samping tubuhnya, menahan sesuatu yang jelas-jelas hampir meledak. “Lo maunya apa?” tanyanya singkat. Edward tertawa kecil, berjalan mendekat dengan langkah santai. “Langsung ke inti. Bagus. Gue juga gak suka basa-basi.” Ia

  • Suami Perkasa   Sebelas Dua Belas

    Carlos memang terbiasa menertawakan apa pun, termasuk sindiran yang seharusnya menyinggungnya. Sore itu pun sama. Ia duduk santai di lounge langganannya, satu tangan memutar gelas minuman, sementara matanya menyapu ruangan tanpa benar-benar fokus pada apa pun. Di depannya, Gerald bersandar dengan ekspresi yang terlalu santai untuk sesuatu yang jelas-jelas sedang ia siapkan. “Lo tuh ya, Carlos…” Gerald membuka percakapan sambil menggeleng pelan. “Kadang gue bingung. Lo ini sadar gak sih diri lo kayak apa?” Carlos menyeringai. “Sadar banget. Ganteng, kaya, menarik. Mau lanjut?” Gerald terkekeh pendek, tapi matanya tidak ikut tertawa. “Playboy cap kadal. Itu julukan yang paling cocok.” Carlos mengangkat bahu, santai. “Gue gak pernah bilang gue cowok baik baik.” “Iya,” Gerald mengangguk pelan. “Masalahnya… sifat kayak gitu ternyata nular juga ya di keluarga lo,ternyata turun temurun.” Carlos berhenti sebentar, lalu tertawa kecil. “Mulai nih. Mau bawa-bawa siapa lagi sekarang?

  • Suami Perkasa   Ubah Cara Pandangmu

    --- Malam itu, pesta pernikahan Farel dan Sukma sudah hampir usai. Musik mulai pelan, tamu-tamu penting pamit satu per satu. Sukma sedang sibuk g dengan sekelompok tamu wanita, sementara Farel berdiri di dekat pintu keluar, menyalami rekan bisnisnya. Tiba-tiba, sebuah suara berat terdengar di be

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Suami Perkasa   Rayuan Palsu

    Keira berdiri di dekat meja rias, menyisir rambut panjangnya perlahan. Dari pantulan cermin, ia melihat Carlos memperhatikannya—bukan dengan tatapan menilai seperti biasanya, tapi seperti seorang pria yang mengagumi sesuatu yang benar-benar berharga. Itu tatapan yang, kalau Keira tidak tahu siapa C

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Suami Perkasa   Kau Lelaki Bodoh

    --- Sukma duduk di ruang tamu rumah keluarga Farel, ditemani tatapan tajam dari seorang wanita tua yang sejak tadi tidak melepaskan pandangannya dari dirinya. Ibu Farel, Ny. Rahayu, seorang wanita tua dengan raut wajah tegas, duduk di kursi besar berlapis ukiran kayu jati. Jarinya mengetuk-ngetu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Suami Perkasa   Bulan Madu

    Carlos bukan tipe lelaki yang merayakan sesuatu dengan sederhana. Bahkan untuk bulan madu, ia memilih vila privat di Amalfi yang lebih mirip istana, lengkap dengan kolam pribadi, balkon menghadap laut, dan kamar tidur dengan ranjang sebesar lapangan futsal mini. Sukma sampai heran, “Kamu yakin ini

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status