/ Romansa / Suami Perkasa / Gairah Dan Keraguan

공유

Gairah Dan Keraguan

last update 게시일: 2025-08-12 01:23:53

---

Kamar hotel itu terasa terlalu mewah untuk hanya berdua. Langit-langit tinggi, ranjang king size dengan sprei putih mengkilap, dan lampu gantung kristal yang berkilau lembut.

Sukma duduk di tepi ranjang, rambutnya tergerai, gaun satin putih tipis membalut tubuhnya. Aroma lembut parfumnya bercampur dengan wangi bunga lily yang menghiasi meja di sudut kamar. Farel, yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggang, mencoba tersenyum.

“Malam ini… kita mulai bab baru,” ucapnya
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Suami Perkasa   Mana Anakku

    Malam itu Edgar pulang dengan kepala yang masih penuh. Percakapannya dengan psikiater tadi siang belum juga hilang dari pikirannya. Bahkan setelah mandi, makan malam, dan berbaring di tempat tidur, kalimat-kalimat itu terus berputar di kepalanya. *Kadang seseorang mulai mempercayai sesuatu yang sebenarnya tidak sesuai dengan kenyataan.* Edgar memejamkan mata. Di sebelahnya, Mariana sudah tertidur sejak tadi. Wajah perempuan itu terlihat tenang. Jauh berbeda dengan wajahnya ketika terjaga—ketika matanya terus mencari sesuatu, ketika pertanyaan yang sama muncul berulang-ulang, ketika ia bersikeras bahwa anak mereka masih ada meskipun Edgar sudah berkali-kali meyakinkannya bahwa semuanya baik-baik saja. Edgar menelan ludah. Semuanya baik-baik saja. Ia sudah memastikan itu.Setidaknya, itulah yang selama ini terus ia katakan kepada dirinya sendiri. Edgar membalikkan badan dan memejamkan mata lebih erat. Beberapa saat kemudian, ia tertidur. --- “Pak Edgar!” Suara

  • Suami Perkasa   Cemburu Buta

    Suatu sore, Edgar baru saja pulang kerja dengan wajah lelah. Ia belum sempat duduk ketika Mariana langsung menghampirinya. “Dari mana?” tanyanya singkat. Nada suaranya datar, tapi tatapannya tajam. Edgar mengernyit sedikit. “Dari kantor, kan aku sudah bilang tadi ada meeting sama klien.” Mariana tertawa kecil—bukan tawa senang, melainkan tawa yang terdengar sinis. “Klien… cewek ya?” Edgar terdiam sepersekian detik. “Iya, tapi itu urusan kerja, Mari.” Mariana langsung memalingkan wajah. “Pantes aja kamu lama,” katanya pelan, tapi cukup jelas untuk didengar. Edgar menarik napas, mencoba tetap tenang. “Kamu kenapa sih? Ini cuma kerjaan.” Tapi Mariana tidak langsung menjawab. Ia justru menatap Edgar dari ujung kepala sampai kaki, seolah menilai sesuatu yang tidak terlihat. “Dia lebih cantik dari aku ya?” tanyanya tiba-tiba. Pertanyaan itu membuat Edgar benar-benar bingung. “Apa?” Mariana mendekat satu langkah. “Klien kamu itu. Lebih cantik ya dari aku?” suaranya mulai bergetar. Edgar

  • Suami Perkasa   Kamu Jijik

    Beberapa hari kemudian, rumah itu memang sudah kembali tenang. Hanya saja, bagi Mariana, tidak ada yang benar-benar kembali seperti semula. Setiap suara kendaraan yang berhenti di depan rumah membuatnya menoleh. Setiap kali mendengar suara pintu terbuka, tubuhnya menegang. Bahkan ketika malam tiba dan Edgar berada di sampingnya, ia masih sering terbangun hanya untuk memastikan suaminya benar-benar ada di sana. Dan semakin hari, satu pikiran semakin kuat memenuhi kepalanya. Semua itu tidak akan terjadi kalau Edgar tidak pergi. "Kamu seharusnya nggak pergi waktu itu," kata Mariana suatu malam. Edgar yang sedang duduk di ujung tempat tidur terdiam. Ia baru saja selesai menerima telepon dari kantornya. Wajahnya terlihat lelah, kemejanya masih terpasang dan laptopnya terbuka di atas meja. "Aku sudah bilang, Mar. Aku nggak tahu akan terjadi seperti itu." "Tapi aku sudah bilang jangan pergi." "Iya." "Aku sudah bilang aku takut sendirian." "Aku tahu." Mariana menatapnya

  • Suami Perkasa   Aku Takut

    Malam itu berlalu… tapi meninggalkan sesuatu yang tidak ikut pergi. --- Rumah sakit.Bau antiseptik memenuhi ruangan. Mariana terbaring di atas ranjang, wajahnya pucat, napasnya tidak stabil. Tangannya menggenggam selimut erat—seolah itu satu-satunya yang bisa membuatnya merasa aman. Ia sempat pingsan setelah kejadian itu. Saat sadar, yang pertama ia rasakan bukan sakit. Tapi… kosong.Dan kotor. Air matanya mengalir tanpa suara. “Jangan…” bisiknya lirih, hampir tidak terdengar. “Jangan sentuh aku…” Edgar yang duduk di sampingnya langsung menegang. “Mariana…” suaranya pelan, hati-hati. “Ini aku.” Mariana tidak langsung menoleh. Butuh beberapa detik sebelum akhirnya ia melihat ke arah Edgar—matanya merah, penuh ketakutan yang belum hilang. “Aku…” suaranya pecah. “Aku kotor…” Edgar menggeleng cepat. “Nggak,” katanya tegas, tapi lembut. “Kamu nggak kotor.” Air mata Mariana semakin deras. “Mereka—” ia tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Edgar menggeng

  • Suami Perkasa   Giliran kamu

    kabar dari kantor datang. Edgar harus pergi ke luar kota selama tigahari untuk menghadiri pertemuan penting dengan klien. Keberangkatan itu sebenarnya sudah beberapa kali ditunda, dan kali ini atasannya mengatakan tidak ada lagi alasan untuk membatalkannya. Mendengar kabar itu, wajah Mariana langsung berubah. "Kamu harus pergi?" tanyanya pelan. Edgar mengangguk. "Iya. Cuma dua hari ayang." "Jangan pergi." Jawaban itu keluar begitu cepat hingga Edgar terdiam. "Aku nggak mau kamu pergi." Edgar meraih kedua tangan istrinya. "Mari... ini kerjaan. Penting." "Tapi aku takut sendirian dirumah" "Kamu sama Nadia di rumah. Lucy juga ada." Mariana menggeleng pelan. "Aku tetap nggak tenang." Edgar menarik napas panjang. "Aku benar-benar nggak bisa nolak kali ini." "Kamu bisa bilang sakit." "Nggak bisa." "Kamu bisa cari alasan lain." Edgar tersenyum tipis, meski wajahnya tampak lelah. "Kalau semua urusan bisa ditunda, aku juga lebih milih tetap di rumah sama kalian." Mariana men

  • Suami Perkasa   Pagi Yang Tak Terlupakan

    Edgar tidak langsung tidur malam itu, hatinya terlalu hancur. Lampu kamar sudah redup, suasana tenang, tapi matanya tetap terbuka. Ia menatap langit-langit tanpa benar-benar melihat apa-apa. Pikirannya perlahan ditarik kembali… ke satu pagi yang tidak pernah benar-benar pergi dari hidupnya. Pagi itu seharusnya biasa. Mariana baru pulang dari dinas. Wajahnya lelah, tubuhnya jelas belum pulih dari perjalanan. Tapi begitu sampai rumah, yang pertama ia cari tetap Lucy. Edgar masih ingat bagaimana Mariana langsung duduk di tempat tidur, memeluk bayi kecil itu dengan hati-hati, seolah rindu yang ia tahan selama ini tidak bisa ditunda lagi. “Udah kangen banget…” gumam Mariana pelan waktu itu, sambil menyusui Lucy. Edgar sempat memperhatikan mereka beberapa detik. Ada rasa hangat… tapi entah kenapa hari itu Edgar merasa tak tenang. “Kamu istirahat dulu, Mar. Kamu masih capek,” katanya. Mariana menggeleng pelan. “Nanti… habis ini.” Lucy menyusu dengan tenang. Perlahan. Hangat

  • Suami Perkasa   Aku Akan Coba

    Pagi yang mendung menyelimuti halaman sebuah vila mewah. Mobil butut ayahnya berhenti di depan gerbang besi hitam. Dua satpam berseragam mendekat, menatap sinis pada penampilan kumuh mereka. “Ada perlu apa?” tanya salah satu dengan dingin. “Aku mau ketemu Carlos!” jawab sang ayah lantang, penuh

    last update최신 업데이트 : 2026-03-29
  • Suami Perkasa   Alumni

    Mariana mengantar adiknya, Aura, ke kampus pagi itu untuk daftar kuliah. Sebenarnya ada alasan lain kenapa dia ikut. Dia sedang malas sekali bertemu Edgar. Bau keringat pria itu akhir-akhir ini makin menjadi. Setiap Edgar mendekat, Mariana langsung mual.Jadi dia memilih kabur ke kampus dengan alas

    last update최신 업데이트 : 2026-04-05
  • Suami Perkasa   Keluarga Yang Kaya

    Kepergian Mariana diumumkan seperti pengumuman cuaca. Tenang, profesional, tanpa drama. “Gar,Aku ke luar kota tiga hari,” katanya sambil melipat blazer. “Ada launching perhiasan baru.” Edgar mengangguk. Ia sudah hafal nada itu—nada perempuan yang bukan sekadar pergi, tapi punya dunia bisnis se

    last update최신 업데이트 : 2026-04-05
  • Suami Perkasa   Tetep Cinta

    Sejak hari itu, rumah Mariana berubah jadi panggung drama penuh suara gebukan, teriakan, dan kadang tangisan kucing garong yang entah nyasar dari mana. Tapi jujur saja, suara kucing itu kalah telak sama suara Mariana tiap kali ngamuk ke Edgar. Dan lucunya, Edgar masih aja setia ngekor dibelakang ma

    last update최신 업데이트 : 2026-04-05
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status