Home / Romansa / Suami Perkasa / Janda Numpang

Share

Janda Numpang

last update publish date: 2025-08-24 13:51:03

---

Sasa masih duduk dengan sikap santai, meski hatinya mendidih. Tatapannya menyapu Sukma dari ujung kaki sampai rambut yang tergerai, lalu senyum tipis mengembang di bibirnya.

“Eh, Tante…” suaranya terdengar manis, tapi penuh racun. “Aku jadi penasaran deh. Tante ini sebenernya… perawan tua yang nggak laku-laku sampai akhirnya dapet Steve? Atau… janda, ya? Soalnya, auranya lebih ke arah ‘sudah pengalaman’ gitu, kalau ngerti maksudku.”

Sukma tidak langsung menjawab. Ia hanya meneguk tehnya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami Perkasa   Lucy

    Ruang bersalin itu tidak pernah benar-benar tenang. Suara alat medis berdetak pelan. Langkah kaki perawat berlalu-lalang. Dan di tengah semua itu— Suara Mariana. “SAKIT BANGET,ADUH!” Gema suaranya hampir mengalahkan semua yang lain. Keringat membasahi pelipisnya, rambutnya menempel berantakan di wajah. Tangan kanannya mencengkeram seprai, sementara tangan kirinya— menjambak rambut Edgar tanpa ampun. “AA— SAYANG, RAMBUT AKU—” “DIEM LO!” bentak Mariana, napasnya tersengal. “INI GARA-GARA LO!” Edgar meringis, setengah jongkok karena kepalanya tertarik ke bawah. “Iya… iya… salah aku… semua salah aku…” “TAU LO!” --- “Tarik napas, Bu… ya… pelan…” suara dokter tetap tenang di tengah kekacauan itu. Tapi Mariana sudah tidak peduli. “PELAAAN GIMANA?! INI KAYAK MAU MATI!” Edgar mencoba lepas dari cengkeraman. Gagal. Rambutnya masih jadi korban. --- Di sudut ruangan, berdiri seorang gadis muda—Aura, adik Mariana. Tangannya bersedekap, wajahnya antara kasihan dan… geli. Ia

  • Suami Perkasa   Eror

    Memasuki trimester kedua, perubahan Mariana terasa… drastis. Kalau dulu ia bisa tiba-tiba bengong memikirkan Alan, sekarang? Tidak sama sekali. Bahkan ketika nama Alan disebut, reaksinya datar. Sangat datar. Seolah fase itu… sudah lewat begitu saja.Bagi Mariana.,Alan sama sekali tidak menarik. --- Di sisi lain, Alan tetap datang ke rumah Mariana. Awalnya untuk “ngecek kondisi Mariana”. Lalu jadi “sekadar mampir”. Lalu entah sejak kapan… jadi rutinitas. Dan yang paling aneh— Edgar tidak pernah melarang ataupun marah. --- Sore itu, suara riuh terdengar dari ruang keluarga. “WOI! KENA HEADSHOT!” teriak Alan sambil berdiri dari sofa. “Tenang aja, itu lu cuma hoki,” jawab Edgar santai, matanya tetap fokus ke layar TV. Dua laki-laki itu duduk berdampingan, masing-masing memegang stik PlayStation . dengan ekspresi yang sama seriusnya. Mariana berdiri di ambang pintu, memandangi mereka dengan wajah tanpa ekspresi. Ia menyilangkan tangan. “Ini… rumah aku

  • Suami Perkasa   Halo

    Sore itu, Alan duduk sendirian di kantin kampus.Segelas minuman dingin di depannya sudah mulai berembun, tapi belum juga ia sentuh. Sedotannya hanya ia putar-putar tanpa tujuan, seolah itu satu-satunya hal yang bisa ia lakukan untuk mengisi kekosongan.Di depannya, Raka memperhatikan dengan alis berkerut.“Lu kenapa murung gitu?”Alan mendesah panjang, bahunya sedikit turun.“Kak Mariana udah tiga hari nggak chat gue.”Raka langsung menepuk meja, cukup keras sampai beberapa orang menoleh.“Nah! Bagus dong!”Alan menatapnya tidak percaya.“Bagus dari mana?”“Dari semua sisi!” jawab Raka cepat. “Bro, dia itu istri orang. Istri orang yang lagi hamil pula.”Alan menghela napas lagi, lebih pelan kali ini.“Iya juga sih…”“Terus?”Alan mengalihkan pandangannya ke taman kampus. Angin sore menggerakkan daun-daun, mahasiswa lalu-lalang seperti biasa.Biasanya… di jam seperti ini, ponselnya sudah berbunyi.Biasanya, Mariana sudah menyuruhnya membeli sesuatu.Sekarang… kosong.“Dia nggak nyuruh

  • Suami Perkasa   Si Alan

    Langit sudah gelap ketika Mariana akhirnya keluar dari gedung kampus. Angin malam berhembus pelan, membawa suasana yang lebih tenang setelah seharian penuh pikiran. Ia baru saja melangkah ke halaman parkir saat sebuah mobil berhenti pelan di depannya. Kaca jendela turun. “Naik, Kak Mariana.” Mariana menghela napas. “Kamu lagi…” Alan tersenyum santai dari balik kemudi. “Aku lewat. Kebetulan ketemu kakak lagi disini.” Mariana menyipitkan mata. “Kampus ke rumahku itu nggak searah sama tempat tinggal kamu.” Alan langsung menjawab cepat, “Hari ini searah.” Mariana menatapnya beberapa detik… lalu tanpa banyak protes, membuka pintu dan masuk. “Makasih,” gumamnya singkat. Mobil melaju pelan meninggalkan kampus. --- Di dalam mobil, suasana tidak benar-benar sunyi. Ada sesuatu yang menggantung—aneh, canggung, tapi juga hangat. Alan sesekali melirik Mariana. “Kakak capek?” tanyanya. Mariana bersandar di kursi. “Lumayan.” Beberapa detik hening. Lalu tiba-tiba M

  • Suami Perkasa   S2

    Perpustakaan mulai sedikit lebih ramai saat sore menjelang malam. Beberapa mahasiswa berdatangan, mencari tempat duduk sambil membawa buku dan laptop. Suara kursi yang digeser pelan dan bisikan-bisikan kecil memenuhi ruangan. Mariana masih duduk di tempat yang sama. Laptopnya sudah terbuka lagi, tapi layar yang menyala itu lebih lama menampilkan halaman kosong daripada tulisan. Pikirannya tidak di situ. Tatapannya kosong, jemarinya diam di atas keyboard. “Kalau Edgar itu pakai topeng… aku nggak,aku masih ori” Kalimat Alan terus terngiang. Mariana menghela napas panjang, lalu mengetik asal-asalan—beberapa angka, lalu dihapus lagi. “Fokus, Mariana… fokus,” gumamnya pelan. “Fokus apa kak?” Suara itu datang tiba-tiba dari sampingnya. Mariana langsung menoleh—dan hampir kaget setengah mati. “Aurora?!” Seorang perempuan berdiri di samping meja dengan tangan bersedekap, alis terangkat tinggi. Penampilannya rapi, tegas, dengan aura percaya diri yang khas. Aurora—adik Mariana. “

  • Suami Perkasa   Jangan Jauhi aku

    Keesok harinya, perpustakaan kampus terasa lebih sepi dari biasanya. Hanya suara halus pendingin ruangan dan sesekali lembaran buku yang dibalik terdengar samar. Di salah satu meja dekat jendela, Mariana duduk sambil menyusun laporan bahan baku di laptopnya. Alisnya sedikit berkerut, fokus, tapi sesekali ia menghela napas kecil. Alan datang seperti biasa—tanpa suara berisik, tapi kehadirannya selalu terasa. Ia membawa buku catatan tebal, rambut gondrongnya diikat setengah, kaos putihnya sedikit kusut, namun tetap saja… entah kenapa terlihat menarik. Ia berhenti di samping meja Mariana. “Boleh duduk sini Kak?” tanyanya pelan, menjaga volume suaranya agar tidak mengganggu suasana perpustakaan. Mariana bahkan tidak langsung menoleh. “Duduk aja, Lan. Emang siapa yang larang?” Alan tersenyum tipis lalu duduk di sebelahnya. Ia membuka buku catatan, berpura-pura membaca. Namun beberapa detik kemudian, matanya mulai melirik ke arah Mariana—diam-diam, tapi cukup sering untuk ketahuan. M

  • Suami Perkasa   Usir Penganggu

    --- Begitu pintu apartemen ditutup rapat, Steve menghela napas panjang, berusaha menenangkan jantungnya yang masih berdetak kencang. Ia baru saja menurunkan Sukma ke ranjang kamar utama, dan kini sedang berdiri di luar kamar, memegangi tengkuknya yang panas. Namun suasana hening itu tidak berla

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Suami Perkasa   Ferari Merah

    ---Ruang duka penuh bunga putih. Foto besar Sukma berbingkai hitam diletakkan di depan peti mati yang dikirim ke Inggris malam sebelumnya. Para karyawan perusahaan datang memberi penghormatan terakhir. Semua terlihat berduka, kecuali satu orang—Farel.Ia berdiri dengan wajah sendu, pakaian serba h

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Suami Perkasa   Mengajari Jejaka

    --- Ciuman itu makin dalam, napas mereka saling memburu, lidah saling mencari dan menuntut lebih. Steve menekan tubuhnya ke arah Sukma, membuat punggung perempuan itu merapat ke bantal. Tangan besar Steve bergerak gelisah, menyusuri lekuk tubuh Sukma yang hanya terlindungi tipis kain rumah saki

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Suami Perkasa   Hanya Angel

    Lampu neon rumah sakit itu temaram, menyisakan cahaya lembut di kamar rawat inap sederhana. Sukma—atau kini “Angel”—terbaring lemah di ranjang dengan infus menempel di lengannya. Napasnya masih pendek-pendek, kadang diselingi batuk ringan. Tubuhnya terasa berat, seakan energi disedot habis oleh ras

    last updateLast Updated : 2026-03-25
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status