Home / Romansa / Suami Perkasa / Makasih Tante

Share

Makasih Tante

last update Last Updated: 2025-08-29 00:04:40

Kafe itu tak terlalu ramai sore itu. Aroma kopi bercampur dengan senja yang perlahan turun, tapi suasana hati Sukma justru terasa pekat. Ia tak menyangka akan menerima undangan bertemu dari Sasa—perempuan muda yang belakangan ini kerap jadi duri dalam hidupnya. Sukma awalnya ragu datang, tapi ada sesuatu dalam pesan singkat Sasa yang membuatnya tak bisa mengabaikan.

"Datang saja, Tante. Aku cuma ingin bicara baik-baik. Demi Steve."

Nama itu—Steve—masih membuat dada Sukma bergetar. Meski dirinya berusaha tegar, luka itu masih segar. Ia belum bisa sepenuhnya melepas sosok lelaki yang dulu begitu mencintainya.

Saat Sukma melangkah masuk, pandangan Sasa langsung menancap seperti panah. Perempuan muda itu tersenyum manis, namun ada sinis yang menyelip di balik senyumannya. Rambutnya dibiarkan tergerai, bibirnya merah menyala, dan sorot matanya seperti ingin menunjukkan kemenangan.

“Terima kasih sudah datang, tante,” ucap Sasa pelan, namun nada suaranya terdengar seperti ejekan terselu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami Perkasa   Hatiku Tetap Milikmu

    Beberapa jam kemudian, Steve berada di depan apartemen Sukma. Ia menekan bel dengan jantung berdebar. Ketika pintu terbuka, Sukma menatapnya dengan mata waspada, menahan emosi yang bercampur—marah, khawatir, dan rindu. “Sukma… aku sudah bercerai dari Sasa,” kata Steve dengan suara tegas namun lembut. “Aku di sini untukmu. Untuk kita.” Sukma menelan ludah, hatinya berdebar. “Steve… aku masih… aku masih takut. Aku tidak mau lagi jadi penyebab kehancuran rumah tangga seseorang.” Steve melangkah lebih dekat, menatap mata Sukma dengan penuh pengertian. “Aku tahu. Itu sebabnya aku membuat semua rapi bukan kamu perusak rumah tanggaku. Sasa… sudah selesai. Dan aku tidak lagi terikat dengan siapa pun, kecuali dengan hatiku sendiri—yang selalu untukmu.” Sukma menarik napas, matanya berkaca-kaca. “Steve… aku janda empat kali. Aku… aku pernah tidur dengan tujuh laki-laki, termasuk kamu. Aku takut… takut kalau semua ini akan menyakiti kita lagi.” Steve tersenyum tipis, pahit tapi jujur. “Dan

  • Suami Perkasa   Aku Mencintai Sukma

    --- Pagi itu, udara di kota terasa berat, seakan menandai akhir dari sesuatu dan awal dari yang baru. Steve berdiri di depan rumah, memandangi dokumen perceraian yang baru saja mereka tandatangani dengan Sasa. Rasanya aneh—lega, tapi juga ada rasa hampa yang tidak bisa ia jelaskan. Beberapa minggu terakhir begitu melelahkan, penuh konflik dan kebohongan, hingga akhirnya semuanya berakhir dengan kejujuran pahit. Siska menunggu di mobil, tangannya memeluk tas kecil. Matanya menatap Steve dengan campuran rasa ingin tahu dan kekhawatiran. Ia tahu perasaannya terhadap Steve rumit—cinta, harapan, tapi juga ketakutan. Hari ini, semuanya akan terjawab. Steve menutup pintu rumah perlahan dan berjalan ke arah mobil. “Siska… terima kasih,” katanya, suaranya berat tapi tulus. “Jika bukan karena kau… mungkin aku tidak akan bisa melepaskan Sasa dengan benar.” Siska menatapnya, jantungnya berdebar. “Aku… aku hanya membantu. Tapi… apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanyanya, suara lembut, h

  • Suami Perkasa   Pelakor

    ---Siska menatap ponselnya dengan jantung berdebar. Pesan-pesan dari teman-teman kuliahnya terus berdatangan, menuduhnya “pelakor”, “simpanan”, bahkan “wanita yang merusak rumah tangga orang.” Ia menelan ludah, merasa dunia tiba-tiba sempit di sekelilingnya. Setiap nada dering, setiap getar notifikasi membuat hatinya berdebar. Ia menatap layar ponsel, membaca satu per satu komentar yang menusuk, seakan setiap kata adalah jarum yang menusuk hatinya. Dunia terasa tak adil; hanya karena ia dekat dengan Steve—yang bagi orang lain tampak sebagai “suami orang”—Siska harus menerima segala celaan.Namun, satu hal yang membuatnya tetap tenang adalah Steve. Keberadaannya selalu menenangkan, selalu menegaskan bahwa Siska tidak bersalah, dan selalu membela dengan tegas. Steve tidak peduli apa yang orang lain katakan. Ia menatap Siska dengan mata yang penuh keteguhan, seakan mengatakan, “Aku tahu kebenarannya, dan aku memilihmu.”“Jangan dengarkan mereka,” kata Steve dengan lembut, suaranya menen

  • Suami Perkasa   Mengadu

    Sasa menelan ludah, tangannya gemetar saat menekan bel rumah ibu Steve. Ia tahu ini gila, tapi hatinya tak bisa diam. Ia harus memberi tahu ibu Steve—tentang Siska,.Pintu terbuka, dan ibu Steve menatapnya dengan alis terangkat. “Sasa? Ada apa kau datang sendiri?”Sasa menunduk sebentar, menahan air mata yang mulai menggenang. “Mami… aku… aku harus bicara. Tentang Steve… dan Siska,” suaranya parau.Ibu Steve menyuruhnya masuk. “Baik, duduklah. Ceritakan apa yang terjadi.”Sasa menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. “Mami… aku tidak tahu harus mulai dari mana. Tapi aku hanya ingin ibu tahu. Steve… dia selingkuh. Dengan Siska.”Wajah ibu Steve berubah seketika. Matanya melebar, alisnya berkerut. “Apa yang kau katakan, Sasa? Selingkuh? Dengan Siska?”Sasa mengangguk, suaranya gemetar. “Iya, Bu… dan bukan hanya itu. Siska… dulunya simpanan seorang om-om kaya. Bahkan… ia pernah menjadi pelacur. Aku tidak ingin Steve terluka. Aku… aku ingin ibu tahu semua ini sebelum… sebelum

  • Suami Perkasa   Dulu Dia Simpanan

    --- Malam itu, Sasa masih terduduk di ranjang dengan mata sembab. Pipinya basah, suaranya parau karena terlalu lama menangis. Rumah besar ini terasa bagai penjara: setiap sudut menyimpan luka, setiap dinding memantulkan tawa Siska dan dinginnya tatapan Steve. Namun di tengah keputusasaan itu, sesuatu mulai tumbuh. Bukan lagi tangis, melainkan bara kecil yang membakar dada. “Cukup sudah,” bisiknya pada diri sendiri. “Aku tak akan biarkan diriku diinjak-injak lagi. Jika Steve pikir aku hanya akan menangis… dia salah besar.” Tangannya meremas sprei, matanya menatap kosong ke arah langit-langit. Air mata terakhir jatuh, lalu berhenti. Malam itu, Sasa berubah. --- Keesokan harinya, Sasa bangun lebih pagi dari biasanya. Ia berdiri di depan cermin, menatap wajah pucatnya sendiri. Lama ia hanya terdiam, sebelum akhirnya bibirnya melukis senyum tipis. Bukan senyum bahagia, melainkan senyum penuh rahasia. Ia merias wajahnya perlahan. Sentuhan bedak tipis, lipstik merah muda, gaun ruma

  • Suami Perkasa   Siska Sainganmu

    Malam itu rumah Steve sunyi. Dari luar, orang-orang selalu melihat pernikahan Steve dan Sasa sebagai gambaran ideal: pasangan mapan, tampan dan cantik, hidup berkecukupan. Tapi di dalam, kenyataan jauh berbeda. Steve duduk di ruang tamu dengan tatapan dingin. Ia baru saja pulang bersama Siska, yang melenggang masuk begitu saja tanpa rasa bersalah. Rambut panjangnya tergerai, gaun mini ketat menempel di tubuh, hak tinggi berderap di lantai marmer. Sasa muncul dari dapur, wajahnya kaku. “Steve… apa maksudmu membawa dia ke sini lagi?” Steve menoleh, tatapannya tajam. “Sasa, aku sudah bilang. Rumah ini bukan milikmu seorang. Aku pemiliknya juga. Dan aku bebas membawa siapa pun yang aku mau.” Siska tersenyum sinis, duduk manja di sebelah Steve, lalu merangkul lengannya. “Malam, Mbak Sasa…” sapanya dengan nada mengejek. Wajah Sasa memucat. Hatinya bergetar hebat melihat Steve sama sekali tidak menolak pelukan Siska. Justru sebaliknya, Steve membiarkannya, bahkan menepuk paha Siska de

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status