공유

Maaf

last update 게시일: 2026-01-13 12:33:24

Mariana tidak menangis. Ia juga tidak marah. Yang ada hanyalah kekosongan—sejenis sunyi yang terasa seperti langit tanpa matahari. Masih biru, masih luas, tetapi dingin dan hampa.

Ia duduk di hadapan Edgar, suaminya. Lelaki itu tampak pucat, seolah seluruh darahnya mengalir ke satu titik rasa bersalah. Tangannya gemetar di atas meja, jari-jarinya saling mengait, berusaha menahan sesuatu agar tidak runtuh sepenuhnya.

“Aku… aku nggak tahu harus bilang apa,” kata Edgar akhirnya. Suaranya serak, ny
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Suami Perkasa   Si Alan

    Langit sudah gelap ketika Mariana akhirnya keluar dari gedung kampus. Angin malam berhembus pelan, membawa suasana yang lebih tenang setelah seharian penuh pikiran. Ia baru saja melangkah ke halaman parkir saat sebuah mobil berhenti pelan di depannya. Kaca jendela turun. “Naik, Kak Mariana.” Mariana menghela napas. “Kamu lagi…” Alan tersenyum santai dari balik kemudi. “Aku lewat. Kebetulan ketemu kakak lagi disini.” Mariana menyipitkan mata. “Kampus ke rumahku itu nggak searah sama tempat tinggal kamu.” Alan langsung menjawab cepat, “Hari ini searah.” Mariana menatapnya beberapa detik… lalu tanpa banyak protes, membuka pintu dan masuk. “Makasih,” gumamnya singkat. Mobil melaju pelan meninggalkan kampus. --- Di dalam mobil, suasana tidak benar-benar sunyi. Ada sesuatu yang menggantung—aneh, canggung, tapi juga hangat. Alan sesekali melirik Mariana. “Kakak capek?” tanyanya. Mariana bersandar di kursi. “Lumayan.” Beberapa detik hening. Lalu tiba-tiba M

  • Suami Perkasa   S2

    Perpustakaan mulai sedikit lebih ramai saat sore menjelang malam. Beberapa mahasiswa berdatangan, mencari tempat duduk sambil membawa buku dan laptop. Suara kursi yang digeser pelan dan bisikan-bisikan kecil memenuhi ruangan. Mariana masih duduk di tempat yang sama. Laptopnya sudah terbuka lagi, tapi layar yang menyala itu lebih lama menampilkan halaman kosong daripada tulisan. Pikirannya tidak di situ. Tatapannya kosong, jemarinya diam di atas keyboard. “Kalau Edgar itu pakai topeng… aku nggak,aku masih ori” Kalimat Alan terus terngiang. Mariana menghela napas panjang, lalu mengetik asal-asalan—beberapa angka, lalu dihapus lagi. “Fokus, Mariana… fokus,” gumamnya pelan. “Fokus apa kak?” Suara itu datang tiba-tiba dari sampingnya. Mariana langsung menoleh—dan hampir kaget setengah mati. “Aurora?!” Seorang perempuan berdiri di samping meja dengan tangan bersedekap, alis terangkat tinggi. Penampilannya rapi, tegas, dengan aura percaya diri yang khas. Aurora—adik Mariana. “

  • Suami Perkasa   Jangan Jauhi aku

    Keesok harinya, perpustakaan kampus terasa lebih sepi dari biasanya. Hanya suara halus pendingin ruangan dan sesekali lembaran buku yang dibalik terdengar samar. Di salah satu meja dekat jendela, Mariana duduk sambil menyusun laporan bahan baku di laptopnya. Alisnya sedikit berkerut, fokus, tapi sesekali ia menghela napas kecil. Alan datang seperti biasa—tanpa suara berisik, tapi kehadirannya selalu terasa. Ia membawa buku catatan tebal, rambut gondrongnya diikat setengah, kaos putihnya sedikit kusut, namun tetap saja… entah kenapa terlihat menarik. Ia berhenti di samping meja Mariana. “Boleh duduk sini Kak?” tanyanya pelan, menjaga volume suaranya agar tidak mengganggu suasana perpustakaan. Mariana bahkan tidak langsung menoleh. “Duduk aja, Lan. Emang siapa yang larang?” Alan tersenyum tipis lalu duduk di sebelahnya. Ia membuka buku catatan, berpura-pura membaca. Namun beberapa detik kemudian, matanya mulai melirik ke arah Mariana—diam-diam, tapi cukup sering untuk ketahuan. M

  • Suami Perkasa   Itu Dia

    Alan memandangi layar ponselnya terlalu lama. Foto itu sebenarnya sederhana. Tidak ada pose khusus. Hanya seorang perempuan yang sedang berdiri dikasir rambutnya sedikit tertiup angin,dengan senyum yang tidak sepenuhnya ia sadari. Tapi entah kenapa, Alan tidak bisa berhenti menatapnya. Sudah hampir lima menit. “Buset…” Suara dari belakang membuat Alan hampir menjatuhkan ponselnya. “Lu ngapain bengong kayak orang kesambet?” Raka menyenggol bahunya sambil menjatuhkan diri di kursi sebelah. Alan langsung mematikan layar ponselnya. Terlambat. Raka sudah keburu melihat sekilas. “Eh, eh, eh…” Raka menyipitkan mata. “Tadi itu cewek siapa?” “Bukan siapa-siapa,” jawab Alan cepat. Raka malah makin curiga. “Bukan siapa-siapa tapi fotonya lu zoom segitu dekat?” katanya sambil terkekeh. “Sini gue lihat.” “Apaan sih lu.” Tapi Raka sudah keburu merebut ponselnya. Layar menyala kembali. Foto perempuan itu muncul lagi. Raka yang tadinya santai langsung berhenti tertaw

  • Suami Perkasa   Minggat

    Setelah bertemu Alan kemarin Malamnya entah kenapa, Mariana merencanakan pergi dari rumah. Malam itu Edgar ketiduran di sofa ruang tamu. Mariana masuk kamar pelan-pelan, buka lemari, lalu mulai packing. Bawa baju seperlunya, skincare, test pack dua garis (buat bukti kalau dia lagi hamil), sama sebungkus keripik rumput laut buat camilan dijalan. Dia sengaja nggak bawa koper, takut bunyinya berisik. Jadi dia pakai totebag gede, kayak ibu-ibu komplek yang mau arisan. Pas keluar kamar, Mariana nengok sebentar ke arah Edgar. Edgar ngorok sambil garuk-garuk ketek. Mariana langsung mual. Dia buru-buru nutup hidung, lalu kabur. --- Mariana pesan taxi online. Begitu mobil datang, dia langsung masuk ke kursi belakang. Driver sempat heran. > “Mbak, jam segini mau ke rumah keluarga? Aman nggak, apa gak takut dibegal?” Mariana menjawab singkat sambil menatap keluar jendela. > “Saya lebih takut sama bau ketek suami, Pak. Kalau begal masih bisa kabur… kalau ketek suami ikut teru

  • Suami Perkasa   Donat

    Beberapa hari kemudian Mariana setuju bertemu Alan Di Toko Donat. mereka janjian di sebuah toko donat kecil yang cukup ramai. Aroma gula dan cokelat memenuhi ruangan. Mariana berdiri di depan etalase, memperhatikan pilihan donat. “Yang mana enak?” tanya Alan di sampingnya. “Semua kelihatan enak,” jawab Mariana singkat. Alan menatap donat di etalase sebentar, lalu justru menatap Mariana. “Donatnya manis,” katanya pelan. Mariana mendengus kecil. “Ya iyalah. Isinya gula.” Alan menggeleng pelan. “Bukan cuma donatnya.” Mariana menoleh. “Kakak Mariana juga.” Refleks Mariana menepuk lengannya pelan. “Dasar bocah! Baru delapan belas udah jago gombal.” Alan hanya tertawa kecil. Tapi tatapannya tetap intens ke arah Mariana, membuat perempuan itu mendadak salah tingkah. Saat pesanan mereka dipanggil, Mariana mengambil kotak donat dari meja. Tanpa sengaja kotak kecil itu hampir terjatuh. Alan refleks menunduk cepat, menangkapnya lebih dulu. Di saat yang sama tangan

  • Suami Perkasa   Cicilan Ekslusif

    Carlos menghela napas panjang, lalu melirik Sukma dari sudut mata. “Eh…” “Apa lagi?” Sukma memutar kepala, setengah waspada. Carlos memutar bahu, pura-pura meringis. “Kayaknya ototku kaku… gara-gara tadi nahan diri.” Sukma menahan tawa. “Nahan diri dari apa?” “Dari kenikmatanmu ,” jawabny

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
  • Suami Perkasa   Kamu Romantis

    Sup ayam jahe sudah habis. Carlos duduk bersandar dengan senyum malas puas seperti habis memenangkan pertandingan. “Oke,” katanya, menatap Sukma seolah menimbang sesuatu. “Aku nggak nyangka… ternyata mulut dan tangan kamu bisa bikin aku senyaman ini… meski bukan di versi yang aku pikir.” Sukma te

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
  • Suami Perkasa   Darah Pertama

    Namanya Elina. Umurnya sembilan belas ,masih kuliah, dan matanya masih menyimpan kegugupan dunia yang belum sepenuhnya ia pahami. Ia datang atas perintah seseorang—bukan paksaan, tapi jelas bukan murni kemauan. Tapi sejak ia tahu siapa yang memintanya datang, Elina tak bisa menolak. Carlos. S

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
  • Suami Perkasa   Jangan Mas

    Sukma kembali berdiri di depan kaca, Luka di selangkangannya sudah pulih, katanya. Dokter bilang dia sudah siap tempur “Gimana rasanya jadi gadis lagi?” goda Carlos Sukma menoleh, menjulurkan lidahnya sedikit ke ujung bibir. “Kayak abis service body repair. Mulus... tapi jangan dihantam speed

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status