Share

85. Temani Datang

Author: kamiya san
last update Last Updated: 2025-12-25 11:32:40

Meski penasaran, Alingga enggan bertanya apa sakit Amira. Segan jika justru membuat sedih dan juga perasaan malu. Disimpannya saja sejuta tanya meski merasa sangat ingin tahu lebih detail. Mungkin Hanan nanti akan bercerita sendiri mengenai sakit sepupunya.

Meski berurai air mata, habis juga nasi goreng pedasnya. Makannya juga sempat terjeda beberapa kali sebab harus dibantu minum air yang mungkin dia pun tidak kuat dengan pedasnya. Tetapi Amira nekat dan pantang menyerah hingga tampak licin mengkilat piringnya akibat sisa minyak.

Aku akan mengantarmu.” Hanan menegur tegas saat Amira berdiri dan berpamitan pulang, bahkan tangannya sempat menarik pergelangan kurus itu agar duduk kembali. Nada suaranya pantang untuk dibantah.

“Iya, tunggu,” sahut Alingga tahu diri, mencoba meredam suasana. Seketika, Hanan dan Amira hampir bersamaan menoleh padanya. Tatapan mereka bertemu di wajah Alingga, menyisakan kecanggungan yang sulit dijelaskan.

Buru-buru, otak-otak tinggal tiga lonjor i
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
kamiya san
salamku padamu, Kak....
goodnovel comment avatar
Nazira Barkawi
seru Thor...makin banyak karakter yang muncul. bikin penasaran.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   93. Belum Terlambat

    “Sudah, tidak usah bimbang. Malam ini, pulang ke rumah opamu saja ya, Alin.” Oma Sari juga ikut menimpali. Berbicara pada Alingga dengan lembut tetapi tegas. Tanpa menunggu jawaban atau anggukan bahkan gelengan, kini bergeser lebih dekat pada Hanan. “Mas Hanan pulang duluan tidak apa-apa. Jangan khawatir, nanti biar aku telpon ibunya. Fahri pun meminta agar kami membawa anak sambungnya ini pulang ke rumah keluarga. Tidak apa ya, Mas Hanan …,” ucap Oma Sari dengan lembut tetapi cenderung pemaksaan. Rahang Hanan tampak mengeras sesaat. Memberi sedikit senyum sebelum menatap Alingga. “Bagaimana, Alingga? Pulang sekarang, atau menginap di rumah mereka semalam?” tanyanya coba terus bersabar. Melihat gadis itu diam, Hanan mengerti jika dirinya harus mengalah. Bagaimanapun, mereka memang adalah keluarga Alingga saat ini. “Baiklah, jika ingin menginap di rumah mereka, aku pun tidak akan menyeberang malam ini. Menginaplah, tetapi besok kita pulang bersama pagi-pagi.” Hanan memutusk

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   94. Jangan Ganggu

    "Kenapa kamu tidak merasa senang saja agar perasaan kita sama, Alin?" tanya Zoe dengan santai. Namun, suara khasnya terasa menggema di ruang makan keluarga. Namun, Alingga sungguh kaget sekaligus bingung dengan kalimat 'perasaan yang sama'. Apa maksud pertanyaan Zoerendra? Apakah itu semacam ungkapan perasaan? Jadi, apa perasaan Zoe sebenarnya? Pura-pura tidak mendengar ucapan Zoe, Alingga meneruskan makannya. Meski rasa beef steak itu jadi hambar saja di mulutnya. Namun, perih yang sangat terasa dari area perut, adalah pelancar perjalanan beef steak di mulut hingga terperosok jatuh ke dalam lambung. “Alin, kenapa saat datang dulu kamu tidak langsung saja berkerudung? Kenapa baru sekarang, tiba-tiba saja … apa sengaja ingin membuka identitasmu?” tanya Zoe kembali mengungkit. Memang ingin tahu alasan Alingga memakai kerudung di acara tunangan nya dengan Sandra. Gadis itu menggigit bibir. “Acara tunanganmu itu lebih mirip seperti kondangan. Ramai dan mewah. Di kampungku, sudah

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   92. Menginap

    “Bagaimana, Jul?” Pak Zulias menegur, terlihat tidak sabar lagi. Anak lelaki tidak juga menjawab pertanyaannya. “Masih sama dengan jawabanku semula, Pa. Aku akan menikahi Sandra tidak dengan status duda. Tetapi masih suami wanita lain. Itu bukan masalah sebab Alingga tidak keberatan aku menikah lagi.” Zoe menjawab sungguh-sungguh. Alingga semakin menunduk. Dirinya memang terkesan bimbang, pasif dan pasrah. Merasa menjadi dari bagian manusia egois. Dalam hal ini kasihan juga Sandra. Namun, salah sendiri wanita itu, sudah resiko mencintai suami orang. Terobsesi konon, tetapi tidak memakai logika dan akal sehat. Hanya obsesi memiliki…. “Untuk Mas Hanan. Ternyata cerita sesungguhnya adalah seperti ini. Bagaimana sikap Anda kedepannya? Apakah tidak merasa kecewa pada Alingga, dalam kata lain, dia adalah calon istrimu?” tanya Pak Zulias. Pandangannya kali ini beralih pada Hananta. Lelaki itu terlihat kaget. Mungkin tidak menyangka akan dilibatkan dengan cepat. Bagaimanapun juga,

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   91. Terungkap

    “Permisi, sebagai layaknya tamu, kami juga ingin mengambil makanan. Mohon izin sebentar.” Hanan sengaja menengahi. Merasa iba dengan ekspresi Alingga yang pucat pasi dan seperti sedang tersudut oleh orang-orang yang tidak terlalu dikenalnya. Melihat foto pengantin perempuan yang tersimpan di galeri mertuanya Sandra, Hanan sendiri pun setuju jika itu adalah Alingga, tidak diragukan lagi. Menjadi sebuah tamparan keras seperti menghantam jiwa raga, saat Zoerendra pun mengakui kebenaran tuduhan Oma Sari dengan sangat terus terang. Hanan lekas ingat cerita Sandra jika calon suaminya sudah beristri. Tetapi umur pernikahan hanya seumur jagung sebab keduanya tidak mendapat kecocokan. Namun, dirinya, Sandra, dan semua orang pasti sama-sama tidak menyangka jika itu adalah Alingga. Notabene keluarga Zoerendra sendiri. Apakah lelaki itu seorang bangsat? Meski terkejut, tidak habis pikir, dan benar-benar ingin tahu bagaimana mereka bisa menikah, Hanan bersabar dan membawa Alingga duduk di

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   90. Terungkap

    Langkah Alingga seperti membawa batu gunung dengan berat berton-ton di kakinya. Jika tidak digandeng Hanan, mungkin dirinya sudah diam tegak saja di tempat. Atau memilih berbalik jalan dan keluar dari acara. Berpikir tidak masalah, ternyata melihat Zoe berdiri serasi dengan Sandra di sana, hati merasa berat melihatnya. Tidak tahu lagi jika dirinya tanpa Hanan yang sedang menggandeng tangannya. Sandra dan Zoe tampak sudah menoleh dan memandang ke arahnya dan Hanan. Senyum yang tadi ada di bibir Zoe untuk orang-orang yang datang, perlahan pudar saat Alingga mendekat. Hanya Sandra yang senyumnya makin lebar. Hanan tidak langsung menghampiri mereka, tetapi menyalami dua orang tua, yang tak lain adalah walinya Sandra. Mereka berbicara dengan akrab dan santai. Ucapan jika Hanan mewakili orang tua, hanyalah formalitas. “Siapa, Han?” tanya wanita yang mirip Sandra dan tentu saja ibunya. Bertanya sambil melirik Alingga. Senyumnya samar, wajah wanita itu terlihat muram. Seperti sedi

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   89. Oma sekaligus Mertua!

    Faldian masih menatap diam meski sudah bersalaman dengan Hanan. Tidak menyangka kekasih Alingga adalah sepupu lelakinya Sandra. Dokter muda, tampan, dan sopan itu adalah pilihan Alingga hingga mengabaikan sang paman. Tidak bisa disalahkan, namanya juga sudah kekasih bahkan akan menikah, tentu ikatan perasaan mereka sudah dekat dan tidak bisa dipaksakan. Andai boleh egois, jika Alingga menolak Paman Julin, ingin hati mengambilnya. Tapi apa daya, Alingga bukan barang yang bisa disesuaikan hak kepemilikannya. Dia adalah perempuan yang memiliki sejuta rasa. Sama jugalah dengan dirinya. “Fal, apa Jihan masih di tempat rehab?” tegur Alingga pada Faldian yang terdiam cukup lama. Lelaki itu menatapnya sejenak kemudian mengangguk. “Iya, Ling. Papa sudah sign formulir masuk rehab. Setidaknya enam bulan percobaan. Biarlah, demi kebaikannya.” Bibir Faldian tampak tersenyum getir. “Kapan dia mengurusnya? Maksudku… papamu kan?” Alingga memastikan orang yang dimaksud Faldian. “Benar,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status