Share

95. Kecewa

Penulis: kamiya san
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-04 23:42:26

Tangan lebar dengan lima jari panjang itu menangkup di pipi dan rahang halus Alingga. Memegang lembut dan tidak kuat atau memaksa. Namun, tidak ada usaha dari pemilik wajah itu untuk menjauh dan menghindar.

Zoe menelan ludah akibat salah menerka. Alingga tidak segalak biasanya. Mata bening indah itu sedang menatap sayu, membuat dada lelakinya bergejolak dan sedikit terluka. Merasa gagal sebagai suami terhadap istri. Dirinya pria kurang upaya yang gagal mempertahankan wanitanya. Tidak berdaya ....

“Pergi ke kamar.” Zoe tiba-tiba berkata tegas. Tetapi matanya redup bahkan membias. Ada air menggenang di pelupuk mata. Tangan kekarnya perlahan turun dan menjauh dari wajah cantik itu.

Ekspresi Alingga tampak terkejut. Namun, dengan cepat berbalik dan meninggalkan Zoe sendiri di depan pintu ruang makan. Tak lama, terdengar langkah cepat kaki yang sedang meniti naik anak tangga.

Zoe ikut berjalan menyusul dengan langkah cepat. Ia sempat menyeru singkat pada asisten rumah yang masi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   98. Apa Mau Kalian

    Kumandang subuh berlalu sangat cepat. Sama hal dengan waktu bersama yang dirasa oleh Zoe dan Alingga, habis demikian singkat. “Kenapa dibawa, memang yakin tidak akan menginap lagi? Tinggal saja, bisa buat ganti jika kamu menginap tidak teeduga. Seperti sekarang...,” ucap Zoe dengan suara menggemanya. Sedang berdiri menjulang di sisi ranjang dengan Alingga tengah berkemas. Setelah melipat dress seksi dan diselip ke dalam tas kecilnya, kini merapikan cover pembaringan yang demikian berantakan. "Andai aku menginap di masa mendatang, mungkin Mbak Sandra sudah jadi istrimu. Giliranku di kamar tamu." Alingga mencibir. “Bantuin, Pak Zoe. Tarik yang ujung situ.” Kemudian memberikan perintahnya. Tetapi Zoe tak bergerak dari posisi berdirinya. “Jangan repot-repot, kan nanti ada yang tugas merapikan.” Zoe menjawab dengan tersenyum simpul. Alingga tampak kerepotan dengan ranjang luasnya ini. “Malu aku laah. Memang kamarmu akan seberantakan begini setiap hari?” Alingga bertanya de

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   97. Baju Bekas

    Zoe telah menutup almari, membawa sebuah kantong dengan logo nama toko laundry. Mengeluarkan selembar baju yang masih tersegel aman dalam plastik. “Ini bajumu sendiri. Bukan milik orang lain,” ucapnya sambil mengulum senyum. Mengulurkan pada Alingga yang tampak penasaran. Terlihat tidak sabar menahan rasa ingin tahu tak terbendung, Alingga buru-buru membuka plastiknya. Dibentangkan baju itu lebar-lebar. Matanya seketika membesar. “Oh, ini….” Setelah tertegun sesaat, Alingga tersenyum lebar. “Bukankah ini baju yang kutinggal di kamar hotel malam itu…?” tanyanya seolah tak percaya. Menatap Zoe dengan mata beningnya yang berbinar. “Benar, Alingga. Ini memang bajumu malam itu,” jawab Zoe sambil memahan senyum. Merasa senang melihat Alingga tersenyum kebingungan. “Pak Zoe… bagaimana baju ini bisa di tanganmu?” tanya Alingga dengan rasa heran. Tidak menyangka dia sangat teliti. Lelaki kaya yang sudi melakukan hal sekonyol ini. Menyimpan baju bekas milik wanita. “Apa salahn

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   96. Tinggalkan Hanan

    Bukan sekadar hanya bergeser, kini jantung seperti akan putus nadi-nadinya. Entah, kali ini bukan merasa sangat takut, perasaan cemas itu samar saja dirasanya. Hanya dada yang berdebar keras sebab gejolak resah dan samar rasa senang. Kali ini tidak lagi ragu, diburunya pintu itu. Seolah takut jika orang di luar jadi tidak sabar dan memutuskan pergi saja. Alingga tidak ingin menyesal dengan kelambanannya. Meski memalukan, tidak ingin menyiksa diri dengn menolaknya datang malam ini. Ceklerk Merasa lega dengan dada berdebar. Orang yang berada di depan kamar adalah yang disangkanya. Bahkan… lebih tepat lagi diharapnya! Mereka saling menatap dengan diam. Keduanya sama-sama merasa susah berbicara. Saat si lelaki melangkah maju dan berniat menerobos masuk, tetapi gadis itu menahan kuat daun pintu meski hatinya ragu-ragu. Hanya ingin tahu sejauh mana usahanya. Mereka kembali saling pandang sejenak. Wajah pun sama-sama masih basahbasah oleh air. Keduanya memang pergi dan selesai d

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   95. Kecewa

    Tangan lebar dengan lima jari panjang itu menangkup di pipi dan rahang halus Alingga. Memegang lembut dan tidak kuat atau memaksa. Namun, tidak ada usaha dari pemilik wajah itu untuk menjauh dan menghindar. Zoe menelan ludah akibat salah menerka. Alingga tidak segalak biasanya. Mata bening indah itu sedang menatap sayu, membuat dada lelakinya bergejolak dan sedikit terluka. Merasa gagal sebagai suami terhadap istri. Dirinya pria kurang upaya yang gagal mempertahankan wanitanya. Tidak berdaya .... “Pergi ke kamar.” Zoe tiba-tiba berkata tegas. Tetapi matanya redup bahkan membias. Ada air menggenang di pelupuk mata. Tangan kekarnya perlahan turun dan menjauh dari wajah cantik itu. Ekspresi Alingga tampak terkejut. Namun, dengan cepat berbalik dan meninggalkan Zoe sendiri di depan pintu ruang makan. Tak lama, terdengar langkah cepat kaki yang sedang meniti naik anak tangga. Zoe ikut berjalan menyusul dengan langkah cepat. Ia sempat menyeru singkat pada asisten rumah yang masi

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   94. Belum Terlambat

    "Kenapa kamu tidak merasa senang saja agar perasaan kita sama, Alin?" tanya Zoe dengan santai. Namun, suara khasnya terasa menggema di ruang makan keluarga. Namun, Alingga sungguh kaget sekaligus bingung dengan kalimat 'perasaan yang sama'. Apa maksud pertanyaan Zoerendra? Apakah itu semacam ungkapan perasaan? Jadi, apa perasaan Zoe sebenarnya? Pura-pura tidak mendengar ucapan Zoe, Alingga meneruskan makannya. Meski rasa beef steak itu jadi hambar saja di mulutnya. Namun, perih yang sangat terasa dari area perut, adalah pelancar perjalanan beef steak di mulut hingga terperosok jatuh ke dalam lambung. “Alin, kenapa saat datang dulu kamu tidak langsung saja berkerudung? Kenapa baru sekarang, tiba-tiba saja … apa sengaja ingin membuka identitasmu?” tanya Zoe kembali mengungkit. Memang ingin tahu alasan Alingga memakai kerudung di acara tunangan nya dengan Sandra. Gadis itu menggigit bibir. “Acara tunanganmu itu lebih mirip seperti kondangan. Ramai dan mewah. Di kampungku, suda

  • Suami Rahasiaku Ternyata Paman Tiriku   93. Belum Terlambat

    “Sudah, tidak usah bimbang. Malam ini, pulang ke rumah opamu saja ya, Alin.” Oma Sari juga ikut menimpali. Berbicara pada Alingga dengan lembut tetapi tegas. Tanpa menunggu jawaban atau anggukan bahkan gelengan, kini bergeser lebih dekat pada Hanan. “Mas Hanan pulang duluan tidak apa-apa. Jangan khawatir, nanti biar aku telpon ibunya. Fahri pun meminta agar kami membawa anak sambungnya ini pulang ke rumah keluarga. Tidak apa ya, Mas Hanan …,” ucap Oma Sari dengan lembut tetapi cenderung pemaksaan. Rahang Hanan tampak mengeras sesaat. Memberi sedikit senyum sebelum menatap Alingga. “Bagaimana, Alingga? Pulang sekarang, atau menginap di rumah mereka semalam?” tanyanya coba terus bersabar. Melihat gadis itu diam, Hanan mengerti jika dirinya harus mengalah. Bagaimanapun, mereka memang adalah keluarga Alingga saat ini. “Baiklah, jika ingin menginap di rumah mereka, aku pun tidak akan menyeberang malam ini. Menginaplah, tetapi besok kita pulang bersama pagi-pagi.” Hanan memutuska

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status