Share

2. Bertukar Pengantin

Penulis: rindiyoon
last update Terakhir Diperbarui: 2023-12-08 01:04:58

Clara benar-benar takut dan malu kalau saat di atas Altar nanti dia akan di seret oleh keluarganya, karena laki-laki yang di sampingnya adalah Yordan. Apa lagi saat keluarganya mengetahui kalau pengantin laki-laki bukan Tarra, melainkan pria lain.

Dia juga mencari keberadaan kakaknya dan  tidak menemukannya. 

Namun, Yordan terus-menerus menuntun Clara menuju Altar

Sampai di atas Altar akhirnya Clara menoleh ke arah kanannya dan di sana sudah ada sang kakak dengan istri dan anaknya.

Haris selaku kakaknya agak bingung kenapa sang adik membawa Yordan di atas Altar, tapi dia tidak menghiraukan. Apa lagi dia sepertinya setuju ketika sang adik menikah dengan Yordan dari pada dengan Tarra.

"Di mana ibu dan ayah?" tanya Clara sambil menatap Haris, tapi dia tidak mengeluarkan suaranya hanya membuka mulutnya saja.

"Ibu dan ayah keluar karena ada beberapa masalah dalam perusahaannya, jadi mereka menyuruh kalian segera menikah," jawab Haris tanpa bersuara juga dan hanya membuka mulutnya saja.

Clara dan Haris hanya menggerakkan gerakan mulut saja tanpa bersuara, lalu akhirnya mereka memulai acara pernikahan mereka.

Entah apa yang ada di dalam pikirannya Clara, dia benar-benar pasrah dengan semuanya.

Sekilas Clara melirik ke arah sekitar untuk mencari keberadaan Tarra, tapi hasilnya nihil. Tarra benar-benar sudah mengakhiri hubungan dengannya, dia juga tidak mau membuat malu nama keluarga.

Di acara pernikahan ini sudah banyak sekali rekan kerja keluarganya, dia tidak ingin membuat nama keluarganya jelek. Sudah pasti para tamu undangan juga belum begitu mengenal wajah Clara dan Tarra.

Akhirnya janji suci pernikahan di mulai, tapi sebelum di mulai. Yordan sudah mengganti nama Tarra dengan namanya sendiri, dia tidak mau menikahi Clara dengan nama laki-laki lain.

Clara hanya bisa diam seperti patung di sampingnya Yordan, entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini.

'Tuhan, apa ini jalan yang terbaik untuk aku menikah dengan Yordan?' tanya Clara di dalam hatinya.

Di gedung sebelah, tepatnya Tarra dan Yolla yang baru saja melangsungkan pernikahan mereka dengan lancar. Akhirnya, Tarra dan Yolla sudah resmi menjadi sepasang suami-istri.

"Aku mencintaimu, Yolla!" Tarra langsung mengecup bibirnya Yolla dengan lembut dan cukup lama.

Setelah Tarra melepaskan kecupannya di bibir Yolla, Yolla langsung berkata. "Aku juga mencintaimu, Tarra!" Yolla tersenyum manis setelah mengucapkan itu.

Di sebuah gedung tempat Clara dan Yordan menikah, ternyata mereka juga sudah menyelesaikan janji suci pernikahan mereka.

Akhirnya, Clara dan Yordan sudah resmi menjadi sepasang suami-istri.

Para tamu undangan bersorak-sorai gembira dan memberikan tepukan tangan yang meriah. Saat keluarga Ferdinan melihat pengantin laki-laki, mereka langsung syok.

Clara bukan menikah dengan Tarra, entah dia menikah dengan siapa.

"Hah? Siapa laki-laki itu?" tanya Adinda selaku ibu kandungnya Tarra.

"Aku tidak tau sayang," jawab Arya selaku ayah kandungnya Tarra dan dia juga mendelik bahunya, karena dia benar-benar tidak mengenal siapa laki-laki yang ada di sampingnya Clara.

"Laki-laki itu pegawai di perusahaan kita," sambung Samuel.

"Benar, itu Yordan!" Nathan ikut mengeluarkan suaranya dan pastinya ia juga mengenali siapa Yordan.

Samuel adalah anak pertama keluarga Ferdinan dan Nathan adalah anak kedua keluarga Ferdinan.

Mereka berdua sudah menikah, dan kini Tarra anak bungsu keluarga Ferdinan yang menikah dengan Clara. Namun, Tarra tidak ada di ruangan ini.

Semua keluarga Ferdinan langsung bergegas keluar dari ruangan itu, mereka langsung mencari keberadaan Tarra dan menghubungi beberapa orang kepercayaan mereka masing-masing.

Saat keluarga Ferdinan keluar dari ruangan itu, mereka melihat Tarra tengan merangkul mesra pinggang seorang wanita.

Adinda dengan cepat berlari menghampiri anaknya dan menarik tangannya, dia sama sekali tidak menghiraukan beberapa sorot mata yang sedang memperhatikan gerak-geriknya.

"Kenapa kau merangkul wanita lain!" sentak Adinda yang sudah berdiri di hadapannya Tarra.

Arya dan kedua kakaknya Tarra langsung menghampiri mereka dan Yolla yang melihat keluarga Tarra sedikit menundukkan kepalanya, dia malu.

"Siapa dia!" Arya menunjuk telunjuk kirinya kearah Yolla dengan sorotan mata yang menyeramkan.

"Dia istriku!" Tarra kembali merangkul pinggang Yolla dengan mesra.

Keluarga Ferdinan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya masing-masing, mereka tidak mengerti dengan apa yang ada di dalam pikirannya Tarra karena isa-bisanya Tarra menikahi wanita lain di hari pernikahannya dengan Clara.

"Kau benar-benar membuat ibu malu!" teriak Adinda pada anak bungsunya.

Beberapa orang yang ada di luar ruangan langsung menatap tajam ke arah mereka, ada beberapa orang juga yang merekam adegan itu dan sudah pasti setelah ini akan ada video yang membuat keluarga Ferdinan malu.

"Bu, Tarra tidak salah. Aku yang salah," ucap Yolla yang mencoba membela Tarra.

"Diam kau jalang, aku tidak bicara denganmu!" hina Adinda pada Yolla.

Yolla yang mendengar kata itu langsung menundukkan kepalanya dan tidak di sangka air matanya tiba-tiba saja menetes.

Tarra langsung menyembunyikan Yolla di belakang tubuhnya, dia tidak mau istrinya sakit hati.

"Bu, apa ibu tidak malu?" Tarra menatap ibunya dan melirik ke arah sekitar.

Adinda dan yang lainnya ikut melirik ke arah sekitar, sudah banyak sorot mata yang memperhatikan mereka.

Akhirnya, mereka memilih pergi dari gedung itu dan langsung menarik Tarra pulang ke rumah.

"Ya Tuhan, sepertinya keluarganya Tarra tidak menginginkan kehadiran diriku," batin Yolla dengan sedih.

***Di gedung lain***

Clara dan Yordan masih berada di dekat Altar, beberapa tamu undangan mengucapkan selamat pada mereka. Haris, Elia dan Shana langsung menghampiri mereka.

"Tante Clara, selamat ya!" Shana mengucapkan selamat pada Clara lalu melirik ke arah Yordan. "Akhirnya tanteku menikah dengan om tampan," celetuk Shana.

Haris dan Elia hanya tersenyum saat mendengar perkataan anaknya, mereka benar-benar tidak menyangka kalau Clara bisa menikah dengan Yordan.

Namun, setelah ini pasti akan ada perang antara dua keluarga.

"Kak, aku takut." Clara menggenggam erat lengannya Haris, lalu kedua matanya Clara mulai berembun.

Haris menyentuh pundaknya Clara dan berkata. "Aku akan mencoba menenangkan ayah dan ibu di rumah, sebaiknya setelah ini kita pulang." Haris sepertinya ingin membela sang adik, walau bagaimanapun Haris senang kalau adiknya tidak jadi menikah dengan Tarra.

Waktu terus berputar dan acara pernikahan Clara dan Yordan selesai, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah.

Di dalam mobil, Clara memainkan ponselnya dan membuka sebuah akun sosial media, dia membuka I*******m dan melihat Tarra sudah memposting sebuah foto.

Foto pernikahannya dengan Yolla.

Tiba-tiba saja tangannya Clara bergetar dan tak kuasa dia melihat foto itu.

"Dia sangat bahagia menikahi wanita itu," gumam Clara lalu melirik Yordan, yang mungkin juga sama patah hatinya dengan dia saat ini.

"Apakah ini yang dinamakan bertukar pengantin?" 

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Suami Sederhana sang Nona Kaya   40. Special Part

    Lima tahun berlalu. Rumah tangga Clara dan Yordan semakin hari semakin bahagia, mereka tidak menyangka hari ini adalah hari pertama anak pertamanya masuk sekolah taman kanak-kanak. Namun, sang anak sudah sangat pandai berbicara, anak mereka sangat cerewet sekali, hehehe."Ma!" Elizabeth Yora Bastian mulai berlari menghampiri kamar orang tuanya setelah dirinya sudah menggunakan seragam sekolah dan tas ransel yang sudah digendongnya. "Mama, lama banget." Yora menunjukkan ekspresi kesal, tapi ia tidak benar-benar kesal, kekesalan yang begitu imut bagi anak seusianya.Clara dan Yordan menghampiri anaknya yang sudah siap pergi ke sekolah. Clara membungkukkan badannya dan mengecup kening Yora, begitu juga dengan Yordan."Papa, papa antar aku ke sekolah, kan?" Yora menatap ayahnya dengan penuh harapan, ia berharap jika hari pertamanya sekolah diantar oleh sang ayah juga.Yordan terdiam dan menatap Clara."Papa, aku tanya papa loh!" Suara Yora begitu gemas.Terdengar suara langkah kaki yang s

  • Suami Sederhana sang Nona Kaya   39. Kebahagiaan

    Di saat Tarra dan Yolla merasakan penyesalan, di sisi lain ada Clara dan Yordan yang selalu merasakan kebahagiaan, kebahagiaan yang selalu datang bertubi-tubi membuat pasangan suami istri itu selalu bersyukur dan berterima kasih pada sang pencipta."Sayang, aku bahagia sekali saat ibu dan ayah sudah merestui kamu dan mulai bersikap baik padamu." Clara memeluk erat tubuh suaminya.Posisi Clara dan Yordan saling berhadapan, mereka sedang menatap keluar jendela dari dalam kamar, tapi Clara memeluk tubuh Yordan dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang itu, dada yang selalu membuat Clara tenang dan nyaman."Aku lebih bahagia karena mertuaku mengizinkan ibuku tinggal di sini juga." Yordan mengecup kening istrinya dengan lembut."Ternyata kebahagiaan selalu datang di waktu yang tepat," ungkap Clara yang tidak sengaja meneteskan air matanya.Saat Soni dan Sonya izinkan Dewi tinggal bersama mereka, akhirnya Yordan memutuskan untuk membawa Dewi ke rumah mewah ini, rumah yang sudah menjadi sa

  • Suami Sederhana sang Nona Kaya   38. Penyesalan

    Di sebuah kontrakan petak. Tarra dan Yolla sedang termenung di ruangan masing-masing. Tarra berada didalam kamar, dan Yolla berada di ruang tengah. Tarra menatap datar sebuah foto yang ada di ponselnya, foto dirinya bersama mantannya, Clara. Tarra meneteskan air matanya, ia teringat dengan semua prilaku buruknya pada sang mantan. Di sisi lain, Yolla juga seperti itu, ia menatap foto dirinya bersama mantannya, Yordan. Apakah Tarra dan Yolla menyesal? Ya. Penyesalan hadir pada Tarra dan Yolla, mereka sedang merenung atas semua yang terjadi dalam hidupnya, hidup yang begitu perih dan sangat memprihatikan."Dia sudah bahagia dengan suami dan anaknya," gumam Tarra yang sudah mengetahui sang mantan sudah memiliki anak. "Mungkin, jika aku menikah dengannya dan menjadi suaminya, aku akan bahagia." Tarra menangis tanpa suara, ia mulai mengusap air matanya dengan kasar. Lalu ia teringat orang tuanya, ia bergumam. "Jika aku kembali, apakah mereka akan menerimaku lagi?" Tarra sepertinya sudah lel

  • Suami Sederhana sang Nona Kaya   37. Shana's Cake

    Setelah berhari-hari liburan keluarga, kini liburan itu sudah berakhir dan semuanya kembali pada aktivitasnya masing-masing. Saat ini Soni dan Sonya berada di toko roti milik Haris dan Elia yang bernama Shana's Cake. Haris dan Elia masih terus bersyukur dan terharu dengan apa yang terjadi dalam hidup mereka, mereka masih tidak menyangka dengan yang terjadi. Namun, seperti inilah rencana Tuhan yang sesungguhnya, Tuhan selalu memberikan kebahagiaan setelah kesedihan."Mulai besok, ibu akan merenovasi ini." Sonya ingin merenovasi toko milik anak dan menantunya."Bu, tidak perlu." Elia merasa tidak ingin merepotkan mertuanya."Tidak apa, sekarang bilang pada ibu jika kalian membutuhkan sesuatu," ucap Sonya yang terus melangkahkan kakinya menuju kedalam dapur.Elia mengikuti langkah Sonya ke dapur, di sana Sonya memeluk erat tubuh Elia yang sedikit gemetar, gemetar karena masih tidak menyangka dengan semuanya."Elia, terima kasih, terima kasih sudah setia dan menjaga anakku." Sonya kembali

  • Suami Sederhana sang Nona Kaya   36. Akhirnya Merestui

    Dewi tidak ingin ikut campur dengan masalah keluarga besannya, ia lebih memilih membawa Shana dan Yora ke ruangan lain, dan terlebih dia tidak ingin anak seusia Shana mendengarkan tentang pembicaraan orang dewasa tersebut. Clara tersentuh dengan prilaku ibu mertuanya yang segera sigap dengan situasi yang ada, dan Clara selalu merasa bersalah pada mertuanya karena orang tuanya selalu memperlakukan suaminya dengan tidak baik. Namun, Clara yakin momen seperti ini akan selalu terjadi, walaupun harus lama menunggu. Apakah Soni dan Sonya akan menerima kehadiran Yordan dan Elia sebagai menantu mereka? Ya, jawabannya iya."Maafkan saya selama ini memperlakukan kalian dengan tidak baik," ungkap Sonya yang terdengar tulus, bahkan ia meneteskan air matanya, ia juga terus menatap menantunya satu persatu.Elia yang sangat cengeng langsung meneteskan air matanya, dan Haris mulai merangkul pundak istrinya dengan penuh haru. Haris juga meneteskan air matanya, ia selalu tidak menyangka dengan momen sa

  • Suami Sederhana sang Nona Kaya   35. Liburan Keluarga

    Satu tahun berlalu. Sonya sempat menginginkan rencana liburan pada Soni, dan akhirnya liburannya terlaksana setelah satu tahun berlalu, karena mereka tidak ingin cucu kedua mereka berlibur saat masih bayi, mereka khawatir akan kesehatan, karena bayi mudah sakit jika pergi jauh."Akhirnya liburan keluarga." Clara senang dengan orang tuanya yang mengadakan liburan keluarga. Clara juga berharap tidak ada keributan apapun saat mereka berlibur.Liburan keluarga saat ini berada di luar kota. Soni dan Sonya menyewa villa untuk keluarga besar mereka, Sonya terlihat sangat bahagia, begitupun dengan Soni."Terima kasih sudah mengundang saya dalam acara keluarga ini," ucap Dewi yang merasa beruntung diajak berlibur dengan sang besan."Saya yang seharusnya berterima kasih padamu," kata Sonya.Seketika suasana di ruangan keluarga terasa sunyi, orang-orang yang ada di sana saling menatap satu sama lain.'Semoga tidak ada pertengkaran,' batin Haris yang selalu khawatir jika orang tuanya akan berbuat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status