Share

27

Via tak sanggup menghabiskan pecel ayam yang dipesannya, hanya beberapa suap, seleranya sudah menghilang entah kemana. Sedangkan Raihan hanya duduk menemani Via dengan segelas susu jahe di depannya.

"Mas, mbak Grace itu berapa hari di sini?" Via sebenarnya sudah tahu, ini hanya sebagai pembuka pembicaraan.

"Tiga hari, setelah itu dia kembali ke Thailand untuk pekerjaan."

"Oh." Via kehabisan topik. Tapi hatinya ingin tau." Waktu di dekat kolam mas sama mbak Grace membicarakan apa? Saya lihat dia menangis."

Raihan menerawang.

"Masih topik yang sama, dia ingin kembali padaku, dan tak bosan meminta maaf."

"Oh, begitu ya? Lalu?"

"Lalu maksudmu?"

"Mas sendiri bagaimana? Apa mbak Grace masuk sebagai kriteria mas?"

"Dia wanita yang baik."

"Terus?" Via tak puas dengan jawaban itu. Hatinya mulai tak enak.

"Mungkin kami cukup hanya menjadi sahabat."

"Oh, syukurlah." Via melepaskan nafas lega.

"Oh ya, tadi orang dinas meneleponku, sepertinya permohonan mengajukan cuti panjang ditolak."

"Saya sud
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Enisensi Klara
Via mulai menunjukan kepemilikannya pada Raihan
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status