Beranda / Male Adult / Suami Terbuang Ternyata Penguasa / BAB 53: Gertakan Komplotan Pesisir

Share

BAB 53: Gertakan Komplotan Pesisir

Penulis: Puteri Bulan
last update Tanggal publikasi: 2026-09-03 12:00:48

"Kamu salah cari lawan di tanah pelabuhan ini, Kepala Preman," desis Reno Elric dengan suara membeku yang membuat udara malam makin mencekam.

Ancaman itu diucapkan Reno dengan ketenangan mutlak, tanpa sedikit pun menggeser pijakan kakinya di atas tanah proyek yang kusam.

Pria bertato naga yang menyebut dirinya Bos Naga Hitam itu memiringkan kepala, menyunggingkan senyum meremehkan yang sangat menyebalkan.

Puluhan pria berbadan kekar bersenjata pipa besi di belaka
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Suami Terbuang Ternyata Penguasa    Bab 79 — Terperangkap di Ujung Langit

    "Mustahil! Buka pintunya sekarang juga!" jerit Sandy dengan napas memburu. Sandy menendang pintu kabin helikopter yang terkunci rapat dari dalam dengan sekuat tenaganya. Keringat dingin mengalir deras membasahi kemeja mewahnya yang kini kusut. "Maafkan saya, Tuan, seluruh kendali listrik mati total," sahut sang pilot dengan wajah pucat pasrah. Suara deru langkah kaki tegap mengepung seluruh sudut helipad dalam sekejap. Sandy menempelkan wajahnya ke kaca pintu, memandang ke luar dengan mata melotot ketakutan. Dari balik kegelapan atap gedung, belasan pria berseragam hitam melangkah maju secara serentak. Gerakan mereka begitu presisi, cepat, dan senyap bagaikan kelompok militer terlatih. Senjata otomatis di tangan mereka membidik tepat ke arah kabin helikopter yang tak berdaya. Rasa takut yang mencekam merambat pelan dari ujung kaki hingga ke kepala Sandy. Ini bukan petugas pemerintah biasa. Ini adalah Pasukan Khusus Elric, unit pengawal pribadi paling ditakuti di dunia bisnis inte

  • Suami Terbuang Ternyata Penguasa    Bab 78 — Jalur Udara Terkunci

    "Tahan mereka semua dan jangan biarkan siapa pun mendekat!" jerit Sandy dengan suara melengking panik. Sandy mendorong dua pengawal pribadinya ke arah barisan petugas yang baru saja mendobrak pintu kaca. Kepanikan membakar habis sisa harga dirinya. Tanpa memedulikan jeritan para stafnya, Sandy menyambar koper hitam berisi paspor dan dokumen aset luar negeri. Ia berlari kencang menuju pintu rahasia yang tersamar di balik rak buku jati ruang kerjanya. Pintu baja itu terbuka, memperlihatkan lorong khusus yang terhubung langsung ke lift eksekutif menuju atap gedung. Langkah kakinya berdenting keras menghantam lantai marmer. Rasa takut menggerogoti dadanya bagaikan ribuan jarum yang menusuk bersamaan. Ia merasa seperti seekor binatang buruan yang tersudut di dalam sarangnya sendiri. "Sialan! Bagaimana mungkin seorang pria kusam yang menyamar jadi mandor proyek punya kuasa menghancurkan perusahaanku dalam semalam?!" umpat Sandy seraya menekan tombol lift dengan brutal. Dinding kaca tra

  • Suami Terbuang Ternyata Penguasa    Bab 77 — Balasan Serentak: Runtuhnya Takhta Nusantara

    "Lepaskan seluruh dokumen kejahatan dan rekaman pengakuan itu ke media sekarang juga, Albert," bisik Reno seraya menatap layar tablet enkripsi di dalam kabin kedap suara Rolls-Royce. Di sampingnya, Vanya Adijaya tersenyum tipis seraya mengusap lembut pipinya yang baru saja ia kecup saat berada di Dermaga Empat. Keanggunan dingin sang Ratu Bisnis kini memancar sempurna di bawah pendar temaram lampu interior mobil mewah tersebut. "Hanya butuh sepuluh detik sampai reputasi busuk Group Nusantara hancur lebur di seluruh stasiun televisi," sahut Vanya dengan nada suara yang begitu tenang namun mematikan. Reno mengulas senyuman dingin, menikmati momen eksekusi yang sudah ia rancang dengan presisi tinggi. "Mereka mengira penyamaranku sebagai mandor proyek adalah sebuah kelemahan," ucap Reno pelan seraya membenarkan posisi kemejanya. "Padahal itu adalah umpan sempurna untuk menjebak mereka ke dalam jurang kehancuran." "Instruksi dilaksanakan, Yang Mulia," sahut Albert dari balik kemudi,

  • Suami Terbuang Ternyata Penguasa    BAB 76: Hadiah Kesetiaan Vanya

    "Bohong! Kau pasti menggertakku!" raung pimpinan baru Group Nusantara dari seberang saluran gawai dengan nada histeris yang makin kacau. Suara teriakan itu mendadak tenggelam oleh deretan panggilan masuk dari para investor besar yang menghujani ponsel sang direktur. Reno mematikan panggilan secara sepihak tanpa memberi kesempatan lawan untuk melontarkan makian balasan. Ia melempar gawai retak itu ke tanah tepat di depan lutut Bos Naga Hitam yang masih berguncang ketakutan. "Singkirkan seluruh pasukannya dan pastikan mereka tidak pernah menginjakkan kaki di kawasan pantai ini lagi," kata Reno seraya menoleh ke arah Albert. "Baik, Tuan Muda. Semuanya akan dibersihkan tanpa menyisakan satu jejak pun," jawab Albert seraya memberi isyarat tangan kepada tim keamanan khusus Elric. Puluhan anggota klan mafia itu bergegas bangkit, menyeret rekan-rekan mereka yang terluka dengan tubuh gemetar tanpa berani menatap wajah sang pimpinan tertinggi. Pelabuhan Empat yang tadinya tegang kini mend

  • Suami Terbuang Ternyata Penguasa    BAB 75: Suara dari Pelabuhan

    "Siapa kau sebenarnya dan di mana Bos Naga Hitam?!" bentak Direktur Baru Group Nusantara dengan nada panik yang berusaha ia tutupi. Suara berisik dari ruang kerja mewah di seberang telepon bergema samar menembus keheningan Dermaga Empat. Reno terkekeh dingin, mengusap serpihan debu di rompi kerjanya tanpa sedikit pun gestur terburu-buru. Pria di ujung telepon itu mendadak tercekat, mengenali aura intimidasi murni yang merayap menembus speaker gawai di genggamannya. "Kau mengirim lima puluh miliar rupiah hanya untuk merusak proyek kecil di dermaga ini," ujar Reno dengan suara datar. "Tidakkah kau tahu bahwa setiap rupiah dari uang haram itu kini berubah menjadi tali gantungan untuk lehermu sendiri?" lanjut Reno. Vanya melangkah mendekat, berdiri sejajar di samping Reno dengan senyum anggun yang memancarkan dominasi mutlak. Ia menyentuh jemari Reno secara alami, lalu mendekatkan bibirnya ke mikrofon gawai. "Kau menggantikan posisi Dion hanya untuk mengulangi kebodohan yang sama d

  • Suami Terbuang Ternyata Penguasa    BAB 74: Pembersihan Mafia Dermaga

    "Albert, kunci seluruh jalur keluar dari pelabuhan ini dan amankan semua dokumen haram milik mereka," perintah Reno dengan nada rendah yang terdengar dingin di tengah desing angin laut. Hanya dalam hitungan detik, tiga unit mobil serba hitam membelah kegelapan malam Dermaga Empat. Deru mesin yang halus dan pendar lampu sorot dari kendaraan berkelas itu menyinari tumpukan pasir serta puluhan anggota klan Naga Hitam yang masih bersujud pasrah. Albert melangkah keluar dari mobil barisan depan dengan setelan jas hitam yang rapi tanpa kerutan sedikit pun. Pria kepercayaan Klan Elric itu berjalan tenang menembus jajaran mafia yang gemetaran di atas tanah, lalu membungkuk hormat di hadapan Reno dan Vanya. "Tuan Muda, Nona Vanya, seluruh area pelabuhan sudah sepenuhnya dalam kendali tim keamanan pusat," lapor Albert seraya memegang peranti tipis di tangannya. Vanya melipat kedua tangannya di dada, menyunggingkan senyum tipis yang memancarkan dominasi berkelas. Sebagai wanita yang sejak

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status