Home / Romansa / Suamiku Tidak Pernah Mencintaiku / Bab 105 — Janji Kedua

Share

Bab 105 — Janji Kedua

last update publish date: 2026-10-20 04:00:28

“Kenapa kita ke sini?”

Sera menatap restoran kecil di hadapannya. Bangunan itu masih sama seperti yang ia ingat, termasuk taman mungil dengan bunga putih di sepanjang jalan masuk.

Tempat itu adalah lokasi pertama mereka bertemu.

Damian menggenggam tangannya.

“Ada sesuatu yang ingin kulakukan dengan benar kali ini.”

“Apa?”

“Meminta maaf kepadamu. Di tempat semuanya dimulai.”

Sera menatap suaminya,

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suamiku Tidak Pernah Mencintaiku   Bab 125 — Suamiku yang Akhirnya Mencintaiku, Selamanya

    "Damian, kau masih ingat apa yang kau katakan pada malam pertama pernikahan kita?"Damian yang sedang membaca dokumen di sofa mengangkat wajahnya. Ia langsung menyipitkan mata ketika melihat senyum jahil di bibir Sera."Lagi?"Sera tertawa kecil. "Aku belum menyebutkan kalimatnya.""Tidak perlu. Aku sudah tahu.""Kalau begitu, coba ingatkan aku."Damian meletakkan dokumennya, lalu menatap istrinya dengan ekspresi pasrah yang jarang terlihat di hadapan orang lain."Aku tidak akan pernah mencintaimu."Sera menahan tawa. "Wah, kau masih mengingatnya dengan sangat jelas.""Sayangnya, ingatanku tentang kebodohan masa lalu sangat baik.""Jadi, kau mengakui itu kebodohan?"Damian menghela napas panjang."Sera, kalau aku bisa menghapus satu kalimat dari hidupku, kalimat itu yang akan kuhapus lebih dulu."Sera berhenti tertawa.Di balik candaan yang sudah berulang kali mereka lakukan, ia masih b

  • Suamiku Tidak Pernah Mencintaiku   Bab 124 — Untuk Ibu

    "Kenapa Ibu menyimpan ini sampai akhir?"Damian memandangi surat di tangannya. Kertasnya mulai menguning, tetapi tulisan Ratna masih terlihat jelas.Malam itu, setelah rumah kembali tenang, ia membuka kotak kecil berisi peninggalan ibu sambungnya. Ia sudah membaca surat-surat Ratna bertahun-tahun lalu, tetapi ada sesuatu yang membuatnya ingin memeriksanya sekali lagi.Di antara lembaran yang tersusun rapi, ia menemukan selembar kertas tipis yang terselip di balik lipatan amplop terakhir.Halaman itu hampir terlewatkan.Damian membukanya perlahan.Tulisan tangan Ratna menyambutnya dengan kalimat sederhana.Untuk Damian, jika suatu hari kau akhirnya memahami arti cinta.Napas Damian tertahan.Ia segera memanggil Sera yang sedang merapikan buku di ruang keluarga."Sera, kemarilah."Sera mendekat dan duduk di sampingnya. "Ada apa?"Damian menunjukkan halaman kecil itu."Aku menemukan sesu

  • Suamiku Tidak Pernah Mencintaiku   Bab 123 — Rumah yang Penuh Tawa

    "Ayah! Ayah sudah pulang!"Damian baru saja membuka pintu ketika anak mereka berlari menghampirinya. Ia segera berjongkok dan menangkap tubuh kecil yang menerjang pelukannya."Pelan-pelan. Ayah belum sempat melepas sepatu.""Tapi aku kangen!"Damian mengangkat anaknya, lalu mengecup pipinya."Ayah juga kangen."Dari ruang tengah, Sera menyaksikan mereka sambil tersenyum. Pemandangan itu selalu berhasil menghangatkan hatinya, bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.Dulu, ia tidak pernah membayangkan Damian Wijaya akan menjadi ayah yang begitu mudah luluh oleh rengekan anak mereka.Pria yang dahulu bahkan enggan menatapnya kini bisa menghentikan rapat hanya karena menerima panggilan video dari rumah."Jangan terlalu dimanjakan," tegur Sera ketika Damian berjalan mendekat sambil menggendong anak mereka.Damian mengangkat alis. "Aku baru pulang.""Dan kau langsung menggendongnya.""Memangnya aku harus men

  • Suamiku Tidak Pernah Mencintaiku   Bab 122 — Aku Memilihmu

    "Kalau waktu bisa diputar kembali, apa kau akan tetap menikah denganku?"Damian menghentikan langkahnya.Malam itu, ia membawa Sera kembali ke restoran tempat mereka pertama kali bertemu. Tempat yang dahulu menjadi saksi perjodohan mereka, ketika dua keluarga menentukan masa depan tanpa memedulikan perasaan keduanya.Kini, Damian menggenggam tangan Sera dengan erat."Kenapa kau bertanya begitu?""Karena hari ini ulang tahun pernikahan kita. Aku ingin tahu apakah suamiku menyesali keputusannya."Damian menatapnya."Aku tidak pernah menyesal menikahimu."Sera tersenyum tipis. "Padahal dulu kau mengatakan sesuatu yang berbeda."Damian terdiam.Ia masih mengingat malam pengantin mereka. Sera duduk sendirian dalam gaun putih, sementara dirinya berdiri dengan hati penuh kebencian.Aku tidak akan pernah mencintaimu.Dulu, ia mengucapkan kalimat itu untuk menjaga jarak. Sekarang, kalimat tersebut me

  • Suamiku Tidak Pernah Mencintaiku   Bab 121 — Pertanyaan Anak Mereka

    “Ayah, apa Ayah dulu tidak menyukai Ibu?”Damian hampir tersedak kopinya.Sera yang sedang duduk di seberangnya langsung menutup mulut, berusaha menahan tawa. Anak mereka duduk di antara keduanya, menatap Damian dengan rasa ingin tahu yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan menghilang.“Kenapa kau bertanya begitu?” Damian meletakkan cangkirnya.“Karena tadi Tante Clara bilang Ayah dan Ibu menikah bukan karena saling mencintai.”Damian menoleh perlahan ke arah Sera.Sera mengangkat kedua tangan. “Jangan menatapku seperti itu. Aku tidak mengatakan apa-apa.”“Tentu saja,” gumam Damian.Anak mereka menarik ujung lengan kemeja ayahnya.“Jadi, bagaimana Ayah bertemu Ibu?”Damian menarik napas. Ia bisa menghadapi rapat direksi, negosiasi bernilai miliaran, dan orang-orang yang mencoba menjatuhkannya. Namun, menghadapi pertanyaan anak sendiri ternyata

  • Suamiku Tidak Pernah Mencintaiku   Bab 120 — Tahun-Tahun yang Berubah

    “Damian, kalau kau terus menggendongnya setiap kali dia merengek, dia tidak akan mau turun dari pelukanmu.”Damian menatap Sera dengan wajah datar. Anak mereka tertidur nyaman di dadanya, sama sekali tidak peduli pada perdebatan kedua orang tuanya.“Dia masih kecil.”“Dan kau memanjakannya.”“Aku ayahnya.”Sera mengangkat alis. “Alasan yang sangat bagus.”Damian tidak menjawab. Ia hanya mengecup kepala anak mereka, lalu berjalan melewati Sera seolah baru saja memenangkan perdebatan penting.Sera menggeleng sambil tersenyum.Bertahun-tahun telah berlalu, tetapi satu hal tidak pernah berubah: Damian Wijaya tetap pria dingin yang sulit dibantah di hadapan orang lain. Hanya saja, di rumah, ia bisa kalah hanya karena satu tatapan dari Sera.Dan Sera selalu tahu cara memanfaatkannya.Waktu mengubah banyak hal.Yayasan yang didirikan Ser

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status