Share

Bab 32

Penulis: By. S.A
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-06 08:00:55

“A-ahh… Pak Edward, tolong… kasih tahu tan— aaaa…” ucapan Aruna terputus oleh erangan panjang. Tubuhnya melemas, kedua kakinya gemetar tak sanggup lagi menopang.

Belum sempat Edward bergerak, Revan sudah lebih dulu melangkah cepat. Tanpa banyak bicara, ia membopong tubuh Aruna yang basah oleh keringat dingin.

“Revan, naikkan saja ke mobil saya—” seru Edward panik.

Namun Revan sama sekali tak menghiraukan.

Langkahnya cepat dan mantap. Pintu mobil dibukanya lebar, lalu ia meletakkan Aruna dengan hati-hati di kursi depan mobilnya.

Aruna tidak lagi berontak. Tangannya mencengkeram kuat sabuk pengaman, matanya terpejam menahan sakit.

Baginya kini hanya satu yang penting—bayinya harus selamat.

“Akhh… sakit…” rintihnya lirih.

Wajah Revan dipenuhi keringat dingin. Tangannya gemetar saat memutar kunci, lalu tanpa ragu ia menginjak pedal gas dalam-dalam.

Mobil melaju kencang meninggalkan rumah itu, menyusuri j
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
desisa
hih, sampai kapanpun gak akan suka sama s revan, runa nanti jangan dket2 lagi sama s revan y
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Suamiku idaman istri orang dan JANDA   Bab 33

    Wajah Aruna tampak semakin pucat, keringat dingin membasahi pelipisnya. Rasa sakit luar biasa terus menghantam perut dan pinggulnya hingga tubuhnya gemetar tak terkendali.Dokter itu segera memeriksa kembali kondisi Aruna. Ia menatap hasil pemeriksaan dengan dahi berkerut, lalu menghela napas pelan.“Pembukaan Bu Aruna baru dua, belum ada tanda-tanda bayi akan segera keluar,” ucapnya hati-hati.“Hikss… sakit sekali, Dok…” rintih Aruna lirih, suaranya hampir tenggelam oleh rasa nyeri.Dokter menatap Aruna dengan ekspresi serius. “Panggul Bu Aruna cukup kecil. Ini berisiko membuat bayi sulit keluar secara normal.”Revan yang sedari tadi berdiri di samping ranjang tak bisa menyembunyikan kepanikannya. Ia menggenggam tangan Aruna erat-erat, lalu berkata tegas, “Kalau begitu operasi saja, Dok. Jangan sampai istri saya kenapa-kenapa.”Dokter menggeleng pelan. “Masih ada satu cara lain. Kami bisa memberikan obat perangsang, dimasuk

  • Suamiku idaman istri orang dan JANDA   Bab 32

    “A-ahh… Pak Edward, tolong… kasih tahu tan— aaaa…” ucapan Aruna terputus oleh erangan panjang. Tubuhnya melemas, kedua kakinya gemetar tak sanggup lagi menopang.Belum sempat Edward bergerak, Revan sudah lebih dulu melangkah cepat. Tanpa banyak bicara, ia membopong tubuh Aruna yang basah oleh keringat dingin.“Revan, naikkan saja ke mobil saya—” seru Edward panik.Namun Revan sama sekali tak menghiraukan. Langkahnya cepat dan mantap. Pintu mobil dibukanya lebar, lalu ia meletakkan Aruna dengan hati-hati di kursi depan mobilnya.Aruna tidak lagi berontak. Tangannya mencengkeram kuat sabuk pengaman, matanya terpejam menahan sakit. Baginya kini hanya satu yang penting—bayinya harus selamat.“Akhh… sakit…” rintihnya lirih.Wajah Revan dipenuhi keringat dingin. Tangannya gemetar saat memutar kunci, lalu tanpa ragu ia menginjak pedal gas dalam-dalam. Mobil melaju kencang meninggalkan rumah itu, menyusuri j

  • Suamiku idaman istri orang dan JANDA   Bab 31

    “Aruna…” panggil Revan dengan suara yang jauh lebih lembut dari sebelumnya.Langkahnya terhenti beberapa meter dari teras. Matanya tak lepas dari perut Aruna yang kini membuncit besar. Ada getar halus di sorot matanya—sesuatu yang selama ini ia tekan paksa.Rasa bersalah itu akhirnya datang, menggerogoti hatinya tanpa ampun.Andai dulu ia tidak berselingkuh.Andai ia lebih menghargai istrinya sendiri.Mungkin saat ini ia yang berdiri di sana—mengusap perut itu, merasakan gerakan kecil di balik kulit Aruna, menunggu kelahiran anak mereka bersama.Aruna refleks mengusap perutnya, seolah melindungi. Ia tidak mundur, namun jelas tubuhnya menegang.Edward yang sejak tadi berdiri di samping Aruna akhirnya membuka suara. Nadanya tegas, matanya menatap Revan tanpa gentar.“Apa yang kamu lakukan di sini?”Revan mengalihkan pandangan ke Edward. Rahangnya mengeras, nada suaranya berubah dingin.

  • Suamiku idaman istri orang dan JANDA   Bab 30

    Kini usia kandungan Aruna memasuki sembilan bulan. Perutnya membesar sempurna, langkahnya melambat, namun sorot matanya tetap tenang. Ia memilih hidup menyendiri, agak jauh dari perkampungan, di sebuah rumah sederhana milik tantenya. Di sanalah ia menjalani hari-harinya—menyiram sayur, membersihkan halaman, dan menunggu waktu panen yang tinggal menghitung hari.Selama ini, Edward-lah yang kerap membantu Aruna. Seorang pria yang hatinya juga terluka—istrinya telah menjadi pelakor dalam rumah tangganya aruna. Mungkin karena sama-sama pernah dikhianati, empati Edward pada Aruna tumbuh begitu saja, tanpa dipaksa.Siang itu, Edward kembali berkunjung. Ia datang membawa beberapa bahan makanan dan air galon. Aruna yang sedang duduk di bangku kayu depan rumah segera bangkit perlahan, meski Edward cepat-cepat menghentikannya.“Sudah, duduk saja. Biar saya yang angkat,” ucap Edward sambil tersenyum.Aruna menurut. Tangannya mengusap perutnya yang besar, lalu matanya menatap kebun kecil di

  • Suamiku idaman istri orang dan JANDA   Bab 29

    Bau antiseptik masih menjadi hal pertama yang menyergap indera Revan setiap kali ia membuka mata. Bau itu menusuk, dingin, dan terlalu jujur—seolah mengingatkannya bahwa tubuhnya memang masih hidup, tapi sesuatu di dalam dirinya telah runtuh dan belum bangkit kembali.Ia terbaring diam, menatap langit-langit putih rumah sakit yang terasa lebih asing dibanding malam tergelap yang pernah ia lalui. Bunyi mesin monitor berdetak stabil, kontras dengan pikirannya yang terus berputar tanpa arah.Sudah tiga hari berlalu sejak ia sadar dari rumah sakit itu. Tiga hari, dan satu hal tidak berubah sama sekali.Aruna tidak datang.Tidak ada langkah kaki yang ia kenal. Tidak ada suara lembut yang biasanya memanggil namanya dengan nada khawatir. Tidak ada tangan kecil yang menggenggam jemarinya sambil berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja.Revan menghela napas pelan, meski rasa sakit langsung menyambar dadanya. Setiap tarikan napas seolah mengingatkannya pada benturan keras malam itu—pada

  • Suamiku idaman istri orang dan JANDA   Bab 28

    Mobil Revan melesat melewati jalan raya yang sepi, lampu mobilnya menyinari jalan depan dengan terang. Pukulan di pipinya masih terasa sakit, dan darahnya masih menetes perlahan ke bajunya. Tapi dia tidak peduli—semua yang ada di pikirannya hanyalah Aruna, dan janji untuk "mengurungnya" yang membuat hatinya berdebar dengan ganas.Hari sudah benar-benar gelap. Langit penuh awan, tidak ada bintang sama sekali. Saat melewati persimpangan kecil, Revan melihat cahaya api yang menyala di kejauhan—seperti api unggun di tengah hutan. Dia menginjak rem perlahan, matanya memandang itu dengan curiga."Siapa yang ada di situ?" gumamnya pelan.Tanpa berpikir panjang, dia memutar stang ke kiri dan melaju ke jalan tanah yang menuju api itu. Jalanannya licin dan bergelombang, membuat mobilnya bergoyang-goyang. Setelah beberapa menit, dia melihat sebuah rumah kayu kecil yang sederhana, dengan api unggun menyala di halaman depannya. Dan di dekat api itu—dia melihat bayangan seorang wanita yang dud

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status