مشاركة

Bab 115

مؤلف: Mommy_Ar
last update تاريخ النشر: 2026-07-19 09:57:55

Arga panik setengah mati. Rasa takut yang luar biasa kembali menyergapnya.

Bagaimana bisa seorang wanita yang baru saja mengalami kontraksi hebat dan masih berada di bawah pengaruh obat penenang tiba-tiba menghilang dari kamarnya?

Tanpa membuang waktu lagi, Arga langsung berlari keluar, menerobos koridor rumah sakit, dan mengedarkan pandangan ke segala arah demi mencari keberadaan belahan jiwanya.

__

Sementara itu, di area taman belakang rumah sakit, suasana terasa jauh lebih tenang.

Angin s
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 1 s2

    17 tahun kemudian …Suara ketukan palu hakim menggema kokoh di dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Keheningan yang menegang seketika pecah, berganti menjadi bisik-bisik riuh dari para pengunjung, awak media, hingga barisan pengacara yang memadati area belakang."Menyatakan bahwa Gugatan Wanprestasi yang diajukan oleh Pihak Penggugat ditolak seluruhnya. Dan membebankan seluruh biaya perkara kepada Pihak Penggugat."Di barisan depan meja Tergugat, seorang pria berdiri tegap. Ia merapikan kancing jas hitam disukanya yang membalut bahu tegap dan lebar itu dengan gerakan yang sangat tenang, bahkan cenderung dingin. Wajahnya yang tegas, dengan rahang kokoh dan tatapan mata tajam di balik sorot matanya yang tenang, sama sekali tidak menunjukkan luapan kegembiraan berlebih.Nakara Argantara. Pengacara muda berumur 25 tahun yang dalam tiga tahun terakhir menjadi mimpi buruk bagi lawan-lawannya di meja hijau."Kerja bagus, Nakara," bisik rekan senior di sampingnya seraya men

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bonus chapter

    Sinar matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden tipis di ruang keluarga rumah megah Arga. Udara pagi terasa sangat sejuk, diiringi aroma minyak telon dan bedak bayi yang khas, memenuhi setiap sudut ruangan. Rumah yang dulunya sepi dan hening itu kini menjelma menjadi istana penuh tawa, riuh, dan kehangatan yang meluap-luap.Di atas sofa panjang yang empuk, Nayra duduk bersandarkan bantal dengan senyuman lembut yang tak pernah pudar dari wajah ayunya. Di kedua lengannya, terbaring dua sosok mungil yang terbungkus bedong kain lembut berwarna pastel. Anak kembar mereka yang baru berusia dua bulan, seorang bayi perempuan cantik bernama Shakira Arunika dan bayi laki-laki tampan bernama Arshaka Sebastian sedang tertidur lelap setelah selesai menyusu."Sayang, kamu tahu, tas tempat pensil warna Naka di mana ya? Kok gak ada di meja belajar?"Suara berat nan hangat Arga memecah keheningan pagi. Pria itu keluar dari arah koridor kamar anak dengan penampilan yang sudah s

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   TAMAT

    Beberapa hari kemudian, aroma antiseptik dan hawa dingin ruangan rumah sakit yang membayangi kehidupan keluarga kecil itu selama bertahun-tahun akhirnya berganti. Kondisi fisik Nayra menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan intensif, terapi fisik awal untuk mengembalikan kekuatan otot-otot kakinya yang kaku, serta evaluasi menyeluruh dari tim dokter, Nayra akhirnya secara resmi diperbolehkan pulang. Siang itu, udara luar terasa begitu hangat menyapu kulitnya. Sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam mengkilap telah bersiap di area lobi rumah sakit. Sepanjang perjalanan, Nayra tak henti-hentinya menatap keluar jendela. Tatapannya dipenuhi binar takjub sekaligus rasa asing melihat deretan gedung-gedung baru dan tatanan kota yang terasa banyak berubah dari ingatan terakhirnya lima tahun lalu. Mobil perlahan melambat, lalu membelok memasuki sebuah kawasan perumahan elit dengan pengawasan

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 131

    Deg!Seketika itu juga, dunia di sekitar Nayra terasa berhenti berputar. Kalimat itu menghantam kepalanya bagaikan palu godam raksasa. Sekelebat kesadaran menyengat otaknya secara paksa.Dengan gerakan panik, Nayra menundukkan pandangannya. Ia meraba-raba perutnya sendiri yang kini sudah terasa rata di balik selimut rumah sakit."Bayiku...? Bayiku di mana, Mas?!" tanya Nayra panik setengah mati. Ia mencengkeram seprai rumah sakit dengan jemari gemetar, air matanya semakin tumpah ruah. "Mana perutku? Kenapa aku gak hamil lagi?! Di mana bayi kita, Mas?!"Melihat kepanikan luar biasa di wajah istrinya, Arga menghela napas berat. Pria itu merengkuh tangan Nayra, menggenggamnya erat-erat untuk menyalurkan ketenangan."Bayi kita... sudah besar, Nay," jawab Arga lirih, suaranya nyaris berbisik menahan haru. "Dia ada di sana... Dia sabar menunggu kamu bangun selama bertahun-tahun. Dan sekarang, dia ketakutan melihat ibunya sendiri kebingungan dan tidak mau mengakui keberadaannya."Deg!Jant

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 130

    "Eughhhh!"Lenguhan berat itu lolos dari bibir Nayra. Kedua kelopak matanya mengerjap pelan, menyesuaikan diri dengan bias cahaya lampu ruangan yang menyilaukan indra penglihatannya. Pandangan pertamanya menangkap siluet seorang pria berbalut pakaian formal yang sangat rapi. Kemeja abu-abu tua yang melapisi tubuh tegapnya dipadu dengan jas hitam elegan, serta aroma parfum khas yang begitu lekat dalam ingatan Nayra aroma yang sama yang selalu ia hiraukan setiap kali suaminya pulang bekerja."Sayang... akhirnya kamu bangun," gumam Arga terharu. Suaranya pecah, bergetar hebat menahan gelombang emosi yang membuncah di dalam dadanya. Air mata kebahagiaan yang bertahun-tahun ia tahan akhirnya luruh begitu saja membasahi pipinya.Tanpa bisa dicegah lagi, Arga langsung merangsek maju dan memeluk tubuh istrinya sangat erat. Ia membenamkan wajahnya di ceruk leher Nayra, menyalurkan seluruh rindu, ketakutan, dan rasa syukur yang teramat dalam.Namu

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 129

    Sore harinya, langit Jakarta berhias rona jingga yang hangat. Mobil sedan hitam milik Arga membelah jalanan ibu kota menuju ke Rumah Sakit Medika Utama. Di kursi samping pengemudi, Naka duduk dengan rapi lengkap dengan seragam sekolahnya. Tangan kecil bocah lima tahun itu memeluk erat seikat bunga mawar merah segar yang sengaja mereka beli di toko bunga langganan tadi."Ayah, Naka mau yang pegang bunganya ya nanti saat masuk ke kamar Bunda," ujar Naka dengan binar mata polos yang memancarkan kebahagiaan."Iya, Jagoan. Naka yang kasih langsung ke Bunda," jawab Arga seraya menyunggingkan senyum hangat. Ia membelokkan setir memasuki area parkir VIP rumah sakit.Meski bertahun-tahun telah berlalu dan kariernya melesat hingga menjabat sebagai Wakil Direktur, rutinitas Arga tidak pernah berubah. Setiap sore setelah bekerja dan menjemput Naka, tempat tujuannya selalu sama: kamar rawat inap nomor 304. Tempat di mana belahan jiwanya terbaring menunggu waktu untuk terbangun.Langkah kaki k

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Tiba-tiba khawatir

    JEDUARRR!Bagai disambar petir di siang bolong, jantung Nayra mendadak mencos. Kalimat Mbak Dewi barusan terasa seperti hantaman keras yang meruntuhkan semua asumsi liar dan pikiran kotor yang bersarang di kepalanya sejak semalam.‘’Di keroyok?" beo Nayra, suaranya mendadak tercekat di tenggorokan

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Suara ITU lagi!

    ‘’Ngaco kamu Tar! Udah ah, ayo buruan kerja!’’Hari kerja berlalu bagai siksaan yang panjang bagi Nayra. Berdiri berjam-jam di atas sepatu pantofel sembari melayani pelanggan butik yang cerewet benar-benar menguras sisa energinya. Ketika jam pulang akhirnya tiba pada pukul sembilan malam, Nayra m

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Semoga Gol

    Pikiran-pikiran nakal tentang suara lenguhan semalam kembali berputar di kepalanya, membuat pipi Nayra merona merah di balik kaca helm kelam yang ia kenakan.Tapi berkat kelihaian Arga selap-selip di antara barisan mobil, mereka akhirnya tiba di depan lobi selatan Mall Sentra hanya dalam waktu lima

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Pegangan, Nay!

    Arga melirik ke arah Nayra sekilas, lalu kembali menatap Mbak Dewi. "Iya, betul. Kompleks gedungnya memang bersebelahan langsung dengan area mall.""Wahhh, pas banget! Pucuk dicinta ulam pun tiba, Nayra kecewa mas Arga punm tiba," Mbak Dewi berputar menghadap Arga dengan wajah memelas yang dibuat-

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status