Compartilhar

Bab 61

Autor: Mommy_Ar
last update Data de publicação: 2026-06-27 15:45:02

Jarum jam di dasbor mobil akhirnya menunjuk ke angka sebelas malam lewat sedikit.

Mobil Arga perlahan melambat, lalu berhenti dengan posisi mepet ke sisi kiri, tepat di depan sebuah mulut gang yang terhitung sempit.

Penerangan di sekitar gang itu hanya mengandalkan lampu merkuri kekuningan yang beberapa kali berkedip redup, khas suasana pemukiman padat penduduk di sudut Jakarta.

Nayra menoleh ke luar jendela kaca mobil, menatap gang yang selama beberapa tahun ini menjadi saksi bisu perjuangan
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 62

    "Hehehe... iya, Mbak. Biar lebih hemat juga, gak perlu beli lauk di luar terus-menerus," timpal Nayra diiringi tawa kecil yang menular.Tiba-tiba, Nayra teringat sesuatu yang disimpan di dalam tas belanjanya. Ia melepaskan sejenak pegangan tangannya dari Arga, lalu merogoh ke dalam tas untuk mengeluarkan dua buah bingkisan plastik tebal berisi makanan kering tradisional yang dibungkus rapi."Oh ya, Mbak Dewi. Ini ada sedikit oleh-oleh dari kampung kemarin waktu kami acara di sana. Sekalian aku mau titip buat Bu Ratmi ya, Mbak? Takutnya besok aku gak ketemu sama beliau pas balikin kunci," ucap Nayra sambil menyodorkan kedua bingkisan tersebut ke hadapan Dewi."Wahhh... terima kasih banyak ya, Nay! Repot-repot banget pakai bawain oleh-oleh segala," seru Dewi dengan wajah berbinar senang saat menerima bungkusan itu. "Tenang aja, besok sore kalau Bu Ratmi kesini buat ngecek kosan, pasti langsung aku kasihin deh ke beliau. Gak bakal aku korupsi, hahaha!"Dewi be

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 61

    Jarum jam di dasbor mobil akhirnya menunjuk ke angka sebelas malam lewat sedikit. Mobil Arga perlahan melambat, lalu berhenti dengan posisi mepet ke sisi kiri, tepat di depan sebuah mulut gang yang terhitung sempit. Penerangan di sekitar gang itu hanya mengandalkan lampu merkuri kekuningan yang beberapa kali berkedip redup, khas suasana pemukiman padat penduduk di sudut Jakarta.Nayra menoleh ke luar jendela kaca mobil, menatap gang yang selama beberapa tahun ini menjadi saksi bisu perjuangannya mengadu nasib di kota perantauan, sebelum akhirnya statusnya berubah menjadi seorang istri. Ia lalu menoleh ke arah Arga yang baru saja mematikan mesin mobil."Gak apa-apa emang parkir di sini, Mas? Gak menutup jalan buat motor yang mau lewat?" tanya Nayra agak khawatir. Arga tersenyum tipis, lalu melepas sabuk pengamannya dengan gerakan tenang. "Gak apa-apa, Sayang. Posisi mobilnya sudah aman dan mepet ke tembok hancur itu. Tadi Mas juga sudah lihat, space buat dua motor berpapasan masih

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 60

    Arga membalikkan sedikit tubuhnya menghadap Nayra. Sisa-sisa kilatan amarah di matanya mendadak melunak, digantikan oleh tatapan teduh dan penuh perhatian yang khusus ia berikan hanya untuk istrinya. Pria itu mengulurkan tangan kirinya, meraih telapak tangan kiri Nayra yang bebas di atas konter, lalu membawanya ke depan bibir."Iya, Sayang. Aku lagi nemenin atasanku buat cari kado di mal ini. Gak sengaja lewat depan gerai kamu, jadi aku mampir buat lihat kondisi kamu," kata Arga lembut, disusul sebuah kecupan hangat dan lama yang mendarat di punggung tangan Nayra, mengabaikan kehadiran orang lain di sekitar mereka.Sementara itu, Shila yang menyaksikan momen kemesraan spontan tersebut di depan matanya sendiri merasa hatinya semakin panas membara. Dadanya naik-turun menahan luapan emosi yang bercampur aduk antara cemburu, kesal, dan marah. Pria yang dahulu selalu bersikap tenang dan mengalah kepadanya, kini justru menunjukkan perhatian dan perlindungan yang begitu luar biasa kepad

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 59

    "Maaf ya, Mbak Shila... sepertinya kamu sudah terlalu jauh ikut campur urusan yang sama sekali bukan urusan kamu," ucap Nayra dengan nada suara yang ditekan serendah mungkin, namun setiap kata yang keluar terdengar begitu menusuk dan penuh penekanan."Apa kamu bilang? Ikut campur? Aku cuma bicara kenyataan, Nayra!"Nayra tidak memedulikan bantahan tersebut. Ia menggeser sedikit tumpukan brosur toko di atas meja kasir dengan gerakan anggun, lalu melayangkan pandangan dingin ke arah pintu keluar kaca transparan. "Jika Anda datang ke sini tidak untuk membeli produk kami, lebih baik Anda pergi sekarang juga. Silakan."Mendengar kata 'silakan' yang diucapkan dengan begitu tenang namun mengusir itu, harga diri Shila yang setinggi langit runtuh seketika di hadapan kedua temannya. Wajahnya yang semula putih karena riasan tebal kini memerah padam akibat rasa malu yang teramat sangat."Kamu berani mengusirku, hah?! Jangan kurang ajar kamu ya, perempuan udik!" bentak Shila dengan suara meleng

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 58

    Mendengar sindiran yang begitu menusuk telinga, dada Nayra sempat berdesir perih. Ada rasa hangat yang menjalar di matanya, memicu amarah yang ingin meledak. Namun, begitu mengingat nasihat Arga tentang pentingnya menjaga martabat dan ketenangan diri, Nayra menarik napas dalam-dalam. Ia meremas jemari tangan kirinya di bawah meja kasir, mencoba menyalurkan seluruh sisa kesabarannya."Ada yang bisa saya bantu, Mbak Shila?" tanya Nayra dengan nada suara yang diusahakan tetap datar, tenang, dan profesional, mengabaikan seluruh hinaan yang baru saja dilontarkan.Shila melangkah mendekati meja kasir, lalu menggebrak tas bermerek miliknya di atas meja dengan kasar, membuat beberapa brosur di sana agak berantakan."Tentu saja ada. Aku ke sini kan sebagai *customer*, dan kamu tugasnya melayani aku dengan baik, bukan malah pasang muka masam begitu," ketus Shila, memajukan wajahnya. "Aku mau lihat koleksi barang terbaru yang ada di rak atas sana. Ambilkan sekar

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 57

    Sinar matahari sore menerobos masuk melalui pintu kaca gerai, memantulkan bayangan deretan produk yang tertata rapi di rak display. Ini adalah hari pertama ia kembali menginjakkan kaki di tempat kerja setelah mengambil cuti nikah selama hampir sepuluh hari. Langkah kakinya terasa sedikit lebih ringan, walau di balik kemeja kerjanya, plester medis masih melekat rapi melindungi luka di telapak tangan kanannya yang mulai mengering."Cieee... pengantin baru!" goda Tari, dengan suara melengking yang sengaja ditahan agar tidak menggema sampai ke area depan. Mata Tari berbinar-binar penuh kejahilan begitu melihat siluet Nayra yang baru saja muncul."Astaga, Tari! Suaramu kecilin sedikit, nanti kalau terdengar sampai luar gimana?"Tari tidak memedulikan protes itu. Ia malah berlari kecil, membuntuti langkah kaki Nayra dengan jarak yang sangat rapat, lalu menyandarkan tubuhnya di pintu loker besi yang terbuka. Senyum di wajah Tari semakin lebar, meng

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Dimana ayah Agas?

    Di dalam kamar utama yang bernuansa hangat, suasana terasa begitu kontras dengan ketegangan yang baru saja terjadi di lantai bawah. Arga berdiri tegak di depan pintu kaca yang menghadap langsung ke arah balkon. Kedua tangannya mencengkeram erat besi pembatas, sementara tatapannya lurus

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Hasutan Anna

    Anna yang semula sempat terdiam ketakutan karena gertakan Arga, kini kembali menemukan kelicikannya. Ia meletakkan sendoknya, lalu memajukan tubuhnya ke arah sang ibu, mencoba membangun kembali dinding pengaruhnya."Justru itu, Ma! Mama lihat sendiri, kan? Dia itu berubah total! Dan semu

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Meja makan II

    Arga menarik napas dalam-dalam, lalu bersandar pada sandaran kursi jatinya. Sebuah senyuman getir yang sangat dingin terukir di wajah tampannya. "Menurut Mama bagaimana? Apa Mama mau langsung percaya begitu saja dengan semua cerita sepihak dari Mbak Anna, seperti yang selalu Mama lakuka

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Meja makan

    Suasana ruang makan malam itu terasa berkali-kali lipat lebih mencekam dibandingkan malam-malam sebelumnya. Denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring porselen terdengar begitu nyaring, memecah keheningan yang dipaksakan. Semua orang yang duduk melingkari meja kayu jati itu tamp

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status