Share

Bab 62

Author: Mommy_Ar
last update publish date: 2026-06-28 02:00:24

"Hehehe... iya, Mbak. Biar lebih hemat juga, gak perlu beli lauk di luar terus-menerus," timpal Nayra diiringi tawa kecil yang menular.

Tiba-tiba, Nayra teringat sesuatu yang disimpan di dalam tas belanjanya.

Ia melepaskan sejenak pegangan tangannya dari Arga, lalu merogoh ke dalam tas untuk mengeluarkan dua buah bingkisan plastik tebal berisi makanan kering tradisional yang dibungkus rapi.

"Oh ya, Mbak Dewi. Ini ada sedikit oleh-oleh dari kampung kemarin waktu kami acara di sana
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 66

    Setiap kali tanda itu tercetak, Nayra hanya bisa meremas kuat kain kaos yang dikenakan Arga, mencoba mencari pegangan di tengah badai gairah yang sedang melanda dirinya.Permainan panas di tengah kepungan hujan lebat itu pun akhirnya pecah sepenuhnya. Di atas ranjang single yang terhitung sempit untuk ukuran dua orang dewasa, sepasang pengantin baru itu tenggelam dalam lautan asmara yang sah secara agama dan hukum.Krieett... kriiett... krieett...Suara derit nyaring dari rangka besi tua ranjang milik Arga mulai terdengar beraturan, berirama mengikuti setiap pergerakan intim mereka. Ranjang besi tua yang sudah agak berkarat di sudut-sudutnya itu kini resmi menjadi saksi bisu pertempuran asmara yang begitu membara di malam yang dingin ini.Di sela-sela pasrahnya pada dekapan sang suami, sebuah kilasan ingatan masa lalu mendadak melintas begitu saja di benak Nayra. Pikiran wanita itu berputar kembali ke masa beberapa bulan yang lalu, saat statusnya masih

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 63

    Suara geluduk besar menggelegar dengan kekuatan yang sanggup menggetarkan kaca-kaca jendela kontrakan petak mereka. Suaranya yang begitu memekakkan telinga terdengar sangat dekat, seolah-olah petir itu baru saja menyambar tiang listrik di ujung gang depan.Nayra yang memang pada dasarnya takut dengan suara guntur langsung tersentak kaget. Tubuhnya refleks berjingkat, kedua kelopak matanya terpejam rapat, dan secara spontan kedua tangannya langsung bergerak naik menutupi kedua lubang telinganya erat-erat."Astaghfirullahaladzim..." gumam Nayra terbata-bata dengan jantung yang berdegup kencang akibat terkejut.Melihat reaksi spontan istrinya yang ketakutan, Arga dengan sigap langsung menggeser posisi duduknya menjadi lebih dekat. Lengan kokohnya bergerak cepat merengkuh pundak mungil Nayra, menarik tubuh wanita itu ke dalam dekapan dadanya yang hangat untuk memberikan rasa aman. Ia mengusap pelan lengan Nayra, mencoba meredakan sisa-sisa keterkejutan di

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 62

    "Hehehe... iya, Mbak. Biar lebih hemat juga, gak perlu beli lauk di luar terus-menerus," timpal Nayra diiringi tawa kecil yang menular.Tiba-tiba, Nayra teringat sesuatu yang disimpan di dalam tas belanjanya. Ia melepaskan sejenak pegangan tangannya dari Arga, lalu merogoh ke dalam tas untuk mengeluarkan dua buah bingkisan plastik tebal berisi makanan kering tradisional yang dibungkus rapi."Oh ya, Mbak Dewi. Ini ada sedikit oleh-oleh dari kampung kemarin waktu kami acara di sana. Sekalian aku mau titip buat Bu Ratmi ya, Mbak? Takutnya besok aku gak ketemu sama beliau pas balikin kunci," ucap Nayra sambil menyodorkan kedua bingkisan tersebut ke hadapan Dewi."Wahhh... terima kasih banyak ya, Nay! Repot-repot banget pakai bawain oleh-oleh segala," seru Dewi dengan wajah berbinar senang saat menerima bungkusan itu. "Tenang aja, besok sore kalau Bu Ratmi kesini buat ngecek kosan, pasti langsung aku kasihin deh ke beliau. Gak bakal aku korupsi, hahaha!"Dewi be

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 61

    Jarum jam di dasbor mobil akhirnya menunjuk ke angka sebelas malam lewat sedikit. Mobil Arga perlahan melambat, lalu berhenti dengan posisi mepet ke sisi kiri, tepat di depan sebuah mulut gang yang terhitung sempit. Penerangan di sekitar gang itu hanya mengandalkan lampu merkuri kekuningan yang beberapa kali berkedip redup, khas suasana pemukiman padat penduduk di sudut Jakarta.Nayra menoleh ke luar jendela kaca mobil, menatap gang yang selama beberapa tahun ini menjadi saksi bisu perjuangannya mengadu nasib di kota perantauan, sebelum akhirnya statusnya berubah menjadi seorang istri. Ia lalu menoleh ke arah Arga yang baru saja mematikan mesin mobil."Gak apa-apa emang parkir di sini, Mas? Gak menutup jalan buat motor yang mau lewat?" tanya Nayra agak khawatir. Arga tersenyum tipis, lalu melepas sabuk pengamannya dengan gerakan tenang. "Gak apa-apa, Sayang. Posisi mobilnya sudah aman dan mepet ke tembok hancur itu. Tadi Mas juga sudah lihat, space buat dua motor berpapasan masih

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 60

    Arga membalikkan sedikit tubuhnya menghadap Nayra. Sisa-sisa kilatan amarah di matanya mendadak melunak, digantikan oleh tatapan teduh dan penuh perhatian yang khusus ia berikan hanya untuk istrinya. Pria itu mengulurkan tangan kirinya, meraih telapak tangan kiri Nayra yang bebas di atas konter, lalu membawanya ke depan bibir."Iya, Sayang. Aku lagi nemenin atasanku buat cari kado di mal ini. Gak sengaja lewat depan gerai kamu, jadi aku mampir buat lihat kondisi kamu," kata Arga lembut, disusul sebuah kecupan hangat dan lama yang mendarat di punggung tangan Nayra, mengabaikan kehadiran orang lain di sekitar mereka.Sementara itu, Shila yang menyaksikan momen kemesraan spontan tersebut di depan matanya sendiri merasa hatinya semakin panas membara. Dadanya naik-turun menahan luapan emosi yang bercampur aduk antara cemburu, kesal, dan marah. Pria yang dahulu selalu bersikap tenang dan mengalah kepadanya, kini justru menunjukkan perhatian dan perlindungan yang begitu luar biasa kepad

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Bab 59

    "Maaf ya, Mbak Shila... sepertinya kamu sudah terlalu jauh ikut campur urusan yang sama sekali bukan urusan kamu," ucap Nayra dengan nada suara yang ditekan serendah mungkin, namun setiap kata yang keluar terdengar begitu menusuk dan penuh penekanan."Apa kamu bilang? Ikut campur? Aku cuma bicara kenyataan, Nayra!"Nayra tidak memedulikan bantahan tersebut. Ia menggeser sedikit tumpukan brosur toko di atas meja kasir dengan gerakan anggun, lalu melayangkan pandangan dingin ke arah pintu keluar kaca transparan. "Jika Anda datang ke sini tidak untuk membeli produk kami, lebih baik Anda pergi sekarang juga. Silakan."Mendengar kata 'silakan' yang diucapkan dengan begitu tenang namun mengusir itu, harga diri Shila yang setinggi langit runtuh seketika di hadapan kedua temannya. Wajahnya yang semula putih karena riasan tebal kini memerah padam akibat rasa malu yang teramat sangat."Kamu berani mengusirku, hah?! Jangan kurang ajar kamu ya, perempuan udik!" bentak Shila dengan suara meleng

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Menghapus luka

    Nayra langsung tersentak kaget dan menolehkan kepalanya yang lemas ke arah sumber suara.Di sana, sosok Arga tengah berlari kencang memotong jarak di antara mereka. Napas pria itu memburu hebat dengan kaus oblong putihnya yang tampak sedikit kusut, mencerminkan bagaimana ia baru saja ber

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Nayra juga luka

    Kalimat terakhir Arga laksana sebuah hantaman telak yang langsung mengunci rapat mulut Anna. Wanita itu seketika terdiam seribu bahasa. Wajahnya yang semula merah padam karena amarah perlahan berubah menjadi sedikit pias. Ia tahu persis apa yang dimaksud oleh Arga. Ia tahu ada bata

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Pertahanan Arga

    "Pokoknya aku gak mau tahu, setelah kita pulang dari sini, kamu harus urus perempuan itu! Kalau dia gak bisa minta maaf sambil berlutut di depan aku dan Agas, usir dia dari rumah ini! Aku gak sudi satu atap sama pembawa sial!"Mendengar kata "usir" dan rentetan hinaan yang semakin keterlaluan

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Mulut Anna

    Di sana, sepotong pecahan kaca masih menancap dangkal, dikelilingi oleh darah merah segar yang terus merembes keluar, menetes satu demi satu ke atas lantai marmer, berbaur dengan sisa es sirup manis yang tumpah."Kamu bahkan gak lihat aku, Mas..." bisik Nayra lirih, air matanya menetes pasrah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status