Share

32. Maafkan, Aku

last update Last Updated: 2025-08-24 22:21:57
Puspita berjalan cepat keluar dari kantor Daniel. Memang benar, mobil Bernard sudah terparkir di depan pintu masuk gedung perkantoran milik Daniel. Hati Puspita berdegup tidak karuan. Apakah Bernard tahu jika dirinya masih sering mengunjungi mantan suaminya?

Supir pribadi Bernard langsung memacu mesin menuju apartemen Bernard. Tidak ada sapaan yang biasanya didapat Puspita dari sang supir. Puspita merasa cemas. Bagaimana jika Bernard tahu semua ini?

Langkah kaki Puspita tidak se-ringan biasanya. Kekhawatirannya akan Bernard yang mengetahui apa yang akhir-akhir ini ia lakukan membuatnya merasa sedikit tertekan. Karakter Bernard yang sedikit lebih keras dan kaku daripada Daniel, membuat Puspita tidak seharusnya terus menemui Daniel.

“Ada apa denganmu, Cantik? Kamu terlihat sedikit pucat.” Bernard menghampiri Puspita yang berdiri kaku setelah melangkah masuk ke dalam apartemen Bernard.

“A-Aku ti-dak apa-apa.” Puspita memaksa untuk tertawa, tapi tawanya justru mengundang kecurigaan Bernar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suddenly Marry With The CEO   37. Katakan Padaku

    Mendengar hal itu, Tiara langsung setuju dengan usul Daniel, mengikuti kursus privat renang, dengan catatan instrukturnya seorang perempuan.Daniel sudah bisa menebak. Tiara sangat lemah dengan gertakan seperti itu. Gadis itu pasti akan menyerah daripada harus berdekatan dengan seorang Daniel."Tiara.""Ya, Pak?""Mengapa kamu sangat takut berdekatan denganku? Apakah aku sangat menakutkan?""Eng?" Tiara mengangkat wajahnya, menatap punggung kokoh Daniel yang berdiri di depannya."Kamu seperti menjaga jarak denganku." Daniel memutar badannya ke belakang hingga ia dan Tiara berdiri saling berhadapan.Tiara tidak tahu harus menjawab apa. Daniel mengambil satu kerikil lalu melemparnya ke depan. Ia sudah tidak tahu lagi bagaimana meyakinkan Tiara jika dia bukanlah penyebab perceraiannya dengan Puspita. "Bu-Bukan begitu, Pak. Saya hanya berusaha untuk bersikap profesional. Saya bekerja sebagai asisten pribadi pemimpin Andromeda Group, dan saya akan menjaga status itu sampai anda member

  • Suddenly Marry With The CEO   36. Instruktur Renang

    Heg...Cegukan Tiara semakin menjadi. Ia menjadi panik dan menjadi semakin panik karena tidak menemukan air mineral di dekatnya. Dengan terpaksa, Tiara meninggalkan keempat wanita yang kini berbicara dengan berbisik. Tiara kembali ke restoran tempat ia sarapan tadi, mencari satu botol air mineral untuk meredakan cegukannya. "Ada apa? Kenapa kamu sampai cegukan seperti ini? Sesuatu mengejutkanmu?" Daniel menyodorkan botol air mineral yang sudah ia buka tutupnya.Tiara tidak menjawab. Ia langsung meneguk air mineral itu dengan perlahan. Hingga botol itu habis, cegukan Tiara tidak kunjung berhenti, membuat Daniel membuka satu botol air mineral lagi."Tidak usah panik. Kita bicarakan baik-baik. Tidak mungkin tidak ada solusinya. Aku akan membantumu." Daniel berusaha menenangkan Tiara yang masih berjuang meredakan cegukannya. Tiara duduk, dan menarik napas lega. Cegukannya berangsur berhenti. Ia menatap Daniel dengan tatapan dalam, sarat kalimat yang ingin ia sampaikan pada pria itu."Ad

  • Suddenly Marry With The CEO   35. Tersebar

    Daniel terpaksa menanti turunnya lift untuk menyusul Tiara. Sikap Tiara sungguh membuatnya bingung. Apa yang telah ia lakukan hingga membuat Tiara marah seperti itu? Seingatnya, ia tidak melakukan apa-apa. Tidur saja mereka tidak satu kamar, bagaimana mungkin dirinya melakukan sesuatu pada Tiara.Daniel berhenti di depan pintu kamar yang ditempati Tiara. Ia gamang antara mengetuk pintu Tiara lalu mengajak gadis itu berbicara empat mata jika Tiara membukakan pintu untuknya. Namun jika tidak, Daniel harus gigit jari karena dia tidak suka itu. Daniel tidak suka dengan situasi ini. Ia tidak suka didiamkan oleh Tiara. Ia suka mendengar protes dan omelan-oemlan Tiara. Baginya, omelan Tiara adalah lantunan melodi yang sangat indah."Tia! Keluarlah. Ada yang harus kita bicarakan." Daniel mengetuk pintu kamar Tiara. "Tiara. Ayolah! Jangan bertingkah seperti anak kecil." Daniel mengetuk kembali kamar Tiara. Hati Daniel menjadi tidak tenang.Setelah sekian lama menunggu, akhirnya pintu kamar 427

  • Suddenly Marry With The CEO   34. Khawatir

    "Ya. Mungkin aku harus mendatangi orang tuanya agar lebih mudah meminangnya." Daniel manggut-manggut sendiri.Pria itu kemudian masuk ke kamar yang berada tepat di depan kamar Tiara. Malam itu berlalu dengan damai. Baik Tiara maupun Daniel dapat tidur pulas dengan mimpi masing-masing. Tiara tentang Puspita dan Daniel tentang pernikahannya dengan Tiara yang berlangsung sangat meriah.Empat jam kemudian alarm di jam tangan Tiara berdering. Gadis itu terlonjak kaget. Dahinya basah oleh keringat. Mimpinya berseteru dengan Puspita sedang seru-serunya. Tiara turun dari ranjang, berjalan ke arah dispenser. Ia haus, butuh cairan untuk membasahi tenggorokannya. Segelas air hangat berpindah dari gelas ke perut melalui bibir melewati rongga mulut, membasahi tenggorokan dan akhirnya berlabuh di lambung Tiara. Tiara membuka tirai di kamarnya memandang ke langit yang masih gelap dan dipenuhi oleh bintang-bintang.Mengingat semalam dirinya sudah terlalu lelah untuk membersihkan diri, Tiara bergega

  • Suddenly Marry With The CEO   33. Ujian Kesabaran Daniel

    "Mengapa beliau terus saja datang kemari mengganggu saya? Apa hebatnya saya coba?" Tiara menatap Daniel dengan tatapan tidak mengerti."Andai ku tahu. Sayangnya aku tidak tahu dan tidak mau tahu. Jika dia datang lagi, panggil petugas keamanan, suruh dia pergi. Jangan ijinkan dia memasuki area gedung ini. Kamu mengerti?"Tiara mengangguk paham. Ia segera membawa keluar satu koper yg dibawanya dari kantor Daniel. Saat hendak melangkah keluar dari apartemen, tangan Daniel mengambil koper dari tangan Tiara. "Biarkan saya yang membawa kopernya, Pak." Tiara kembali merebut koper dari tangan Daniel. "Tidak! Biarkan kali ini aku yang membawanya," tegas Daniel."Tentu saja tidak. Ini adalah salah satu tugas seorang asisten pribadi CEO." Tiara kembali mengambil koper dari tangan Daniel."Jangan mempermalukan aku, Tiara. Dengan membiarkanmu membawa koper ini, sama saja mempermalukan diriku sendiri.""Kalau begitu, mengapa Bapak merekrut asisten pribadi jika Bapak bisa melakukan semuanya sendir

  • Suddenly Marry With The CEO   32. Maafkan, Aku

    Puspita berjalan cepat keluar dari kantor Daniel. Memang benar, mobil Bernard sudah terparkir di depan pintu masuk gedung perkantoran milik Daniel. Hati Puspita berdegup tidak karuan. Apakah Bernard tahu jika dirinya masih sering mengunjungi mantan suaminya?Supir pribadi Bernard langsung memacu mesin menuju apartemen Bernard. Tidak ada sapaan yang biasanya didapat Puspita dari sang supir. Puspita merasa cemas. Bagaimana jika Bernard tahu semua ini?Langkah kaki Puspita tidak se-ringan biasanya. Kekhawatirannya akan Bernard yang mengetahui apa yang akhir-akhir ini ia lakukan membuatnya merasa sedikit tertekan. Karakter Bernard yang sedikit lebih keras dan kaku daripada Daniel, membuat Puspita tidak seharusnya terus menemui Daniel.“Ada apa denganmu, Cantik? Kamu terlihat sedikit pucat.” Bernard menghampiri Puspita yang berdiri kaku setelah melangkah masuk ke dalam apartemen Bernard.“A-Aku ti-dak apa-apa.” Puspita memaksa untuk tertawa, tapi tawanya justru mengundang kecurigaan Bernar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status