Share

Bab 101

Author: Krisna
Seakan Tuhan pun tidak tahan lagi dan menghukum Galang dengan cara ini. Ayu bahkan berharap Galang tidak akan pernah sembuh.

Bejo segera menemukan seutas tali.

Baru saat itu Dhana pura-pura khawatir. "Paman, butuh bantuan? Aku lumayan kuat, bisa mengikatnya lebih erat."

Tiga pria itu pun sibuk mengikat Galang.

"Paman, aku memang punya sedikit uang sekarang. Nggak banyak, tapi kalau 100 juta ada. Soal bunganya, kalau menurut Paman perlu, aku bisa transfer sekarang."

Hendra buru-buru melambaikan t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 342

    Dhana sedang mempertimbangkan apakah dia harus mengatakan tentang cincin di tangan Angelica sekarang, dan apakah Angelica akan setuju.Melihat Dhana tetap diam, Angelica menjadi cemas."Tabib Dhana, aku mohon, setujui permintaanku.""Asal kamu setuju, apa pun permintaanmu, katakan saja. Selama aku bisa, aku pasti akan memenuhinya.""Keluarga Sandya juga cukup berpengaruh. Berapa pun uang yang kamu inginkan, kalau aku nggak bisa mengeluarkan sendiri, aku pasti akan pulang dan meyakinkan Nenek.""Kumohon, Tabib Dhana ...."Dhana berpikir sejenak, lalu berkata, "Nona Angelica, berdasarkan penjelasan dan video yang baru saja kamu tunjukkan padaku, aku yakin seratus persen bisa membantumu menang dalam kompetisi."Dari ucapan Dhana, dia sepertinya setuju.Angelica buru-buru mengucapkan terima kasih. "Terima kasih, Tabib Dhana. Kamu belum menyebutkan syarat apa pun. Silakan sampaikan syaratmu."Dhana menundukkan matanya dan menatap tangan Angelica."Nona Angelica, aku ingin ini."Angelica tid

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 341

    Angelica berbicara sambil menghela napas panjang.Sebelum masuk ke dalam mobil, dia bisa melihat dengan jelas bahwa Dhana tidak membawa apa-apa. Tapi barusan, Dhana mengeluarkan Rumput Raungan Naga entah dari mana hanya dengan lambaian tangan, seperti sihir.Tabib Dhana ini mungkin benar-benar bisa membantunya.Angelica tampak terkejut, sementara Dhana tetap tenang.Jika satu batang Rumput Raung Naga tingkat sembilan saja sudah bisa menyapu bersih semua kontestan lain, maka ini sangat mudah.Rumput itu berlimpah ruah di Dimensi Teratai.Butuh sebanyak apa pun ada.Selain Dimensi Teratai tingkat sembilan, di Dimensi Teratai juga terdapat banyak tumbuhan aneh dan langka. Dulu, Dhana mengira semuanya hanyalah rumput liar.Ternyata, semua itu adalah harta berharga.Dimensi Teratai sebenarnya menyimpan berapa banyak harta berharga?Mungkinkah, di mana pun mata memandang, semuanya berharga?"Nona Angelica, Rumput Raung Naga tingkat sembilan ini apa benar-benar bisa membantumu? Perhatikan lag

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 340

    "Karena kamu ahli pengobatan yang hebat, pasti kamu juga sangat ahli dalam ramuan obat. Aku butuh bantuanmu.""Begini ceritanya ...."Setelah memastikan identitas Dhana, Angelica menjelaskan secara detail selama lima menit apa yang dia perlukan dari Dhana.Angelica adalah putri sulung Keluarga Sandya dari Provinsi Dira.Keluarga Sandya bergerak di bidang bisnis tanaman herbal dan bahan obat.Dan kali ini, Keluarga Sandya menghadapi kesulitan. Beberapa keluarga lain yang juga bergerak di bidang yang sama memberi tekanan pada Keluarga Sandya.Beberapa keluarga besar itu akan mengadakan sebuah acara yang disebut 'Kompetisi Herbal Spiritual'.Yang dimaksud dengan 'Kompetisi Herbal Spiritual' adalah beberapa keluarga besar tersebut masing-masing memamerkan kepada semua orang tanaman herbal hasil budidaya mereka.Kemudian, semua orang akan memilih keluarga mana yang ramuannya paling berharga. Semakin tinggi nilainya, semakin diakui oleh semua orang.Pemenang akhir Kompetisi Herbal Spiritual

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 339

    Sambil mengatakan itu, Dhana membuka keran air, membersihkan sisa-sisa noda darah, lalu baru mendekati wanita asing itu dan duduk di seberangnya.Melihat Dhana mendekat, wanita itu segera berdiri."Tabib Dhana, izinkan aku memperkenalkan diri. Namaku Angelica, dari Keluarga Sandya di Provinsi Dira. Aku datang khusus untuk meminta bantuan darimu.""Tabib Dhana, bisa aku bicara pribadi denganmu? Asalkan kamu bisa membantu menyelesaikan masalahku, aku bersedia membayar sebanyak apa pun yang kamu minta!"Sehebat apa Keluarga Sandya ini?Sejujurnya, Dhana tidak tahu.Tapi, nama Angelica terdengar sangat indah.Dari nada bicaranya, Dhana bisa menebak bahwa putri Keluarga Sandya ini yang berani membayar berapa pun pasti sangat kaya.Dia hanya bertanya-tanya apakah kekayaannya lebih besar daripada Yuna."Nona Angelica, di sini nggak ada orang luar. Ada masalah apa, silakan dibicarakan di sini. Kamu butuh pengobatan, atau butuh resep ramuan? Kalau aku bisa membantu, aku akan berusaha semaksimal

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 338

    Saat dia menyentuh hidungnya, ternyata ada bercak berdarah.Dhana merasa sangat malu.Hidungnya ini sungguh payah, langsung berdarah begitu melihat wanita cantik.Tapi, Dhana juga tidak bisa disalahkan. Dia hanya pria normal. Bunga teratai dalam dirinya sangat bersemangat tadi, sehingga dia tidak sabar dan menggunakan Mata Roh Teratai untuk memeriksa wanita itu, hingga akhirnya memeriksa hal-hal yang tidak seharusnya ikut diperiksa.Dan benar saja, hidungku kambuh lagi."Uhuk, uhuk ...." Dhana batuk untuk menyembunyikan rasa malunya. "Maaf, aku beberapa hari ini terlalu banyak makan makanan berlemak, jadi agak panas dalam."Mawar berdiri di samping dan buru-buru memberikan tisu kepada Dhana.Tapi dalam hatinya, dia mengutuk Dhana.‘Adik sombong ini langsung mimisan begitu melihat wanita cantik. Sepertinya, aku harus mencari waktu untuk membantunya meredakan panas dalamnya secara menyeluruh, biar nggak bikin malu lagi.’‘Baru sekilas pandang saja sudah mimisan. Kalau ditunggu beberapa m

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 337

    Tiga tahun, kalau tidak ketemu semua, seluruh penghasilan dan wanita-wanita cantik yang mengelilinginya akan sia-sia saja.Terutama Yuna, wanita yang dia baru dapat . Kalau dalam tiga tahun ini dia tidak bisa mengumpulkan semua kelopak bunga, Dia akan mati. Sungguh sangat tragis.Lagi pula, kenapa harus tiga tahun?Andai saja 30 tahun!Saat pikiran Dhana sedang kacau, terdengar suara mobil di depan pintu, lalu sebuah Mercedes-Benz G-Class hitam berhenti di depan rumahnya.Dia berdiri dan melihat dua pria berotot turun dari kursi pengemudi dan penumpang depan, mengenakan setelan jas, tampak gagah dan berwibawa.Pria di kursi penumpang depan membukakan pintu belakang.Pertama-tama, muncul sepasang sepatu hak tinggi merah. Di atasnya terdapat sepasang kaki panjang, yang dibalut stoking berwarna kulit.Dhana terkejut ketika wanita itu keluar dari mobil.Rambutnya disanggul dan dia mengenakan kacamata hitam.Lehernya yang panjang dan putih dihiasi kalung berlian berkilauan, bagaikan angsa p

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 170

    "Ya sudah, kalau begitu, mau kubelikan BMW Seri 5?"Sebuah Audi A4 harganya kurang dari 600 juta, sedangkan BMW Seri 5 mendekati satu miliar. Selisihnya 400 juta.Selain itu, dibandingkan dengan mobil lain, BMW Seri 5 terasa lebih bergengsi.Sebagai hadiah pernikahan, Amanda tentu saja ingin mendapa

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 161

    Suryadi menghela napas, ekspresinya muram. "Yuna benar. Kita sudah menyerah soal utang itu. Lagi pula, tuan muda mereka bukan orang yang mudah ...."Anggota Keluarga Atmaja lainnya juga mulai berbisik-bisik."Benar. Karena sudah dianggap nggak akan kembali, Keluarga Wiguna nggak mungkin melunasinya.

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 166

    Yuna, dengan dagunya yang runcing dan wajah ovalnya yang indah, selalu menarik perhatian pria ke mana pun dia pergi. Bagaimana mungkin kecantikan biasa seperti Amanda bisa dibandingkan dengannya?"Benarkah?" Yuna tertawa kecil. "Walaupun kamu nggak sepenuhnya benar, aku tahu aku memang lumayan canti

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 147

    Mereka berdua berteriak dan memohon ampun.Mereka ingin sekali balas memukul Yuna hingga wanita itu mati, tapi mata Kakek selalu mengawasi. Mereka tidak berani bergerak. Yang bisa mereka lakukan hanya membiarkan Yuna meluapkan amarah dan menahan pedih di pipi mereka.Maya berdiri di samping, menonto

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status