Masuk"Ayo cepat," desak Dhana. "Apa kalian harus aku carikan cambuk, nanti kucambuk dulu baru mau jalan?""Ayo, ayo." Mawar berbalik, tangan kirinya menggandeng Ayu, tangan kanannya menggandeng Ratna, baru keempatnya pun pergi.Setibanya di rumah Mawar, Dhana langsung mengunci pintu depan.Melihat Dhana bertingkah misterius, mereka berdua semakin penasaran dan menatapnya dengan bingung.Setelah sampai di ruang tamu dan duduk, Dhana baru mulai bicara."Ada sesuatu yang sudah lama ingin aku sampaikan kepada kalian, tapi aku takut kalian nggak percaya atau nggak mau percaya, jadi aku selama ini belum pernah bilang.""Tapi, mengingat situasi sekarang, aku harus memaksa diriku."Setelah mengatakan itu, Dhana menatap Ratna."Aku mau tanya dulu. Waktu kita pergi jual ikan di pasar, kawanan preman Jono kan kuat, kenapa mereka mau bantu kita jual ikan?"Ratna memiringkan kepala, berpikir.Ini juga pertanyaan yang ingin dia tanyakan.Sejak pulang dari berjualan ikan, dia sudah berusaha memutar otak d
Ayu bicara sambil mengangkat dagunya dengan angkuh.Dia tahu cara menangkap ikan, dan dia juga tahu cara membuat umpan untuk menangkap ikan. Dia bisa menangkap 500 kilogram ikan dengan mudah.Melihat ekspresi bahagia adiknya, Dhana meredam antusiasmenya."Kamu itu cuma tahu sebagian saja. Perbedaan kecil bisa menyebabkan kesalahan besar. Kalau aku nggak ada buat menjelaskan detail prosesnya, kalian nggak akan dapat satu ekor pun."Ayu tentu saja tidak terima dan langsung membantah."Aku nggak percaya. Aku yakin aku bisa. Kalau kamu nggak percaya, kami bertiga bisa pergi nangkap lagi habis makan nanti. Kamu jangan ikut."Dhana segera menggelengkan kepala. "Jangan macam-macam. Ada urusan penting yang harus dibicarakan dengan kalian bertiga nanti. Kalian nggak boleh pergi ke mana-mana habis makan. Kalau ada yang pergi, nanti kupukul."Sambil berkata begitu, Dhana mengalihkan pandangannya dari Ayu, lalu Ratna, kemudian Mawar, sebagai peringatan.Waktu sangat terbatas. Dhana tidak bisa memb
Dia kini memiliki Rumput Raung Naga tingkat sembilan.Dia harus segera mencari kotak untuk menyimpannya.Setibanya di dalam mobil, Angelica menemukan sebuah kotak kecil, lalu cepat-cepat memasukkan rumput itu dan menutupnya rapat.Gerakannya luwes dan tenang.Setelah selesai, barulah dia sedikit menghela napas lega."Ayo, kita kembali ke kota. Besok ke sini lagi."Salah satu pengawal sekaligus sopir bertanya sambil mengemudi, "Nona, kenapa buru-buru? Kamu takut ada masalah?"Angelica menjawab sambil tersenyum, "Nggak ada masalah. Kunjungan kita ke Desa Mawar memang tepat. Kita benar-benar menemukan orang yang bisa membantu kita. Tabib bernama Dhana ini jauh lebih hebat dari yang kita bayangkan!"Melihat nona mereka memuji Dhana setinggi langit, kedua pengawal yang tadinya meremehkan tampak terkejut.Pengawal lainnya bertanya, "Apa iya sehebat itu? Menurutku, kondisi rumahnya biasa-biasa saja, agak terlalu sederhana.""Jangan menilai buku dari sampulnya," jelas Angelica. "Kemampuan Tabi
Dhana membiarkan Angelica membuat pengaturan, tapi tidak langsung hari ini."Aku masih ada urusan sekarang, jadi baru bisa ikut denganmu besok.""Kalau begitu, aku akan menjemputmu lagi besok pagi." Angelica mengangguk sambil tersenyum, lalu mengulangi, "Kompetisi ini sangat penting bagi Keluarga Sandya. Setelah semuanya beres, aku pasti akan memberimu imbalan yang besar."Angelica berhenti sejenak.Wajahnya masih tersenyum, tampak memikirkan sesuatu."Waktu kuminta memberi syarat, kamu cuma minta cincin ini. Itu terlalu sedikit. Karena Tabib Dhana nggak menyebutkan apa-apa lagi, biar aku yang tentukan. Asal kamu membantuku mengalahkan mereka, aku akan memberimu dua triliun."Dua triliun sebenarnya terlalu sedikit.Bahkan jika Dhana mengajukan 20 triliun, Angelica akan menyetujuinya dan berusaha untuk memberikannya.Karena ini menyangkut hidup dan mati keluarga. 20 triliun hanyalah jumlah yang sangat kecil. Dia menawarkan dua triliun adalah sebuah penghematan yang sangat besar.Ada tam
Dhana sedang mempertimbangkan apakah dia harus mengatakan tentang cincin di tangan Angelica sekarang, dan apakah Angelica akan setuju.Melihat Dhana tetap diam, Angelica menjadi cemas."Tabib Dhana, aku mohon, setujui permintaanku.""Asal kamu setuju, apa pun permintaanmu, katakan saja. Selama aku bisa, aku pasti akan memenuhinya.""Keluarga Sandya juga cukup berpengaruh. Berapa pun uang yang kamu inginkan, kalau aku nggak bisa mengeluarkan sendiri, aku pasti akan pulang dan meyakinkan Nenek.""Kumohon, Tabib Dhana ...."Dhana berpikir sejenak, lalu berkata, "Nona Angelica, berdasarkan penjelasan dan video yang baru saja kamu tunjukkan padaku, aku yakin seratus persen bisa membantumu menang dalam kompetisi."Dari ucapan Dhana, dia sepertinya setuju.Angelica buru-buru mengucapkan terima kasih. "Terima kasih, Tabib Dhana. Kamu belum menyebutkan syarat apa pun. Silakan sampaikan syaratmu."Dhana menundukkan matanya dan menatap tangan Angelica."Nona Angelica, aku ingin ini."Angelica tid
Angelica berbicara sambil menghela napas panjang.Sebelum masuk ke dalam mobil, dia bisa melihat dengan jelas bahwa Dhana tidak membawa apa-apa. Tapi barusan, Dhana mengeluarkan Rumput Raungan Naga entah dari mana hanya dengan lambaian tangan, seperti sihir.Tabib Dhana ini mungkin benar-benar bisa membantunya.Angelica tampak terkejut, sementara Dhana tetap tenang.Jika satu batang Rumput Raung Naga tingkat sembilan saja sudah bisa menyapu bersih semua kontestan lain, maka ini sangat mudah.Rumput itu berlimpah ruah di Dimensi Teratai.Butuh sebanyak apa pun ada.Selain Dimensi Teratai tingkat sembilan, di Dimensi Teratai juga terdapat banyak tumbuhan aneh dan langka. Dulu, Dhana mengira semuanya hanyalah rumput liar.Ternyata, semua itu adalah harta berharga.Dimensi Teratai sebenarnya menyimpan berapa banyak harta berharga?Mungkinkah, di mana pun mata memandang, semuanya berharga?"Nona Angelica, Rumput Raung Naga tingkat sembilan ini apa benar-benar bisa membantumu? Perhatikan lag
"Kamu nggak benar-benar mau datang, 'kan?""Kenapa nggak?" balas Dhana sambil tersenyum. "Sebagai mantan pacar Amanda, aku harus datang di momen paling bahagia mereka. Paling nggak membawa hadiah spesial biar pernikahan mereka semakin mengesankan, ya 'kan?"Besok, dia akan membalas dendam atas semua
"Lihat, itu orangnya!"Seseorang yang bermata tajam menunjuk ke arah Dhana."Ya, ya! Pemuda yang duduk di motor itu, dia mantan pacarnya Amanda. Dia pernah datang ke sini dua tahun lalu, jadi aku sudah ketemu beberapa kali. Si bodoh itu masih nggak rela melepaskan?""Mantan pacarnya mau menikah, dia
Bejo juga tampak gembira. Putranya sekarang sukses, berhasil membeli mobil mewah dan akan membangun vila. Keluarga mereka akhirnya memiliki sesuatu untuk dinantikan, dan Dhana bisa berdiri penuh percaya diri di depan semua orang di desa.Sesekali, Bejo berbincang sebentar dengan semua orang.Sekar j
Walaupun putrinya terlalu terus terang, itu memang benar. Satu ban mobil mewah Dhana inin mungkin seharga 140-160 juta.Setelah mengagumi bagian dalam mobil, Pandu tiba-tiba menceletuk."Ngomong-ngomong, Dhana, kalau kamu punya uang buat beli mobil mewah, kamu juga harus renovasi rumahmu. Aku khawat







