Compartir

Bab 166

Autor: NFLusica
last update Fecha de publicación: 2026-04-28 11:46:38

Ponsel pintar milik Siska yang tergeletak di atas meja nakas bergetar sangat keras menampilkan panggilan masuk misterius. Jam digital kecil di layar gawai tersebut menunjukkan angka tepat menunjuk pukul dua belas malam.

Membuka kelopak matanya dengan amat malas, Siska segera meraih ponsel tersebut karena nama Anton tertera di sana.

"Halo, Pak Anton? Ada masalah gawat apa telepon tengah malam begini? Data proyek apartemennya aman kan bisa dibuka semua?" sapa Siska mengucek matany

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Suntik Aku, Mas Dokter!   Bab 196

    Sepeninggal Bu Ratih dari ruangan Amara, pria karismatik ini kembali memusatkan seluruh fokusnya pada sosok ibu hamil di atas ranjang.Sebelum Adrian menyuapi Amara, perempuan ayu itu sempat mengerucutkan bibirnya menatap nampan makanan rumah sakit. Makanan hambar berupa bubur saring tanpa rasa itu sama sekali tidak mengunggah selera makannya siang ini."Saya rasanya udah muak banget disuruh makan bubur lembek yang rasanya tawar begini setiap hari," keluh Amara menggeser nampan plastiknya menjauh.Keluhan manja tersebut sontak memancing tawa tertahan dari para karyawan yang berdiri mengelilingi ranjang. Mereka sangat jarang melihat sisi kekanak-kanakan dari atasan mereka yang terkenal sangat tegas dan disiplin di kantor.Adrian melangkah pelan mendekati sisi ranjang untuk mengambil alih piring kecil berisi potongan apel dari tangan Bambang. Tanpa memedulikan tatapan penasaran dari beberapa staf di sana, dia mulai menyuapkan buah segar tersebut langsung ke mulut Amara."Kamu harus teta

  • Suntik Aku, Mas Dokter!   Bab 195

    Semua orang di ruangan tersebut berkumpul mengelilingi ranjang dengan wajah penuh antusiasme."Bunga mawar ini hasil patungan dari anak-anak divisi keuangan, Bu," lapor Bambang tersenyum sangat lebar memamerkan giginya."Kami semua udah tahu kelakuan buruk Pak Doni yang berani nilep uang proyek demi selingkuh sama sekretarisnya sendiri. Semua barang pribadi milik bapak itu juga udah kami kemas ke dalam kardus dan dibuang ke tempat sampah basemen. Ibu jangan pernah sedih lagi karena seluruh karyawan seratus persen dukung Ibu buat mimpin perusahaan ini sendirian.""Anak-anak satpam bahkan siap ngusir laki-laki itu kalau dia berani nampakin wajahnya lagi di lobi," tambah Cindy mengepalkan tangannya di udara. "Kami ngga akan biarin aset perusahaan jatuh ke tangan suami benalu kayak dia."Mendengar pernyataan kesetiaan dari para bawahannya, senyum tulus akhirnya merekah di bibir pucat sang direktur wanita.Amara menyandarkan punggungnya ke bantalan kasur dengan perasaan yang jauh lebih rin

  • Suntik Aku, Mas Dokter!   Bab 194

    Membuka kelopak matanya secara perlahan, aroma khas cairan antiseptik rumah sakit langsung menyapa indra penciuman Amara pagi itu. Pandangan perempuan hamil ini spontan menangkap sosok Adrian yang tertidur pulas dengan posisi duduk menyamping di kursi penjenguk.Akibat kelelahan yang luar biasa setelah berjaga semalaman penuh, wajah pria dominan tersebut tampak sangat damai menyembunyikan beban pikirannya.Digerakkan oleh rasa haru yang meluap, jemari pucat Amara terulur pelan untuk memberikan usapan lembut di rambut tebal Adrian. Dibelai selembut itu, sang dokter spesialis kandungan langsung terbangun dari alam mimpinya. Laki-laki ini segera menegakkan posisi duduknya untuk menatap lekat wajah pasien kesayangannya."Syukurlah kamu udah sadar, Sayangku," ucap Adrian mengusap wajahnya kasar meluapkan kelegaan. "Jantung aku rasanya beneran mau berhenti pas ngelihat kamu jatuh pingsan di lantai kantor kemarin sore.""Untung aja aku datang tepat waktu buat bawa kamu ke sini sebelum asam l

  • Suntik Aku, Mas Dokter!   Bab 193

    Akibat hantaman telapak tangan bertenaga penuh tersebut, tubuh Doni limbung menghantam deretan kursi tunggu berbahan besi hingga menimbulkan suara benturan keras. Merasakan rasa kebas yang menyengat saraf wajahnya, laki-laki pecundang ini mendapati sudut bibir kanannya sukses robek meneteskan cairan merah segar untuk kedua kalinya hari ini."Kamu pikir saya tidak tahu semua rencana kotor dan manipulasi murahalamu untuk menghancurkan putriku di kantor tadi, Doni?! Beraninya kamu berkomplot sama dokter korup ini buat memfitnah ayah dari cucu saya secara terang-terangan di depan umum! Jangan pernah bermimpi bisa menghirup udara bebas, karena saya akan mengerahkan seluruh pengacara terbaik buat memastikan kamu membusuk di sel penjara!"Nyonya besar keluarga konglomerat ini lantas memberikan isyarat tegas kepada komandan polisi yang berdiri siaga di belakangnya.Mendapat instruksi penangkapan resmi dari keluarga donatur utama rumah sakit, dua orang petugas berseragam langsung meringkus per

  • Suntik Aku, Mas Dokter!   Bab 192

    Dari balik ketenangannya, Adrian memutar sebuah video pengakuan langsung beresolusi tinggi yang dirancangnya bersama Anton sedari malam.Di dalam layar lebar tersebut, terpampang jelas wajah asisten pribadi Surya yang duduk tertunduk lesu di sebuah ruangan tertutup. Pria berbaju rapi itu mulai membeberkan seluruh bukti transfer uang suap dari Doni untuk memalsukan rekam medis pasien."Saya menerima perintah langsung dari Dokter Surya untuk memanipulasi data malapraktik Dokter Adrian siang ini." Suara asisten tersebut menggema keras memenuhi seluruh lorong unit gawat darurat membuat semua orang terkesiap. "Semua stempel dan tanda tangan direksi di surat penangguhan itu murni hasil rekayasa kami berdua."Lebih menghancurkan lagi, video tersebut juga melampirkan sebuah bukti mutasi perbankan yang sangat fatal bagi kelangsungan karier sang dokter senior.Terdapat rincian data penggelapan dana rumah sakit yang mengalir deras ke rekening rahasia milik Surya selama lima tahun terakhir. Nomin

  • Suntik Aku, Mas Dokter!   Bab 191

    Perlahan, tawa puas mereka berdua menyusut tergantikan oleh kerutan kebingungan di dahi masing-masing yang mulai berkeringat. Kedua pria licik ini saling berpandangan mencoba mencari celah ketakutan dari gestur santai sang rival yang sangat tidak masuk akal.Sayangnya, duo pecundang itu sama sekali tidak menemukan raut keputusasaan dari Adrian yang bersandar nyaman layaknya penonton teater bioskop. Sebuah senyum tipis yang amat mengerikan perlahan terukir di sudut bibir sang dokter menyiratkan petaka besar yang tak terhindarkan.Tiba-tiba, insting membunuhnya bangkit, untuk meratakan kehidupan dua laki-laki yang berani mengganggu keselamatan wanita hamil kesayangannya.Melalui kelihaiannya bermain di balik bayangan tanpa tersentuh hukum, dia bersiap meluncurkan kejutan pamungkas yang telah dirancangnya bersama Anton sedari malam."Kita lihat saja siapa yang bakal membusuk di neraka paling gelap besok pagi," batin Adrian menekan tombol eksekusi rahasia di layar ponselnya. Keputusan fin

  • Suntik Aku, Mas Dokter!   Bab 65 Sini Aku Betulin

    "Kamu pasti lemes banget buat pakai baju dengan benar, ya?" tebak Bu Ratih sambil tersenyum tipis meremehkan. "Makanya kancing baju kamu sampai mencong begini pas dipakai habis periksa tadi."Mendapat jalan keluar yang tak terduga, Amara buru-buru menganggukkan kepalanya dengan tempo cepat

    last updateÚltima actualización : 2026-04-05
  • Suntik Aku, Mas Dokter!   Bab 53 Masa Lalu

    Sebagai bentuk keputusasaan, Adrian menghela napas sangat panjang melalui hidungnya. Dia sadar posisinya sangat lemah di hadapan kekuatan uang milik mertua Doni tersebut. Pria itu harus membangun batasan emosional yang ketat agar tidak semakin hancur di kemudian hari."Kurang berapa lagi?

    last updateÚltima actualización : 2026-04-01
  • Suntik Aku, Mas Dokter!   Bab 40 Ah, Sial!

    Seketika, Adrian mengepalkan telapak tangan kiri di atas meja kerja. Kuku-kukunya menekan kulit sampai meninggalkan bekas kemerahan yang sempat memutus aliran darah. Suhu tubuhnya kembali naik perlahan saat mengingat jumlah uang hasil kerjanya yang harus dikorbankan demi masalah ini.&ldqu

    last updateÚltima actualización : 2026-03-28
  • Suntik Aku, Mas Dokter!   Bab 12 Durasi Kita Hanya Dua Jam

    Di klinikmya, Adrian berdiri di bawah shower. Dia memutar keran ke arah biru. Air yang semula hangat berubah menjadi dingin menusuk tulang. Adrian memejamkan mata dan mendongakkan wajahnya. Dia membiarkan air dingin itu menampar kulit wajah dan tubuhnya.Sejak bangun tidur tadi pagi, tubuhnya teras

    last updateÚltima actualización : 2026-03-18
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status