Inicio / Romansa / Sweet Escape / Flight to Freedom

Compartir

Flight to Freedom

Autor: Serafina
last update Fecha de publicación: 2026-10-18 08:26:10

SE 45 – Flight to Freedom

Cavendish Estate, August, 2019

Sepeninggal Mary, Frank masuk ke dalam ruangan. Dia melihat Alfred yang terlihat tersiksa, dia segera menarik keponakannya itu, membawanya ke kamar mandi yang tidak jauh dari lorong. Alfred memuntahkan seluruh isi perutnya ke toilet. Sementara Frank menungguinya di dekat wastafel. Selama beberapa menit, Alfred akhirnya bisa menguasai diri. Dia menyiram toilet dan berjalan menuju wastafel untuk mencuci mulutnya.

“Aneh,” ujar Frank.

Alfred
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Sweet Escape   Flight to Freedom

    SE 45 – Flight to FreedomCavendish Estate, August, 2019 Sepeninggal Mary, Frank masuk ke dalam ruangan. Dia melihat Alfred yang terlihat tersiksa, dia segera menarik keponakannya itu, membawanya ke kamar mandi yang tidak jauh dari lorong. Alfred memuntahkan seluruh isi perutnya ke toilet. Sementara Frank menungguinya di dekat wastafel. Selama beberapa menit, Alfred akhirnya bisa menguasai diri. Dia menyiram toilet dan berjalan menuju wastafel untuk mencuci mulutnya.“Aneh,” ujar Frank.Alfred tidak menanggapi, dia hanya melirik pamannya dari pantulan kaca.“Kamu sempat berada dalam ruangan itu bersama Carina,” kata Frank lagi, dia mengelus-elus dagunya, “tak sekalipun kamu muntah-muntah. Tapi begitu Mary datang....”Alfred menarik napasnya. Dia mengeluarkan botol obat dari kantong celana, meminum sebutir obat penenang.“Al, ini luar biasa.” Frank menepuk punggung Alfred, “akhirnya ada kesempatan untukmu sembuh. Jangan buang waktu, ayo kabari ibumu, kita harus segera menghubungi dokt

  • Sweet Escape   Can I Call Somebody

    SE 44 – Can I Call Somebody?Cavendish Estate, Function Room, August, 2019. Pesta masih berlangsung walau terlupakan oleh si empunya rumah. Edward sudah benar-benar mabuk. Dia duduk di kursi VIP dan dikelilingi gadis-gadis cantik. Mary yang hendak pergi dari mansion itu melihat Edward, dan langsung putar haluan.“M’lord,” sapanya pada Edward dengan panggilan resmi.Edward, putra bungsu dari Duke of Gloucester, tidak pernah dipanggil dengan seresmi itu. Maklum dia berada di urutan terakhir sebagai pewaris nama Lord. Jadi saat Mary memanggilnya dengan nama itu, dia langsung menoleh kaget. “Kamu memanggilku?” tanyanya.Mary tersenyum dan menyuruh gadis yang duduk di samping kanan Edward untuk menyingkir. Semua sudah tahu kedudukan Mary di mansion ini, jadi gadis itu pergi setengah ketakutan. Lebih baik menyingkir jauh-jauh dari Mary, dia terkenal sadis kalau lagi marah. “Tentu saja, siapa lagi di sini yang mempunyai titel itu?” tanyanya dengan suara semanis madu.Edward terkekeh “Ya, ya

  • Sweet Escape   The Antidote

    SE 43 – The AntidoteCavendish Estate, August, 2019 Frank menarik lengan Alfred dan membawa ponakannya itu ke pojok ruangan, dia berbisik “Kamu tidak kumat saat bersamanya, ponakan.”“Maksud Paman apa?”“Jangan main-main, kamu sudah sembuh atau bagaimana?” desak Frank lagi “Kamu tidak muntah atau pingsan, padahal jelas-jelas dia perempuan.”“Aku tidak tahu,” jawab Alfred.Mereka saling berpandangan. Akhirnya titik cerah itu datang juga, Alfred tidak kumat saat berhadapan dengan perempuan!“Aku harus menghubungi ibumu,” kata Frank. Dia tidak tahan menyimpan berita baik ini, Lady Wellington akhirnya bisa menikahkan anak kesayangannya. Mereka tidak jadi bangkrut. Mereka akan bisa mengakses akun sialan di Cayman Island itu.Alfred langsung mencegahnya “Jangan, Paman.” tatapannya yang serius itu menghentikan niat Frank “Lebih baik kita kembali ke urusan yang lebih penting ini,” dia melirik gadis malang yang masih duduk meringkuk di lantai itu “Tolong berikan selimut padanya.”Frank mengan

  • Sweet Escape   Don't Push Your Luck, Uncle!

    SE 42 – Don’t Push Your Luck, Uncle!Cavendish Estate, August. 2019Mary bergegas menyusul dua sekuriti yang membawa Carina pergi. Mereka membawa gadis itu masuk ke dalam salah satu ruangan yang berjejer di lorong. Carina didorong dengan kasar hingga terjatuh ke lantai, Mary mendekatinya dan berseru, “Berani-beraninya kamu mendekati Duke!”Carina langsung mengkeret di lantai, wajah Mary sangat menakutkan. Selain marah, Mary juga sedang mabuk “Mary...”“Kamu itu sudah jadi budakku, bangsat!” seru Mary, ludahnya menyembur ke arah wajah Carina “Jangan berani-berani kabur dari sini atau kamu mati!”Carina gemetar ketakutan, dia tidak berani menatap Mary yang sedang dalam pengaruh alkohol. Dia berdoa dalam hati semoga tindakannya tadi tidak membawanya ke dalam bahaya. Dia hanya ingin pulang, dia kangen Ibu. Air matanya makin deras mengalir.“Jangan cengeng! Kamu merusak make-upnya!” seru Mary, “bagaimana orang melihat kecantikanmu kalau wajahmu berantakan begini, hm?” tangan Mary kembali m

  • Sweet Escape   The Hostage

    SE 41 – The HostageJakarta, August, 2019 Ini hari kedua Carina nggak bisa dihubungi, Ibu udah gak bisa tidur. Doi uring-uringan aja. Delia mulai was-was, Ayah berusaha menenangkan istrinya tapi diam-diam beliau cemas juga. Anak sulung kesayangannya tak ada kabar berita. Mereka sudah berusaha mengontak nomor Carina, tidak aktif. Emailnya juga tidak dibalas. Semua bentuk komunikasi sudah dicoba tapi hasilnya nihil.“Gimana ini?” tanya Ibu khawatir.Delia menggigit bibirnya sambil berpikir “Ibu punya fotokopi paspor Kakak gak?”“Ada, buat apa?”“Nanti siang aku mau ke kedutaan Inggris, mau bikin laporan orang hilang,” ujar Delia.Ibu bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil salinan dokumen Carina, dia kembali membawa satu map. Dikeluarkan isinya, Akte Lahir, fotokopi KTP, fotokopi paspor, fotokopi Kartu Keluarga dan fotokopi visa “Ini cukup, Dek?”Delia mengangguk “Kayanya segini cukup, Bu.”Ibu menatap Delia setengah memelas “Coba tolong cari kabar kakakmu, ya. Habis dari Kedu

  • Sweet Escape   Trying to Escape

    SE 40 – Trying to EscapeCavendish Estate, August, 2019 Rufus membawa Frank dan Edward ke ruang baca yang tidak jauh dari ruangan pesta “Tuan Wellington menginginkan segelas scotch sebelum beliau bergabung ke dalam pesta,” dia berusaha memberikan alasan kenapa dia mengijinkan Alfred masuk ke dalam ruang baca yang selalu terkunci. Frank jarang memakainya. Kepala pelayan itu membuka pintu, menyilakan keduanya masuk.“Hey, lads!” sapa Frank pada Alfred “Thank you for coming! I thought you never came.”Alfred berdiri dari duduknya dan menyambut Pamannya, padahal baru kemarin lusa mereka bertemu.Frank membawa Edward pada ponakannya itu “Ini adalah teman baikku, putra bungsu dari Duke of Gloucester, Edward.”Edward mengulurkan tangannya yang disambut baik oleh Alfred “Edward, ponakanku tersayang, James Alfred, the heir of Duke of Wellington.”“How do you do,” sapa Alfred sopan “Paman, maaf aku datang terlambat.”Edward memerhatikan Alfred dengan seksama “Kamu masih muda, sudah punya istri

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status