Home / Romansa / Sweet Escape / Don't Push Your Luck, Uncle!

Share

Don't Push Your Luck, Uncle!

Author: Serafina
last update publish date: 2026-10-17 07:50:40

SE 42 – Don’t Push Your Luck, Uncle!

Cavendish Estate, August. 2019

Mary bergegas menyusul dua sekuriti yang membawa Carina pergi. Mereka membawa gadis itu masuk ke dalam salah satu ruangan yang berjejer di lorong. Carina didorong dengan kasar hingga terjatuh ke lantai, Mary mendekatinya dan berseru, “Berani-beraninya kamu mendekati Duke!”

Carina langsung mengkeret di lantai, wajah Mary sangat menakutkan. Selain marah, Mary juga sedang mabuk “Mary...”

“Kamu itu sudah jadi budakku, bangsat!” ser
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sweet Escape   The Antidote

    SE 43 – The AntidoteCavendish Estate, August, 2019 Frank menarik lengan Alfred dan membawa ponakannya itu ke pojok ruangan, dia berbisik “Kamu tidak kumat saat bersamanya, ponakan.”“Maksud Paman apa?”“Jangan main-main, kamu sudah sembuh atau bagaimana?” desak Frank lagi “Kamu tidak muntah atau pingsan, padahal jelas-jelas dia perempuan.”“Aku tidak tahu,” jawab Alfred.Mereka saling berpandangan. Akhirnya titik cerah itu datang juga, Alfred tidak kumat saat berhadapan dengan perempuan!“Aku harus menghubungi ibumu,” kata Frank. Dia tidak tahan menyimpan berita baik ini, Lady Wellington akhirnya bisa menikahkan anak kesayangannya. Mereka tidak jadi bangkrut. Mereka akan bisa mengakses akun sialan di Cayman Island itu.Alfred langsung mencegahnya “Jangan, Paman.” tatapannya yang serius itu menghentikan niat Frank “Lebih baik kita kembali ke urusan yang lebih penting ini,” dia melirik gadis malang yang masih duduk meringkuk di lantai itu “Tolong berikan selimut padanya.”Frank mengan

  • Sweet Escape   Don't Push Your Luck, Uncle!

    SE 42 – Don’t Push Your Luck, Uncle!Cavendish Estate, August. 2019Mary bergegas menyusul dua sekuriti yang membawa Carina pergi. Mereka membawa gadis itu masuk ke dalam salah satu ruangan yang berjejer di lorong. Carina didorong dengan kasar hingga terjatuh ke lantai, Mary mendekatinya dan berseru, “Berani-beraninya kamu mendekati Duke!”Carina langsung mengkeret di lantai, wajah Mary sangat menakutkan. Selain marah, Mary juga sedang mabuk “Mary...”“Kamu itu sudah jadi budakku, bangsat!” seru Mary, ludahnya menyembur ke arah wajah Carina “Jangan berani-berani kabur dari sini atau kamu mati!”Carina gemetar ketakutan, dia tidak berani menatap Mary yang sedang dalam pengaruh alkohol. Dia berdoa dalam hati semoga tindakannya tadi tidak membawanya ke dalam bahaya. Dia hanya ingin pulang, dia kangen Ibu. Air matanya makin deras mengalir.“Jangan cengeng! Kamu merusak make-upnya!” seru Mary, “bagaimana orang melihat kecantikanmu kalau wajahmu berantakan begini, hm?” tangan Mary kembali m

  • Sweet Escape   The Hostage

    SE 41 – The HostageJakarta, August, 2019 Ini hari kedua Carina nggak bisa dihubungi, Ibu udah gak bisa tidur. Doi uring-uringan aja. Delia mulai was-was, Ayah berusaha menenangkan istrinya tapi diam-diam beliau cemas juga. Anak sulung kesayangannya tak ada kabar berita. Mereka sudah berusaha mengontak nomor Carina, tidak aktif. Emailnya juga tidak dibalas. Semua bentuk komunikasi sudah dicoba tapi hasilnya nihil.“Gimana ini?” tanya Ibu khawatir.Delia menggigit bibirnya sambil berpikir “Ibu punya fotokopi paspor Kakak gak?”“Ada, buat apa?”“Nanti siang aku mau ke kedutaan Inggris, mau bikin laporan orang hilang,” ujar Delia.Ibu bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil salinan dokumen Carina, dia kembali membawa satu map. Dikeluarkan isinya, Akte Lahir, fotokopi KTP, fotokopi paspor, fotokopi Kartu Keluarga dan fotokopi visa “Ini cukup, Dek?”Delia mengangguk “Kayanya segini cukup, Bu.”Ibu menatap Delia setengah memelas “Coba tolong cari kabar kakakmu, ya. Habis dari Kedu

  • Sweet Escape   Trying to Escape

    SE 40 – Trying to EscapeCavendish Estate, August, 2019 Rufus membawa Frank dan Edward ke ruang baca yang tidak jauh dari ruangan pesta “Tuan Wellington menginginkan segelas scotch sebelum beliau bergabung ke dalam pesta,” dia berusaha memberikan alasan kenapa dia mengijinkan Alfred masuk ke dalam ruang baca yang selalu terkunci. Frank jarang memakainya. Kepala pelayan itu membuka pintu, menyilakan keduanya masuk.“Hey, lads!” sapa Frank pada Alfred “Thank you for coming! I thought you never came.”Alfred berdiri dari duduknya dan menyambut Pamannya, padahal baru kemarin lusa mereka bertemu.Frank membawa Edward pada ponakannya itu “Ini adalah teman baikku, putra bungsu dari Duke of Gloucester, Edward.”Edward mengulurkan tangannya yang disambut baik oleh Alfred “Edward, ponakanku tersayang, James Alfred, the heir of Duke of Wellington.”“How do you do,” sapa Alfred sopan “Paman, maaf aku datang terlambat.”Edward memerhatikan Alfred dengan seksama “Kamu masih muda, sudah punya istri

  • Sweet Escape   The Party

    SE 39 – The PartyCavendish Estate, Aberdeenshire, Agustus 2019Kemeriahan pesta mewah di Cavendish Estate sudah berlangsung sejak satu jam yang lalu ketika Alfred melangkah turun dari mobil mewahnya. Pria muda bergelar Duke of Wellington itu merapikan setelan jasnya dan mengancingkannya dengan gerakan tenang saat menaiki anak tangga menuju pintu masuk utama yang dijaga ketat oleh dua orang petugas keamanan berseragam. Begitu tiba di depan pintu, seorang pria paruh baya berkemeja rapi dengan rambut yang mulai memutih menyambut kedatangannya. Dengan sikap tubuh penuh hormat dan senyum ramah, pria itu menyapa, "Duke of Wellington. Selamat datang, Tuan."Alfred menoleh dan menganggukkan kepala pelan. "Di mana pamanku sekarang?" tanyanya singkat."Oh, Mr. Cavendish sudah berada di function room, Tuan. Pestanya sendiri sudah dimulai sejak tadi," jawab pria tua itu.Alfred mengerutkan keningnya sejenak, berusaha mengingat sosok di hadapannya. Ia merasa familiar dengan wajah sang kepala pela

  • Sweet Escape   The Rightful Heir

    SE 38 – The Rightful HeirSitting Room, Cavendish Estate. Aberdeenshire, August, 2019. Mary masuk ke dalam sitting room dimana Frank sedang menunggu. Dia datang bersama lima orang gadis pilihannya, salah satunya adalah Carina. Mary berjalan mendului mereka dan menyapa seorang laki-laki yang masih cukup muda, dia sedang memunggungi pintu saat mereka masuk.“Lord Cavendish, may I present you to your girls,” sapa Mary dengan nada suara formal.Carina muak mendengarnya, dia memerhatikan sekeliling ruangan, mencari celah lewat mana dia bisa menyelinap pergi. Ruangan ini seperti kebanyakan ruang keluarga, terdapat dua set sofa besar dengan meja kopi, lemari buku di sudut ruangan, layar teve besar di salah satu dindingnya, jendela-jendela gaya Eropa yang menjulang tinggi.Laki-laki yang dipanggil Lord Cavendish berbalik kearah mereka. Carina tidak menyangka bahwa dia masih semuda itu. Muda dan bajingan, kombinasi yang mematikan, pikir Carina. Mau si Lord ini ganteng macem Jude Law, dia teta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status