Beranda / Romansa / Sweet Escape / The Sweet Escape Club

Share

The Sweet Escape Club

Penulis: Serafina
last update Tanggal publikasi: 2026-10-08 07:39:26

SE 24 – The Sweet Escape Club

Pesawat kecil yang ditumpangi Carina, Khalid, Patrick, dan beberapa orang lainnya take-off. Carina memejamkan matanya sejenak, menikmati sensasi saat pesawat mulai terbang. Mereka naik-naik-naik hingga mencapai ketinggian 15.000 kaki.

Patrick menepuk bahu Carina dan berseru, “You’re gonna be okay, remember our training, I’m right behind you.”

Carina mengangguk berusaha menenangkan diri. Tangannya mulai gemetaran.

“Look, it’s beautiful!” seru Georgina sambil menunju
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sweet Escape   Everything's Gonna be Alright

    SE 50 – Everything’s Gonna be Alright Westminster Apartment, London. August. 2019 Alfred melirik Carina yang masih terisak. Dia mundur selangkah, tepat berada di belakang kursi Carina. Dia memerhatikan bahu gadis itu yang terguncang-guncang, kedua tangannya sibuk menutupi wajah dan mengusap air matanya.“Carina...” bisik Alfred.Tangis Carina berhenti. Dia menegakkan bahunya dan menarik ingusnya “I’m sorry...”“Are you alright?”Carina mengangguk cepat, tapi kemudian dia mendongak menatap Alfred, bibir dan dagunya bergetar sementara air mata kembali berkumpul di kelopak matanya. Dia menggeleng, tidak bisa menyembunyikan kesedihan hatinya.Alfred mengerutkan kedua alisnya, mendadak dia merasa hatinya terasa pedih. Dia mengepalkan tangannya, ikut menahan emosi yang membuncah dalam dada. Sialan, Frank!Ketukan di pintu mengagetkan mereka.“Come in,” jawab Alfred.Seorang bodyguard yang baru dilihat Carina membuka pintu, dia mengabarkan kalau pengacara Alfred sudah datang dan sedang me

  • Sweet Escape   The Video Call

    SE 49 – The Video CallWestminster Suites, London. August, 2019. “Kakak... Kakak ada di mana? Cepet pulang, liburannya udahan. Ibu gak akan ngijinin kamu maen jauh-jauh lagi! Ayo, buruan pulang, nanti Ibu masak enak!”Carina menoleh kiri-kanan mencari asal suara Ibu. Suaranya terdengar dekat, tapi dia tidak menemukan sosok Ibu.“Ibu!” panggil Carina.“Kakak!”Ada balasan. Carina berlari mencari Ibu, “Ibu! Di mana?”“Ayo, kak. Cepat pulang. Gak usah lama-lama di sana...”“Iya, Bu.” Carina mulai menangis, karena dia tidak bisa melihat Ibu dimana-mana “Aku juga kepengen pulang, aku kangen, Bu....”“Pulang, nak...” suara Ibu kemudian menghilang.Carina terbangun dengan napas terengah-engah. Peluh menetes dari dahinya, tangannya bergetar saat dia menyibakkan rambut yang jatuh menutupi matanya. Carina merasakan pipinya basah oleh air mata, dia menarik napasnya dalam-dalam. Rasa sesak di dadanya tak tertahankan, walau berada di dalam kamar hotel yang mewah, dia tidak merasa nyaman lagi. Dia

  • Sweet Escape   One Hell of a Job

    SE 48 – One Hell of a JobWestminster Suite Apartment, London, August. 2019 Suite yang dipesan Alfred terdapat dua kamar, Carina diberikan salah satunya, sementara Alfred menempati kamar yang paling besar. Carina celingukan bingung “Aku pikir kita tidur di kamar yang berbeda.”“Ini kamar yang berbeda,” jawab Alfred heran, mereka berdiri di ruang tamu suite.“Eh, maksudku, kamar hotel biasa,” ralat Carina, “ada lorong... ada doorbell...”Alfred terkekeh “Ini apartemen suites. Sengaja pesan yang ini untuk memudahkan kita berkomunikasi.”Carina menggigit bibirnya sambil berpikir. “Aku rasa kamu takut aku akan kabur?” tanyanya.Alfred memandang Carina. “Kamu merasa saat ini sedang disandera?” dia balik bertanya.“Hm-hm.” Carina mengangguk.Alfred mengerutkan keningnya dan bersedekap “Aku hanya ingin membuatmu nyaman, that’s all.” “Thank you,” balas Carina jadi tidak enak hati. Walaupun begitu, level kecurigaannya tidak bisa dienyahkan begitu saja. Rentetan kejadian beberapa hari yang la

  • Sweet Escape   I Need You; You Need Me

    SE 47 – I Need You; You Need MeFlight from Aberdeenshire to London, Cavendish Private Jet, August, 2019Perjalanan dari Aberdeenshire menuju London hanya memakan waktu kurang lebih satu jam. Carina terjaga sepanjang perjalanan, dia terus-terusan melongok ke jendela pesawat untuk memastikan keadaan baik-baik saja. Sementara Alfred tidur nyenyak di kursinya.Hanya ada satu pramugara yang melayani, dia menanyakan apakah Carina ingin makan atau minum, yang langsung ditolak oleh gadis itu. Dia masih trauma tidak mau makan makanan dari anak buah Cavendish. Pramugari itu mengangguk dan meninggalkan Carina.Di dalam cabin ada Carina, Alfred, dan dua orang bodyguard yang diperintahkan Frank untuk mengawal mereka. Dua bodyguard itu duduk tegak dengan sikap siap siaga, mereka hanya sesekali minum air dan bicara dengan suara berbisik.Carina tahu kalau dia masih belum sepenuhnya bebas. Bayang-bayang Frank masih mengikutinya. Dia berpikir keras bagaimana caranya untuk lolos dari keadaan ini. Dia

  • Sweet Escape   Family Always Comes First

    SE 46 – Family Always Comes FirstJakarta, August, 2019. “IBUUUUU...! AYAAAHHH...!”Jeritan Delia merobek subuh yang damai itu. Ibu yang baru selesai solat bergegas ke luar kamarnya menghampiri asal suara, tidak sempat untuk melepas mukena. “Ada apa, Dek?!” tanya Ibu ikutan heboh.Ayah yang baru saja keluar dari kamar mandi, mengikuti Ibu heran. “Ada apa?”Mereka melihat anak bungsunya terduduk di atas kasur sambil memegangi ponselnya.“Ada apa, Dek?” tanya Ibu, duduk di sebelah Delia. “Ada kabar dari Kakak?”Delia tak menjawab pertanyaan ibunya, dia malah memandang wajah Ayah dengan tatapan horor. Ayah yang berdiri di depan pintu mengerutkan keningnya membalas tatapan Delia. “Kamu kenapa?”“Kakak udah balas emailnya,” suara Delia serak.“Alhamdulillah...” nada lega terdengar dari Ibu. “Makasih, Ya Allah...!”Tapi Ayah gak langsung lega begitu saja, dia perlu tahu kabar lanjutannya. Ayah mendekat ke kasur Delia. “Terus apa katanya?”Delia menyerahkan ponselnya, membiarkan Ayah dan Ib

  • Sweet Escape   Flight to Freedom

    SE 45 – Flight to FreedomCavendish Estate, August, 2019 Sepeninggal Mary, Frank masuk ke dalam ruangan. Dia melihat Alfred yang terlihat tersiksa, dia segera menarik keponakannya itu, membawanya ke kamar mandi yang tidak jauh dari lorong. Alfred memuntahkan seluruh isi perutnya ke toilet. Sementara Frank menungguinya di dekat wastafel. Selama beberapa menit, Alfred akhirnya bisa menguasai diri. Dia menyiram toilet dan berjalan menuju wastafel untuk mencuci mulutnya.“Aneh,” ujar Frank.Alfred tidak menanggapi, dia hanya melirik pamannya dari pantulan kaca.“Kamu sempat berada dalam ruangan itu bersama Carina,” kata Frank lagi, dia mengelus-elus dagunya, “tak sekalipun kamu muntah-muntah. Tapi begitu Mary datang....”Alfred menarik napasnya. Dia mengeluarkan botol obat dari kantong celana, meminum sebutir obat penenang.“Al, ini luar biasa.” Frank menepuk punggung Alfred, “akhirnya ada kesempatan untukmu sembuh. Jangan buang waktu, ayo kabari ibumu, kita harus segera menghubungi dokt

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status