分享

Bab 29

作者: MISTERIOUS
last update publish date: 2026-04-16 13:46:04

Ruang rapat Faz Media terasa pengap meski pendingin ruangan menyala maksimal. Di satu sisi meja panjang, Ruan Yin duduk tegap dengan tangan terlipat di atas meja. Wajahnya tenang, tapi jari-jarinya sesekali mengetuk pelan, tanda ia sedang menahan emosi. Di sebelahnya, Ruan Tang tampak lebih gelisah.

Di sisi berlawanan, Ruan An bersandar santai di kursi. Senyumnya lebar, penuh kemenangan. Di sampingnya duduk seorang pria berwajah khas Negara Teratai Salju, bersetelan jas hitam rapi. Aura di sek
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 69

    “Kurang ajar!”Song Hua membalik meja. Namun Li Mingzi hanya mengangkat tangan.Brak!Telapak tangannya menepuk pelan meja kayu jati yang di dorong ke arahnya. Dalam sekejap, meja besar itu ambruk menjadi beberapa bagian.Hembusan tenaga tak kasatmata menyapu ruangan.Song Hua langsung pucat pasi. Tubuhnya gemetar. Ruan Tang buru-buru maju menenangkan keadaan.“Sudah cukup!”Ia memijat pelipisnya lalu memandang putrinya.“Ruan Yin... bicara baik-baik dengan nenekmu.”Ruan Yin menarik napas panjang lalu mendekati Song Hua.“Nenek,” ucapnya pelan, “Tolong jangan atur perjodohanku lagi.”Song Hua menggertakkan gigi.“Aku nggak mengerti! Kenapa kau justru menyukai pria kampung seperti dia?!”Tatapannya penuh ketidakpuasan saat melihat Li Mingzi.“Apa yang bisa dia berikan untuk masa depanmu?!”Ruan Yin terdiam sesaat. Lalu perlahan ia tersenyum kecil. “Aku menyukainya.”Jawaban singkat itu justru membuat Song Hua semakin marah.“Kalau begitu perusahaan keluarga akan kuberikan pada Ruan Y

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 68

    Ruan Yin duduk di depan layar komputer dengan jemari bergerak pelan di atas keyboard, tapi pikirannya sama sekali tidak fokus pada laporan keuangan yang terbuka di monitor. Angka-angka di depannya terlihat kabur.Sesekali ia melirik ke arah sofa.Li Mingzi masih duduk santai di sana sambil memainkan game di laptop. Wajahnya terlihat serius saat bertarung di dalam permainan.“Eh, mati lagi...” gumamnya pelan.Beberapa detik kemudian, ia tertawa kecil sendiri.“Bagus. Balas dendam berhasil.”Ruan Yin mendengus pelan. Perasaan bersalah di dadanya makin berat.Ia merasa seperti sedang menyembunyikan sesuatu yang tidak seharusnya disembunyikan.Padahal... ia sendiri tidak ingin datang ke pertemuan itu.Tapi posisi Keluarga Xu terlalu penting untuk perusahaan. Jika ia menolak mentah-mentah, Song Hua pasti akan kembali membuat keributan besar.“Kenapa wajahmu aneh begitu?”Suara Li Mingzi tiba-tiba membuat tubuh Ruan Yin sedikit tersentak.“Hah?”Li Mingzi menoleh sambil mengernyit. “Kamu sa

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 67

    Ruan Yuan duduk dengan kaku. Tangannya gemetar di atas paha.Gong Qin menuangkan anggur merah ke dalam gelas, lalu menyodorkannya. "Minum dulu. Santai saja."Ruan Yuan mengambil gelas itu, tapi tidak meminumnya. Ia hanya meremasnya erat."Kenapa... saya dipanggil ke sini?" tanyanya pelan."Karena kita punya musuh yang sama," jawab Gong Qin santai.Gong Manli duduk di sisi lain sofa, kaki disilangkan anggun. Ia memperhatikan wajah Ruan Yuan dengan seksama."Siapa yang memukul wajahmu?" tanyanya tiba-tiba.Ruan Yuan tersentak. Wajahnya langsung memerah, campuran malu dan marah."Bukan urusanmu!" bentaknya sambil berdiri, hendak pergi.Tapi Gong Qin mengangkat tangan, memberi isyarat. Dua pria berbaju hitam langsung menghalangi pintu."Duduk dulu," kata Gong Qin lembut tapi menekan. "Orang yang memukul wajahmu... juga pernah memukul wajahku."Ruan Yuan membeku. Ia melirik luka tipis di pipi Gong Qin. Perlahan ia duduk lagi."Li Mingzi," bisik Gong Qin pelan. "Dialah musuh kita bersama."

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 66

    Li Mingzi mengangkat bahu, ekspresinya polos. "Itu bukan urusanku. Orang-orang di sana hanya kenal dengan Ruan Yin, kok."Bai Yumeng menyipitkan mata, seolah mencoba membaca kebohongan di balik wajah tenang pria itu. Angin malam berhembus pelan, menggerakkan helaian rambutnya yang hitam berkilau."Kau pikir aku bodoh?" bisiknya tajam.Li Mingzi tersenyum lebar, menggaruk kepala dengan gerakan canggung. "Sungguh! Mereka bahkan tidak tahu namaku."Bai Yumeng terdiam lama. Rahangnya mengeras. Akhirnya ia mendengus kesal, lalu berbalik memunggungi Li Mingzi."Lupakan," ujarnya dingin. "Tapi ingat baik-baik. Dua hari lagi temani aku ke krematorium untuk menaruh abu ayahku. Itu sebagai gantinya malam ini."Li Mingzi mengangguk cepat. "Baik, tidak masalah."Bai Yumeng melangkah menuju mobilnya tanpa menoleh lagi. Mesin menyala, lampu belakang menyala merah, lalu mobil itu meluncur keluar dari area gedung.Begitu suara mesin menjauh, Luo Han muncul dari bayang-bayang di samping pintu masuk. I

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 65

    Luo Han mengangkat ponselnya lebih tinggi, memastikan suaranya terdengar jelas di seluruh ruangan."Tuan Wang," katanya dengan nada hormat. "Ada orang yang mengaku teman lama Anda. Namanya Ruan An. Dia bilang punya hubungan bisnis dekat dengan Anda."Hening sejenak. Lalu suara berat dari ujung telepon menjawab dengan nada dingin yang membuat bulu kuduk merinding."Ruan An? Siapa itu?"Pertanyaan sederhana itu seperti pukulan telak. Song Hua tersentak. Ruan Yuan membeku. Luo Han tersenyum tipis. "Dia Direktur Keuangan di Faz Media. Katanya sedang merundingkan proyek dengan Anda.""Faz Media?" Tuan Wang terdengar berpikir sebentar. "Aku tidak kenal orang bernama Ruan An. Yang berurusan denganku dari perusahaan itu hanya Ruan Tang dan Nona Ruan Yin. Suruh dia bicara."Luo Han menatap Ruan An. Ia mengulurkan ponselnya dengan gerakan lambat, seperti menyodorkan hukuman mati."Silakan," katanya datar.Ruan An menatap ponsel itu seperti menatap jurang. Tangannya gemetar hebat saat meraihnya

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 64

    Beberapa tamu yang mengenalinya langsung berbisik-bisik."Itu Tuan Luo Han...""Dia juga datang?"Para tamu yang ingin menyapa beramai-ramai mendekat, tapi Luo Han menyingkirkan mereka tanpa pandang bulu. Tangannya melambai kasar, memaksa mereka mundur."Menyingkir!" bentaknya dingin.Kerumunan langsung tercerai-berai. Luo Han berjalan langsung menuju Ruan Yuan dengan tatapan tajam.Ruan Yuan mengernyit. Ia tidak mengenali pria ini. Dengan nada sombong, ia bertanya, "Kau siapa? Berani sekali mengacau di sini."Ruan An yang berdiri di sampingnya langsung berubah pucat. Tubuhnya kaku, keringat dingin mengalir dari pelipis."Yuan," bisiknya cepat sambil menarik lengan anaknya. "Itu Tuan Luo Han!"Ruan Yuan tersentak. Tapi alih-alih takut, ia malah mengangkat dagu lebih tinggi."Oh, jadi kamu Tuan Luo Han?" katanya dengan nada menantang. "Ayahku adalah teman lama Tuan Wang. Kau sebaiknya minta maaf sekarang juga!"Suasana mendadak sunyi.Luo Han terdiam sejenak. Lalu bibirnya melengkung,

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status