แชร์

Bab 64

ผู้เขียน: MISTERIOUS
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-05 23:11:48

Beberapa tamu yang mengenalinya langsung berbisik-bisik.

"Itu Tuan Luo Han..."

"Dia juga datang?"

Para tamu yang ingin menyapa beramai-ramai mendekat, tapi Luo Han menyingkirkan mereka tanpa pandang bulu. Tangannya melambai kasar, memaksa mereka mundur.

"Menyingkir!" bentaknya dingin.

Kerumunan langsung tercerai-berai. Luo Han berjalan langsung menuju Ruan Yuan dengan tatapan tajam.

Ruan Yuan mengernyit. Ia tidak mengenali pria ini. Dengan nada sombong, ia bertanya, "Kau siapa? Berani sekali me
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 128

    Tuan Wang masih memandangi pintu yang baru saja dilewati Qin Yushuo. Kerutan di dahinya semakin dalam."Orang seperti dia tidak layak dipercaya," ucapnya pelan. "Saya khawatir dia hanya berpura-pura tunduk."Bau darah masih memenuhi ruangan. Mayat-mayat tergeletak di berbagai sudut, sementara anak buah Keluarga Wang mulai bergerak membersihkan kekacauan yang tersisa.Namun Li Mingzi hanya tersenyum santai."Dia memang tidak bisa dipercaya sepenuhnya."Tuan Wang sedikit terkejut."Lalu kenapa Tuan Muda membiarkannya hidup?"Li Mingzi melirik ke arah pintu."Karena dia orang yang haus kekuasaan." Ia berhenti sejenak. "Orang seperti itu lebih mudah dikendalikan daripada orang yang fanatik."Tuan Wang terdiam.Li Mingzi melanjutkan dengan tenang."Begitu dia mengetahui seberapa besar jarak antara dirinya dan aku, dia akan terus memilih berpihak kepadaku."Tuan Wang akhirnya mengangguk. Ia sadar dirinya tidak perlu mengkhawatirkan hal-hal yang sudah diperhitungkan oleh Li Mingzi.Setelah m

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 127

    Mata Wen Long memerah karena emosi."Dia murid pendeta tua itu! Menurut kalian menyerah akan menyelamatkan nyawa? Kalian semua sudah terlibat terlalu jauh!"Kata-kata itu membuat Qin Yushuo membeku.Benar.Jika Li Mingzi memang berniat membunuh mereka, berlutut pun belum tentu bisa menyelamatkan nyawa.Ekspresinya berubah drastis.Seolah sebuah keputusan telah dibuat dalam benaknya.Tiba-tiba ia mencabut pistol dari balik jas.Klik!"Qin Yushuo!" teriak Lu Jiyan.Bang! Bang! Bang! Bang!Rentetan peluru langsung melesat ke arah Li Mingzi.Bai Yumeng sampai berdiri dari tempat duduknya, sementara Tuan Wang menyipitkan mata.Namun Li Mingzi tetap tidak bergerak. Ia hanya mengibaskan lengan bajunya.Wuuung!Pemandangan yang terjadi setelahnya membuat semua orang kehilangan kemampuan berbicara.Satu demi satu peluru berhenti di udara.Benar-benar berhenti.Seolah waktu membeku di sekitar tubuh Li Mingzi.Mata Qin Yushuo membelalak lebar."Aku... aku..."Ting! Ting! Ting!Peluru-peluru itu

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 126

    Pendekar pengguna Telapak Pemecah Karang itu langsung memerah karena marah. Urat-urat di lehernya menonjol jelas, sementara sorot matanya dipenuhi amarah. Sebagai praktisi bela diri yang cukup terkenal di kalangannya, belum pernah ada orang yang berani menghina jurus andalannya secara terang-terangan seperti itu."Kau cari mati!" bentaknya.Di saat yang sama, empat pendekar berbaju hitam lainnya saling bertukar pandang. Setelah menyaksikan rekan mereka dipermalukan, mereka tidak lagi berani meremehkan Li Mingzi. Tanpa perlu berkomunikasi lebih lanjut, mereka langsung bergerak dari berbagai arah."Serang bersama!""Jangan beri dia kesempatan!"Dua orang menyerbu dari samping, satu dari belakang, sementara seorang lainnya mengangkat tangan dan diam-diam menyiapkan senjata rahasia. Serangan mereka datang hampir bersamaan, menutup seluruh jalur mundur Li Mingzi.Namun Li Mingzi sama sekali tidak terlihat panik. Tubuhnya hanya bergeser setengah langkah dengan gerakan yang begitu ringan hi

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 125

    "Bukan kau, juga bukan pendeta tua itu, lalu siapa?" Lu Jiyan mendengus, matanya menyapu ruangan dengan curiga.Qin Yushuo mengernyitkan dahi. "Jangan-jangan kau sengaja membuang waktu?"Wen Long tidak menunggu jawaban. Rahangnya mengeras, dan dengan gerakan tangan kecil ia memberi isyarat."Bunuh dia."Seorang pendekar berbaju hitam melesat dari sudut ruangan, gerakannya cepat, nyaris tanpa suara. Jari-jarinya mencengkeram ke arah tenggorokan Tuan Wang seperti cakar elang yang menukik.Tidak ada yang sempat bergerak.Tiba-tiba sesosok bayangan biru menghadang di depan Tuan Wang. Satu tangan terangkat, menangkap pergelangan pendekar itu di udara, lalu dengan gerakan pelan yang hampir terasa santai, "krak", tulangnya patah.Jeritan kesakitan membelah ruangan.Si pendekar menyentak mundur, tangan kirinya melempar tiga pisau terbang dalam kepanikan. Li Mingzi hanya mengibaskan lengan bajunya. Tiga pisau itu berbalik, menembus punggung pelemparnya sendiri. Tubuh pendekar itu roboh tanpa s

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 124

    Qin Yushuo melangkah maju saat Tuan Wang tiba di aula. Senyumnya lebar, tangannya terentang seolah menyambut tamu kehormatan."Tuan Wang, akhirnya kita bertemu juga. Saya Qin Yushuo dari..."Tuan Wang melewatinya begitu saja. Bahkan tidak melirik sekalipun.Qin Yushuo berhenti di tengah kalimat. Tangannya masih terentang di udara. Beberapa detik berlalu sebelum dia akhirnya menurunkannya dengan pelan sambil berpura-pura batuk.Wen Long justru melangkah maju dengan ekspresi yang berbeda. Ada sesuatu yang membara di matanya, campuran antara dendam yang lama dipendam dan kepuasan."Tuan Wang," suaranya bergetar tipis. "Aku telah menunggu hari ini begitu lama. Bagaimana perasaanmu?"Tuan Wang tidak menjawab. Dia berjalan ke sofa panjang di sisi ruangan, duduk dengan tenang, lalu mengeluarkan sebuah jam saku. Dibukanya tutup jam itu, dipandanginya sebentar, lalu ditutup kembali. Sedikitpun ia tidak menatap ke arah Wen Long.Wen Long terdiam di tengah ruangan. Rahangnya mengeras. Urat di le

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 123

    Seluruh kelompok langsung bergerak menyebar menyebar tanpa memedulikan Li Mingzi dan Lin Fang.Mereka tiba di sebuah ruangan luas yang sunyi. Tidak ada pelayan atau penjaga di sana.Wen Long menyapu pandangan ke segala arah. Setelah beberapa saat mengamati, dia tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Kewaspadaannya sedikit demi sedikit mengendur.Dia mengangkat tangan. "Naik. Tangkap dia hidup-hidup."Beberapa anak buah segera bergerak menuju tangga besar yang mengarah ke lantai dua.Tap. Tap. Tap.Suara langkah kaki bergema di dalam villa. Namun tepat saat penjaga pertama menginjak anak tangga kelima,Dor!Ledakan senjata api memecah keheningan. Tubuh pria itu terhuyung. Matanya membelalak. Di dadanya muncul lubang berdarah sebesar kepalan tangan. Sesaat kemudian tubuhnya jatuh menuruni tangga, darah segar menyebar di lantai marmer."Musuh! Cari perlindungan!"Kerumunan langsung kacau. Para penjaga buru-buru berlindung di balik sofa, pilar, dan meja sambil mengangkat senjata. R

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 120

    Keesokan harinya, tepat saat matahari berada di puncaknya, Li Mingzi memenuhi undangan Qin Yushuo untuk bertemu di Kafe Mentari.Begitu masuk, dia langsung melihat tiga orang sudah menunggunya di meja sudut dekat jendela besar yang menghadap jalan utama. Orang-orang berlalu-lalang di luar, sementar

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 3

    Li Mingzi menatap cek itu dengan dahi berkerut. Kemudian mengangkat wajah dengan ekspresi bingung yang tidak dibuat-buat. "Apakah ini mahar untukku?"Linqi hampir tersedak. Beberapa karyawan yang menguping dari kejauhan saling berpandangan tidak percaya.Li Mingzi mengangguk pelan, lalu menggeleng.

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 2

    Seketika, barisan pengawal dan pelayan di kiri-kanan pintu masuk ikut menundukkan kepala serempak. Jelas, Yu Shen telah memberitahu bawahannya mengenai Li Mingzi sebelumnya. Li Mingzi melirik mereka sekilas, lalu berdehem pelan, merasa tidak nyaman dengan penyambutan yang berlebihan ini. "Tidak

  • TAKDIRKU GILA, ISTRIKU DI MANA-MANA    Bab 1

    “Menaklukkan 7 wanita? Pasti ini hanya akal-akahan si tua bangka itu!” gerutu Li Mingzi, tetapi langkahnya terus terayun untuk masuk ke dalam kereta api. Demi bisa memperpanjang umurnya yang tinggal 28 hari lagi, Li Mingzi terpaksa turun gunung dan menjalankan misi khusus dari gurunya, Yu Shen. Ta

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status