Share

46. Garis Merah CEO

Penulis: lyns_marlyn
last update Tanggal publikasi: 2026-08-05 15:30:44

Semua dimulai dari satu amplop coklat. Security menemukan amplop coklat tanpa nama pengirim. Isinya berupa foto Melati, foto dia di playground, foto dia di mobil dan foto dia sedang tidur.

Di belakang foto, tertera tulisan tangan. "Anak cantik. Sayang kalau kenapa-kenapa ya Pak Arka?"

Tangan Arka gemetar. Bukan karena takut, tapi karena marah. Darahnya terasa mendidih.

"LOCKDOWN," teriaknya keras sampai suaranya menggema ke seluruh kantor.

Alina ditelepon jam 2 siang. "Pak ,,, kenapa?"

"Lin
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • TERBELENGGU CINTA SANG CEO   50. Liburan Yang Salah

    Setelah Nadia diusir, Arka memutuskan satu hal.“Kita liburan. Dua minggu. Nggak ada HP kerja, nggak ada urusan kantor, nggak ada bodyguard. Cuma kita bertiga.”Tempat yang mereka pilih adalah Bali. Sebuah vila privat di Ubud, tersembunyi di tengah hamparan sawah dan jauh dari keramaian.Aman. Tenang. Sempurna. Setidaknya, begitulah yang Arka pikirkan.Hari KetigaSemuanya berjalan sempurna.Pagi hari, mereka bermain di sawah. Siang hari, berenang bersama. Malamnya, mereka membakar ikan di halaman vila sambil menikmati udara malam yang sejuk.Melati tak berhenti tertawa. “Papa! Mama! Lihat! Ada kupu-kupu!”Arka tersenyum melihat putrinya berlari-lari kecil mengejar kupu-kupu. Kemudian, tatapannya beralih kepada Alina yang sedang duduk sambil memperhatikan Melati.“Lin...” panggil Arka pelan.Alina menoleh. “Iya, Pak?”“Maaf, ya. Lama banget kita nggak punya waktu seperti ini.”Alina tersenyum. “Ngomong apa, Pak? Ini surga.”Arka ikut tersenyum. Untuk pertama kalinya setelah sekian lam

  • TERBELENGGU CINTA SANG CEO   49. Dalangnya Darah Sendiri

    Dito Kurnia sudah di sel selama 5 tahun. Tapi 2 hari sebelum sidang, dia minta bertemu Arka. "Pak, saya mau membicarakan sesuatu," kata Dito lewat HP tahanan. "Saya tidak ada urusan lagi dengan anda," ujar Arka. "Ada Pak," ucap Dito. "Saya mau bicara jujur. Saya tidak sendirian dalam menyebarkan jadwal anak Bapak." Arka diam. Tangannya di meja ngepal. "Lanjut." "Ada yang bayar saya 5 miliar Pak," jelas Dito. "Untuk membuat Bapak takut dan ,,, membuat Bapak jual saham murah." "Siapa?!" tanya Arka. "Saya tidak tahu namanya," Dito. "Tapi kita bertemunya di villa. Suaranya ,,, suara perempuan." Klik. Telepon mati. Malam itu Arka tidak tidur sama sekali. "Cewek?" tanya Alina mencoba membuka teka teki. "Apa itu Seraphina?" "Nggak mungkin," bantah Arka. "Dia di sel super maximum. Nggak ada ponsel di sana." "Lalu siapa?" tanya Alina bingung. Arka melihat CCTV villa yang Dito sebut. Dari 3 bulan lalu. Di pause. Di zoom. Siluetnya rambut panjang memakai jaket hitam, tapi tidak

  • TERBELENGGU CINTA SANG CEO   48. Uji Nyali

    Satu bulan setelah trauma, hidup Arka mulai normal lagi. Pulang dari kantor seperti biasa lagi dan menghabiskan waktu bersama Melati."Progres bagus Pak," puji Dr. Rina. "Tapi jangan dipaksa." Tapi tenangnya hidup seorang CEO, ibarat air dilautan luas. Nampak tenang dipermukaan, tapi tidak di dalamnya. Sampai suatu hari, di pagi yang cerah sebuah surat sampai di tangan Arka Mahendra tanpa memakai amplop. Tertera tulisan singkat di atas secarik kertas tersebut. "Kalau mau anak kamu aman, jual 20% saham Mahendra ke saya. Harga saya yang menentukan. Saya beri waktu 3 hari." Tanpa nama. Tanpa tanda tangan. Tangan Arka langsung dingin. Napas tersengal. Tatapannya langsung melihat ke arah foto Melati yang ada di atas meja. "Pak, ini ancaman," ujar Hendra yang juga melihat kertas tersebut. "Iya," jawab Arka pelan. Traumanya Arka kembali dibangunkan oleh seseorang. Malam itu Arka tidak pulang dari kantor seperti biasa lagi. Dia pulang tengah malam. Alina yang sedang menunggu suaminy

  • TERBELENGGU CINTA SANG CEO   47. Luka Hati Membuat Trauma

    Seminggu setelah Richard dipenjara, semua aman. Tapi Arka yang berubah. Dia tidak pernah ke kantor. Dia di rumah 24 jam. "Pak, kamu harus kerja," kata Alina di suatu waktu. "Kerja juga bisa dari sini," Arka. "Saya tidak mau pergi kemana-mana." Arka jadi terlalu berlebihan dalam menjaga Melati. Kemanapun Melati pergi, Arka ikut. Sampai ke kamar mandi juga Arka ikut. "Pa ,,," Melati. "Papa kok ikut aku terus sih?" "Papa menjaga kamu, Nak," jawab Arka santai. Malamnya Arka tidak tidur. Dia duduk di kursi depan kamar Melati. CCTV 16 titik dia lihatin semua penuh kewaspadaan. Di pagi hari, Melati tiba-tiba demam. Tubuhnya panas, wajah mungilnya juga terlihat pucat Arka panik. "Cepat panggil Dokter. Sekarang! Atau panggil ambulans." "Pak, cuma demam biasa," kata Alina menenangkan suaminya. "Sudah biasa. Jangan panik begitu.""Nggak ,,, nggak. Kali ini demamnya beda." Tanpa berpikir panjang lagi, Arka langsung menggendong Melati ke rumah sakit. "ANAK SAYA. TOLONG. DOKTER TOLONG."

  • TERBELENGGU CINTA SANG CEO   46. Garis Merah CEO

    Semua dimulai dari satu amplop coklat. Security menemukan amplop coklat tanpa nama pengirim. Isinya berupa foto Melati, foto dia di playground, foto dia di mobil dan foto dia sedang tidur. Di belakang foto, tertera tulisan tangan. "Anak cantik. Sayang kalau kenapa-kenapa ya Pak Arka?"Tangan Arka gemetar. Bukan karena takut, tapi karena marah. Darahnya terasa mendidih."LOCKDOWN," teriaknya keras sampai suaranya menggema ke seluruh kantor. Alina ditelepon jam 2 siang. "Pak ,,, kenapa?" "Lin, dengarkan saya baik-baik," suara Arka dingin banget. "Dari sekarang kamu sama Melati tidak boleh keluar rumah! Akan ada 4 orang Bodyguard yang menjaga kalian berdua. Kamu mengerti?!" "Pak, ada apa?" tanya Alina panik sekaligus bingung. "Ada orang mengirim foto Melati," jawab Arka. "Ini garis merahnya sudah kelewat batas."Wajah Alina langsung pucat. Dipeluknya Melati erat. Ternyata yang mengancam Arka adalah rivalnya yaitu Grup Santoso.CEO nya, Richard Santoso. Lawan Arka dari 10 tahun lal

  • TERBELENGGU CINTA SANG CEO   45. Efek Dari CEO Berhati Dingin

    Seminggu setelah Arka datang ke penjara, dunia bisnis Jakarta berubah. "Pak, 3 perusahaan mundur dari tender setelah tahu dia lawan kita," kata Hendra. "Kenapa?" tanya Arka. "Katanya ,,, mereka takut," jelas Hendra. "Takut kalau kita kalah tender dan mereka yang menang, kantor kita bakalan dibakar." Alis Arka naik. "Saya tidak pernah bakar kantor orang." "Tapi mereka jadi takut ,,, " Hendra jujur. "Setelah tersiar berita tentang kasus yayasan." Sesaat Arka diam, lalu tiba-tiba ketawa. "Bagus. Biar mereka berpikir 1000 kali sebelum main kotor dengan kita." Musuh pertama dari Grup Wijaya.CEO nya, William Wijaya. Dulu sering sikut Mahendra di proyek. Kali ini dia mencoba fitnah lagi dengan menyebarkan rumor, "Mahendra korupsi proyek IKN".24 jam kemudian. Tim hukum Mahendra menggugat 100 miliar. Tim IT melacak IP dan langsung ketemu dari kantor Wijaya. William ditelepon langsung oleh Arka. "William, kalau kau ingin selamat," ancam Arka tegas. "Cabut rumor itu. Sekarang!" "Ark

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status