Share

TAS 125

last update publish date: 2025-12-17 23:51:29

Pikiran itu membuat tenggorokanku kering.

Aku menelan ludah, lalu bertanya hati-hati, seolah satu kata saja bisa meledakkan situasi.

“Terus… apa yang Sean katakan setelah kau bilang begitu?”

Irish mengusap wajahnya kasar, tertawa pendek yang terdengar seperti tangisan.

“Dia bilang…,” suaranya bergetar, “dia cuma menganggapku sebagai sahabat.”

Dadaku makin sesak.

“Dan?” desakku pelan.

Irish menghela napas panjang, lalu berkata dengan suara hampir tak terdengar, “Dia bilang… dia sudah menyukai ga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 292

    Irish menatapku dengan mata merah dan penuh emosi yang bercampur aduk. Marah. Kecewa. Sedih. Juga... terluka.“Kenapa kau tidak mau jujur selama ini dan membiarkan aku terus salah sangka?”Tangannya mencengkeram kedua lenganku lalu mengguncang tubuhku cukup keras.“Aku terus membencimu, Audrey!”Aku hanya bisa tertunduk diam. Bibirku bergetar pelan saat berusaha menahan air mata yang mulai memenuhi pelupuk mata.Apa yang harus kukatakan sekarang?Bahwa aku takut?Bahwa aku terlalu malu dengan kenyataan hidupku sendiri?Atau bahwa aku bahkan tak tahu harus mulai menjelaskan dari mana?Irish perlahan melepaskan pegangannya dengan lemah. Dia mundur setengah langkah sambil menutup wajahnya sesaat. Isak kecil terdengar dari bibirnya.“Kupikir kau bercanda soal rasa sukamu pada paman,” ucapnya lirih dengan suara tercekat. “Kupikir itu cuma kekaguman remaja sepertiku... tapi ternyata...”Aku langsung mengangkat wajah dan menatapnya penuh kebingungan.“Dari mana kau tahu soal aku dan paman?”

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 291

    Pesan terakhir Max tak berhenti berputar dalam kepalaku.Sepanjang jalan aku terus memikirkannya. Aku tak bisa mengulur waktu lebih lama lagi. Aku harus menyelesaikan semuanya sebelum kondisiku menarik perhatian semua orang. Aku membuka layar kamera, menatap wajahku dan langsung meringis. "Astaga... mukaku terlihat seperti donat."Berat badanku entah naik berapa kilo sekarang. Aku mungkin tak menyadarinya jika bukan karena teguran Max."Mungkin dia benar, aku harus membatasi pergaulan sekarang." Aku melirik dua benda yang kuletakkan di kursi sebelahku, lalu bergumam pelan, "sebaiknya kutitipkan saja." Sopir melirikku dari spion sebelum mobil berhenti. "Perlu kutemani, Nona?"“Tidak perlu,” kataku pada sopir sebelum membuka pintu mobil. “Tunggu di sini saja. Aku tidak akan lama.”“Baik, Nona.”Aku menghembuskan napas keras kemudian melangkah masuk ke area kampus yang masih sangat ramai. Acara wisuda rupanya baru saja selesai. Di mana-mana orang sibuk tertawa, berfoto dan membawa bi

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 290

    Seluruh tubuhku membeku di tempat karena terkejut.Wajahku langsung memanas. "K—kau," ibu sampai kehilangan kata melihat kejadian tak terduga itu.Sam mundur perlahan tanpa canggung. “Selamat malam, Audrey.”Aku mengangguk sekali, meski jantungku rasanya hampir meloncat keluar. Lalu dia pergi begitu saja. Meninggalkanku berdiri kaku di depan rumah dengan wajah panas merona dan ibu yang masih menatapku tidak percaya."Apa dia sudah gila? Bagaimana kalau ada tetangga yang melihat?" Ibu langsung keluar dan menarikku masuk ke dalam rumah. Pintu rumah tertutup keras. Namun aku masih berdiri mematung di depan ibu, seolah tubuhku tertinggal beberapa menit di belakang bersama kecupan hangat di keningku tadi.Ya Tuhan...Dia sungguh berani melakukannya di depan ibu.Aku tanpa sadar mengangkat tangan menyentuh kening sendiri. Masih terasa hangat. Dan entah kenapa, semakin kuingat ekspresi tenang Sam setelah melakukannya, semakin sulit menahan senyum yang terus naik sendiri.“Audrey! Berhenti

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 289

    Sam tidak menjawabku.Tatapannya justru tertuju pada rumahku yang gelap dengan rahang menegang seolah sedang memikirkan suatu keputusan yang sudah bulat di kepalanya.“Jangan berpikir untuk masuk! Pergi sebelum ibu melihat.” Aku berusaha menahannya dengan tubuhku. “Sudah kubilang, aku akan mengantarmu sampai depan pintu.”“Jangan bercanda!”“Aku tidak berminat bercanda malam ini.”Aku mendesis frustrasi. “Kumohon, pulanglah...”Sam justru melangkah lebih dekat. Sebelum sempat menghindar, jemarinya sudah lebih dulu menggenggam tanganku erat.Tangan hangat itu. Genggamannya yang kuat...Aku sempat terpaku sebelum berakhir jadi panik. “Sam! Ini tidak lucu.”Sam tidak bicara apapun lagi. Dia malah menarikku pelan menuju rumah. Aku buru-buru menahan langkah sambil berusaha melepaskan tangan.“Lepaskan! Kau benar-benar mau membuat keadaan makin buruk?”Dia masih tak bereaksi. Aku pun terus terseret bersamanya hingga kami hampir mencapai pintu.“Kau pikir menemui ibuku tengah malam begini a

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 288

    "Ayah?" Sean menatap bingung pada Sam. Sam melirik sekilas padaku yang duduk di kursi penumpang dengan wajah pucat dan tidak nyaman, lalu kembali menatap putranya.“Sean.”Sean menghela napas kecil dan menurunkan kedua tangannya dari bahuku. "Cepat turun." Kali ini Sam beralih memerintahku. Aku dengan cepat keluar dari mobil. Berdiri di belakangnya. "Ayah, ada apa?" Nada suara Sean masih terdengar hormat meski sedikit berat."Ayah ada urusan dengan Audrey."Sean langsung berkata dengan nada keberatan, “Kakek dan nenek yang menyuruhku mengantarnya pulang.”“Sekarang, Ayah yang ambil alih,” balas Sam singkat.Sean terdiam.Aku spontan memegang lengan Sam pelan. Jemariku mencengkeram kemeja pria itu dengan gugup sebelum berbisik lirih, “Sean sepertinya mabuk.”Sam langsung menoleh singkat. Tatapannya berubah lebih serius. Tanpa banyak bicara, dia mengeluarkan ponsel dan menelepon seseorang.Beberapa menit kemudian, sopir pribadi Sam turun dari mobil dengan tergesa lalu menghampiri ka

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 287

    Aku bahkan tidak sempat menyembunyikan keterkejutanku sendiri.“Anda bercanda?” tanyaku spontan, sedikit terdengar tidak sopan karena terlalu terkejut. “Hal seperti itu hanya bisa dilakukan oleh ahli. Sementara aku...”“Dari banyak ahli, hanya kau yang paling mengerti makna semua karya itu,” jelas Nyonya Miranda pelan, tapi penuh keyakinan.Aku langsung terdiam.“Tak ada yang pernah menyarankan pameran dan lelang hingga patung yang tak berharga itu bisa terjual mahal. Kau yang membuat semuanya terjadi.”Aku membuka mulut, ingin menyangkal lagi, tapi Tuan Henry ikut menambahkan,“Kau bisa melihat sesuatu dari sudut pandang berbeda.”Pujian itu justru membuatku semakin tidak nyaman.Aku refleks menoleh ke belakang, mencari satu orang yang seharusnya ada di rumah ini.Sam.Namun pria itu benar-benar menghilang sepenuhnya setelah perdebatan kami tadi. Tidak ada langkah kaki. Tidak ada suara. Tidak ada tanda dia masih ada di sekitar sini.Dadaku terasa makin sesak.Apa dia tahu soal ini?B

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 164

    Entah Cindy atau aku yang lebih terkejut dengan pernyataan Sam barusan.Kata-katanya menggantung di udara, berat dan dingin, seperti palu yang baru saja menghantam meja sidang. Tak satu pun dari kami bergerak. Bahkan napasku seolah ditahan paksa oleh ketegangan yang tiba-tiba menjalar dingin di pun

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 163

    Dunia seolah berhenti berputar. Mataku terpaku menatap raut wajah Sean yang begitu rapuh. “Apa maksudmu?” suara Sam berubah tajam.“Ibu bilang,” Sean menelan ludah, “kalau aku tidak bekerja sama, kalau aku menolak rencana itu... dia akan memastikan Audrey berada dalam masalah. Masalah besar. Dia t

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 162

    Aku dan Cindy serentak menoleh.“Kau tidak seharusnya memaksa orangku untuk pergi.” Suara Sam rendah, terkontrol, namun setiap suku katanya menghantam udara seperti peringatan. Tangannya masih menggenggam pergelangan Cindy, kuat walau tak kasar.Mata Cindy melebar. Cengkeramannya pada lenganku terl

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 161

    Aku menoleh ke arah Sam. Tatapan pria itu juga tertuju ke arah yang sama. Namun tidak ada keterkejutan di wajahnya, hanya ketenangan yang terlalu rapi. Seolah pemandangan ini sudah dia perkirakan sejak awal. Dadaku justru makin menegang menyadari hal itu.“Mereka datang,” gumamku pelan.Sam mengang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status