LOGINKalau Kairo tidak punya uang, mereka tidak akan menginginkannya untuk apa pun selain seks. Namun, Yessica lembut dan penuh perhatian. Meskipun otak Kairo terus mengirimkan tanda bahaya, hatinya tetap bodoh jika menyangkut Yessica.Yessica memeluknya lebih erat lalu berputar menghadap Kairo, meraih tangannya dan mengangkat mata birunya ke arahnya. "Siap buat mandi?"Senyumnya membawa Kairo masuk ke bawah air sampai tubuh mereka terendam."Kamu sakit?" tanya Kairo dengan suara serak."Sedikit, tapi ..." Yessica menatapnya dari balik bulu mata. Kepolosan dan kenakalan berpadu dalam dirinya.Sialnya, wanita ini mampu memengaruhi Kairo dalam segala hal. Yessica menyabuni tangannya lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh Kairo. Lekuk tubuh Yessica menekan tubuh Kairo saat menjangkau bagian-bagian tertentu, bahkan ketika itu tidak diperlukan, sengaja menggesekkan kulitnya pada kulit Kairo. Rudal Kairo yang kembali keras berdenyut karena kebutuhan.
Jari-jari Andree keluar dari Liang Sekundernya. Kehangatan tubuh Stefan menyelimuti punggung Yessica, dan pria itu sedikit mendorongnya ke arah Kairo. Yessica menopangkan kedua tangannya di dada Kairo."Kamu luar biasa, Sayang." Kairo mengatupkan rahangnya. "Semoga kamu tidak akan meledekku setelah aku tidak sanggup bertahan lebih lama."Yessica mungkin akan tertawa, tetapi rudal Stefan menekan Liang Sekundernya. Yessica mengembuskan napas saat rudal itu melewati cincin luar dan perlahan masuk ke dalam. Mulut Yessica terbuka, tetapi tidak ada suara yang keluar ketika Stefan memenuhi tubuhnya."Sial. Sial. Sial." Kairo memejamkan mata kuat-kuat dan tangannya mencengkeram pahanya."Dia sangat sempit," kata Andree. "Sebaiknya cepat, Giancha, atau ini akan berakhir."Tangan Giancha menggenggam kepangan rambut Yessica dan dengan lembut memiringkan wajah wanita itu ke arahnya."Kamu masih nyaman melanjutkannya, Harimau Betina?"
Giancha menarik Yessica ke dalam pelukannya lalu duduk di lantai dengan Yessica di pangkuannya. Yessica menyandarkan kepala di dada Giancha, sementara tangan Giancha perlahan menggoda kacang nikmatnya, membuat tubuh Yessica terus menegang. "Warna, Harimau Betina?" "Hijau." Yessica menatap mata masing-masing untuk memastikan mereka tahu bahwa dia masih sadar dan sepenuhnya hadir, lalu menjilat bibirnya. Rudal mereka semua mengeluarkan cairan untuknya, menginginkannya, dan sialnya, Yessica juga sangat menginginkan mereka. Dia menyukai apa yang mereka lakukan kepadanya. "Aku siap." Tubuh Yessica masih berdenyut dengan gemetar. Dia ingin menerima mereka semua. Dia membutuhkan mereka semua. Kairo dan Andree berbaring di lekukan bangku, saling berhadapan. Rudal mereka ditempatkan berdampingan, membuat Yessica merinding. Yessica sudah pernah merasakan rudal mereka bergesekan satu sama lain di dalam
Sialnya leher pria itu benar-benar sempurna. Ototnya tegang dan denyut nadinya terasa di bawah bibir Yessica. Yessica sangat menginginkan sentuhan Stefan. Dia merasa membutuhkannya untuk bertahan. "Kenapa kamu tidak menyentuhku?" "Tuan Putri, aku tahu kamu merasa sangat nikmat, tapi fokuslah. Kalau kamu menginginkan kami, kami milikmu. Tapi kalau kamu ingin melanjutkan malam ini seperti yang sudah kita rencanakan, kamu harus merasakan kami." Kata-kata Stefan menembus bagian kecil dalam pikiran Yessica yang tahu bahwa dirinya sedang condong menuju sakau, atau sesuatu seperti itu. Sebagian dirinya tidak peduli, tetapi bagian terbesar dalam dirinya tidak ingin meninggalkan ruang permainan. Yessica ingin tetap di sana. Dia ingin mereka semua berada di dalam dirinya. Bersama-sama. Yessica sudah siap. "Aku di sini." Yessica duduk nyaman di pangkuannya. Tangannya memegang wajah Stefan sambil menatap mata biru indah pria itu. Stefan masih akan menidurinya jika Yessica ingin menyerahkan
Kairo mengangkat kepala, dan rambut gelapnya jatuh mengelilingi mereka, mengisolasi keduanya. Ada kilatan di mata Kairo yang membuat rahim Yessica berdenyut di sekeliling rudalnya. Tak satu pun dari mereka berbalik untuk melihat Stefan.Begitu Yessica menatap Stefan, dia akan menyerah. Dia akan tunduk karena itulah yang diinginkan Stefan. Yessica menyukai saat dirinya berada di bawah kendali Stefan, tetapi Kairo senang memberinya kendali, atau setidaknya melawannya untuk mendapatkannya. Sekarang, Yessica ingin membuat Kairo klimaks."Kamu ingin menyerah, Sayang," kata Kairo lembut. Dia menegaskan setiap kata dengan dorongan pinggulnya ke tubuh Yessica. Setiap tusukan membawanya semakin tinggi, semakin dekat ke puncak."Kamu akan melakukan apa pun agar semua pria ini menidurimu seperti jalang yang baik.""Mungkin." Yessica melengkungkan tubuh ke arah Kairo dan kembali mencengkeram rudalnya. "Setidaknya aku akan klimaks seperti jalang yang baik."
Stefan menurunkan bibirnya dan menyentuh bibir Yessica dengan lembut. "Siap, tuan Putri?" Yessica menarik napas dalam-dalam lalu mengembuskannya. "Ya." Stefan menggenggam tangan Yessica dan membawanya masuk ke ruang permainan. Pencahayaannya redup, tetapi masih cukup terang untuk kamera yang sudah dipasang di sudut ruangan dengan tripod. Fokusnya mengarah pada bangku kulit dengan bagian tengah yang rendah dan kedua sisi yang melengkung tajam ke atas. Kairo, Andree, dan Giancha sudah telanjang, menunggu mereka. Bagian dalam tubuh Yessica pun bergetar mengetahui apa yang akan segera terjadi. Yessica mengharapkan sedikit rasa sakit, tetapi kenikmatan selalu datang bersamanya. Dia sudah tidak sabar melihat apa yang mereka siapkan untuknya. "Kamu menggoda sekali." Kairo melangkah mendekati Yessica. Jari-jarinya menyelip di bawah tali daster dan menyentuh bahu Yessica yang telanjang. Tangan lainnya menyusup ke bawah daster untuk mencengkeram pinggul Yessica. Tubuh Yessica seketika meri
"Kamar lain pintunya menghadap lorong utama, tapi ini kamar terbesar. Pintu sampingnya itu pintu darurat, langsung mengarah ke tangga." Kairo memutar kenop pintu dan mempersilakannya masuk. Ruangan pertama adalah ruang keluarga. Lantainya ada karpet tebal berwarna krem, Ada sofa putih, kursi baca y
Saat Yesica menaiki tangga menuju apartemennya di lantai tiga, ia terus bertanya-tanya dalam hati. Apakah semua ini benar benar nyata? Ke 4 big boss itu sudah menjelaskan soal pekerjaan dan paket gajinya. Apakah itu tandanya ia diterima? Memang mereka tidak menanyakan pertanyaan standar di wawan
"Senang bertemu denganmu," ucapnya sekuat tenaga. Aura kekuatan yang terpancar dari pria ini sangat kuat. Stefan tersenyum tipis lalu mundur memberi jalan pada yang lain. Pria berikutnya lebih kekar, berambut hitam. Matanya yang berwarna hijau menelusuri tubuh Yesica, berhenti sebentar di kaki, pi
“Bagian mana yang kamu mau, sayang? Jariku? Lidahku? Atau yang lain?” Kairo kembali mengusap paha Yesica menggunakan ujung jarinya. Wanita itu pun mengembuskan napas panjang. “Ahhhh ... Lidahmu.” Kairo pun tersenyum. Ia menghirup aroma yang keluar dari tubuh Yesica. Begitu lidah Kairo menyentuh ku







