Home / Romansa / TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF / Bab 7. Terjebak dalam kasus

Share

Bab 7. Terjebak dalam kasus

Author: Lym&tora15
last update publish date: 2026-09-17 08:53:29

Mobil yang membawa Violet berhenti di depan kantor kepolisian.

Begitu pintu belakang dibuka, Violet turun dengan langkah ragu. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi.

Seorang polisi membawanya masuk melewati lorong kantor, hingga akhirnya mereka tiba di sebuah ruang pemeriksaan.

Violet dipersilakan duduk di kursi yang berhadapan dengan petugas polisi lainnya. Polisi itu membuka sebuah berkas di atas meja.

Violet menatap dengan gelisah, dan tangannya terasa dingin. “Sebenarnya apa yang terjadi, Pak?” tanya Violet.

“Saya masih tidak mengerti kenapa saya dibawa kesini,” lanjut Violet penuh kebingungan.

Polisi itu mengangkat pandangannya dari berkas.

“Tujuan kami membawa Anda ke sini karena ada laporan mengenai tunggakan pinjaman ilegal yang terdaftar atas nama Anda,” ucap polisi menjelaskan.

Violet mengernyit. “Pinjaman?”

Polisi itu mengangguk, kemudian membalik beberapa lembar dokumen di hadapannya.

“Ya, nona. Sebuah pinjaman yang menggunakan data pribadi Anda, dan jumlahnya sangat besar, hingga kemudian mengalami tunggakan karena tidak pernah dilunasi,” jelas polisi tersebut.

Violet menggeleng pelan. Ia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu.

“Itu tidak mungkin, pak.”

Violet masih dalam keterkejutannya, sementara polisi itu kembali berkata. “Selain data Anda, kami juga menemukan nama Delon sebagai pihak yang berkaitan dengan pinjaman tersebut.”

Mata Violet langsung membesar.

“Delon...?” tanyanya.

“Benar.”

Violet mulai memahami arah pembicaraan itu, tetapi justru semakin tidak masuk akal baginya.

“Itu ayah tiri saya,” ucap Violet terdengar semakin panik. “Dia memang punya masalah dengan perjudian dan utang, tapi saya tidak pernah ikut campur dalam urusan itu, pak.”

Polisi itu menatapnya serius. “Masalahnya, Nona, beberapa dokumen pinjaman tersebut mencantumkan data Anda.”

“Tapi itu kelakuan ayah tiri saya,” ucap Violet segera menyela. “Kenapa saya yang ditangkap?”

“Secara administratif, nama Anda juga terdaftar sebagai pihak yang berkaitan dengan pinjaman tersebut. Jadi, anda juga tetap harus kami tahan.”

Violet menghembuskan nafas panjang. Berusaha tenang meskipun sebenarnya gelisah bukan main.

“Lalu, kenapa ayah tiri saya tidak ditangkap?” tanya Violet bingung.

“Beliau masih dalam pencarian,” jawab polisi.

Kening Violet langsung menyerngit mendengar jawaban polisi barusan. Kemarin malam ia masih bertemu Delon, meskipun pria tua itu sempat dihajar oleh Damian, tapi Violet yakin Delon masih hidup dan pria itu tidak pernah pergi jauh selain leha-leha dirumah dan menghabiskan uang di tempat judi. Tidak mungkin polisi sesulit itu untuk menangkapnya.

“Kalo tidak di rumah milik mama saya dia pasti ada di tempat judi,” ucap Violet memberitahu.

“Kami sudah mencari ke tempat-tempat yang anda katakan, tapi beliau tidak ditemukan.”

“Apa ada tempat lain yang biasa pak Delon kunjungi?” tanya polisi, mungkin Violet bisa memberi mereka kesaksian.

Violet mengangkat bahunya lemas. “Saya tidak tahu.”

“Baiklah, itu menjadi urusan kami.” Polisi itu terlihat membolak-balik berkas di hadapannya sebelum kembali mengangkat kepala dan menatap Violet.

“Berdasarkan bukti yang kami temukan, Delon merupakan pihak yang bertanggung jawab atas pinjaman ini. Namun, sebelum kami berhasil menangkapnya, kami harus mengamankan pihak lain yang datanya tercantum dalam laporan,” ucap petugas itu panjang lebar.

Violet kembali mengerutkan kening. “Maksudnya, saya?”

Petugas itu mengangguk. “Untuk sementara, Anda harus tetap berada dalam tahanan sampai keberadaannya berhasil ditemukan, dan perkara ini dapat diproses lebih lanjut.”

“Tapi saya korban pak,” protes Violet dengan suara bergetar. “Saya bahkan tidak tahu kalau identitas saya digunakan,” lanjutnya.

“Kami mengerti hal tersebut, Nona. Anda tidak dibebankan tanggung jawab atas seluruh kerugian ini. Tapi selama beliau belum ditemukan, proses terhadap data yang terdaftar atas nama Anda tetap harus dilakukan.”

Violet terdiam, dan menghela napas panjang sebelum kembali bertanya. “Berapa semua total kerugiannya?”

“Kurang lebih semuanya 30 miliar.”

Jantung Violet terasa berhenti berdetak mendengar jumlah tersebut. Delon meminjam dana sebanyak itu tidak lain pasti dipakai judi dan bersenang-senang. Bahkan selama ini Delon hampir tidak pernah membantu membayar biaya rumah sakit ibunya.

Violet menatap petugas di hadapannya dengan wajah pucat. Jemarinya saling menggenggam erat di atas pangkuan.

“Jadi... saya harus membayar semuanya?”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 8. Harga sebuah kebebasan

    Petugas polisi itu menggeleng pelan. “Tidak semuanya, nona. Itu hanya jumlah seluruh dana yang sudah dipinjam pak Delon,” ucapnya.“Anda hanya perlu membayar denda serta beberapa kewajiban yang harus diselesaikan jika anda ingin dibebaskan sekarang,” sambung polisi itu menambahkan.Violet menelan ludah. “Berapa dendanya, pak?” tanyanya lirih.Polisi itu memberi jeda beberapa detik, sebelum akhirnya berkata. “Total dendanya 380 juta.” Jawaban polisi di depannya sukses membuat Violet membeku. “380 juta?” ulangnya, berharap salah dengar.Petugas itu menganggukan kepala, membuat tubuh Violet langsung runtuh. “Apa tidak bisa dikurangi lagi, pak?” Tanya Violet mencoba menawar. Polisi menggeleng pelan. “Maaf, Nona. Jumlah tersebut sudah ditetapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku, dan perkara yang sedang Anda hadapi.”Violet menatap meja di hadapannya dengan pikiran kosong. Jumlah itu bahkan jauh di luar kemampuannya.“Saya tidak punya uang sebanyak itu,” bisiknya pelan.Violet mengangk

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 7. Terjebak dalam kasus

    Mobil yang membawa Violet berhenti di depan kantor kepolisian. Begitu pintu belakang dibuka, Violet turun dengan langkah ragu. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi. Seorang polisi membawanya masuk melewati lorong kantor, hingga akhirnya mereka tiba di sebuah ruang pemeriksaan. Violet dipersilakan duduk di kursi yang berhadapan dengan petugas polisi lainnya. Polisi itu membuka sebuah berkas di atas meja. Violet menatap dengan gelisah, dan tangannya terasa dingin. “Sebenarnya apa yang terjadi, Pak?” tanya Violet. “Saya masih tidak mengerti kenapa saya dibawa kesini,” lanjut Violet penuh kebingungan. Polisi itu mengangkat pandangannya dari berkas. “Tujuan kami membawa Anda ke sini karena ada laporan mengenai tunggakan pinjaman ilegal yang terdaftar atas nama Anda,” ucap polisi menjelaskan. Violet mengernyit. “Pinjaman?” Polisi itu mengangguk, kemudian membalik beberapa lembar dokumen di hadapannya. “Ya, nona. Sebuah pinjaman yang menggunakan data pribadi Anda, dan

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 6. Ditangkap polisi

    “Ya. Mereka menerobos ke apartemen kamu, Violet.” Suara madam Elise terdengar tergesa-gesa. Violet menggenggam ponselnya lebih erat. “Apa yang mereka inginkan, Madam?” tanya Violet bingung. “Aku tidak tahu. Tapi dari yang kudengar, mereka sedang mencarimu.” Kening Violet berkerut. Ia melirik Damian sekilas sebelum kembali memusatkan perhatian pada telepon. “Apa madam tidak salah dengar?” tanya Violet memastikan. “Tidak. Jelas aku mendengar mereka menyebut namamu. Aku sudah mencoba menyuruh mereka pergi, tapi mereka bilang tidak akan meninggalkan tempatmu sebelum kau datang. Sebaiknya kau segera pulang,” cerocos madam Elise terdengar sangat cemas. “Baiklah, aku pulang sekarang.” Violet pun berdiri dengan kecemasan mulai terlihat jelas di wajahnya. Violet menurunkan ponselnya dan menatap Damian. Dia berdiri di tempatnya dengan ekspresi tenang, bahkan wajahnya nyaris tidak menunjukkan keterkejutan sedikit pun. “Aku harus pulang,” ucap Violet. Damian tidak menjawab,

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 5. Mansion Davereaux

    Violet menatap bangunan besar di hadapannya melalui jendela mobil. Mansion itu jauh lebih besar dari yang ia bayangkan. Dinding batu berwarna pucat, jendela-jendela tinggi dengan bingkai hitam, serta taman luas yang terawat sempurna membuat tempat itu lebih terlihat seperti kediaman bangsawan daripada rumah seseorang. Seorang yang berjaga di dekat pintu utama segera berjalan menghampiri mobil. Membuka pintu belakang dan sedikit menundukkan kepala pada sang tuan rumah. “Silahkan, Tuan." Begitu Damian turun, pelayan itu tampak terkejut melihat seorang wanita di dalam mobil tuannya. Namun ia segera mengontrol ekspresinya, lalu memutari mobil untuk membuka pintu untuk Violet. “Silahkan, nona.” Violet mengangguk kecil sebelum turun. Beberapa langkah di depannya, Damian sudah lebih dulu berjalan menuju pintu utama tanpa menoleh sedikit pun, seolah memastikan Violet akan mengikutinya bukanlah sesuatu yang perlu dipertanyakan. Violet menarik napas pelan, lalu menyusul di belakan

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 4. Sebuah Konsekuensi

    Udara malam terasa cukup dingin ketika Violet dan Zavier baru saja keluar dari restoran. “Terima kasih untuk makan malamnya.” Violet tersenyum sambil mengusap kedua telapak tangannya yang terasa dingin. “Lain kali biar aku yang bayar,” lanjutnya. Zavier langsung menggeleng. “Tidak perlu,” tolaknya. Violet mengangkat alis. “Kenapa?” “Kamu sudah bekerja keras minggu ini,” ucap Zavier. Lalu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku mantel. “Anggap saja bonus,” ucapnya melanjutkan. “Bonus?” Violet terkekeh. “Iya. Bonus karena sudah bertahan menghadapi pelanggan yang menyebalkan selama seminggu ini.” Violet memukul ringan lengan Zavier dengan punggung tangannya. “Jahat sekali. Mereka, kan, pelanggan kita.” “Aku cuma jujur,” ucap Zavier sambil terkekeh pelan. Violet masih tersenyum ketika Zavier tiba-tiba melirik jam tangannya. Ia kemudian menatap Violet. “Aku masih ada urusan setelah ini.” “Oh.” Violet mengangguk. “Kalau begitu aku pulang dulu.” “Aku antar, ya?” taw

  • TERJEBAK DEKAPAN MAFIA POSESSIF   Bab 3. Nanti makan malam denganku, ya?

    Keesokan paginya, Violet tiba di toko bunga jam 8 pagi. Seperti biasa, Violet bekerja disana sebagai pelayan toko. Pekerjaan itu menjadi mata pencaharian utamanya agar bisa membayar biaya rumah sakit ibunya. Violet membuka pintu toko dan langsung disambut aroma bunga yang memenuhi ruangan. Seperti biasa, Zavier sudah berada di sana. Pemilik toko itu sangat rajin sekali seperti biasanya. Pria itu berdiri di dekat meja panjang, sedang merapikan beberapa tangkai bunga lavender yang baru datang. “Pagi,” sapa Violet. Zavier menoleh. “Pagi.” Kemudian Zavier berdiri, dan menghentikan pekerjaannya. Tatapannya langsung jatuh pada wajah Violet. Kantung mata yang jelas menandakan kualitas tidur gadis itu sangat buruk. “Kau terlihat lelah,” ucap Zavier perhatian. Violet meletakkan tasnya. Sebelum sempat menjawab, Zavier sudah bertanya lagi. “Kau tidak tidur?” “Tidur, kok,” jawab Violet singkat. Zavier mengangkat sebelah alis. “Berapa jam?” Violet terdiam sebentar. “Entahlah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status