Share

AMATIRAN

Penulis: Kak Upe
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-02 00:02:17

Kenzo menurunkan tangannya setelah mentoyor kening Isabela.

“Fokus,” katanya datar. “Kau akan bekerja. Bukan membuka cabang baru di dunia hiburan.”

Isabela mendengus, mengusap keningnya. “Aku baru tahu kalau kau itu sangat cerewet, tuan muda Alberto.”

“Berisik,” balas Kenzo tanpa dosa.

Walaupun Kenzo bersikap dingin dan ketus, namun tetap saja, ia menyuruh asistennya untuk membayar seluruh pakaian yang ia pilih tanpa sekalipun melirik harga.

Isabela memperhatikan itu dalam diam. Pria ini memang tidak banyak bicara, tapi setiap tindakannya selalu… penuh klaim.

Saat mereka keluar butik, Isabela melirik jam. “Aku rasa kita sudah hampir terlambat. Bukan kah kau mengatakan aku harus datang jam 11 ke perusahan?”

Kenzo sudah mendorong kursi rodanya menjauh. “Benar sekali. Kau sudah hampir terlambat. Jadi James akan mengantarkanmu untuk ke perusahan sekarang juga.

“Lalu kau? Apa kau tidak ikut?” tanya Isabela cepat. Dia mengira Kenzo akan mengantarkan di hari pertama dia masuk kerja.

“Aku? Ke
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • TERLAHIR KEMBALI: ISTRI NAKAL SANG CEO   BOS BARU

    Pintu lift tertutup dengan bunyi halus.Isabela berdiri sendirian di dalamnya, bahu tegak, wajah tenang. Pantulan dirinya di dinding logam memperlihatkan sosok perempuan yang sama sekali berbeda dari Zenia yang dikenal banyak orang. Tidak ada lagi mata sendu. Tidak ada lagi tubuh meringkuk. Yang ada hanya ketenangan seseorang yang sudah mati sekali dan tidak takut jatuh untuk kedua kalinya.Begitu lift terbuka di lantai direksi, suasana langsung berubah.Koridor itu sunyi, dingin, dan terlalu rapi. Aroma kopi mahal bercampur pendingin ruangan yang menusuk. Dari balik pintu kaca di ujung koridor, suara rapat terdengar samar. Nada Rafi terdengar jelas. Sedikit tinggi. Sedikit tertekan.Isabela tersenyum kecil."Ah. Masih panas rupanya."Tanpa ragu, ia melangkah ke pintu ruang rapat. Tidak mengetuk. Tidak permisi. Ia mendorong pintu dan masuk begitu saja.Beberapa kepala langsung menoleh.Rafi yang sedang berdiri di depan layar presentasi membeku di tengah kalimat. Wajahnya berubah warna

  • TERLAHIR KEMBALI: ISTRI NAKAL SANG CEO   AMATIRAN

    Kenzo menurunkan tangannya setelah mentoyor kening Isabela.“Fokus,” katanya datar. “Kau akan bekerja. Bukan membuka cabang baru di dunia hiburan.”Isabela mendengus, mengusap keningnya. “Aku baru tahu kalau kau itu sangat cerewet, tuan muda Alberto.”“Berisik,” balas Kenzo tanpa dosa.Walaupun Kenzo bersikap dingin dan ketus, namun tetap saja, ia menyuruh asistennya untuk membayar seluruh pakaian yang ia pilih tanpa sekalipun melirik harga.Isabela memperhatikan itu dalam diam. Pria ini memang tidak banyak bicara, tapi setiap tindakannya selalu… penuh klaim.Saat mereka keluar butik, Isabela melirik jam. “Aku rasa kita sudah hampir terlambat. Bukan kah kau mengatakan aku harus datang jam 11 ke perusahan?”Kenzo sudah mendorong kursi rodanya menjauh. “Benar sekali. Kau sudah hampir terlambat. Jadi James akan mengantarkanmu untuk ke perusahan sekarang juga.“Lalu kau? Apa kau tidak ikut?” tanya Isabela cepat. Dia mengira Kenzo akan mengantarkan di hari pertama dia masuk kerja.“Aku? Ke

  • TERLAHIR KEMBALI: ISTRI NAKAL SANG CEO   Apa kau sedang menggodaku, tuan muda Alberto?

    Lampu kamar masih redup ketika Isabela terbangun.Bukan oleh alarm. Melainkan oleh suara halus hampir tak terdengar dari roda kursi yang bergerak pelan.Ia membuka mata setengah, lalu memicingkannya. "Apa Kenzo sudah bangun?" batinnya.Tapi saat Isabela membuka matanya sempurna, ternyata pria itu bukan sekadar bangun tapi sudah rapi.Kemeja gelap tersetrika sempurna. Jam tangan terpasang. Rambutnya tersisir tanpa satu helai pun membangkang. Ia sedang mengancingkan manset dengan wajah setenang orang yang tidak pernah punya masalah hidup.Isabela mengerjap, lalu mendesah.“Selamat pagi tuan muda Alberto,” gumamnya sambil menarik selimut lebih tinggi. “Cepat sekali kau bangun pagi ini?”Kenzo meliriknya sekilas. Dan dengan suara datar dia menjawab.“Bukan aku yang bangun cepat tapi kau yang bangun lambat.”Isabela reflek manyun. Jelas dia tersentil dengan kata-kata Kenzo. Lagi pula, istri dibelahan dunia mana yang bangun lebih lambat dari suaminya. Dimana-mana, istri yang bangun duluan,

  • TERLAHIR KEMBALI: ISTRI NAKAL SANG CEO   Hati-hati dengan tawaranmu, Nyonya Muda Alberto

    Isabela menghembuskan napas pelan.Bukan napas lega. Melainkan napas seseorang yang tahu dirinya sedang berdiri di tepi jurang—dan tetap melangkah maju.“Entahlah,” jawabnya akhirnya. Suaranya tidak dibuat-buat. “Aku tidak tahu apakah Tuan Muda Alberto akan membantuku atau tidak.”Kenzo tidak langsung menanggapi.Tatapannya tetap dingin, lurus, seolah kalimat itu hanyalah angin lewat.Isabela melanjutkan, sedikit lebih lirih.“Tapi orang-orang tua dahulu selalu berkata,” ucapnya pelan, “kalau berbuat baik itu tidak boleh setengah-setengah.” sambungnya sambil mengangkat bahu kecil.“Mengingat Tuan Muda sudah dua kali menolongku… kenapa tidak sekali lagi?”Kenzo mengangkat alisnya perlahan.Gerakan kecil. Namun cukup untuk menunjukkan bahwa ia sadar—wanita ini sedang menekan titik tertentu.Isabela melangkah lebih dekat dan menatap Kenzo dengan puppy eyesnya. Berharap ini akan berhasil.“Tatapanmu tidak cukup,” katanya akhirnya, dingin dan tenang, “untuk membuatku berkata iya.”Nada itu

  • TERLAHIR KEMBALI: ISTRI NAKAL SANG CEO   BERSIKAP MANIS

    Isabela baru merasa dadanya benar-benar sesak bukan saat ia duduk di ruang tamu keluarga Ramlan,melainkan saat mobilnya meninggalkan halaman rumah itu.Baru beberapa menit lalu ia berdiri tegak, bicara dingin, mengatur syarat, bahkan menggertak balik.Sekarang, tangannya mencengkeram tas lebih erat dari perlu."Bagaimana caranya aku membujuk manusia es itu…"Isabela menutup mata sejenak."Kalau langsung bicara bisnis, aku mati sebelum membuka mulut."Ia membuka mata lagi, menatap lurus ke depan."Entahlah! Kita lihat saja nanti." Putusnya sedikit pasrah pada cara Tuhan akan membimbingnya untuk mendapatkan kata YA dari Kenzo.***Meja makan malam terasa lebih ramai dari biasanya.Matteo dan Victoria duduk di kepala meja seperti biasa. Rafi masih membawa map proyek—kali ini hanya dibuka setengah hati. Lidya mengunyah pelan, matanya berkedip-kedip seperti sedang menonton drama gratis.Dan di antara semuanya—Isabela.Terlalu rajin.Terlalu perhatian.Terlalu… mencurigakan.“Sayang, mau

  • TERLAHIR KEMBALI: ISTRI NAKAL SANG CEO   MEMBALAS KELICIKAN

    Rumah keluarga Ramlan tidak pernah benar-benar hangat.Bukan karena dingin, melainkan karena setiap sudutnya selalu dipenuhi perhitungan.Siang itu, matahari tepat di atas kepala. Cahaya jatuh lurus ke ruang tamu yang terlalu rapi, seolah kebersihan bisa menutupi kebusukan niat di dalamnya.Arman Ramlan duduk di sofa utama dengan jas masih melekat di tubuhnya, meski tidak ke mana-mana. Ratna berdiri di dekat jendela, tangan terlipat, wajahnya tegang. Olivia duduk menyilangkan kaki dengan anggun, memainkan ponsel, seolah nasib perusahaan keluarga ini bukan urusannya.Keheningan pecah lebih dulu oleh suara Arman.“Aku tidak terkejut,” katanya datar. “Sejak awal aku sudah tahu, menikahkan Zenia ke keluarga Alberto tidak akan memberi kita apa-apa.”Ratna menoleh, nada suaranya dingin. “Dia selalu begitu. Tidak pernah benar-benar berguna.”Olivia tersenyum tipis. “Sejak kecil juga, Ayah. Terlalu sibuk merasa jadi korban sampai lupa berpikir logis.”Arman mengangguk pelan. “Menantu keluarga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status